AdvertisementAdvertisement

Peran Strategis Kader Senior dalam Menjaga Memori dan Arah Perjalanan Organisasi

Content Partner

KADER senior itu mutiara organisasi, baik organisasi bisnis atau nirlaba. Mereka sosok-sosok yang telah teruji konsistensinya. Dari mereka, terpancar mata air inspirasi sehingga yunior terdorong untuk aktif berkontribusi.

Kader senior juga ‘buku sejarah’ yang hidup. Data, fakta, dan makna sejarah organisasi disimpan rapi oleh mereka. Dengan duduk bersama mereka, semoga untaian sejarah masa lalu bisa digali untuk diambil hikmahnya. Kemudian untaian hikmah itu diproyeksikan ke masa depan.

Kader senior merupakan mata air semangat. Mereka mengikuti perjalanan organisasi sejak awal sehingga memahami semangat apa yang perlu senantiasa hadir. Bahkan tidak jarang mereka menjadi contoh terbaik untuk memperagakan semangat tersebut di organisasi.

Oleh karena itu ada harapan kepada para senior untuk mau dan mampu membimbing para yunior. Pendekatannya mungkin kultural. Akan tetapi jauh lebih baik jika organisasi merancang pendekatan yang memadukan kultural dengan formal.

Hal ini dibutuhkan agar senior tetap selaras dengan organisasi. Dalam hal kebijakan organisasi, misalkan. Apabila senior mendapat informasi utuh tentang kebijakan organisasi, lebih dimungkinkan untuk senior membangun perspektif positif.

Oleh karena itu langkah pertama organisasi dalam menyiapkan senior sebagai pembimbing (coaching atau mentoring) adalah memastikan mereka mendapatkan informasi organisasi yang utuh. Sebuah saluran khusus untuk menyampaikan informasi organisasi mungkin sangat berguna. Seorang penanggung jawab diamanahi untuk mengelola saluran khusus ini.

Langkah selanjutnya adalah membangun kapasitas profesional kader. Ada dua tujuan terkait hal ini. Pertama, agar kader memiliki kemampuan keuangan yang cukup. Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, keuangan yang cukup lebih memudahkan kader untuk berinvestasi pada pengembangan diri. Kedua, agar kader memiliki citra positif terhadap dirinya. Citra positif ini dibutuhkan sebagai modal sharing dengan para yunior nantinya.

Langkah selanjutnya adalah organisasi memfasilitasi terbangunnya komunitas belajar. Tujuannya membangun kapasitas para kader senior sebagai pembimbing. Dikarenakan isinya sudah bukan orang biasa, maka aktivitas komunitas belajar lebih banyak diisi dengan refleksi, saling berbagi, dan membangun proyeksi bersama.

Sebagai langkah penyeimbang, kepada para kader yunior, organisasi melakukan persuasi agar para kader yunior belajar kepada senior. Tidak lupa organisasi merilis pengingat tentang pentingnya menghormati senior. Jabatan, setinggi apapun, tidak menghalangi setiap orang di organisasi untuk melakukannya. Apalagi jabatan bukan ukuran prestise, justru amanah yang senantiasa perlu dituntaskan kewajibannya.

Terakhir, organisasi dianjurkan untuk memberi insentif khusus kepada para senior. Ini disesuaikan dengan kemampuan organisasi. Bentuknya juga beragam.

Dengan seluruh langkah yang dilakukan, semoga kerekatan dan kedekatan terbangun. Organisasi, kader senior dan yuniornya saling menguatkan. Organisasi, bisnis atau nirlaba, semakin laju menggapai targetnya.

Wallah a’lam.

FU’AD FAHRUDIN

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Talkshow Silatwal Hidayatullah di Gunung Tembak Tegaskan Integrasi Ketaatan dan Strategi Kaderisasi

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) -- Kampus Ummulquraa Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Teritip, Balikpapan, menjadi tuan rumah acara Silaturrahim Syawal (Silatwal)...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img