
PONTIANAK (Hidayatullah.or.id) — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Asisten III Sekretariat Daerah, Drs. Alfian Salam, MM, mengapresiasi kiprah organisasi Hidayatullah saat menghadiri pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) VI Hidayatullah Kalimantan Barat di Kota Pontianak, Sabtu, 7 Rajab 1447 (27/12/2025).
Alfian menyoroti kontribusi nyata Hidayatullah melalui pengembangan model dakwah yang adaptif dan kontekstual, khususnya di kawasan pedalaman.
Menurutnya, pendekatan dakwah yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga dirancang secara kreatif agar selaras dengan kebutuhan dan karakter masyarakat setempat.
Alfian secara khusus menyebut keberhasilan pelaksanaan gerakan dakwah di Kabupaten Kayong Utara sebagai contoh praktik yang dapat dijadikan rujukan. Program Subuh Keliling atau Suling dinilai sebagai bentuk dakwah yang inovatif karena mampu menghadirkan aktivitas keagamaan secara konsisten di tengah masyarakat, sekaligus membangun interaksi yang positif antara dai dan warga.
“Kami melihat langsung keberhasilan gerakan dakwah di pedalaman, seperti di Kabupaten Kayong Utara. Program Suling atau Subuh Keliling adalah contoh dakwah yang kreatif dan mencerahkan,” ungkapnya Alfian yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan.
Ia menyampaikan bahwa program tersebut memberikan dampak pencerahan dan memperkuat kehidupan keagamaan di tingkat lokal. Pernyataan itu disampaikan Alfian sebelum secara resmi membuka Musyawarah Wilayah, sebagai bentuk pengakuan pemerintah daerah terhadap kontribusi Hidayatullah dalam penguatan dakwah dan pembinaan umat di Kalimantan Barat.
Penguatan Gerakan, Pengurus Baru, dan Peresmian Gedung Dakwah
Forum Muswil ini mengusung tema Sinergi Anak Bangsa Menyongsong Indonesia Emas 2045 dan dihadiri jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah serta Dewan Pimpinan Daerah dari 12 kabupaten dan kota di seluruh Kalimantan Barat.
Dalam laporan pembuka yang disampaikan perwakilan Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Barat, Asep Samsul Fuad, mengatakan Musywil menjadi ruang konsolidasi strategis untuk memperkuat dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial dalam kerangka keislaman yang berakar pada nilai-nilai kebangsaan Indonesia.
Asep memaparkan capaian organisasi selama periode berjalan. Jaringan Hidayatullah kini telah hadir di sekitar 95 persen wilayah Kalimantan Barat. Penguatan infrastruktur pendidikan juga terus dilakukan melalui pengembangan Kampus Madya di dua titik utama, yakni Kampus Hidayatullah Pontianak dan Ketapang. Langkah ini diposisikan sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan berbasis nilai Islam yang inklusif.
Musywil VI juga menjadi momentum regenerasi kepemimpinan wilayah dengan ditetapkannya Muhyiddin Nur Rabbani sebagai Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Barat dan Abdul Syukur sebagai Ketua Dewan Murobbi Wilayah. Penetapan ini memiliki makna khusus karena Musywil Kalimantan Barat menjadi penutup rangkaian Musywil Hidayatullah di 38 provinsi se-Indonesia.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan peresmian gedung dakwah yang sekaligus Kantor DPW Hidayatullah di pusat Kota Pontianak oleh Ketua Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Muzakkir Usman, bersama para tokoh senior dan pimpinan terpilih. Pada kesempatan itu turut hadir Ketua Majelis Penasehat Hidayatullah KH Abdul Latif Usman.
Muzakkir berharap kantor ini berfungsi melampaui peran administratif. “Kantor ini harus menjadi penghubung antara Hidayatullah dengan masyarakat luas serta menjadi pusat aktivitas keummatan yang inklusif,” pungkasnya.










