
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Afifah Hanafi kembali dipercaya memimpin Pengurus Wilayah (PW) Muslimat Hidayatullah (Mushida) Daerah Khusus Ibukota Jakarta untuk periode 2026–2031. Pelantikan pengurus PW Muslimat Hidayatullah Jakarta di Pusat Dakwah Jakarta pada Ahad, 6 Sya’ban 1447 (25/1/2026), tersebut menjadi momentum penguatan amanah dan konsolidasi gerakan muslimah dalam menjawab tantangan zaman.
Dalam sambutan perdananya usai dilantik, Afifah Hanafi menegaskan bahwa amanah merupakan fitrah manusia yang harus dijalani dengan penuh kesadaran dan keimanan.
Ia mengajak seluruh pengurus untuk meyakini bahwa takdir Allah SWT tidak pernah salah terhadap hamba-Nya. Bahkan, menurutnya, gugurnya sehelai daun pun terjadi atas kehendak Allah.
“Amanah harus dijalani dengan memaksimalkan potensi yang Allah anugerahkan kepada manusia, yakni akal, penglihatan, dan hati, dengan berpedoman kepada dua sumber hukum utama yaitu Al-Qur’an dan Sunnah,” ujarnya.
Afifah juga menekankan pentingnya ikhtiar yang sungguh-sungguh disertai doa dan permohonan bimbingan Allah dalam melaksanakan setiap tanggung jawab organisasi. Ia mengingatkan bahwa dalam kultur Hidayatullah, amanah struktural bukan sesuatu yang diminta atau ditolak, melainkan dijalani sebagai bentuk pengabdian.
Pada periode kepemimpinannya, Afifah menaruh harapan besar pada penguatan ekonomi keumatan berbasis kader. Menurutnya, kemandirian ekonomi menjadi salah satu pilar penting dalam menopang dakwah dan ketahanan umat, khususnya di wilayah perkotaan seperti Jakarta.
Selain itu, PW Muslimat Hidayatullah Jakarta juga menargetkan pengiriman kader-kader potensial, khususnya murobiyyah wilayah, untuk melanjutkan program pembinaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Pondok Bambu. Program pembinaan tersebut meliputi tahsin Al-Qur’an, Grand MBA, kajian tematik, sirah nabawiyah, tazkiyatun nafs, adab, dan materi keislaman lainnya, sebagaimana telah berjalan secara konsisten selama lima tahun terakhir.
Afifah juga menegaskan keberlanjutan program SEMAT (Sedekah Jumat) sebagai program turunan Pengurus Pusat yang bersinergi dengan DPW dan didukung oleh berbagai pihak. Program ini diharapkan dapat terus dikembangkan di sejumlah titik di Jakarta agar manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat.
Menutup sambutannya, Afifah mengajak seluruh hadirin, khususnya para pengurus yang baru dilantik, untuk tetap bersemangat di tengah gempuran tantangan zaman. Ia menyoroti derasnya arus globalisasi, degradasi moral, dan krisis identitas bangsa sebagai tantangan nyata yang harus dihadapi dengan peran aktif muslimah.
“Muslimah Hidayatullah dipanggil untuk menjadi pelopor perubahan. Kita harus menjadi teladan dalam membentuk keluarga yang berkualitas, berakhlakul karimah, berilmu, dan berdaya. Dari keluarga inilah akan lahir generasi rabbani yang siap memimpin peradaban,” pungkasnya.






