AdvertisementAdvertisement

Hidayatullah Surabaya Kembangkan Program Literasi Keislaman dengan Kajian Kitab Rutin

Content Partner

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Surabaya terus melakukan akselerasi dalam upaya pengembangan kapasitas masyarakat salah satunya dengan memperkuat program literasi keislaman melalui penyelenggaraan Kajian Subuh Berjamaah yang dilaksanakan secara rutin setiap Senin hingga Jumat di Masjid Aqshal Madinah, Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan keilmuan yang menghadirkan kajian kitab rujukan klasik dan kontemporer bagi jamaah.

Program ini diselenggarakan secara berkala pada waktu setelah salat Subuh. Pengurus DPD Hidayatullah Surabaya, Zaenal Muttaqin, menjelaskan bahwa pemilihan waktu pagi dimaksudkan untuk memanfaatkan momentum waktu yang kondusif bagi kegiatan pembelajaran. Ia menyampaikan bahwa jamaah biasanya memiliki kondisi pikiran yang lebih siap untuk mengikuti kajian keilmuan pada waktu tersebut.

“Kami ingin menghidupkan tradisi keilmuan yang kuat di lingkungan pondok dan masyarakat umum. Setiap harinya, ada kitab spesifik yang dikaji bersama para asatidzah yang ahli di bidangnya,” ujar Zaenal Muttaqin dalam keterangannya dikutip dari laman DPW Hidayatullah Jatim, Jum’at, 28 Syawal 1447 (17/4/2026).

Kajian Subuh Berjamaah tersebut menghadirkan sejumlah pengajar yang membahas kitab dengan tema yang berbeda pada setiap hari. Pada hari Senin, kajian disampaikan oleh KH Abdul Kholiq, Lc., M.H.I., yang mengulas kitab Ash Shahwah Al Islamiyah. Selasa diisi oleh Ust. H.M. Nur Fuad, M.A., dengan pembahasan kitab Minhajul Muslim. Sementara itu, pada hari Rabu, Ustadz Nur Huda, M.Pd.I., menyampaikan kajian kitab Ar-Rahiq Al-Makhtum.

Rangkaian kajian dilanjutkan pada hari Kamis dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin yang disampaikan oleh Ustadz Marni Mulyana, Lc., M.Th.I. Adapun pada hari Jumat, kajian diisi oleh KH. Drs. Ec. Abdul Rachman yang membahas Tafsir As Sa’di.

Kegiatan ini mendapatkan perhatian dari tingkat wilayah. Ketua Departemen Dakwah Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur, Aep Saepudin, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kajian yang dilakukan secara terstruktur tersebut.

“Apresiasi setinggi-tingginya untuk DPD Surabaya. Kajian yang tertata secara kurikulum—dengan rujukan kitab yang jelas—adalah kunci dalam mencetak masyarakat yang tercerahkan. Kami berharap program ini menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Jawa Timur untuk menghidupkan masjid dengan ilmu,” ujarnya.

Selain diikuti secara langsung oleh jamaah yang hadir di masjid, kajian tersebut juga disiarkan melalui kanal YouTube Aqshal Madinah Channel. Fasilitas ini disediakan bagi masyarakat yang tidak dapat mengikuti kegiatan secara langsung di lokasi.

Pengelola kegiatan juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mendukung operasional program dakwah tersebut melalui kontribusi yang disalurkan ke rekening Bank Syariah Indonesia atas nama DKM Aqshal Madinah.

Reporter: Adib Nur Syahid
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Begini Cara Islam Membangun Ketahanan Mental Generasi Sejak Dini

ISU kesehatan mental semakin mendapat perhatian hari-hari ini. Didasarkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan dan ditambah dengan tekanan sosial yang...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img