AdvertisementAdvertisement

Rais ‘Aam Hidayatullah Ingatkan Kemajuan itu Bertumpu pada Iman, Ilmu, dan Amal

Content Partner

MALANG (Hidayatullah.or.id) — Dalam rangkaian Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Hidayatullah Jawa Timur, Rais ‘Aam Hidayatullah, KH Abdurrahman Muhammad, sampaikan taushiyah dalam acara bertajuk Taujih ‘Aam yang memberi arah strategis bagi gerakan dakwah dan pembangunan.

Acara yang berlangsung di Aula Al Hambra Kampus Madya Hidayatullah Ar Rohmah Putri, Malang, ini dihadiri sekitar 400 peserta dari unsur pengurus daerah dan unsur pengurus pusat.

KH Abdurrahman Muhammad menegaskan bahwa sejarah kejayaaan pembangunan termasuk kemajuan dakwah selalu bertumpu pada tiga fondasi utama. Ia menggambarkan bahwa tidak ada perubahan yang kokoh tanpa perpaduan antara kekuatan rohani, wawasan keilmuan, dan kerja nyata.

“Kemajuan itu asasnya tiga: iman, ilmu, dan amal. Maka setiap ada kerja yang dilandasi ilmu dan iman pasti ada perkembangan,” katanya.

Dari prinsip dasar itu, ia melanjutkan bahwa arah perjalanan Hidayatullah di masa mendatang sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan yang berakar pada iman dan jatidiri perjuangan. Baginya, jatidiri gerakan adalah kompas moral yang harus hadir dalam setiap keputusan organisasi.

“Kemajuan di Hidayatullah ini akan terjadi jika hadir iman, kepemimpinan, dan jatidiri. Jika jatidiri dilaksanakan dalam kepemimpinan yang didasarkan pada iman, maka pasti terjadi kemajuan,” tegasnya.

Dalam penjelasan selanjutnya, KH Abdurrahman Muhammad mengingatkan kembali tentang ruh perjuangan dakwah yang bersumber dari Al-Qur’an. Ia menekankan pentingnya haqqa tilawah sebagai proses pembacaan Al-Qur’an yang benar secara lahir dan batin.

Haqqa tilawah (pembacaan yang benar) akan melahirkan iman,” tegasnya.

Dari prinsip itu, ia menekankan bahwa seluruh aktivitas dakwah, termasuk dakwah media sebagai instrumen membangun peradaban, harus berpijak pada nilai Ilahiah. Tatanan Rabbaniyah, menurutnya, adalah kerangka hidup yang memastikan arah dakwah tidak melenceng dari tujuan Qur’ani.

“Tugas utama kita mengenalkan Allah dan menjalankan kehidupan kita dengan tatanan Rabbaniyah,” terangnya.

Menutup taujihnya, KH Abdurrahman Muhammad menyoroti kekuatan ukhuwah sebagai modal terbesar umat. Menurutnya, persatuan hati adalah sumber energi dakwah yang tak tergantikan.

“Kekayaan yang paling besar bagi seorang Muslim adalah menyatunya hati dalam ukhuwah. Kita ini disatukan hatinya karena ada ketaatan kepada Allah,” katanya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Sambut Ramadhan, Dana Umat Hadirkan Air Bersih untuk Santri dan Warga Cimanggu

BANDUNG BARAT (Hidayatullah.or.id) -- Menjelang Ramadhan 1447 H, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) rampungkan program pipanisasi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img