AdvertisementAdvertisement

Bantuan Kemanusiaan Jangkau Penyintas Erupsi Semeru yang Kehilangan Hunian

Content Partner

LUMAJANG (Hidayatullah.or.id) — Hasil asesmen lapangan menunjukkan kebutuhan mendesak para penyintas erupsi Gunung Semeru yang kehilangan tempat tinggal setelah sedikitnya 16 rumah warga tertimbun material vulkanik. Kondisi tersebut memaksa sebagian besar penduduk meninggalkan hunian mereka dan bertahan di tenda-tenda darurat di kawasan perbukitan. Temuan inilah yang menjadi dasar utama penyaluran bantuan kemanusiaan oleh Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Timur kepada warga terdampak di Kabupaten Lumajang.

Bencana erupsi Gunung Semeru kembali menyisakan persoalan kemanusiaan yang kompleks, khususnya bagi warga di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro. Sejak rumah-rumah mereka tertutup material vulkanik, warga terpaksa mengungsi demi keselamatan keluarga. Dalam situasi tersebut, kebutuhan pangan, layanan kesehatan, dan rasa aman menjadi aspek paling krusial bagi keberlangsungan hidup para penyintas.

Merespons kondisi itu, BMH Jawa Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan belum lama ini pada Rabu, 4 Rajab 1447 (24/12/ 2025) dengan fokus pada pemenuhan hak dasar pengungsi. Sebanyak 170 paket sembako didistribusikan kepada keluarga terdampak, disertai layanan kesehatan gratis yang ditujukan untuk memastikan kondisi fisik para penyintas tetap terpantau di tengah keterbatasan sarana dan prasarana pengungsian.

Bantuan tersebut tidak dilepaskan dari kajian lapangan yang dilakukan relawan BMH. Asesmen mendalam mencatat bahwa tertimbunnya 16 rumah telah memutus akses warga terhadap sumber pangan dan fasilitas dasar. Lingkungan pengungsian yang sederhana, dengan sanitasi terbatas dan cuaca yang tidak menentu, meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu.

Dalam pada itu, penyaluran sembako menjadi instrumen penting untuk menjaga ketahanan pangan pengungsi. Paket bantuan dirancang agar dapat menopang kebutuhan harian keluarga dalam masa darurat. Sementara itu, layanan kesehatan dihadirkan sebagai langkah preventif dan responsif terhadap potensi penyakit yang sering muncul pascabencana, seperti infeksi saluran pernapasan, gangguan kulit, dan kelelahan fisik.

Program kemanusiaan tersebut menyasar 170 penerima manfaat yang telah terdata. Kehadiran tim relawan di lokasi tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga menghadirkan pendampingan sosial. Bagi warga yang kehilangan rumah dan harus memulai kembali dari titik nol, dukungan moral menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pemulihan.

Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menyampaikan bahwa terlaksananya program ini merupakan hasil kepercayaan masyarakat yang menyalurkan kepeduliannya melalui BMH. Menurutnya, dukungan para donatur menjadi energi utama dalam memastikan bantuan dapat menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.

Ia menegaskan bahwa amanah yang dititipkan oleh masyarakat luas dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan ketepatan sasaran. Penyaluran bantuan didesain berdasarkan kebutuhan riil di lapangan agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh para penyintas. Dalam pandangannya, kolaborasi antara lembaga kemanusiaan dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menghadapi situasi darurat.

Lebih jauh, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen BMH untuk hadir secara konsisten dalam setiap fase kebencanaan. Tidak berhenti pada penyaluran awal, BMH menyiapkan langkah pendampingan lanjutan guna mengawal proses pemulihan pascabencana. Pendekatan berkelanjutan ini diharapkan dapat membantu warga bangkit secara bertahap, baik dari sisi fisik, sosial, maupun spiritual.

Di tengah keterbatasan yang dihadapi para penyintas, kehadiran bantuan kemanusiaan menjadi simbol bahwa nilai-nilai solidaritas tetap hidup. Bantuan kepada mereka yang tertimpa musibah bukan sekadar aktivitas karitatif, melainkan manifestasi tanggung jawab bersama untuk menjaga martabat kemanusiaan.

“Upaya kemanusiaan yang berlandaskan asesmen lapangan, amanah keislaman, dan semangat kebangsaan menjadi elemen penting dalam menjaga harapan warga terdampak menuju masa pemulihan yang lebih baik,” tandas Imam Muslim menambahkan.

Reporter: Herim Achmad
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Jejak Ayah dalam Jiwa Anak, Pelajaran Moral dari Kisah Nabi Yusuf

MARILAH kita mentadabburi pesan yang Allah Subhanahu wa Ta'ala sampaikan dalam Al Qur'an Surah Yusuf ayat 24, ketika Dia...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img