Beranda blog Halaman 509

Hidayatullah Kaur Kembangkan Dakwah dan Pendidikan

0

KAUR (Hidayatullah.or.id) – Jangan pernah berhenti berjuang sebab setiap gerak yang dilakukan untuk kebaikan senantiasa berbuah kebajikan pula. Apalagi dalam memajukan dakwah dan mencerdaskan umat dengan penyuluhan agama Islam.

Itulah karakter nilai yang dipegang betul oleh pengurus Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Kaur yang beralamat di Jalan Lintas Barat Sumatera, Desa Suka Menanti, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu atau berada persis di Depan Polsek Maje.

Selain geliat dakwah di masyarakat, kini Kampus Hidayatullah Kaur membina dan menyantuni puluhan santri dari kalangan yatim dan dhuafa. Saat ini sedang dibangun fasilitas asrama santri.

“Alhamdulillah inilah perkembangan pembangunan asrama santri Pesantren Hidayatullah Kaur. Mohon doa dan dukungannya dari berbagai pihak semoga Pesantren Hidayatullah Kaur tetap Istiqomah dalam perjuangan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pengurus Kampus Ponpes Hidayatullah Kaur Ust Arman.

Selain masjid yang juga menjadi pusat kegiatan pesantren dan masyarakat, pihaknya juga masih terus berjuang dalam rangka pengadaan asrama representatif untuk hunian santri.

“Saat ini kami masih memerlukan beberapa material seperti semen, besi, seng dan rangka baja,” katanya.

Arman mengatakan Panti Asuhan Al Bayyinah yang berada dibawah pengelolaan Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Kaur membina santri dari kalangan yatim dan dhuafa yang kesemuanya mendapatkan pendidikan formal dan asrama gratis di pondok pesantren tersebut.

“Mohon doanya, semoga kelak mereka para santri ini menjadi generasi umat yang bermanfaat untuk pengembangan dakwah Islamiyah dan berguna bagi nusa bangsa dan segenap alam,” pungkasnya. (ybh/hio)

Rakerda Serentak Hidayatullah se-Sulsel di Awal Tahun

0

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) – Kesepakatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Selatan  adalah bahwa dalam rangka menjaga spirit Rakernas dan Silatnas sehingga penguatan-penguatan pada Rakerwil maka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) akan dilaksanakan secara serentak pada awal tahun 2019 di seluruh DPD Hidayatullah se-Sulawesi Selatan.

Rencana pendampingan Rakerda tahun 2019, Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Selatan akan dilaksanakan sesuai jadwal terlampir  dari tanggal 4 Januari sampai dengan tanggal 30 Januari 2019.

Drs. Mardhatillah, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Selatan mengatakan, bahwa syukur alhamdulillah kita panjatkan kepada Ilahi Robbi, atas izin dan perkenaannya, sehingga pada hari ini dapat diselenggarakan acara pembukaan Rapat Kerja Daerah Kabupaten Enrekang ditempat yang berbahagia ini.

‘’Semoga selama penyelenggaraan Rakerda ini tidak ada satu aral melintang dan dapat berjalan sesuai rencana”, kata Mardhatillah, Senin (7/1/2019).

Lanjut kata dia, Alhamdulillah kita telah melaksanakan Rakerwil  IV Hidayatullah pada tanggal 21-23 Desember 2018 di Soroako, Luwu Timur, bulan Desember yang lalu.

“Dalam rapat kerja wilayah tersebut, kita telah memiliki gambaran tentang kondisi terakhir organisasi  serta menyepakati kebijakan dan program Organisasi yang akan kita laksanakan pada tahun 2019,’’ ujarnya.

Mardhatillah berharap agar segala hasil Rapat Kerja Wilayah ini bisa diwujudkan  maka seluruh Dewan  Pengurus Daerah se-Sulsel wajib untuk melaksanakan Rapat Kerja Daerah untuk mem-breakdown program dan kebijakan yang akan  dilaksanakan di daerah masing-masing.

‘’Kami yakin dengan langkah-langkah tersebut, Hidayatullah makin kuat dan solid, gerakannya makin progressif  dan kiprahnya makin dirasakan ummat Insyaa Allah,’’ tambahnya.

Di saat kesungguhan telah kita tunjukkan dalam kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas maka tunjukkan aktivitas  dan sikap hati yang menyerahkan. Mempercayakan hasil dari segala urusannya hanya kepada Allah SWT disertai  degan sikap senantiasa melakukan taqarrub kepada dan memohon bantuan-Nya.

‘’Selamat bermusyawarah dan sukses Rakerda tahun 2019, semoga Allah SWT senantiasa memberikan taufiq dan hidayah kepada kita semua,’’ tutup Mardhatillah.*/Andi Alfian Milyardo Salassa

Portal Berita Hidayatullah.com Raih Anugerah 212 Award

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Sejumlah penghargaan diberikan kepada sejumlah media massa pada malam penganugerahan 212 Award di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jl HR Rasuna Said Kav C 22, Jakarta, Jumat (04/01/2019).

Untuk kategori “212 Islamic Media of the Year”, anugerah award diberikan kepada portal berita Islam nasonal www.hidayatullah.com. Portal Hidayatullah.com merupakan perusahaan media online independen didirikan oleh Dzikrullah W. Pramudya dan Cholis Akbar.

Hidayatullah.com merupakan salah satu pionir media online di Indonesia ketika pertama kali hadir di Internet pada 7 September 1996, bahkan lebih dulu hadir daripada Detik.com yang muncul bertepatan dengan era reformasi tahun 1998.

Pemimpin redaksi Hidayatullah.com, Mahladi, yang naik ke panggung menerima award, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia penyelenggara anugerah tersebut.

“Mudah-mudahan Allah ridha atas semua ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penghargaan tersebut selayaknya diberikan kepada seluruh media Islam yang saling membantu dalam meliput Aksi Bela Islam baik Aksi 411 sampai Aksi 212.

Ia menjelaskan, dalam aksi damai tersebut, media-media Islam saling berbagi tugas dalam meliput dan memberitakan aksi bersejarah itu.

“Bahwa perjuangan Hidayatullah media online ini tidaklah sendirian. Di lapangan, di (Aksi) 212 dari awal sampai akhir kami juga di-support oleh seluruh kawan-kawan Muslim. Kami bersatu. Karena kalau kami sendirian kami tidak mampu. Sehingga seluruh wartawan kemudian bekerja sama. Kami bagi tugas semua. Ada yang meng-cover di sini, ada yang meng-cover di sini, sehingga semua bisa ter-back up dengan baik,” kata Mahladi.

“Jadi apresiasi ini tentu saja bukan buat Hidayatullah sendiri. Tetapi untuk seluruh media Islam yang bekerja keras ketika (aksi) 212,” ujarnya disambut pekikan takbir pada malam anugerah yang dihadiri ratusan tokoh dan tamu undangan tersebut. Kami mohon doa agar kami tetap istiqamah,” harapnya.

“Tolong nasihati kami media Islam ini jika kami ada salah dalam memberitakan,” harapnya juga sebelum menerima award yang diserahkan oleh Sekretaris Umum PA 212, Bernard Abdul Jabbar.

Mahladi pun menyampaikan, perlu diketahui bahwa jurnalis-jurnalis Islam telah menyusun kode etik jurnalistik Muslim.

“Dan itu telah kami sosialisasikan supaya bisa dipahami oleh seluruh jurnalis Muslim, dan tentu saja berdasar kepada Al-Qur’an dan Sunnah,” ujarnya disambut apresiasi.

Berikut daftar media-media dan kategori lain pada penerimaan Award 212 yang dipandu oleh komedian Dedi Gumelar alias Mi’ing tersebut:

TvOne sebagai “212 Fair and Free Media of the Year” Kategori televisi; Republika sebagai “212 Fair and Free Media of the Year”, kategori majalah dan surat kabar; Kumparan.com sebagai “212 Fair and Free Media of the Year” kategori media baru; Al-Jazeera sebagai “212 Fair and Free Media of the Year”, kategori media internasional; Front Tv sebagai “212 Progressive Media of the Year”; Saling Sapa Tv sebagai “212 Educational Media of the Year”; Voa Islam.com sebagai “212 Content Creator of the Year”; serta TV dan Radio Rasil sebagai “212 Devoted Media of the Year”.

212 Award diselenggarakan oleh panitia Reuni Akbar 212. Selain kepada media, penghargaan juga diberikan kepada individu yang juga dinilai secara konsisten menggaungkan jiwa patriotik 212 yang kolosal, tertib, damai, dan santun.

Malam anugerah tersebut dihadiri antara lain oleh tokoh reformasi Amien Rais, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, pakar filsafat dan logika Rocky Gerung, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, mantan Komisioner Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai, tokoh aksi 212 Ustadz Bachtiar Nasir dan Ustadz Zaitun Rasmin, pendiri Gerakan Ibu Negeri (GIN) Neno Warisman, anggota DPD RI Fahira Idris, Ketua Umum DPP FPI Ustadz Shabri Lubis, Ketua Umum PA 212 Slamet Ma’arif, Abu Jibriel, musisi Ahmad Dhani, Mulan Jameela, dan sebagainya termasuk Ketua Dewan Pembina GNPF Ulama Habib Rizieq Shihab ‘hadir’ memberikan sambutan jarak jauh dari tanah suci Makkah.*/Skr

“Aku Ingin Masuk Surga dengan Kakiku yang Pincang”

0

JALAN para sahabat adalah taman-taman indah, nafas juang mereka adalah bunga yang harum. Siapapun yang masuk ke taman itu maka dia akan merasakan kebahagiaan. Kendatipun tidak bisa masuk secara total dan menyelami lautan hikmah yang luas, setidaknya bisa memetik bunga kehidupan mereka.

Adalah Amr Jamuh. Namanya tercatat dalam 100 Sahabat terbaik dari ribuan sahabat seperti yang ditulis oleh Mahmud Al Mishri dalam bukunya, Ashaburrasul (Ensiklopedi Sahabat) bahkan dalam buku Dr. Abdul Hamid As-Suhaibani, menempatkan Amr bin Jamuh pada urutan kedua belas.

Mungkin namanya kurang masyhur dalam jagad bumi, bahkan mungkin saat membaca tulisan ini kita baru mengenalnya, padahal namanya tersimpan rapi dalam lembaran sirah.

Amr bin Jamuh menjadi  bintang di antara bintang-bintang yang terhimpun  di bawah kenabian. Mereka , para Sahabat Nabi, yang tumbuh dalam ladang Islam, disirami dengan air Wahyu, lalu berbuah hingga dahannya menjulang tinggi mencapai bintang kejora.

Amr bin Jamuh adalah pemimpin Kabilah Bani Salamah yang ada di Madinah. Pada masa Jahiliyah Masyarakat Arab di Madinah dalam urusan Agama, Aqidah dan Ibadah mengikuti kaum Quraisy di Makkah karena mereka adalah penjaga Ka’bah.

Hanya saja, tiap kabilah memiliki berhala khusus yang lebih diagungkan daripada berhala lainnya, hubungan dan ikatan batin dengan berhala tersebut lebih kuat di banding yang lainnya.

Amr bin Jamuh mempunyai berhala yang sangat dicintainya dan penjadi penyembah setia patung tersebut diberi nama “Manaf”.

Kisah Islamnya Amr bin Jamuh yang sangat terkendal adalah saat dia melihat berhalanya yang dia agung-agungkan tidak mampu membela diri saat pedang yang dikalungkan yang sengaja diambil oleh keluarganya yang dulu masuk Islam.

Bahkan yang paling tragis bagi dirinya adalah saat berhalanya dihancurkan dan diikat Bersama bangkai anjing lalu dibuang ke sumur, sang patung tidak dapat berbuat apa-apa. Ternyata dari siinilah kisah itu berawal dan mengantarkan dirinya menyatakn syahadat dan mengajak beberapa kaum dari dari kabilahnya.

Setelah ia masuk Islam dan sudah mengenal Allah, manakala ia teringat kisah tentang patungnya itu dan perbuatannya, makai a pun bersyukur kepada Allah yang telah menyelamatkannya dari kebutaan dan kesesatan. Ia berkata:

Demi Allah, jika kamu adalah tuhan
Kamu tak kan bersama anjing di dalam sumur dan diikat
Celaka dan hinalah orang yang menjadikanmu sebagai tuhan
Sekarang kami kami telah memeriksamu mempunya pemikiran yang jelek
Segala puji bagi Allah yang maha tinggi yang maha pemberi rezeki
Maha penghisab para pemeluk agama

Sejak saat pertama Amr bin Jamuh mengumumkan keislamannya, keimanan telah mencabut habis akar kesesatan dalam hatinya. Di kehidupannya yang baru, ia telah merasakan manisnya iman dan lezatnya berislam.

Ia telah menjadi pelaku sejarah yang menelan pil pahit kesesatan dan kesyirikan. Paganisme selama ini telah mengantarkannyake jurang kehancuran. Dan kini pandangannya mulai terbuka, urusannya mulai lurus.

Menyadari keterlamabtan atas hidayah yang direguknya, diapun berazzam untuk ikut pada perang Badar namun anak-anaknya melarangnya, sebab usianya yang yang 60 tahun secara hitungan matematis sudah tidak layak untuk ikut perang. Diapun bersedih dan menyesali karena tidak bisa ikut dalam perang.

Namun Amr bin Jamuh tidak putus asa, dia ingin menutup usianya dengan syahid. Lalu setahun kemudian saat perang Uhud di depan mata, diapun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini yang mungkin tidak dapat terulang lagi.

Amr bin Jamuh datang langusng kepada Nabi untuk menyampaikan hasrat mulianya, berhadap besar agar Rasul bisa mengijinkannya. Lagi-lagi dia tersandung dengan usianya yang sudah tua, juga kakinya yang pincang yang dapat membuatnya sulit untuk berperang bahkan berjalan saja susah. Sehingga nabi bertutur : “adapun engkau, Allah telah mengugurkan kewajiban jihad atasmu”

Mendengar hal itu dia pun menyampaikan satu untaian berdimensi akhirat, yaitu:

“Ya Rasul.. demi Allah, aku ingin masuk surga dengan kakiku yang pincang ini”.

Hati Nabi bergetar, langit terasa pecah seolah membuka diri dan siap menyambut dirinya yang sebentar lagi Syahid.

Betapa hati Amr bin jamuh senang mendapatkan ijin dari Nabi dan anak-anaknya juga sudah merelakan dengan lapang dada atas apa yang diinginkan ayahnya.

Yang lebih haru adalah Istri Amr, yaitu Hindun pernah menuturkan: seakan-akan aku melihatnya saat mengambil perisainya seraya mengatakan: “ Ya Allah janganlah engkau kembalikan aku (ke rumah)

Begitulah suara dari lubuk hati yang paling dalam dari sekarang Amr, mengejar ketertinggalan merindu Syurga tidak dapat dibendung lagi. Dan akhirnya diapun menjemput Syahid di medan Uhud.

Belajar dari kisah Amr bin Jamuh yang sdh uzur dan pincang, namun semangat untuk membela agama perlu ditiru. Malu rasanya jika kita tdk bisa berbuat apa-apa dan tidak memiliki jawaban yang dapat menegakkan kepala apa yang sudah kita berikan untuk Islam.

Allahu A’lam.

Batam, 3 Januari 2019
________
MUHAMMAD RAMLI, penulis adalah pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah Batam

Gubernur Kaltara: Hidayatullah Contoh dalam Kelola Hibah

0
Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H Irianto Lambrie menerima bawang merah dari usaha tani yang dikembangkan santri Pesantren Hidayatullah Tarakan. (Foto Infopubdok Kaltara)

TANJUNG SELOR (Hidayatullah.or.id) – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H Irianto Lambrie, memuji Pesantren Hidayatullah dalam pengelolaan dan pemanfatan hibah. Hal itu disampaikan dia saat melakukan monitoring sejumlah proyek pembangunan di Kota Tarakan, Jumat (16/11/2018). Itulah diantara kaleidoskop merekam berbagai hal tentang Hidayatullah di tahun 2018.

Irianto ke Pesantren Hidayatullah di Karungan, Kelurahan Mamburungan Timur, Kecamatan Tarakan Timur. Pesantren Hidayatullah salah satu lembaga penerima bantuan hibah tahun 2016 dan 2018 dari Pemprov Kaltara. Bantuan hibah itu digunakan untuk pembangunan sejumlah fasilitas Asrama Putri di pesantren tersebut.

Di tempat yang sama, gubernur juga menyerahkan secara simbolis Bantuan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Karungan dan Bantuan Pengembangan Bawang di Karungan (seluas 10 hektare) dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kaltara.

“Saya berharap, penggunaan bantuan hibah tersebut dapat mencontoh apa yang dilakukan Pesantren Hidayatullah. Pemanfaatannya sesuai dengan apa yang diusulkan, dan terealisasi dengan baik,” kata gubernur yang juga ditutip LKBN Antara.

Disini, cukup lama Gubernur berinteraksi dengan pengurus pondok pesantren, disamping meninjau hasil dari hibah yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. Gubernur merasa puas dengan realisasi kegiatan disana.

“Pengelolaan dana hibah yang tepat, hasilnya tepat juga. Dan, insya Allah akan bermanfaat untuk pengembangan pendidikan bagi santriawan-santriwati disini,” ucap Gubernur.

Proyek yang dimonitor adalah proyek yang sumber dananya dari bantuan keuangan (bankeu) Pemprov Kaltara, hibah Pemprov Kaltara, dan ABPN tahun anggaran 2017 dan 2018.

“Progres di lapangan cukup bagus, ada yang sudah selesai 100 persen, dan ada yang baru 92 persen. Akhir tahun diperkirakan seluruhnya sudah selesai 100 persen Masih ada waktu sekitar 40 hari lebih untuk finishing semua pekerjaan,” kata Irianto Lambrie sebelum melanjutkan kegiatan yang sama ke Kecamatan Bunyu di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan.

Proyek yang dimonitor langsung gubernur, yang pertama adalah pembangunan di SMP Negeri 7 Tarakan yang menggunakan bankeu Provinsi Kaltara Tahun 2017 senilai Rp 3 miliar.

“Hasilnya sudah terealisasi sebagaimana yang diharapkan dan telah dipergunakan sebagaimana mestinya,” ujar Irianto.

Dalam perjalanan di lapangan, gubernur didampigi kepala OPD (Organisasi Pemerintahan Daerah) juga meninjau Jalan Jenderal Sudirman yang ditingkatkan menggunakan Bankeu Tahun 2017 senilai Rp 7 miliar.

Irianto juga menerima laporan mengenai progress pembangunan drainase lingkungan di Kelurahan Mamburungan Timur (Kec. Tarakan Timur)-kawasan Jalan Pesantren Hidayatullah, Kelurahan Kampung 1/Skip (Kec. Tarakan Timur)-Jalan Pulau Banda, dan Kelurahan Karang Anyar (Kec. Tarakan Barat)-Kawasan Jalan Gang Bersama II.

“Pengerjaannya selama 210 hari kalender sejak 26 April 2018 hingga 27 November 2018, dengan progress fisik 92,95 persen dan progress keuangan 85 persen. Nilai kontraknya, sekitar Rp 7.886.700.000 dari APBN,” katanya.

Usai dari Pesantren Hidayatullah, gubernur dan rombongan melanjutkan meninjau sembari melintasi jalan ring road Kota Tarakan. Jalannya, sebagian besar sudah mulus, meski di beberapa titik masih ada kerusakan. Jalan ini, pembangunannya ada yang menggunakan Bankeu 2016, dan APBD 2018.

Jalan ring road itu menggunakan APBD 2018 adalah Ring Road Binalatung-Pantai Amal Segmen 1, 2 dan 3 senilai Rp 3 miliar. Sementara peningkatan Jalan Sungai Kapuas, Jalan Amal Lama, dan Outer Ring Road menggunakan Bankeu Provinsi Tahun 2016. Masing-masing bernilai, Rp 12 miliar, Rp 14 miliar dan Rp 20 miliar. Kunjungan terakhir Irianto Lambrie adalah melihat progress pembangunan drainase di kawasan Rusunawa Boompanjang.

“Rangkaian kunjungan ini saya lakukan, untuk memonitor langsung di lapangan, sekaligus memastikan apa yang telah kita kerjakan apa sudah telah terlaksana dengan baik? Dan bagaimana bisa bermanfaat untuk masyarakat,” kata gubernur.*/Niaga Asia

Hari Amal Bakti, Madrasah Hidayatullah Gunung Tembak Raih Piala Gemilang Kemenag

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Mengawali tahun 2019, Pendidikan Hidayatullah Gunung Tembak menerima sejumlah piala dan penghargaan dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan.

Serah terima tersebut dihadiri langsung oleh M..Rizal Effendi, SE (Walikota Balikpapan), Drs. H. Hakimin, MM (Kemenag Kota Balikpapan) serta ratusan guru-guru madrasah Balikpapan yang menghadiri peringatan Hari Amal Bakti Kemenag ke-73 Balikpapan, (Kamis, 3/1/2019).

Untuk kategori lomba Madrasah Gemilang (Gerakan Madrasah Indah Lahirkan Bintang), Pendidikan Hidayatullah Gunung Tembak bahkan nyaris memborong seluruh juara untuk semua tingkatan madrasah.

Secara berturut-turut, juara I diraih oleh Madrasah Aliyah Raadhiyatan Mardhiyyah (RM) Putri, disusul oleh Madrasah Ibtidaiyah RM Putri. Selanjutnya juara III diboyong oleh Madrasah Tsanawiyah RM Putra dan Madrasah Ibtidaiyah RM Putra.

Sebelumnya, penilaian lomba Madrasah Gemilang ini sudah berlangsung sejak Nov 2018 lalu yang meliputi beberapa indikator. Di antaranya, administrasi madrasah, nilai akreditasi, evaluasi hasil belajar, madrasah sehat, penghargaan Adiwiyata, kompetisi madrasah, disabilitas, kerjasama lintas sektoral, partisipasi komite dan promosi madrasah.

Selanjutnya, Madrasah Aliyah RM Putri Gunung Tembak dipercaya mengikuti jenjang berikutnya di tingkat Provinsi Kalimantan Timur, mewakili Kota Balikpapan.

“Alhamdulillah, ini karunia Allah atas kerja keras seluruh guru-guru di madrasah selama ini. Mohon doanya agar diberi yang terbaik untuk lomba berikutnya,” ucap syukur Lilis Suryantini, Kepala Madrasah Aliyah RM Putri.

Dihubungi terpisah, Ustadz Abdul Ghofar Hadi, Ketua Lembaga Pendidikan dan Pengkaderan Hidayatullah ((LPPH) Balikpapan juga mengajak untuk mensyukuri karunia ini dengan bekerja lebih giat.
Menurut Hadi, penghargaan tersebut bermakna kepercayaan sekaligus sebagai amanah dari masyarakat yang mesti dipertanggungjawabkan dengan kerja lebih optimal.

“Visi Pendidikan Hidayatullah Gunung Tembak lebih dari sekadar sekolah atau belajar saja. Tapi sebagai wahana pendidikan yang berbasis Islamiah, ilmiah, dan alamiah,” papar Hadi sambil menjelaskan tagline pendidikan Gunung Tembak. Yakni, pendidikan berbasis tauhid untuk semua kalangan.

“Kita ingin melahirkan pemimpin-pemimpin yang bisa memberi solusi atas permasalahan masyarakat dan bangsa ini,” pungkasnya.*/Masykur Abu Jaulah

Dandim 1711/BVD Silaturrahim ke Ponpes Hidayatullah Digoel

0

BOVEN DIGOEL (Hidayatullah.or.id) – Dalam rangka menyambut tahun baru 2019 Dandim 1711/BVD Letkol Inf Candra Kurniawan, SE, dan Ketua Persit KCK Cabang XXXVII Kodim 1711/BVD Ny. Candra Kurniawan bersilaturrhamim ke Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah di Tanah Merah, Distrik Mandobo, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua, Ahad (30/12/2018).

Kegiatan silaturahmi ini bertujuan untuk saling berbagi kasih serta menjalin hubungan kekeluargaan terhadap sesama umat muslim, memberikan semangat serta dukungan moril kepada seluruh warga Yayasan dan anak-anak. Hal tersebut diwujudkan dengan pemutaran film “Kepemimpinan dan Persatuan adalah Kekuatan”.

Kepada warga Yayasan Letkol Inf Candra berpesan agar selalu giat belajar dan tidak putus asa dalam mengapai cita-cita.

“Sebagai generasi penerus bangsa, adik-adik harus selalu mempersiapkan diri dengan bekal ilmu yang baik dan bermanfaat, akhlak yang mulia serta dengan pengetahuan yang luas. Hal ini dapat kalian capai tentunya dengan mematuhi dan mentaati guru pembimbing dan pengasuh Pondok Pesantren”, ucap Dandim dikutip Nusantarabicara.

Ustads Zaenal sebagai Ketua Yayasan Hidayatullah Boven Digoel menyambut kedatangan Letkol Inf Candra dengan ucapan, “Selamat datang Bapak Dandim 1711/BVD yang telah berkenan berkunjung ke Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah ini. Semoga setiap kegiatan positif yang dilakukan oleh Dandim beserta seluruh jajarannya akan menambah kecintaan Rakyat kepada TNI”, ungkapnya.

Ustads Zaenal juga berharap dan mendoakan kepada setiap Personel Kodim 1711/BVD khususnya Babinsa dimanapun berada dan bertugas.
“Semoga selalu diberi kesehatan serta dilancarkan dalam tugasnya, dalam mengemban amanah dari Rakyat, dalam mengawal serta menjaga Keselamatan Bangsa dan Keutuhan serta Kedaulatan wilayah NKRI yang kita cintai ini”, ujarnya. (ybh/nbi)

Santri Hidayatullah Bulukumba Gelar Kemah dan Mabit

0

BULUKUMBA (Hidayatullah.or.id) – Ada suatu yang unik. Jelang pergantian tahun, SMP Integral Al- Hikmah menggelar acara kemah dan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) yang berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatullah, Desa Garanta, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba Ahad (30/12/2018).

Firman, Kepala SMP Integral Al-Hikmah mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bagus karena para santri dibina untuk membentuk karakter yang baik.

“Pergantian tahun menuju 2019, harus mempunyai kegiatan positif yakni sebagai media pembelajaran,” katanya.

Sementara itu, Zulfikar selaku pembina Ponpes Hidayatullah mengatakan bahwa acara kemah tersebut dari tanggal 30 Desember sampai dengan tanggal 1 Januari 2019.

“Kegiatan ini baru kali ini diadakan di lingkungan Ponpes Hidayatullah  Bulukumba,” tutur Zulfikar.

Dia menambahkan, kalau secara umum sudah ke-3 kalinya yakni yang pertama perkemahan Jambore di Bungadidi, kedua acara perkemahan 17 Agustus di Manyampa dan ketiga disini di Ponpes Hidayatullah.

Adapun kegiatan kemah akhir tahun tersebut akan diisi dengan beberapa perlombaan seperti lomba cerdas cermat, ketangkasan, games, dan perlombaan  pelajaran diniyah sepeti hafalan dan lomba nasyid.

Santri yang mengikuti kemah tersebut cukup semangat karena banyak pelajaran yang berharga yang nantinya akan didapatkan.*/Andi Alfian Milyardo Salassa

MUI NTT Apresiasi Hidayatullah dalam Dakwah Cerahkan Umat

0

KUPANG (Hidayatullah.or.id) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), KH Abdul Kadir Makarim, memuji peran penyuluhan agama Islam dan dakwah pencerahan yang senantiasa dilakukan dai-dai Hidayatullah di Kupang dan Provinsi NTT secara umum.

Abdul Kadir Makarim memberikan apresiasi kepada dai dai Hidayatullah NTT yang telah hadir memberikan kontribusi kesejukan di kawasan tersebut.

“Kehadiran kader muda seperti dai Hidayatullah sangat sejuk dan mencerahkan untuk ummat Islam NTT. Sehingga perlu mendapatkan penghargaan yang layak,” kata Abdul Kadir dalam acara pembukaan Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah Nusa Tenggara Timur, Sabtu (29/12/2018).

Kegiatan Pembukaan Rapat Kerja Wilayah IV Hidayatullah NTT ini berlangsung di Masjid Al Aqsho Kampus II Hidayatullah Jl Raya Tablolong KM 14 Batakte, Kabupaten Kupang Barat, Nusa Tenggara Timur.

Pada kesempatan tersebut Ketua MUI Provinsi NTT turut hadir memberikan sambutan dan sekaligus membuka kegiatan yang berlangsung selama 2 hari tersebut.

Hadir pula dalam pembukaan acara salah satu pendiri Hidayatullah NTT Ust H. Abdul Latif, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi NTT Abdullah Said Sagran, Pengurus PW Nahdlatul Ulama NTT,   Pengurus Wahdah Islamiyah NTT, Ketua BWI NTT,  Ketua MUI Kota Kupang dan beberapa tokoh Islam Kota Kupang.

Ketua Panitia, Samiun Rusli, dalam laporannya mengatakan jumlah dai yang ada memang sedikit. Namun hal itu, kata dia, bukan menjadi penghalang dalam mengemban amanah dakwah di Nusa Tenggara Timur.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPP Hidayatullah Marwan Mujahidin dalam pengarahannya menyampaikan sukses gerakan dakwah dan tarbiyah akan bisa terwujud dengan tiga hal.

Sukses gerakan dakwah dan tarbiyah, Marwan menyebutkan, ditentukan oleh pertama, dengan menggalakkan musyawarah. Kedua, kata dia, adalah mujahadah, dan, terakhir, adalah munajahah.

“Dan kekuatan itu bukan terletak pada kekuatan individu tetapi atas bantuan dan pertolongan Allah Subhanahu Wata’ala,” tegas Marwan.

Di hadapan ratusan tamu undangan dan tetamu yang hadir Marwan pun menyampaikan, sesuai Rakernas yang lalu di Balikpapan bahwa Hidayatullah telah mendeklarasikan Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH) dengan lima kekuatan yang menjadi penopang utama suksesnya gerakan mainstream dakwah dan tarbiyah yaitu membaca al Qur’an sehari satu juz, setiap kader wajib shalat berjamaah di masjid bagi yang laki laki, setiap malam melakukan qiyaamullail, merutinkan wirid pagi, sore dan malam setiap hari, menggalakkan infaq setiap hari dan menggiatkan dakwah fardiyah minimal sekali setiap pekan.

“ Itulah kekuatan penopang yang harus dikerjakan setiap kader,” pesan Marwan.

Masih di kesempatan yang sama, panitia meminta salah satu sesepuh Hidayatullah Nusa Tenggara Timur untuk memberikan taushiah sekaligus membagikan spirit dalam mengemban amanah dakwah. Haji Muhammad sesepuh awal berkisah tentang awal awal awal melakukan silaturrahmi ke tempat ini.

Dulu saat kali pertama menginjak tanah di bilangan Batakte, Muhammad mengatakan daerah tersebut masih hutan belantara. Lantas ia menemukan ada delapan orang santri yang sedang berpuasa.

“Sungguh memprihatinkan sekali keadaanya karena persedian makanan menipis sedangkan sang ustadz petugas dai  yang ditugaskan waktu itu mendampingi santri sedang silaturrahmi ke tempat yang lain mencari bantuan dari masyarakat,” kisah Haji Muhammad yang juga ketua MUI Kota Kupang ini.

Haji Muhammad bersama rekannya, Haji Latif, kemudian kembali ke rumahnya yang jaraknya cukup jauh dari pondok untuk mengambil makanan dan bahanan bangunan untuk kemudian menjadi cikal bakal berdirinya masjid dan asrama santri Pesantren Hidayatullah Batakte.

Di akhir kegiatan Haji Latif, sesepuh dan pendiri Hidayatullah NTT, memberikan apresiasi penghargaan kepada Ust Samiun Rusli dengan hadiah umrah gratis. Insya Allah, bulan Februari 2019 Samiun Rusli akan diberangkatkan. Haji Latif berkomitmen untuk memberangkatkan beberapa pengurus lainnya. */Usman Aidil Wandan

Rakerwil Hidayatullah Sulbar Mantapkan Penugasan Daerah, untuk Kuatkan Dakwan Tarbiyah

0

MAMUJU (Hidayatullah.or.id) – Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-4 Hidayatullah Sulawesi Barat baru saja selesai dilaksanakan oleh DPW Sulawesi Barat bertempat di Aula Masjid Al-Walidain Hidayatullah Mamuju.

Hadir mendampingi acara tahunan tersebut dari unsur pusat ketua Bidang Tarbiyah, Drs. Tasyrif Amin Latif, M.Pd.I selama 2 hari di kampus Karema, Mamuju pada tanggal 27 Desember ini.

“Kita melakukan Rakerwil ini untuk kerja setahun kedepan, sebagai tahapan kerja menuju dinamisasi organisasi” sambutnya saat mendampingi musyawarah.

Tasyrif menjelaskan bahwa amanah yang terpikul tidaklah ringan. Untuk itu, sebagai kuncinya menurutnya, harus melalui tiga tahapan kerja cerdas yakni bermusyawarah, bermujahadan dan bermunajah.

Sebagaimana ketua DPW Hidayatullah Sulbar Imran M. Djufri, S.Pd.I juga urun saran kepada kadernya untuk tetap tersenyum (optimis) dengan beban kerja yang semakin berat.

“Tetaplah tersenyum dengan pekerjaan ini meskipun terkadang ada rasa pahitnya,” katanya seraya menambahkan bahwa semua yang pahit-pahit itu biasanya menyembuhkan karena ada unsur obatnya.

Ia beralasan bahwa mutasi dilakukan karena kebutuhan mendesak suatu daerah dan demi terjaganya penerapan sistem organisasi di daerah tersebut dan bukan berlatar punishment atau hukuman.

Apalagi, kata dia, DPW Hidayatullah Sulbar baru saja menerima penghargaan telah membuka DPD Hidayatullah di seluruh kabupaten dan kota pada momen Rakernas IV lalu di Gunung Tembak.

“Ini berarti tugas selanjutnya semakin berat karena pemenuhan kebutuhan Sumber Daya Insani semakin meningkat,” kata Imran.

Sehingga pada kesempatan Rakerwil yang dihadiri seluruh pengurus daerah mulai dari Mamasa, Polewali Mandar, Majene, Mamuju, Mamuju Tengah dan kabupaten Pasangkayu sangat antusias mengikuti jalannya Rakerwil tersebut.

Terlebih dengan reposisi dua potensi di tubuh DPW, yakni sekretaris Abdul Aziz yang prioritaskan menguatkan tim DPW Sulawesi Selatan dan Herman DJ, S.Sos.I selaku bendahara diproyeksikan ketua DPD Hidayatullah Majene mengingat di kabupaten tersebut membutuhkan SDI manajerial yang berpengalaman.

Juga terjadi mutasi beberapa tenaga ke jenjang ke bawahnya, hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas organisasi dalam memaksimalkan pertumbuhan ekspansi dakwah ke semua kabupaten.*/Muhammad Bashori