AdvertisementAdvertisement

Pentingnya Kebersamaan dan Akhlak sebagai Ruh Kepemimpinan

Content Partner

MEDAN (Hidayatullah.or.id) — Pergantian peran dalam organisasi merupakan momentum peneguhan kembali standar kebaikan yang diharapkan lahir dari pribadi-pribadi yang berkhidmat. Demikian benang merah sambutan KH Hamim Thohari dalam acara seremoni serah terima jabatan Ketua Pembina Kampus Utama Hidayatullah Medan yang berlangsung pada Selasa, 18 Jumadil Akhir 1447 (9/12/2025).

KH Hamim Thohari menegaskan bahwa akhlak merupakan ruh sekaligus ukuran kemuliaan seseorang di hadapan Allah maupun manusia. “Akhlak inilah yang menjadi ruh dan standar kebaikan di hadapan Allah dan manusia,” ujarnya dalam sambutan.

Penegasan itu mewarnai refleksi Kiai Hamim atas satu dekade dirinya memimpin Pembina Kampus Utama Medan. Ia menyampaikan bahwa masa tugasnya telah mencapai saat yang tepat untuk digantikan sebagai bagian dari proses peremajaan kepemimpinan organisasi.

“Sepuluh tahun saya bertugas sebagai ketua Pembina Kampus Utama Hidayatullah Medan, akhirnya harus berganti sebagai wujud rejuvinasi,” ungkapnya. Proses regenerasi itu, menurutnya, merupakan konsekuensi alamiah sebagaimana pergiliran waktu yang terus berjalan.

Dalam sambutannya, Hamim menggambarkan pergantian sebagai keniscayaan yang telah ditetapkan dalam sunnatullah. Ia mencontohkan perubahan siang dan malam, bergantinya hari, pekan, bulan, dan tahun.

Setiap struktur organisasi, menurutnya, dituntut untuk siap menghadapi perubahan dan menerima transisi sebagai bagian dari dinamika kelembagaan yang sehat.

Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam atas kiprah tiga ketua kepengurusan yang selama masa jabatannya telah menjalankan amanah dengan capaian masing-masing, yakni Ustadz Khairul Anam, Ustadz Ali Akbar, dan Ustadz Subur Pramudya.

Pada kesempatan itu, Hamim yang kini diamanahi sebagai Ketua Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah ini menyampaikan terima kasih sekaligus permohonan maaf atas segala kekurangan selama masa kepemimpinannya.

Sebagai pesan penting kepada seluruh jajaran, Hamim menegaskan bahwa setiap amanah organisasi harus dipahami sebagai ruang pengabdian yang saling melengkapi, layaknya anggota tubuh yang memiliki peran vital masing-masing.

Ia menekankan kesiapsiagaan untuk ditempatkan pada posisi apa pun demi kemaslahatan kerja-kerja kelembagaan. Nilai kebersamaan ini, menurutnya, hanya dapat hidup bila ditopang oleh akhlak yang baik, meneladani sifat-sifat Allah dan Rasulullah.

Pada bagian akhir acara, Ust. Dr. Abdul Ghofar Hadi selaku Ketua Pembina yang baru menyampaikan permohonan dukungan dari seluruh peserta yang hadir.

Ia menggarisbawahi bahwa kerja organisasi yang efektif hanya dapat dicapai melalui kekompakan, kesungguhan, dan kolaborasi lintas peran. Tanpa itu semua, dia menegaskan, tugas sekecil apa pun sulit diselesaikan dengan optimal.

Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Sambut Ramadhan, Dana Umat Hadirkan Air Bersih untuk Santri dan Warga Cimanggu

BANDUNG BARAT (Hidayatullah.or.id) -- Menjelang Ramadhan 1447 H, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) rampungkan program pipanisasi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img