AdvertisementAdvertisement

Musibah Datang Saat Tugas Negara, Rumah Ustadz Idham Terendam Banjir Bandang

Content Partner

ACEH (Hidayatullah.or.id) — Saat banjir bandang melanda wilayah Aceh Tamiang pada akhir November hingga awal Desember, Ustadz Muhammad Idham tidak berada di rumah. Pada waktu musibah terjadi, ia sedang menjalankan tugas kedinasan di luar daerah.

Dalam kondisi darurat tersebut, istri dan anak-anaknya berupaya menyelamatkan diri dengan mengungsi ke salah satu balai dayah atau pesantren yang berlokasi tidak jauh dari kediaman mereka. Peristiwa ini menandai dampak personal yang dialami keluarga aparatur negara di tengah bencana alam yang melanda kawasan tersebut.

Ustadz Muhammad Idham merupakan alumni Sekolah Tinggi Agama Islam Lukman Al Hakim (STAIL) Hidayatullah Surabaya dan saat ini berprofesi sebagai aparatur sipil negara di bawah naungan Kementerian Agama.

Ia bertugas di salah satu Kantor Urusan Agama tingkat kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang. Secara administratif, ia tercatat berdomisili di Dusun Bahagia, Desa Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, wilayah yang termasuk terdampak cukup parah oleh banjir bandang.

Menurut keterangan lapangan, air bah disertai lumpur memasuki rumah kediaman keluarga Ustadz Idham hingga memenuhi seluruh bagian bangunan. Kondisi tersebut menyebabkan tidak ada satu pun perabot rumah tangga yang dapat diselamatkan.

Selain peralatan sehari-hari, sejumlah dokumen penting turut rusak, termasuk ijazah, rapor pendidikan anak-anak, serta berbagai arsip keluarga. Koleksi buku-buku keagamaan dan kitab yang selama ini digunakan untuk menunjang aktivitas keilmuan juga ikut terendam dan tidak dapat diselamatkan.

Dampak banjir tidak hanya terbatas pada kerusakan rumah dan barang-barang pribadi. Sarana transportasi yang biasa digunakan Ustadz Idham untuk menunjang aktivitas kedinasan sebagai penyuluh agama Islam juga menjadi korban.

Sepeda motor yang selama ini menjadi alat mobilisasi ke kantor KUA ikut terendam banjir. Akibatnya, hingga beberapa waktu setelah kejadian, ia belum dapat kembali menjalankan tugas secara normal karena keterbatasan akses dan ketiadaan kendaraan.

Dalam situasi tersebut, dukungan kemanusiaan datang dari jaringan relawan. Beberapa hari setelah banjir, Tim Siaga Bencana Hidayatullah Aceh melakukan kunjungan langsung ke lokasi tempat tinggal Ustadz Idham. Rombongan relawan dipimpin oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Aceh, Harun Rasyid, bersama perwakilan dari Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Aceh.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari respon kemanusiaan terhadap warga yang terdampak banjir bandang. Lokasi kediaman Ustadz Idham termasuk salah satu kawasan dengan tingkat kerusakan cukup berat.

Dalam kesempatan itu, relawan menyalurkan bantuan berupa paket sembako. Bantuan tidak hanya diberikan kepada keluarga Ustadz Idham, tetapi juga kepada beberapa warga sekitar yang mengalami kondisi serupa.

Penyaluran bantuan tersebut dimaksudkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar keluarga terdampak dalam masa pemulihan awal pascabencana. Kehadiran relawan di lokasi juga menjadi sarana pendataan langsung atas kondisi warga, sekaligus bentuk kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya di lingkungan yang terdampak secara signifikan.

Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang memberikan gambaran nyata mengenai kerentanan masyarakat terhadap bencana hidrometeorologi.

Harun mengatakan, keluarga Ustadz Idham menjadi salah satu contoh bagaimana musibah tidak hanya berdampak pada aspek material, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan anak dan kewajiban kedinasan kepala keluarga. Kerusakan dokumen dan sarana kerja menambah tantangan dalam proses pemulihan pascabencana.

“Upaya solidaritas yang dilakukan tim gabungan ini sebagai upaya kecil dalam membantu warga terdampak. Bantuan logistik yang disalurkan diharapkan dapat menjadi penopang sementara hingga kondisi berangsur membaik,” kata Harun.

Hingga saat ini, proses pemulihan di wilayah terdampak masih berlangsung. Keluarga Ustadz Muhammad Idham bersama warga lainnya terus berupaya menata kembali kehidupan mereka pascabencana.

“Dukungan dari berbagai pihak menjadi faktor penting dalam membantu masyarakat melewati masa sulit, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah ujian alam yang terjadi,” tandas Harun yang meninjau langsung Dusun Bahagia, Aceh Tamiang.

Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Sambut Ramadhan, Dana Umat Hadirkan Air Bersih untuk Santri dan Warga Cimanggu

BANDUNG BARAT (Hidayatullah.or.id) -- Menjelang Ramadhan 1447 H, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) rampungkan program pipanisasi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img