AdvertisementAdvertisement

Rakerwil Sulawesi Utara Dibuka, Shohibul Anwar Tekankan Peran Kader sebagai Penggerak Dakwah

Content Partner

MANADO (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Ust. Drs. Shohibul Anwar, MH.I., secara resmi membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Sulawesi Utara yang digelar di Sintesa Peninsula, Jalan Jenderal Sudirman, kawasan Gunung Wenang Pinaesaan, Kota Manado, pada Jum’at, 11 Sya’ban 1447 (30/1/2026).

Dalam sambutan pembukaannya, Shohibul Anwar memberikan penekanan kuat pada jati diri kader Hidayatullah. Ia menegaskan bahwa setiap kader harus siap menjadi motor penggerak dakwah sekaligus figur yang memiliki pengaruh positif di tengah masyarakat. Menurutnya, dakwah tidak cukup disampaikan melalui wacana, tetapi harus hadir melalui keteladanan dan keterlibatan nyata.

Ia mengingatkan bahwa menyebarkan risalah Islam merupakan perjuangan sepanjang hayat. Setiap muslim, katanya, dituntut mengambil peran, sekecil apa pun, dalam proses pembangunan peradaban Islam.

Ia menegaskan bahwa kemenangan Islam sebagai agama Allah adalah kepastian, tetapi keterlibatan individu tetap penting agar setiap orang tercatat memiliki andil dalam perjuangan tersebut.

“Generasi berapapun nanti dari pelanjut perjuangan ini akan memenangkan Islam. Tugas kita adalah memastikan bahwa ini dilanjutkan,” kata Ketua Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah bidang Pelayanan Umat ini.

Untuk memperjelas makna peran kolektif tersebut, Shohibul Anwar menyampaikan analogi pembangunan sebuah bangunan. Menurutnya, tidak semua orang harus menempati peran yang sama. Ada yang menjadi batu bata, pasir, semen, atau air, tetapi seluruh elemen memiliki fungsi penting agar bangunan dapat berdiri kokoh.

“Tugas kita adalah melanjutkan pembangunan bangunan sebelumnya, bukan merusak bangunan yang sudah dibuat oleh generasi sebelum kita. Kita harus memastikan bahwa generasi setelah kita ada pelanjut perjuangan pembangunan Islam ini,” katanya.

Dalam penjelasannya, Shohibul Anwar menekankan bahwa perjuangan menyebarkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam bukanlah pekerjaan ringan. Namun, ia menyebut perjuangan tersebut sebagai jalan yang indah karena sarat makna dan bernilai ibadah. Ia mengingatkan bahwa inilah jalan yang telah ditempuh oleh umat Islam sejak masa Rasulullah SAW dan para sahabat.

“Ini pekerjaan yang sangat penting dan inilah yang dulu dilakukan umat Islam di masa lalu,” tegasnya.

Ia kemudian mengisahkan bagaimana Rasulullah SAW pernah menyampaikan prediksi runtuhnya kekuatan besar dunia seperti Persia dan Romawi. Prediksi tersebut, menurut Shohibul Anwar, tidak berhenti sebagai wacana, tetapi direspons oleh para sahabat dan generasi setelahnya melalui perjuangan nyata hingga akhirnya terbukti dalam sejarah.

“Ketika Rasulullah memprediksi bahwa Persia akan jatuh dan Romawi akan jatuh, maka para sahabat dan orang-orang setelahnya berusaha mewujudkan hal-hal yang sudah diprediksi oleh Nabi tersebut dan terbukti,” ujarnya.

Membangun Sulawesi Utara yang Majemuk

Lebih lanjut, Shohibul Anwar kemudian mengajak seluruh peserta Rakerwil menjadikan forum ini sebagai momentum konsolidasi untuk menyatukan hati, arah, dan langkah perjuangan.

Menurutnya, Rakerwil harus menjadi ruang untuk meneguhkan jati diri Hidayatullah sekaligus mendorong transformasi organisasi agar semakin mandiri dan memiliki pengaruh luas di masyarakat.

Ia menekankan bahwa prioritas utama gerakan Hidayatullah adalah penguatan soliditas jamaah. Soliditas tersebut, katanya, harus dimulai dari kekuatan internal DPW, diperkuat melalui sinergi dengan DPD, organisasi pendukung, badan dan amal usaha, serta seluruh kader.

“Dakwah yang kita bawa harus dirasakan umat melalui pendidikan, pembinaan, dan pelayanan sosial,” ujarnya.

Dalam konteks Sulawesi Utara yang dikenal majemuk, Shohibul Anwar menyerukan agar Hidayatullah hadir sebagai organisasi kemasyarakatan yang santun, terbuka, dan siap bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, kontribusi nyata dalam pengembangan sumber daya insani dan pembinaan masyarakat menjadi kunci agar dakwah diterima dan memberi dampak positif.

“Hidayatullah hadir sebagai ormas santun dan siap bersinergi di tengah kemajemukan Sulawesi Utara,” katanya.

Pembukaan Rakerwil Hidayatullah Sulawesi Utara ini turut dihadiri Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Utara Baharuddin Majid, M.Pd.I., Pengurus MUI Sulawesi Utara Bidang Fatwa KH. Muyassir Arif, M.Pd., serta Ketua Dewan Murabbi Wilayah Hidayatullah Sulawesi Utara Ustadz Samsul Arifin, S.Sos.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Sambut Ramadhan, Dana Umat Hadirkan Air Bersih untuk Santri dan Warga Cimanggu

BANDUNG BARAT (Hidayatullah.or.id) -- Menjelang Ramadhan 1447 H, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) rampungkan program pipanisasi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img