
PAPUA BARAT DAYA (Hidayatullah.or.id) — Ketahanan keluarga adalah pondasi utama dalam membentuk masyarakat yang berakhlak dan memiliki daya saing di tengah dinamika pembangunan nasional. Demikian penegasan tersebut mengemuka dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) I Muslimat Hidayatullah Papua Barat Daya yang digelar di Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, pada Jum’at, 13 Rajab 1447 (2/1/2026).
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Papua Barat Daya, M. Sanusi, S.Pd.I., menegaskan bahwa forum ini momentum konsolidasi awal organisasi dalam memperkuat peran perempuan Muslim dari lingkup keluarga sebagai basis pembangunan peradaban.
Sanusi mengapresiasi tema Muswil I Mushida Papua Barat Daya tersebut yang mengangkat tajuk Meneguhkan Peran Muslimah dalam Membangun Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045.
“Tema ini senafas dengan arah gerak organisasi yang memandang keluarga sebagai ruang strategis pembentukan karakter generasi bangsa,” kata Sanusi.
Sanusi mengatakan bahwa forum ini istimewa sebagai ajang musyawarah organisatoris dan juga ruang penguatan visi bersama mengenai peran Muslimah dalam pembangunan bangsa.
Melalui Muswil I tersebut, Sanusi berharap Muslimat Hidayatullah Papua Barat Daya semakin solid menjalankan perannya sebagai pilar ketahanan keluarga sekaligus bagian penting dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Sanusi menekankan bahwa penguatan ketahanan keluarga tidak dapat dilepaskan dari kesiapan sumber daya manusia, khususnya peran perempuan sebagai penggerak utama pendidikan di rumah. Ia menyampaikan bahwa masyarakat yang berakhlak dan berdaya saing tidak dibentuk secara instan di ruang publik, melainkan melalui proses panjang yang dimulai dari keluarga yang kokoh secara nilai dan spiritual.
Tri Konsolidasi
Lebih lanjut, menurut Sanusi, terdapat tiga konsolidasi utama yang perlu menjadi perhatian seluruh kader Muslimat Hidayatullah. Konsolidasi tersebut meliputi konsolidasi jati diri, konsolidasi organisasi, dan konsolidasi wawasan. Ketiganya dipandang saling terkait dan menjadi fondasi dalam menjalankan peran strategis Muslimah di tengah masyarakat.
Pada aspek konsolidasi jati diri, Sanusi menegaskan pentingnya membangun visi besar dalam diri setiap anggota. Ia menyampaikan bahwa cita-cita membangun peradaban Islam harus dimulai dari kesadaran personal akan peran masing-masing individu, terutama dalam keluarga.
“Peradaban Islam tidak lahir secara tiba-tiba di ruang publik, tetapi dibangun secara bertahap dari rumah tangga yang berlandaskan nilai-nilai Islam,” ujarnya.
Ia juga menekankan posisi ibu sebagai pendidik utama dalam keluarga. Dalam pandangannya, ketahanan keluarga sangat ditentukan oleh kualitas peran ibu dalam membimbing dan membentuk karakter anak.
“Ibu memiliki peran yang sangat fundamental sebagai pendidik utama. Sebagaimana ungkapan al-ummu madrasatul ula, ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya,” kata Sanusi, lantas menegaskan bahwa keluarga merupakan titik awal pembentukan masyarakat yang berintegritas dan berdaya saing.
Konsolidasi kedua yang disoroti adalah konsolidasi organisasi. Sanusi menilai bahwa kekuatan organisasi sangat ditentukan oleh pemahaman pengurus terhadap struktur, fungsi, dan nilai dasar yang menjadi rujukan gerak organisasi. Ia menekankan pentingnya menjadikan Pedoman Dasar Organisasi sebagai acuan utama dalam menjalankan amanah.
“Organisasi akan berjalan kuat apabila setiap pengurus memahami peran dan tanggung jawabnya, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah,” tegasnya dalam forum tersebut.
Sementara itu, konsolidasi wawasan ditegaskan sebagai elemen ketiga yang tidak kalah penting. Sanusi mendorong seluruh anggota Muslimat Hidayatullah untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan dan tidak terjebak pada sikap pasif terhadap perubahan. Ia mengingatkan bahwa tantangan zaman menuntut Muslimah untuk memiliki wawasan luas agar mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi nyata.
“Semangat belajar sepanjang hayat harus terus dijaga, sebagaimana pesan Rasulullah SAW, carilah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat,” tuturnya.
Pembukaan Muswil I ini turut dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren serta Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Sorong Selatan. Selain itu, jajaran pengurus DPW Hidayatullah Papua Barat Daya, pengurus DPD Muslimat Hidayatullah se-Papua Barat Daya, pengurus majelis taklim, dan tokoh masyarakat setempat turut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan secara tertib.








