AdvertisementAdvertisement

HCR Planting Day Tumbuhkan Kesadaran Ekologis Santri demi Keberlanjutan Alam dan Bangsa

Content Partner

BANDUNG TIMUR (Hidayatullah.or.id) — Melalui sebuah kegiatan edukatif dan ekologis, diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa kepedulian terhadap lingkungan hidup merupakan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat termasuk para santri.

Santri adalah sebagai generasi penerus yang tidak hanya diharapkan unggul dalam penguasaan ilmu agama, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap keberlangsungan alam sebagai bagian dari amanah kebangsaan dan keagamaan.

Kesadaran tersebut menjadi landasan pelaksanaan kegiatan peduli lingkungan bertajuk HCR Planting Day yang digelar oleh para santri penghafal Al-Qur’an dari Pondok Pesantren Hidayatullah Cilengkrang, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 7 Rajab 1447 (27/12/2025), di kawasan Agroforestri Indonesia yang berada di lereng bawah Gunung Manglayang, sebuah wilayah yang dikenal memiliki fungsi ekologis penting bagi kawasan sekitarnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para santri bersama unsur masyarakat dan mitra kegiatan melakukan penanaman 200 pohon. Aksi penanaman ini diproyeksikan sebagai langkah konkret dalam mendukung pelestarian lingkungan serta menjaga keseimbangan ekosistem. Penanaman pohon dipilih sebagai simbol sekaligus praktik nyata perawatan bumi yang berkelanjutan, sejalan dengan prinsip Islam yang memandang manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Koordinator kegiatan HCR Planting Day, Harry Firmansyah, mengatakan kawasan Agroforestri Indonesia dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki peran strategis dalam konservasi alam dan pendidikan lingkungan. Sistem agroforestri mengintegrasikan fungsi kehutanan dan pertanian, sehingga mampu menjaga produktivitas lahan sekaligus melestarikan sumber daya alam.

“Melalui keterlibatan santri dalam ruang ekologis seperti ini, pesantren mendorong pembelajaran kontekstual yang menghubungkan nilai keagamaan dengan realitas lingkungan hidup,” katanya dalam keterangannya.

Harry menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembinaan karakter santri. Menurutnya, pendidikan pesantren tidak hanya berorientasi pada penguatan spiritual dan intelektual, tetapi juga pembentukan kepedulian sosial dan ekologis. Lingkungan hidup dipandang sebagai bagian dari kehidupan umat yang harus dijaga secara kolektif.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai Islam mengajarkan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Oleh karena itu, penanaman pohon tidak sekadar dimaknai sebagai aktivitas fisik, melainkan sebagai internalisasi nilai tanggung jawab dan amanah. Santri diajak memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan wujud pengamalan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari asatidz dan santri Hidayatullah Cilengkrang, alumni HCR, perwakilan dari Salman ITB, Karang Taruna Desa Cilengkrang, hingga tokoh masyarakat setempat.

Harry mengatakan, dengan keterlibatan beragam elemen semakin menguatkan terbangunnya sinergi lintas komunitas dalam isu lingkungan hidup. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi modal sosial penting dalam menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan.

Santri Adaptif Terhadap Tantangan Zaman

Lebih jauh, Harry menjelaskan, partisipasi santri dalam kegiatan ini juga menegaskan peran pesantren sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap tantangan zaman. Di tengah isu krisis iklim dan degradasi lingkungan, pesantren berupaya menempatkan santri sebagai subjek perubahan yang memiliki kesadaran ekologis.

“Nilai keindonesiaan yang menekankan gotong royong dan kepedulian terhadap ruang hidup bersama menjadi spirit yang menyertai pelaksanaan kegiatan ini,” katanya.

Selain aspek lingkungan, kegiatan ini memperkuat relasi sosial antara pesantren dan masyarakat sekitar. Interaksi langsung di lapangan membuka ruang dialog dan kerja sama yang saling menguatkan. Dengan demikian, pesantren tidak berdiri terpisah dari masyarakat, melainkan hadir sebagai bagian integral dari upaya pembangunan berkelanjutan berbasis nilai-nilai lokal dan religius.

Melalui HCR Planting Day, diharapkan terbentuk pemahaman kolektif bahwa merawat alam adalah tugas bersama. Santri sebagai generasi muda, jelas Harry, dipersiapkan untuk memiliki kesadaran ganda, yaitu kecakapan dalam ilmu keislaman dan tanggung jawab terhadap lingkungan hidup.

“Kesadaran ini menjadi bekal penting dalam membangun masa depan bangsa yang berlandaskan iman, ilmu, dan kepedulian terhadap keberlangsungan bumi sebagai rumah bersama,” katanya menandaskan.

Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Mengapa Banyak Berpuasa Tapi Tak Tenang? Ini Jawaban Al-Qur’an

BETAPA banyak orang berpuasa, tapi mereka tidak memperoleh selain lapar dan dahaga. Hadits Nabi Muhammad SAW itu mengajak kita...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img