
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Search and Rescue (SAR) Hidayatullah, Alfarobi Nurkarim Enta, memaparkan arah dan kerangka program kerja SAR Hidayatullah dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hidayatullah 2026. Paparan bertajuk Program SAR Hidayatullah Sinergi dengan Induk tersebut disampaikan di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, pada Rabu, 19 Rajab 1447 (14 /1/2026).
Dalam pemaparannya, Alfarobi menegaskan bahwa SAR Hidayatullah merupakan unsur relawan kebencanaan di bawah naungan organisasi Hidayatullah yang berfokus pada penguatan kapasitas mitigasi, respon darurat, serta pemulihan pascabencana.
Selama ini, SAR Hidayatullah aktif terlibat dalam operasi kemanusiaan, evakuasi korban bencana, distribusi logistik, serta pendampingan psikososial di berbagai wilayah Indonesia yang terdampak bencana alam.
Alfarobi menjelaskan bahwa sinergi dengan struktur induk organisasi menjadi kunci penguatan peran SAR Hidayatullah ke depan. Ia memaparkan tujuh program strategis yang akan menjadi pilar kerja nasional.
Program pertama adalah SIGAB atau Sekolah Tanggap, Tangguh, dan Aman Bencana yang berfokus pada edukasi mitigasi bencana seperti banjir, kebakaran, gempa, dan tsunami. Kedua, RAI atau Rangrang Adventure Indonesia sebagai lembaga pelatihan motivasi berbasis kegiatan indoor dan outdoor. Ketiga, Medical First Responder Sarhid Team yang difokuskan pada pelatihan pertolongan pertama bagi relawan.
Program keempat adalah Training Center 40, yakni pembinaan mahasiswa baru dan mahasiswa sebelum penugasan di Perguruan Tinggi Hidayatullah. Kelima, SARHIP atau SAR Hidayatullah Putri sebagai wadah pelatihan kebencanaan bagi pelajar putri dan mahasiswi, dengan fokus trauma healing, posko lansia dan anak, serta dapur umum.

Keenam, SAR Goes to School melalui pengembangan SAR Kids dan SAKA SAR sebagai sarana pengenalan kebencanaan sejak dini. Ketujuh, pembentukan Search and Rescue Unit di setiap daerah melalui komunitas dan relawan lokal yang dibina secara berkala melalui Halaqah Hidayatullah Rescue.
“Kerja SAR tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus terintegrasi dengan visi dakwah dan pengabdian sosial Hidayatullah agar manfaatnya dirasakan lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Alfarobi.
Pria yang biasa disapa Bang Alfa ini menambahkan bahwa penguatan kader, disiplin pelatihan, dan jejaring daerah menjadi fondasi utama membangun SAR Hidayatullah yang profesional sekaligus berkarakter serta menegaskan komitmen untuk terus bertransformasi sebagai kekuatan relawan kebencanaan yang tangguh, terlatih, dan siap bersinergi dalam menjawab tantangan kebencanaan nasional.






