
BONE BOLANGO (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr. Abdul Ghofar Hadi, S.Sos.I., M.S.I., secara resmi membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Gorontalo yang digelar di Kampus Hidayatullah Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, pada Jum’at, 11 Sya’ban 1447 (30/1/2026).
Dalam sambutan pembukaannya, Abdul Ghofar Hadi menegaskan bahwa dinamika sosial dan kebutuhan umat yang terus berkembang menuntut Hidayatullah untuk bergerak lebih adaptif, mandiri, dan berdampak.
Ia menyampaikan bahwa Rakerwil selain sebagai agenda rutin tahunan organisasi juga sebagai momentum penting untuk memperkuat orientasi pergerakan agar tetap relevan dan berdaya guna bagi masyarakat.
Ghofar memaparkan dua prioritas utama yang menjadi amanah Dewan Pengurus Pusat dan perlu menjadi perhatian serius seluruh pengurus dan kader di Gorontalo. Prioritas tersebut berkaitan langsung dengan penguatan fondasi organisasi dan kualitas pengabdian kepada umat.
Prioritas pertama yang ia tekankan adalah kemandirian organisasi. Menurutnya, kemandirian merupakan prasyarat mutlak agar gerakan dakwah tidak bergantung pada faktor eksternal dan mampu berjalan secara berkelanjutan. Ia menilai bahwa kemandirian hanya dapat dicapai melalui penguatan ekonomi produktif dan investasi sumber daya manusia yang terencana.
“Kita harus melakukan ekspansi ekonomi produktif dan investasi SDM yang serius. Hal ini krusial agar laju dakwah kita tidak terhambat dan bisa dimaksimalkan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” katanya yang hadir secara daring.
Menurut Ghofar, penguatan ekonomi bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk memperluas jangkauan dakwah dan layanan sosial. Dengan fondasi ekonomi yang kokoh, organisasi akan lebih leluasa menjalankan program pendidikan, sosial, dan pembinaan umat secara konsisten.
Prioritas kedua yang ia sampaikan berkaitan dengan orientasi program kerja. Ia mengingatkan agar setiap program yang disusun benar-benar diarahkan pada dampak nyata dan langsung dirasakan oleh masyarakat. Keberhasilan program, menurutnya, tidak diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan dari sejauh mana program tersebut memberi manfaat konkret bagi umat.
“Kita harus terus menguatkan peran dalam kehadiran kita sebagai lokomotif kebaikan,” katanya.
Lebih lanjut, Ghofar menegaskan bahwa gerak Hidayatullah harus selalu berada dalam koridor nilai-nilai perbaikan, pengembangan, dan keseimbangan. Ia menyebut tiga semangat yang perlu terus dihidupkan dalam setiap aktivitas organisasi.
“Hidayatullah harus membawa semangat islahiyah, tathawwuriyah, dan tetap konsisten dalam jalur wasathiyah,” tukasnya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa islahiyah bermakna komitmen untuk terus melakukan perbaikan, tathawwuriyah mencerminkan semangat pengembangan dan inovasi, sementara wasathiyah menunjukkan sikap moderat dan seimbang dalam bersikap serta bertindak.
Dalam sambutannya, Ghofar juga mengutip pesan Rais ‘Aam Hidayatullah, KH. Abdurrahman Muhammad, yang kerap mengingatkan bahwa forum rapat seperti Rakerwil harus menjadi titik awal kerja yang lebih sungguh-sungguh. Menurutnya, setelah forum konsolidasi selesai, tidak ada ruang untuk berleha-leha.
“Seluruh elemen harus bekerja dengan prinsip kerja ikhlas, kerja cerdas, dan totalitas yang tinggi,” pesannya.
Pesan ini, menurut Ghofar, menjadi pengingat bahwa amanah organisasi menuntut kesungguhan niat, ketepatan strategi, dan keseriusan dalam pelaksanaan di lapangan.
Suasana pembukaan Rakerwil berlangsung semakin hangat dan penuh keakraban ketika Abdul Ghofar Hadi menutup sambutannya dengan pantun penyemangat yang disambut senyum para peserta.
Pantun tersebut menjadi simbol optimisme dan harapan agar Rakerwil Hidayatullah Gorontalo berjalan lancar dan menghasilkan rumusan kerja yang bermakna.
“Jalan pagi berkilo-kilo, jangan lupa minum es. Saat ini Rakerwil Hidayatullah Gorontalo, semoga lancar dan sukses,” tandasnya.






