AdvertisementAdvertisement

Bimtek Penulisan Buku dan Sosialisasi HKI Perkuat Budaya Publikasi Ilmiah di IAI Hidayatullah

Content Partner

BATAM (Hidayatullah.or.id) — Rektor Institut Agama Islam (IAI) Hidayatullah Batam, Dr. Muhammad Siddik, M.Pd.I, menegaskan bahwa pelaksanaan Bimbingan Teknis Penulisan Buku dan Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan wadah awal bagi para dosen untuk memulai tradisi menulis sekaligus menjadi pemancing lahirnya karya-karya akademik produktif di lingkungan kampus. Pernyataan tersebut disampaikan Siddik saat membuka kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus I Batu Aji IAI Hidayatullah Batam, Kepulauan Riau, Sabtu, 10 Ramadhan 1447 H (28/2/2026).

Siddik menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berkaitan langsung dengan tanggung jawab profesional dosen sekaligus pengembangan jenjang karier akademik di masa mendatang. Ia menekankan bahwa reputasi perguruan tinggi pada era pendidikan tinggi modern sangat ditentukan oleh kualitas publikasi ilmiah yang dihasilkan sivitas akademika, termasuk karya berbentuk buku.

“Pelaksanaan bimbingan teknis penulisan buku ini menjadi wadah untuk memulai menulis dan bisa menjadi pemancing untuk lahir karya-karya produktif lainnya dari seluruh dosen,” ujar Dr. Muhammad Siddik.

Ia menambahkan bahwa dampak kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan workshop semata, melainkan berlanjut hingga proses penerbitan karya ilmiah secara nyata. Menurutnya, keberhasilan kegiatan diukur dari lahirnya produk akademik yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah serta memberikan kontribusi terhadap penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Dampak dari kegiatan ini diharapkan bisa menjadi pemicu pada para dosen untuk meningkatkan Tri Dharma, sekaligus menjadi wajah dari kualitas karya ilmiah kampus,” lanjutnya.

Kegiatan Bimbingan Teknis Penulisan Buku dan Sosialisasi HKI tersebut diwajibkan bagi seluruh dosen homebase IAI Hidayatullah Batam sebagai bagian dari strategi institusi dalam membangun budaya akademik berbasis riset dan publikasi. Rektor menegaskan bahwa proses pembinaan akademik tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi harus menghasilkan capaian konkret berupa naskah buku yang siap dikembangkan.

Lebih lanjut, Siddik menjelaskan bahwa setelah mengikuti rangkaian bimbingan teknis, seluruh peserta diharapkan mampu menyusun draft outline buku sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Dia menjelaskan, bimbingan teknis tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah institusional dalam memastikan bahwa pengembangan karier dosen berjalan seiring dengan peningkatan mutu akademik kampus, sehingga publikasi ilmiah yang dihasilkan dapat merepresentasikan kualitas riset dan keilmuan perguruan tinggi secara berkelanjutan.

Ia juga menyampaikan harapan agar buku-buku yang telah maupun yang akan ditulis oleh dosen dari setiap program studi dapat berkembang menjadi referensi ilmiah yang kredibel, baik bagi kalangan akademik maupun masyarakat luas. Menurutnya, keberadaan buku ajar dan karya ilmiah dosen memiliki fungsi strategis dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas teknis, institusi menghadirkan Frangky Silitonga, S.Pd., M.S.I., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Frangky menyampaikan materi terkait penentuan topik, ruang lingkup pembahasan, serta strategi sistematis dalam penyusunan buku akademik. Materi tersebut diarahkan untuk membantu dosen memahami tahapan penulisan secara metodologis, mulai dari perencanaan hingga proses penerbitan.

Pada sesi akhir kegiatan, peserta mengikuti simulasi penyusunan draft buku ajar berdasarkan materi yang telah diberikan. Simulasi tersebut menjadi bagian praktik langsung agar peserta mampu menerjemahkan konsep penulisan ke dalam bentuk naskah yang siap dikembangkan menjadi buku terbitan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Sistematika Wahyu Didorong Menjadi Tawaran Kerangka Epistemologi Peradaban Global

BATAM (Hidayatullah.or.id) -- Ketua Dewan Badan Pembina Yayasan Hidayatullah Batam, Ust. Nursyamsa Hadis, mengemukakan bahwa Sistematika Wahyu (SW) sebagai...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img