AdvertisementAdvertisement

Hidayatullah Serukan Solidaritas untuk Warga Sibolga dan Tapanuli di Masa Bencana

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Wakil Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah, Muhammad Isnaini, menyampaikan rasa duka mendalam seraya menyerukan kepada seluruh kader dan jejaring organisasi untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Sumatera Utara, khususnya di Kota Sibolga serta wilayah Tapanuli Raya. Pernyataan itu disampaikan di tengah eskalasi korban dan kerusakan yang sangat luas akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 ini.

Menurut Isnaini, bencana yang terjadi juga telah menimpa sejumlah pesantren di bawah naungan organisasi, di antaranya Pondok Pesantren Hidayatullah Sibolga, Pesantren Darussa’adah Sipange Purba Tukka di Tapanuli Tengah, dan Pondok Quran Hidayatullah Besitang di Kecamatan Langkat. Ia menyebut bahwa akses informasi masih terganggu karena telekomunikasi dan infrastruktur amat terputus.

“Hingga kini kami belum dapat terhubung secara intens dengan semua lokasi terdampak,” katanya, seraya menambahkan bahwa belum ada laporan pasti mengenai korban jiwa dari pesantren-pesantren tersebut.

Meski demikian, Isnaini menekankan bahwa kerusakan fisik, terutama di Pesantren Darussa’adah Sipange Purba Tukka, tergolong berat akibat longsor, sehingga membutuhkan perhatian segera.

Tim Hidayatullah Peduli turun ke lokasi bencana sekaligus melakukan mapping assesment (Foto: Dok. Hidayatullah Tananuli)

Ia mengatakan Hidayatullah melalui badan sosial internalnya seperti Hidayatullah Peduli bersama SAR Hidayatullah, Baitulmaal Hidayatullah, dan PosDai Hidayatullah sudah menurunkan tim ke lokasi meskipun medan sulit dijangkau.

“Kita mengajak seluruh kader dan jaringan untuk mendoakan saudara-saudara kita di Sibolga dan Tapanuli Raya, serta membantu meringankan beban mereka baik lewat doa, bantuan logistik, maupun dukungan moral,” katanya, seraya menekankan dalam situasi genting seperti ini, solidaritas dan kecepatan respons sangat diperlukan untuk meminimalisir dampak sosial dan kemanusiaan.

Data terbaru menunjukkan bahwa beberapa wilayah di Sumatera Utara, termasuk Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara, mengalami banjir dan longsor hebat, dengan korban jiwa dan hilang, kerusakan rumah, serta akses terputus akibat longsor dan jalan tertutup material. Pemerintah pusat dan daerah telah menetapkan status tanggap darurat untuk beberapa kabupaten/kota terdampak.

Lebih jauh, Isnaini menekankan bahwa bencana ini bukan hanya soal fisik dan material, tetapi juga menyentuh aspek psikologis dan sosial dimana banyak keluarga yang kehilangan tempat tinggal, anak-anak yang ketakutan, dan komunitas pesantren yang kehilangan ruang ibadah serta pendidikan.

Oleh sebab itu, bantuan jangka panjang termasuk pemulihan sarana pendidikan, layanan sosial, serta pendampingan psikososial menjadi bagian dari prioritas.

Ia juga mengajak jaringan dan seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan, mengingat hujan ekstrem terus melanda, dan banyak infrastruktur dasar masih rusak.

Update:

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam konferensi pers yang disiarkan langsung di kanal YouTube BNPB Indonesia, Jumat (28/11/2025). menyampaikan perkembangan data korban bencana yang terjadi di Aceh, Sumut dan Sumbar.

Tercatat total ada 174 orang meninggal dunia dan 79 orang masih hilang. Korban tewas di Aceh totalnya yakni 116 orang. Lalu, masih ada 42 orang yang hilang.

Kemudian, di Sumbar tercatat ada 23 orang yang meninggal. Kemudian, tercatat 12 orang yang masih hilang. Di Sumut total ada 35 korban meninggal. Kemudian masih ada 25 orang yang hilang.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Ketua Umum Mushida Serukan Penguatan Peran Muslimat bagi Bangsa dan Dakwah

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Musyawarah Nasional (Munas) VI Muslimat Hidayatullah (Mushida) resmi dibuka di Gedung DPR RI, Kamis, 6 Jumadil...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img