AdvertisementAdvertisement

Gerakan Menanam dari Mushola hingga Hutan Mini, Kolaborasi Menumbuhkan Kebaikan

Content Partner

KUNINGAN (Hidayatullah.or.id) — Dalam denyut kehidupan masyarakat Indonesia, nilai gotong royong dan cinta alam kerap menjadi sumber energi sosial yang menumbuhkan harapan. Di tengah derasnya arus urbanisasi dan gaya hidup instan, masih ada banyak pihak yang berjuang mengembalikan makna kebaikan yang berakar pada bumi dan spiritualitas.

Salah satunya adalah langkah kecil namun bermakna yang dilakukan oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH) melalui gerakan “Mari Menanam” di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

H. Jaenal Mutaqin, S.Pd., M.Pd. — akrab disapa Kang Zeze — menerima secara simbolis bantuan bibit pohon dari BMH pada Selasa, 14 Oktober 2025. Ia merupakan pendiri Sekolah Alam Bratakasian yang berlokasi di Desa Pamijahan, Ciawigebang.

Bagi Kang Zeze, kolaborasi dengan BMH bukan hal baru. Ia menuturkan bahwa bantuan BMH pada tahun 2023 berupa Al-Qur’an untuk Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Hipapelnis telah membawa manfaat besar bagi masyarakat sekitar.

“Bantuan Al-Qur’an dari BMH itu sangat bermanfaat. Banyak masyarakat dan TBM mitra kami yang merasa terbantu. Dari amanah itulah tumbuh semangat baru hingga berdirinya tajug atau mushola yang kini menjadi tempat ibadah dan belajar mengaji di lingkungan kami,” ujar Kang Zeze dalam keterangannya, Rabu, 23 Rabiul Akhir 1447 (15/10/2025).

Sebagai Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Jawa Barat sekaligus Juara 1 Tingkat Nasional versi Perpustakaan Nasional, Kang Zeze melihat bahwa literasi, lingkungan, dan keimanan memiliki jalinan nilai yang tak terpisahkan. Program BMH yang menggabungkan penanaman pohon dan penguatan spiritual, menurutnya, mencerminkan pendidikan karakter yang menyentuh aspek ekologi dan moralitas.

Semarakkan Hari Santri Nasional

Kegiatan “Mari Menanam” menjadi bagian dari rangkaian menjelang Hari Santri Nasional akhir Oktober mendatang. Selain menyerahkan Al-Qur’an dan bibit pohon seperti alpukat, jambu biji, mahoni, sengon, ketapang kencana, dan tabebuya, BMH juga menyiapkan peluncuran program “Agen Kebaikan” yang menggandeng komunitas dan perguruan tinggi di Cirebon.

Salah satu peserta kegiatan, Nova — anak yatim binaan Sekolah Alam Bratakasian — mengaku senang bisa menanam bibit pohon. “Saya ingin pohon ini tumbuh besar seperti cita-cita saya menjadi guru,” ucapnya polos.

Dukungan juga datang dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk–Citanduy yang menyumbangkan bibit buah dan pepohonan. Kolaborasi ini bertujuan menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan ketahanan pangan di lingkungan pesantren dan sekolah.

Dari Al-Qur’an yang menginspirasi berdirinya mushola hingga pohon-pohon muda yang akan tumbuh di tanah Pamijahan, langkah BMH dan Sekolah Alam Bratakasian menjadi potret indah tentang Indonesia yang menanam, membaca, dan beribadah — serentak menumbuhkan kehidupan.

Asep Juhana, Koordinator BMH Cirebon, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menghadirkan kebaikan yang berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan ini tak hanya menghijaukan bumi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spiritual dan kepedulian sosial di kalangan santri,” ujarnya.

Reporter: Herim Achmad
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Sambut Ramadhan, Dana Umat Hadirkan Air Bersih untuk Santri dan Warga Cimanggu

BANDUNG BARAT (Hidayatullah.or.id) -- Menjelang Ramadhan 1447 H, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) rampungkan program pipanisasi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img