
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Hidayatullah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan proses perkaderan yang lebih terarah, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan zaman sehingga setiap kader dapat berkembang, berperan, serta memberi manfaat lebih luas di tengah masyarakat. Penegasan tersebut mengemuka dalam pertemuan daring bidang perkaderan tingkat nasional yang diselenggarakan sebagai bagian dari persiapan menuju Workshop Perkaderan Nasional pada Kamis, 27 Syawal 1447 (16/4/2026).
Pertemuan ini dipimpin oleh Ketua Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Bidang Rekrutmen, Pembinaan Anggota, dan Perkaderan, Dr. Abdul Ghofar Hadi. Forum tersebut mempertemukan para penggerak kader dari berbagai wilayah di Indonesia dengan tujuan menyelaraskan visi serta memperkuat arah kebijakan perkaderan organisasi.
Dalam arahannya, Abdul Ghofar Hadi menekankan bahwa pembinaan kader memerlukan proses yang berkesinambungan dan terstruktur. Menurutnya, proses pembentukan kader tidak dapat berhenti pada tahap awal rekrutmen, tetapi harus dilanjutkan melalui pembinaan yang konsisten.
“Kader harus terus ter-tarbiyah. Ini langkah strategis agar kualitas setiap kader tetap terjaga dan meningkat. Di sinilah peran murabbi menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sistem perkaderan sangat dipengaruhi oleh keterpaduan antara murabbi dan mekanisme pembinaan yang dijalankan organisasi. Tanpa keselarasan tersebut, proses pengembangan kader dinilai sulit mencapai hasil yang optimal.
Abdul Ghofar juga menegaskan bahwa penguatan sistem perkaderan tidak hanya berkaitan dengan jumlah kader yang terlibat, tetapi juga kualitas pembinaan yang diberikan. Oleh karena itu, setiap tahapan dalam proses kaderisasi perlu dirancang dengan perencanaan yang matang.
Dalam pertemuan tersebut, perhatian juga diarahkan pada pentingnya tahap persiapan sebelum pelaksanaan program. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan suatu kegiatan tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaannya, tetapi juga oleh kesiapan perencanaan yang dilakukan sebelumnya.
Menurutnya, Workshop Perkaderan Nasional yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat dirancang sebagai ruang pembelajaran yang dapat memberikan keterampilan baru bagi para peserta. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga menghadirkan materi yang dapat diterapkan secara langsung di wilayah masing-masing.
Workshop tersebut, kata Abdul Ghofar, menjadi bagian dari upaya organisasi dalam memastikan bahwa proses perkaderan berjalan secara sistematis. Melalui kegiatan ini, para penggerak kader di berbagai daerah diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih terarah mengenai strategi pembinaan anggota.
Ia menambahkan bahwa penguatan perkaderan bertujuan agar setiap kader memiliki kapasitas untuk berkontribusi secara nyata dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan yang disiapkan tidak hanya menekankan pada pemahaman konsep, tetapi juga pada kesiapan kader untuk mengimplementasikan program pembinaan di wilayah masing-masing.
Pertemuan daring tersebut menjadi tahap awal dalam rangkaian agenda menuju pelaksanaan Workshop Perkaderan Nasional yang direncanakan akan melibatkan penggerak kader dari berbagai daerah di Indonesia.






