AdvertisementAdvertisement

KHUTBAH JUM’AT Menjaga Lisan di Tengah Riuhnya Zaman

Content Partner

الْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ التَّقْوَى مِفْتَاحَ الْجِنَانِ، وَأَنْزَلَ الْقُرْآنَ نُوْرًا لِلْأَنَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، خَيْرُ مَنْ قَامَ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, bukan hanya dalam ibadah yang tampak seperti shalat dan sujud, tetapi juga dalam hal-hal yang sering dianggap sepele, yakni ucapan dan cara kita berkomunikasi.

Sebab, ketakwaan sejati tidak hanya tercermin dari gerakan tubuh, tetapi juga dari kata-kata yang keluar dari lisan dan tulisan yang kita sebarkan.

Allah SWT telah menganugerahkan kepada manusia kemampuan berbicara sebagai salah satu karunia terbesar dalam kehidupan.

Dengan kemampuan itu, manusia mampu membangun hubungan, menyampaikan kebenaran, bahkan membentuk peradaban. Namun pada saat yang sama, kemampuan tersebut juga dapat menjadi sebab kerusakan jika tidak dijaga dengan baik.

Allah SWT berfirman:

عَلَّمَهُ الْبَيَانَ

“Dia (Allah Ta’ala) mengajarkan manusia pandai berbicara.” (QS. Ar-Rahman: 4)

Ayat ini menunjukkan bahwa kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi biasa, tetapi bagian dari fitrah yang dimuliakan oleh Allah.

Karena itu, setiap kata yang keluar dari lisan manusia memiliki nilai, memiliki makna, bahkan memiliki konsekuensi di hadapan Allah SWT.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Jika kita melihat realitas hari ini, ruang publik dipenuhi oleh berbagai pernyataan, komentar, dan perdebatan. Apa yang diucapkan atau dituliskan seseorang dapat dengan cepat menyebar luas dan mempengaruhi banyak orang.

Kata-kata tidak lagi berhenti pada satu ruang, tetapi bergema melintasi batas waktu dan tempat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa lisan—dan juga tulisan—memiliki daya pengaruh yang sangat besar.

Ia bisa menjadi sumber kebaikan yang menenangkan, tetapi juga bisa menjadi pemicu perpecahan yang melukai.

Islam tidak membiarkan manusia berbicara tanpa arah. Setiap ucapan harus berada dalam koridor kebenaran dan kebaikan. Allah SWT memerintahkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (QS. Al-Ahzab: 70)

Perkataan yang benar bukan hanya berarti sesuai fakta, tetapi juga tepat, bijak, dan membawa kebaikan. Tidak setiap kebenaran harus disampaikan dengan cara yang menyakiti, dan tidak setiap kritik harus dilontarkan tanpa pertimbangan adab.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Setiap kata yang kita ucapkan tidak pernah lepas dari pengawasan Allah. Tidak ada satu huruf pun yang keluar dari lisan kita kecuali tercatat dengan sempurna.

Allah SWT berfirman:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tidak ada satu kata pun yang diucapkannya melainkan ada malaikat yang selalu mengawasi dan mencatat.” (QS. Qaf: 18)

Ayat ini seharusnya menjadi pengingat yang kuat bagi kita bahwa berbicara bukanlah perkara ringan. Setiap ucapan adalah amanah. Setiap kalimat adalah tanggung jawab.

Rasulullah SAW memberikan pedoman yang sangat jelas tentang bagaimana seorang mukmin seharusnya menjaga lisannya. Beliau bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini adalah prinsip dasar dalam komunikasi. Tidak semua hal perlu diucapkan. Tidak semua hal perlu ditanggapi. Terkadang diam adalah pilihan yang lebih mulia ketika kata-kata tidak lagi membawa kebaikan.

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW mengingatkan bahwa salah satu sebab terbesar manusia terjerumus ke dalam kebinasaan adalah karena lisannya. Ini menunjukkan bahwa lisan adalah bagian kecil dari tubuh, tetapi dampaknya sangat besar dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Di zaman sekarang, komunikasi tidak hanya melalui lisan, tetapi juga melalui tulisan. Apa yang kita ketik, apa yang kita bagikan, dan apa yang kita komentari adalah bagian dari “ucapan” kita yang juga akan dimintai pertanggungjawaban.

Jari-jari kita di atas layar adalah perpanjangan dari lisan kita. Setiap kalimat yang kita tulis memiliki dampak, baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari.

Karena itu, kita harus lebih berhati-hati. Jangan mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan menggunakan kata-kata yang merendahkan orang lain. Jangan menjadikan ruang digital sebagai tempat melampiaskan emosi tanpa kendali.

Sebaliknya, jadikan komunikasi sebagai sarana untuk menebar kebaikan. Gunakan kata-kata untuk menguatkan, bukan melemahkan. Gunakan ucapan untuk menyatukan, bukan memecah belah.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا

اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى اِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ

Jamaah yang dirahmati Allah,

Mari kita jadikan momentum kehidupan hari ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki cara kita berkomunikasi. Lisan yang Allah berikan adalah amanah.

Lisan dan ketikan tangan kita bisa menjadi jalan menuju surga, tetapi juga bisa menjadi sebab yang menyeret manusia ke dalam kebinasaan.

Gunakan lisan untuk berdzikir, untuk menyampaikan kebenaran, dan untuk menguatkan sesama. Gunakan tulisan untuk menyebarkan manfaat dan kebaikan.

Mari bersama selalu mengingatkan untuk kembali kepada fitrah komunikasi yang diajarkan oleh Islam: yang jujur, bijak, bermanfaat dan penuh tanggung jawab.

Semoga Allah menjaga lisan dan hati kita, serta menjadikan setiap kata yang kita ucapkan serta tulisan yang kita ketikkan sebagai sebab turunnya rahmat dan keberkahan dalam hidup kita. Aamiin.

Do’a Penutup

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً. اللّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ . وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبّ الْعَالَمِيْنَ

!عِبَادَاللهِ

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

(Untuk mengunduh naskah ini ke format PDF, klik icon “print” pada share button di bawah lalu pilih simpan file PDF)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Hidayatullah Surabaya Kembangkan Program Literasi Keislaman dengan Kajian Kitab Rutin

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) -- Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Surabaya terus melakukan akselerasi dalam upaya pengembangan kapasitas masyarakat salah satunya...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img