AdvertisementAdvertisement

IMS Bersama Al Irsyad dan Indofest Global Hadirkan Layanan Kesehatan Darurat di Aceh Tamiang

Content Partner

ACEH (Hidayatullah.or.id) — Setelah lebih dari satu bulan bergulat dengan dampak banjir dan longsor, warga Kampung Seumadam dan Kampung Pipa, Kabupaten Aceh Tamiang, mulai merasakan hadirnya kembali harapan.

Bencana yang melanda wilayah tersebut tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga mengganggu akses dasar masyarakat terhadap layanan kesehatan. Di tengah keterbatasan fasilitas medis dan hancurnya sejumlah apotek, layanan kesehatan darurat menjadi kebutuhan yang mendesak.

Pada Selasa, 25 Jumadil Akhir 1447 (16/12/2025), Hidayatullah melalui Islamic Medical Service (IMS) dengan dukungan Rabithah Alam Islami (Liga Muslim Dunia), serta berkolaborasi bersama PT Indofest Global Pratama dan PP Al Irsyad Al Islamiyyah, kembali melaksanakan aksi layanan kesehatan darurat bagi warga terdampak. Kegiatan ini difokuskan pada dua kampung yang mengalami dampak cukup berat akibat banjir dan longsor, sebagai bagian dari respons kemanusiaan awal pascabencana.

Dalam pelaksanaan tahap pertama, sebanyak 200 warga dari Kampung Seumadam dan Kampung Pipa mendapatkan layanan konsultasi medis serta obat-obatan sesuai dengan kebutuhan klinis masing-masing pasien. Kehadiran tim medis dinilai sangat penting mengingat kondisi sanitasi lingkungan yang belum pulih sepenuhnya serta keterbatasan masyarakat dalam memperoleh obat dasar.

Dokter Alif, selaku Penanggung Jawab Tim Medis IMS, menjelaskan bahwa jenis keluhan kesehatan yang ditemui relatif seragam dan berkaitan langsung dengan kondisi pascabencana.

“Kasus yang paling banyak kami tangani adalah pusing, diare, serta gangguan kulit seperti gatal-gatal. Kondisi ini berkaitan erat dengan sanitasi yang kurang memadai dan kelelahan fisik warga. Di saat yang sama, akses mereka terhadap obat-obatan sangat terbatas,” ujar Dokter Alif.

Bagi masyarakat setempat, layanan kesehatan ini menjadi bentuk kehadiran yang menenangkan. Boby, tokoh masyarakat Kampung Seumadam, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterima warganya.

“Dalam kondisi seperti sekarang, obat sekecil apa pun sangat berarti. Kehadiran dokter dan tenaga medis membuat kami merasa tidak ditinggalkan,” ungkapnya.

IMS menegaskan bahwa layanan kesehatan darurat ini merupakan langkah awal dari rangkaian program pemulihan yang lebih luas. Ketua Tim Program IMS, Ridho Muhammad Fatihuddin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari asesmen lapangan untuk memahami kebutuhan riil masyarakat terdampak.

“Kehadiran kami di Aceh Tamiang adalah langkah awal untuk proses pemulihan yang berkelanjutan. Kami melihat langsung kondisi masyarakat dan mendengar aspirasi mereka. Respons ini menguatkan komitmen kami untuk tidak berhenti pada layanan awal,” kata Ridho.

Ia menambahkan bahwa fase berikutnya akan difokuskan pada program-program lanjutan yang bersifat struktural dan berjangka menengah.

“Ke depan, IMS berencana melanjutkan dengan pengadaan sarana air bersih, dapur bencana yang melibatkan masyarakat, layanan pemulihan trauma, serta pengobatan gratis dalam skala yang lebih luas di wilayah terdampak,” jelasnya.

Selain Aceh Tamiang, IMS juga membuka peluang untuk memperluas jangkauan aksi kemanusiaan ke wilayah lain yang terdampak bencana di Sumatra, termasuk Tapanuli Tengah dan sebagian wilayah Sumatra Barat, sesuai dengan hasil pemetaan kebutuhan di lapangan.

IMS bersama para mitra mengajak berbagai pihak untuk turut berkontribusi dalam meringankan beban masyarakat terdampak, sebagai bagian dari ikhtiar kolektif memulihkan kehidupan pascabencana.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Ramadhan: Menjalani Hidup yang Ditangisi Jutaan Ahli Kubur

ALHAMDULILLAH, detik ini Allah masih memilih kita untuk bertemu Ramadhan dalam kondisi sehat wal afiat. Lihatlah ke kanan dan...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img