
AHAD pagi yang cerah, selalu jadi suasana yang menggembirakan buat warga Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan.
Usai shalat Shubuh berjamaah di Masjid ar-Riyadh, Gunung Tembak, selanjutnya ratusan warga dan santri serta mahasiswa itu kembali saling menyapa dan bercengkerama di sela kegiatan kerja bakti yang memang rutin diadakan setiap pekan.
Usai “ritual sosial” pekanan tersebut, pagi Ahad itu, 16 Jumadil Akhir 1447 (7/12/2025), Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak kembali mendapat sajian istimewa berupa kunjungan yang berlangsung hangat dari tamu-tamu pengurus masjid Universiti Brunei Darussalam.
Giat silaturrahim ini diawaki langsung oleh Tuan Haji Yahya AD Dan Tuan Haji Junaidi bin Haji Hussin selaku pimpinan rombongan. Mereka terdiri dari 12 pasang suami istri ditemani tiga orang anak.
Dari pihak tuan rumah tampak diwakili oleh Ustadz H. Hamzah Akbar (Ketua YPPH Balikpapan), Ustadz H. Amin Mahmud (Ketua Pembina Hidayatullah Balikpapan), Habib Lukman Hakim Alatas, serta para ustadz senior dan tokoh sesepuh Hidayatullah lainnya.
“Alhamdulillah, sambutan hangat yang luar biasa. Kami disambut seperti saudara yang lama tak jumpa. Tak sangka semeriah ini,” ucap Haji Yahya yang terlihat haru, mewakili rombongan tamu.
“Ahlan wa sahlan. Marhaban atas kunjungan semuanya. Hidayatullah adalah rumah bersama yang sejak awal didirikan memang diasaskan untuk maslahat seluruh umat Islam,” ungkap Ustadz Hamzah Akbar sambil menceritakan kisah awal perintisan Hidayatullah dan visi besar “Membangun Peradaban Islam” yang diusung oleh Ustadz Abdullah Said, sang pendiri bersama para sahabatnya dahulu.


Pantauan media ini, acara silaturahim berlangsung dengan penuh kehangatan.
Para tamu tak hanya menikmati Pondok Pesantren Hidayatullah dari pemaparan secara lisan, tetapi juga menjejak secara langsung dengan berkeliling di lingkungan Kampus Gunung Tembak seluas 138 hektar tersebut.
Beberapa tamu terpantau tampak asyik berfoto di pinggiran danau dengan latar kubah masjid ar-Riyadh yang terbilang ikonik selama ini.
Sebagian lain memilih tawaran funride ala santri atau menunggangi kuda dengan dituntun oleh para santri.
“Alhamdulillah sambutan yang luar biasa. Sekali lagi, terima kasih atas kehangatan ini,” ucap Haji Yahya, kembali mewakili rombongan.
Terakhir, para tamu asal negeri berjuluk “Petro Dollar” tersebut menikmati anjangsana ini dengan larut bersama ratusan warga dan santri dalam shaf-shaf yang berbaris rapi dalam shalat berjamaah Zhuhur di masjid ar-Riyadh.






