
ACEH TAMIANG (Hidayatullah.or.id) — Tim Sumur Bor Hidayatullah telah merealisasikan dua titik sumur bor di wilayah terdampak banjir, yakni di Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, serta di Desa Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru. Kedua lokasi tersebut ditetapkan setelah melalui proses survei kebutuhan air bersih bersama masyarakat setempat guna memastikan kebermanfaatan fasilitas yang dibangun bagi warga terdampak bencana.
Pembangunan sumur bor tersebut merupakan bagian dari program kemanusiaan yang dilaksanakan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (BMH) selama bulan Ramadhan. Melalui Program Sumur Bor Hidayatullah, lembaga tersebut berupaya menghadirkan akses air bersih sebagai kebutuhan dasar bagi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh sumber air layak setelah terjadinya bencana banjir.
Program ini difokuskan pada penyediaan fasilitas air bersih yang dapat digunakan warga untuk berbagai kebutuhan harian, seperti konsumsi air minum, memasak, serta keperluan ibadah seperti berwudhu. Penyediaan sumur bor dipandang sebagai salah satu langkah untuk membantu pemulihan kondisi kehidupan masyarakat pascabencana.
Amil Laznas BMH yang bertugas di lokasi kegiatan, Muhammad Adnan, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terhadap ketersediaan air bersih setelah bencana banjir melanda wilayah tersebut.
“Banyak wilayah terdampak banjir mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Karena itu kami menghadirkan sumur bor agar warga bisa segera memanfaatkan sumber air yang lebih aman untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Adnan dalam keterangannya diterima media ini pada Kamis, 15 Ramadhan 1447 H (5/3/2026)..
Menurutnya, keberadaan sumur bor tidak hanya dimaksudkan sebagai solusi sementara bagi masyarakat yang terdampak bencana, tetapi juga sebagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh warga sekitar. Dengan demikian, program ini diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaan di lapangan, proses pengeboran dilakukan oleh tim teknis yang memiliki pengalaman dalam pembangunan fasilitas air bersih. Pekerjaan tersebut juga mendapat dukungan dari relawan lokal yang turut membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Penentuan lokasi pembangunan sumur bor dilakukan melalui proses survei bersama masyarakat setempat untuk memastikan bahwa fasilitas yang dibangun benar-benar menjawab kebutuhan utama warga. Melalui pendekatan tersebut, program dirancang agar dapat memberikan manfaat yang tepat sasaran.
Selain pelaksanaan pembangunan sumur bor, BMH juga membuka peluang partisipasi masyarakat luas untuk mendukung keberlanjutan program penyediaan air bersih melalui donasi. Dukungan dari para donatur menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas jangkauan program kemanusiaan ini.
“Setiap kontribusi dari para donatur akan membantu menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Adnan.
Menurut BMH, keberadaan program sumur bor merupakan bagian dari layanan sosial yang terus dikembangkan oleh lembaga tersebut untuk membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar, terutama di wilayah yang terdampak bencana alam.
Selama bulan Ramadhan, program-program kemanusiaan seperti penyediaan air bersih menjadi salah satu fokus kegiatan BMH dalam memperkuat pelayanan sosial kepada masyarakat. Penyediaan fasilitas sumur bor dipandang sebagai upaya yang dapat memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat yang membutuhkan.
BMH menargetkan pembangunan beberapa titik sumur tambahan dapat diselesaikan sebelum berakhirnya bulan Ramadhan. Setelah periode tersebut, program Sumur Bor Hidayatullah direncanakan akan dilanjutkan ke wilayah lain yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih.






