AdvertisementAdvertisement

Silaturrahim Syawal DPP Hidayatullah Angkat Pesan Keseimbangan Dakwah dan Kesehatan

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Anggota Majelis Penasehat Hidayatullah Pusat drg. Fathul Adhim, M.K.M., menyampaikan taushiyah dalam acara Halal Bihalal dan Silaturrahim Syawal Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah bersama staf yang digelar di Pusat Dakwah Hidayatullah, Jalan Cipinang Cempedak I/14, Otista, Polonia, Jakarta, pada Rabu, 12 Syawal 1447 (1/4/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda silaturrahim pasca-Ramadhan yang mempertemukan jajaran pengurus dan staf dalam suasana Syawal.

Dalam taushiyahnya, Fathul Adhim menekankan pentingnya menjaga kesinambungan ibadah setelah Ramadhan melalui amalan sunnah, termasuk puasa Senin dan Kamis serta puasa enam hari di bulan Syawal.

Ia menjelaskan bahwa praktik ibadah tersebut merupakan bagian dari tradisi yang telah lama dikenal dalam kehidupan umat Islam. Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek spiritual, tetapi juga berkaitan dengan upaya menjaga kesehatan yang merupakan amanah dari Allah.

Peraih gelar Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat ini menyampaikan bahwa puasa sunnah dapat menjadi bagian dari pola hidup yang teratur bagi seorang Muslim. Ia menegaskan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari tanggung jawab personal yang berkaitan dengan aktivitas dakwah.

Menurutnya, para pengurus dan kader di lingkungan organisasi perlu mempertahankan semangat kerja serta menjalankan amanah organisasi secara berkelanjutan.

Fathul Adhim juga mengajak para peserta untuk melanjutkan ibadah puasa Syawal setelah Ramadhan. Ia menyampaikan bahwa keberlanjutan ibadah menjadi bagian dari pembinaan ruhani yang dapat memperkuat disiplin diri sekaligus menjaga keseimbangan antara aktivitas dakwah dan kesehatan tubuh.

Dia juga mengemukakan berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa puasa memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh. Studi yang dipublikasikan dalam sejumlah jurnal kesehatan internasional menyebutkan bahwa praktik puasa yang teratur dapat membantu proses metabolisme tubuh, meningkatkan sensitivitas insulin, serta memberi waktu bagi sistem pencernaan untuk beristirahat. Selain itu, pola makan yang teratur selama puasa juga berkaitan dengan pengendalian berat badan dan kesehatan metabolik.

Dalam konteks kegiatan organisasi, Fathul Adhim mengingatkan bahwa para pengurus yang baru menerima amanah memiliki tanggung jawab untuk menjalankan program kerja dengan penuh semangat. Ia mendorong agar setiap pengurus memanfaatkan masa kepengurusan untuk memberikan kontribusi nyata melalui program-program yang dapat meninggalkan jejak kebaikan bagi organisasi.

Kegiatan ini mempertemukan para pengurus dan staf dalam suasana kebersamaan sekaligus menjadi forum penyampaian pesan-pesan pembinaan yang berkaitan dengan kehidupan spiritual, kesehatan, serta keberlanjutan tugas dakwah.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Pemhida Cup 2026 Maluku Utara Hangatkan Silaturahmi Syawal Kader Lima Wilayah

SOFIFI (Hidayatullah.or.id) -- Pengurus Wilayah Pemuda Hidayatullah Maluku Utara menyatukan kader dari Maluku Utara, Maluku, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah,...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img