Beranda blog Halaman 505

Sarasehan Penyusunan Statuta Universitas Hidayatullah Surabaya

BERITA FOTO: Pengurus dan Pembina Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah beserta perwakilan unsur Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah menggelar acara sarasehan penyusunan Statuta dan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Universtas Hidayatullah Surabaya. Acara yang berlangsung intensif sehari ini dilaksanakan di Aula Rahmat Rahman mengundang narasumber Prof Dr Nur Syam M.si dan Dr Asep Saipul Hamdani.

BERITA FOTO: Pengurus dan Pembina Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah beserta perwakilan unsur Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah menggelar acara sarasehan penyusunan Statuta dan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Universtas Hidayatullah Surabaya. Acara yang berlangsung intensif sehari ini dilaksanakan di Aula Rahmat Rahman mengundang narasumber Prof Dr Nur Syam M.si dan Dr Asep Saipul Hamdani.

Mengikis Kesombongan dan Berbuat untuk Maslahat Umat

0

BONTANG (Hidayatullah.or.id) — Pekerjaan terbesar dalam hidup ini adalah mengesakan Allah. Tauhid itulah yang akan melahirkan kesadaran tentang kebesaran Allah sebagai Pencipta, Pemelihara, dan Yang Sempurna, akan melahirkan kesadaran kekurangan kita dan mengikis kesombongan dalam diri sehingga menjadi figur yang wara’.

Demikian disampaikan Pimpinan Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad, saat memberikan wejangan dalam penutupan acara Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah Kalimantan Timur yang diselenggarakan di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang, Kaltim, beberapa waktu lalu.

Wara’ adalah menjaga kesucian, yaitu menahan diri dari yang tidak pantas. Menurut istilah syariat, wara’ adalah meninggalkan yang meragukan, menentang yang membuatmu tercela, mengambil yang lebih terpercaya,dan mengarahkan diri kepada yang lebih hati-hati.

“Salah satu aplikasi wara’ dalam hidup adalah memikirkan kebaikan orang banyak. Tapi jika kamu hanya memikirkan diri sendiri, saat kamu dapat orang lain tidak dapat, itu yang akan melahirkan kecemburuan.” katanya.

Karena itu, beliau berpesan kader Hidayatullah harus memiliki sifat tawadhu, wara dan qona’ah, karena inilah menurutnya yangg akan melahirkan ketenangan, kemudahan dan kedermawanan dalam hidup.

“Secara struktural Ketua, sekretaris dan bendahara harus berkomitmen untuk bertabattul, sebagai bentuk kesadaran kekurangan diri, menyiapkan waktu khusus utk melakukan perenungan, dzikir, baca Qur’an dan ibadah-ibadah lainnya,” ujarnya.

Selain itu, ia mengimbuhkan, bertawakkal kepada Allah SWT adalah kunci kemenangan ummat dan kekuatan yang luar biasa, sehingga ada ungkapan, jika engkau bertawakkal seperta burung, engkau dapat pindahkan gunung.

Penjabaran tawakkal dalam hidup adalah menyiapkan diri untuk diatur oleh keputusan-keputusan Allah dan menerima keputusan tersebut, dan tidak bersikap seolah-olah ingin mengatur Allah.

“Kemajuan Hidayatullah secara struktural sudah luar biasa, maka harus diseimbangkan dengan kemajuan kultural, program Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH) adalah gerakan strategis meretas kesenjangan tersebut,” ujarnya.

Beliau menegaskan, kader Hidayatullah yang tercerahkan oleh GNH, tidak akan mudah menyalahkan orang lain, tidak suka mengeluh, baik kepada keluarga maupun lainnya, tidak suka mencaci dan punya etos kerja yang tinggi.*/Abu Haidar

Abdul Muhaimin Tutup Rakerwil Hidayatullah DIY-Jatengbagsel

0

YOGYAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Departemen Sumber Daya Insani Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ust Abdul Muhaimin, menutup acara Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) – Jawa Tengah bagian Selatan (Jatengbagsel) yang diselenggarakan di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta selama 3 hari, 25-27 Januari 2019.

Dalam pengarahannya menutup acara tersebut, Muhaimin menyampaikan perlunya selalu menyegarkan pemahaman tentang visi, misi dan jatidiri Hidayatullah kepada setiap pengurus struktural, kader dan jamaah. Khususnya ia menekankan keutamaan meneguhkan Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH).

“Gerakan Nawafil Hidayatullah ini merupakan peneguhan sekaligus wujud melaksanakan komitmen di Silatnas di Balikpapan akhir 2018 yang lalu bahwa setiap kader di seluruh jaringan Hidayatullah menyambut sepenuh hati panggilan Gerakan Nawafil ini,” kata Muhaimin.

Beliau menambahkan, Gerakan Nawafil Hidayatullah adalah sebagai upaya tiap kader dalam meemperkokoh program mainstream, yakni dakwah dan tarbiyah hingga ke struktur terkecil gerakan.

“Oleh karenanya setiap Kampus Pratama Pesantren Hidayatullah tahun 2019 ini sudah harus melaksanakan dan memantapkan program mainstream,” pesannya.

Penutupan Rakwerwil dihadiri 16 Dewan Pengurus Daerah (DPD) kabupaten/kota se-DIY Jatengbagsel, pengusus-pengurus amal usaha seperti BMH, SAR Hidayatullah DIY dan Pos Dai DIY serta organisasi pendukung meliputi Muslimat Hidayatullah dan Syabab Hidayatullah beserta para Pengurus DPW.

Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah bagian Selatan ini juga rangkai dengan beragam kegiatan lainnya diantaranya training guru Pendidikan Integral Berbasis Tauhid (PIBT) bersama Tim Pendidikan Wilayah DIY- Jatengbagsel yang digelar di Solo 19-20 Januati 2019, training Kaderisasi Marhalah Ula, bersama Tim Instruktur Wilayah, Solo, 17-19 Januari 2019.

Selain itu juga dilakukan silaturrahim dan pembinaan Pengurus DKM se Wilayah DIY-Jatengbagsel bersama Kepala Departemen Pembinaan Anggota DPP Hidayatullah, Ust. Drs. Nur Fuad, yang juga digelar di Kota Solo pada tanggal 12 Januari 2019, seminar dan deklarasi “Gerakan Keluarga Cerdas ber-Media (KCM)” bersama Ust. Muhammad Fauzil Adhim di Yogyakarta, Ahad, 20 Januari 2019 dan pelatihan paralegal bersama Ketua LBH Hidayatullah Pusat Jakarta Dr. Dudung Amadung di Yogyakarta, Jumat-Sabtu, 25-26 Januari 2019. (ybh/hio)

Laznas BMH Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Sulsel

0

UNTUK menuju lokasi bencana longsor di Kebupaten Gowa relawan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) harus berjalan kaki sejauh 15 Kilometer (30 KM PP), perjalanan dimulai dari Desa Bissoloro dan berakhir di Desa Mangempang. (26/01/2019).

[youtube width=”100%” height=”300″ src=”WXTXA5YdLac?rel=0&autoplay=1″][/youtube]

Pendidikan dan Pendirian LBH Hidayatullah Yogyakarta

0

YOGYAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Biro Hukum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah yang juga Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah, Dr Dudung A. Abdullah, MH, menjadi narasumber dalam acara Pendidikan Paralegal Bagi Dai dan Aktivis Keagamaan Islam yang berlangsung selama 2 hari, 25-26 Januari 2019, sekaligus melakukan peresmian pendirian pengurus LBH Hidayatullah Yogyakarta.

Pada kesempatan pelatihan pendidikan paralegal tersebut membahas beragam tema khususnya yang mengait dengan tema acara yang bertajuk “Mendidik Dai yang Cerdas Hukum dalam Membangun Negara Hukum yang Berkeadilan”. Acara yang diikuti oleh sedikitnya 70 orang dai dan aktivis Keagamaan Islam se-DIY berlangsung di Kampus As-Sakinah Hidayatullah Yogyakarta.

Adapun materi yang dipaparkan oleh narasumber diantaranya dasar dasar ilmu Hukum dan Praktek Paralegal, cerdas menggunakan media sosial, menghindari jebakan Kriminalisasi UU ITE, menjadi guru yang cerdas hukum dan memaparkan upaya mengantisipasi kriminalisasi dalam dunia pendidikan. Hadir pula menjadi narasumber, Hersona Bangun, SH, yang juga merupakan lawyer di Yogyakarya.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Yayasan Assakinah, Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Yogyakarta dan Lemga Bantuan Hukum Hidayatullah Pusat.(ybh/hio)

Rakerwil IV Teguhkan Khidmat Hidayatullah Bangun Papua

0

JAYAPURA (Hidayatullah.or.id) — Alhamdulillah, pada tanggal 24-26 Januari 2019 berlangsung pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-IV Hidayatullah se-Papua yang diikuti oleh 11 Dewan Pengurus Daerah (DPD) berlangsung di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Jayapura, Provinsi Papua.

Acara yang berjalan sukses dengan tema “Menguatkan Mainstream Dakwah dan Tarbiyah dalam Membangun Papua Berperadaban” ini telah menyiapkan sarana dan prasarana untuk para peserta sebanyak 70 dai yang berkiprah di berbagai kabupaten/kota di Bumi Cenderawasih.

Instruktur dan pendampingan dari unsur Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah hadir Ustadz Asih Subagyo dan juga dihadiri oleh Angota Dewan Mudzakarah, Ustadz Anwari Hambali.

Dalam pembukaan disampaikan sambutan Ketua DPP Hidayatullah Asih Subagyo. Dalam sambutannya yang juga meneruskan sambutan tertulis Ketua Umum DPP Hidayatullah, Asih menyebutkan Rakerwil merupakan tindak lanjut dari Rakernas yang telah dilaksanakan di akhir bulan November 2018 di Balikpapan.

Beberapa point penting dalam arahan untuk menghadapi tantangan dakwah dan tarbiyah yang semakin kompleks adalah kunci sukses Rakerwil Hidayatullah Papua: musyawarah, mujahadah dan munajat.

Kemudian, masih dalam pengarahannya tersebut, ada 4-AS karakter perjuangan Hidayatullah yang mesti diinternalisasi  setiap kader dai dalam rangka meneguhkan kiprahnya dalam turut serta pembangun kawasan khususnya di Papua, yakni: kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas.

Lalu, terdapat tiga langkah strategis visi misi Hidayatullah yang harus diperhatikan adalah: Ideologis, Regulasi dan Keteladanan.

“Tulis apa yang akan dikerjakan dan kerjakan apa yang ditulis cukup membantu para peserta dalam menyusun program kerja untuk setahun kedepan.
Semoga apa yang diihktiarkan dikisahkan oleh Allah SWT,” tutupnya.*/Haeranzi

Bangun Peradaban Islam dengan Keteladanan

0

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) — Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Ust Ir Candra Kurnianto, mengatakan, dalam konteks perjuangan serta menjaga keberlangsungan gerakan mewujudkan visi misi membangun peradaban Islam, maka diperlukan tiga langkah sinergis yakni langkah ideologi, pembuatan regulasi dan mengedepankan keteladanan.

Hal itu disampaikan dia ketika memberikan pengarahan dan penekakan tentang pentingnya keberlangsungan gerakan Hidayatullah mewujudkan visi misi membangun peradaban Islam dalam arena Rakerwil DPW Hidayatullah Jawa Tengah yang berlangsung di Semarang, beberapa waktu lalu.

“Dalam konteks perjuangan serta menjaga keberlangsungan gerakan mewujudkan visi misi membangun peradaban Islam, diperlukan tiga langkah sinergis tersebut,” Candra Kurnianto yang didampingi Departemen Departemen Ekonomi Kelembagaan DPP Hidayatullah Ust Miftachurrahman.

Dia menambahkan, sebagai lembaga perjuangan,Hidayatullah akan terus memperbaiki dan memperbanyak kontribusi untuk transformasi peradaban Islam.

Sementara itu Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Tengah, Ust. Ahmad Suwarno, mengemukakan bahwa setiap tahun sebagai bagian dalam proses korelasi untuk turut ambil bagian perbaikan kehidupan berbangsa, Hidayatullah selalu mengadakan evaluasi dan perencanaan program kedepan dalam bingkai Rakerwil.

Rakerwil ini, terang dia, dimaksudkan untuk bahan evaluasi, koreksi dan penajaman terhadap program-program ‘mainstream’ gerakan yang menjadi nafas perjuangan.

“Lembaga ini adalah lembaga perjuangan, olehnya itu, setiap kita yang sudah siap bergabung dilembaga ini harus menyadari bahwa lembaga perjuangan butuh komitmen untuk berjuang,” kata Suwarno.

Lembaga ini, lanjut dia, tidak membeda-bedakan status amanah seorang kader. Tetapi yang dituntut oleh lembaga untuk dibuktikan yakni seberapa besar kontribusi kita terhadap perjuangan menegakan Peradaban Islam lewat lembaga Hidayatullah.

Rapat Kerja Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Tengah dilaksanakan di Kampus Tahfidz Al Burhan Hidayatullah Kota Semarang yang diikuti oleh 15 DPD Hidayatullah se-Jateng dengan jumlah peserta 70 orang. Raker ini berlangsung selama dua hari Sabtu-Ahad (19-20/01/19).*/Muhammad Yusran Yauma

Rakerwil Jatim, Ust Nashirul Tekankan Gerakan Mainstream

0

MALANG (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH DR Nashirul Haq Haq, membuka acara Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Jawa Timur yang digelar di Kampus Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Arrohmah Tahfidz Putra Pesantren Hidayatullah Malang selama 4 hari, 22-25 Januari 2019.

Dalam sambutan acara pembukaan, Nashirul Haq mengingatkan betapa pentingnya bagi seluruh pengurus wilayah, pengurus daerah, kader, dan jamaah Hidayatullah untuk memahami kembali visi, misi dan jati diri Hidayatullah. Beliau juga menegaskan agar seluruh komponen Hidayatullah untuk fokus dalam meneguhkan gerakan mainstream dan Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH).

“Gerakan Nawafil Hidayatullah ini harus dipegang teguh oleh setiap kader Hidayatullah ditingkat apapun. Kita harus berkomitmen penuh mengawal gerakan ini sebagai upaya memperkokoh gerakan mainstreem Hidayatullah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Pimpinan Umum (DPPU) Dr. H. Abdul Mannan, MM menjadi pembicara inti dalam sesi Pencerahan Kader bertajuk “An Excellent Formula for Effectif Leadership, Strategy, Management and Spiritual Motivation”.

Abdul Mannan dalam pemaparannya menjelaskan bahwa seorang leader harus memiliki kualitas spiritual yang mantap, kemampuan intelektualitas yang mumpuni, dan profesionalisme yang tinggi. Tak hanya itu, untuk menjadi leader yang mampu menggerakkan (muharrik) harus didukung oleh kualitas manajerial yang baik.

Rakwerwil WIlayah Hidayatullah Jatim 2019 ini dihadiri 150-an peserta dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) kabupaten/kota se-Jawa Timur, pengurus amal usaha seperti BMH, Syabab Hidayatullah Jatim, SAR Hidayatullah Jatim, Posdai Jatim, dan unit organisasi di bawah DPW Hidayatullah Jatim lainnya meliputi Muslimat Hidayatullah beserta para Pengurus DPW.

Rakerwil ini merupakan ajang konsolidasi idiil, organisasi dan wawasan kader di tingkat wilayah. Selain itu juga diisi dengan kegiatan up-grading manajerial pengurus DPD, evaluasi program mainstream. Sekaligus sebagai sarana sosialisasi target dan program kerja organisasi.

“Target dari digelarnya Rakerwil ini adalah agar seluruh DPD di Jawa Timur mampu meningkatkan wawasan, kualitas, dan kinerjanya secara optimal. Sehingga Hidayatullah di Jawa Timur semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di Jawa Timur”, jelas Ust. Ihya Ulumuddin, panitia Rakerwil.*/Cakrud

DPP Hidayatullah Berbelasungkawa Bencana Sulsel

0

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) – Ketua Umum DPP Hidayatullah Dr Nashirul Haq menyatakan turut berbelasungkawa atas terjadinya musibah bencana alam yang melanda sejumlah kawasan di Sulawesi Selatan. Ia mengatakan, setiap musibah yang menimpa hamba-hamba Allah Subhanahu Wata’ala merupakan ketentuan (taqdir) Allah.

[youtube width=”100%” height=”300″ src=”brPG9oV0jW4?rel=0&autoplay=1″][/youtube]

MUI: Literasi Bangsa Haruslah Berdasar pada Kebenaran

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anwar Abbas, menegaskan, literasi bangsa Indonesia harus berdasarkan yang haq (kebenaran) dan dijauhkan dari hoax serta hal-hal yang tidak benar.

Literasi, tambahnya, juga harus berdasarkan keilmuan. Ilmu itulah yang harus bertugas menjelaskan itu semua.

“Inilah arti dan manfaat Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman (LPBKI) MUI,” ucapnya saat membuka acara Sarasehan Nasional “Penguatan Literasi Islam dan Kebangsaan Generasi Milenial” di Gedung Perintis Kemerdekaan, Jakarta, pada Kamis (24/01/2019).

MUI berharap Islam dan kebangsaan tidak dibenturkan dalam hal ini khususnya lewat literasi.

MUI, kata Anwar, ingin buku-buku yang ada tidak membenturkan Islam dan kebangsaan. Sebab ia melihat ada sebagian kalangan tertentu yang berusaha mempertentangkan keduanya.

“Islam sebelah sana, kebangsaan sebelah sini. Kebangsaan sebalah sana, Islam sebelah sini. Saya rasa tidak ada ceritanya ini,” ujarnya.

Kalau konsisten dengan falsafah Pancasila, lanjut Anwar, maka siapapun dan dimanapun posisinya, mereka harus menghargai bahwa sila pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.

Karenanya, ia menegaskan, tidak boleh ada perkataan yang bertentangan dengan sila pertama, kedua, ketiga, keempat, dan kelima Pancasila.

Sementara itu, ia melihat, literasi saat ini banyak yang bertentangan dengan Pancasila. Seperti, ia mencontohkan, buku ekonomi yang mengajarkan kapitalisme dan liberalisme, atau mengajarkan pikiran sosiolog yang sekular.

“Kalau begitu, maka negeri ini menurut saya tidak akan semakin mendekat pada negara yang berfalsafahkan Pancasila, tapi bergerak ke arah liberalisme, kapitalisme, dan sekularisme,” ujarnya.(hidcom)