Beranda blog Halaman 534

BMH-RSI Sultan Agung Semarang Sinergi Bantu Pasien Dhuafa

0

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) – Kepedulian akan terus hadir di tengah-tengah umat yang terus berusaha menghadirkan keindahan tolong menolong. Begitulah yang disinergikan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) dengan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang, Jawa Tengah.

Pasien-pasien rumah sakit sekarang ini rata-rata untuk biaya berobat sudah ditanggung oleh BPJS baik yang didanai oleh APBN atau APBD dan juga BPJS mandiri melalui iuran wajib yang mesti ditunaikan sebagai konsekuensi dari keikutsertaan peserta.

Namun, jika menilik lebih dalam, jika ada keluarga yang sakit maka, keluarga akan tetap mengeluarkan biaya yang tidak terduga dalam pos belanja keluarga. Sebut saja misalnya untuk biaya keluarga yang akan menemani pasien di rumah sakit, biaya transportasi dan lain-lain.

Melihat hal demikian, Laznas BMH menginisiasi “Program Sahabat Pasien”. Diharapkan bantuan untuk membantu kebutuhan mendesak yang tidak ditanggung BPJSdapat meringakan beban mereka lewat program sahabat pasien ini.

Alhamdulillah, pada hari ini Selasa (10/4/2018) BMH bersama RSI Sultan Agung dapat bekerjasama untuk memberikan santunan bagi pasien yang dirawat

“Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk meringankan keluarga pasien,” harap Manajer Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Jawa Tengah, Yusran Yauma

Senada dengan itu, Bagian Bimbingan Kerohanian Islam RSI Sultan Agung Semarang Lilha menyampaikan terima Kasih atas kerjasama ini serta berharap kedepan bisa berlanjut dan istiqomah membantu dhuafa agar kemanfaatan benar-benar bisa dirasakan oleh umat.

Juga hal yang sama disampaikan oleh Ibu Mina, seorang pasien yang sangat tersentuh dengan kunjungan dan program BMH terkait Sahabat Pasien ini.

“Semoga sukses terus BMH dalam melayani kami yang lagi susah. Amal baik semoga dibalas oleh Allah yang sempurna,” ucapnya tulus mengiringi tim ketika pamitan untuk melanjutkan amanah di kamar lainnya. (ybh/hio)

Terus Menimba Ilmu Ulumuddin, Berjibaku dengan Medan Berat

0

BASSEANG (Hidayatullah.or.id) – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Suawesi Barat (Sulbar) menggelar acara Silaturahim Dai dan Halaqah Kubro Hidayatullah Sulawesi Barat di kampus Hidayatullah Basseang, Kabupaten Polewali Mandar, Ahad (8/04/2018)

Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Barat Imron M Djufri, mengatakan selain sebagai momentum penajaman spirit, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program untuk melakukan upgrade mutu dan kualitas dai.

“Budaya para penebar risalah Islam sejak zaman Nabiullah Muhammad Salallahu alaihi wa sallam masih hidup adalah saling mengingatkan dan terus melakukan baik akhlaqul karimah, bacaan quran maupun materi ketauhidan,” kata Imron.

Imron melanjutkan, pembinaan keummatan yang dilakukan oleh Nabi dan sahabatnya menjadi istimewa hasilnya karena proses upgrading di atas langsung dipantau dan dibimbing langsung oleh Rasulullah.

“Sehingga implementasi program keumatan mampu menghasilkan manusia berkualitas sekelas para sahabat Radhiyallahu anhum,” katanya.

Karena itu, terang dia, pihaknya sangat menyadari akan kualitas yang jauh tidak sama dengan kualitas para sahabat sementara tantangan zaman makin kompleks, sehingga itulah yang kemudian melatari digelarnya Silaturahim Dai dan Halaqah tersebut.

“Silaturahim dan halaqah ini selain bermuatan tarbiyah juga ujian ketaatan,” tandasnya

Diketahui bentangan alam Sulbar yang berjarak sekira 800 kilometer dengan kesibukan kader di berbagai unit amal usaha organisasi baik formal maupun non formal menjadi tidak mudah untuk rutin mengikuti kegiatan tersebut.

Justru ketika bisa mengikuti halaqah secara rutin itulah indikator kader yang memiliki semangat belajar.

Penekanan senada juga dari ustadz Drs. Muhammad Naim Tahir sebagai murabbi wilayah, kekuatan spirit yang kita bangun mestinya harus memiliki bias kepada pencerahan kepada umat.

“Termasuk spirit yang didapat dari hasil tahajjud bisa membuahkan semangat menuntut ilmu, motivasi berdakwah dan memberikan solusi nyata terhadap upaya membangun peradaban ini,” kata Tahir.

Acara dikemas padat selama dua hari Sabtu dan Ahad.Khas rutinitas di awal hari yakni sholat lail, shalat berjamaah, kerjabakti dan olahraga selain materi materi halaqah yang berstandar. Dilakukan secara bergulir di seluruh kampus kampus Hidayatullah se-Sulbar setiap tiga bulan sekali.

Habibi Nursalam, ketua Departemen Perkaderan dan Bina Anggota DPW Hidayatullah Sulbar berharap dengan merutinkan kegiatan (halaqah) ini bisa merawat semangat belajar’ulumuddin dan meningkatkan semangat dakwah.*/Muhammad Bashori

Hidayatullah Cirebon Cetak 31 Santri HuffadzPreneur

0

CIREBON (Hidayatullah.or.id) – Sebanyak 31 santri HuffadzPreneur Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Cirebon telah menyelesaikan pendidikan menghafal Al-Quran 30 juz dalam waktu 6 bulan.

Hal itu ditandai dengan proses wisuda Pesantren HuffadzPreneur Hidayatullah Kota Cirebon pada Sabtu (7/4/2018) di halaman pesantren setempat.

Prosesi wisuda dilakukan langsung Pimpinan Pesantren Hidayatullah Cirebon, Ust Taufik Wahyudiono, dengan memberikan sertifikat kepada para wisudawan.

Hadir sejumlah tamu undangan diantaranya Ketua DPW Hidayatullah Jawa Barat Ustad Dadang Abu Hamzah, pembina Ponpes Hidayatullah Cirebon Ust Ahmad Nurdin, ulama sekaligus pengusaha Cirebon Dede Muharram, para orangtua dari 31 santri dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Pimpinan Pesantren Hidayatullah Kota Cirebon Taufik Wahyudiono dalam sambutannya mengungkapkan, program HuffadzPreneur ini merupakan tahun pertama digelar dengan fokus menghafal Al-Quran 30 juz selama 6 bulan. Program ini dimulai sejak 7 Oktober 2017 sampai dengan 7 April 2018.

“Selain menghafal, santri juga dibekali dengan kemampuan kewirausahaan, thibbu nabawi, jurnalistik, dan juga public speaking. Tidak tanggung-tanggung panitia HuffadzPreneur telah mendatangkan mentor-mentor nasional untuk menggembleng para santri HuffadPreneur ini,” ungkap Taufik.

Pihaknya menargetkan setelah selesai mengikuti program HuffadzPreneur pertama di Pesantren Hidayatullah, para lulusan bisa menjadi pelopor untuk berdakwah dengan ilmu yang diperolehnya. Mereka para santri datang dari berbagai daerah seperti Riau, Jakarta, Aceh, NTB dan daerah lainnya di Indonesia.

Ketua DPW Hidayatullah Jawa Barat, Ustadz Dadang Abu Hamzah mengatakan, program tersebut adalah program pembinaan kepada para santri di mana tantangan zaman semakin berat. Setelah 6 bulan, santri akan menjadi pioner-pioner kebaikan di daerah masing-masing.

“Karena berdasarkan hadits orang yang paling baik di antara kalian adalah seorang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya. Abu Abdurahman membacakan (Al-Quran) pada massa Usman hingga Hajjaj pun berkata, “Dan hal itulah yang menjadikanku duduk di tempat dudukku ini’,” tutur Dadang mengutip sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al Imam Bukhari.

Pihaknya juga mengharapkan, setelah lulus para santri bisa bersaing dengan para pengusaha lainnya, karena mereka mendapatkan ilmu tentang skill dunia usaha, apakah mereka menjadi tokoh masyarakat ketika pulang nanti, apakah mereka menjadi pengusaha.

“Semua pasti akan ada jalannya karena terlebih mereka belajar Al-Quran, sudah tentu dijamin dan dipermudah jalan kehidupannya oleh Sang Maha Kuasa,” imbuhnya.

Perwakilan santri dari Natuna, Taundillah mengungkapkan banyak terima kasih atas bimbingan para pembimbing selama 6 bulan belajar. Dia juga berharap dengan ilmu yang didapat menjadikan dirinya istiqomah dengan belajar Al-Quran.

“Awalnya kami dapat info dari media sosial. Dengan ini kami bisa berkumpul menuntut ilmu. Pesertanya ada dari Sumatera, Sulawesi, Jawa. Ini tentunya sebagai suatu kebanggaan tersendiri, mudah-mudahan ilmu ini dapat bermanfaat di medan dakwah,” katanya

Taundillah berharap program Pesantren Hidayatullah Cirebon ini kedepannya semakin lebih baik lagi sehingga semoga program bisa terus menebarkan para penghafal Al-Quran,” kata Taundillah. (egi/hio)

Hidayatullah Bontang Sukses Terapkan “Metode Al Hidayah”

0
Kepala Sekolah MI Ar Riyadh Hidayatullah Bontang, Ust Sukirno, S.Pd.I, menerima penghargaan dari Walkikota Bontang Neni Moernaeni, dalam acara Wisuda Akbar ke XIII tahun 2018 Santri TKA – TPA – TQA se Kota Bontang, Ahad (8/04/2018)

BONTANG (Hidayatullah.or.id) – Lembaga Pendidikan Hidayatullah khususnya Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ar Riyadh yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang, Kalimantan Timur, sukses mengembangkan “Metode Al Hidayah”.

Metode Al Hidayah sendiri merupakan pengembangan metodologi cara mudah belajar dan menguasai tata cara membaca Al Qur’an yang diinisiasi oleh Hidayatullah yang kali pertama dikembangkan oleh Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, Jawa Timur.

Kepala TPQ Ar Riyadh Hidayatullah Bontang, Ust Sukirno, mengatakan pihaknya kini telah menjalankan program tersebut dan bahkan telah dimulai sejak 2 tahun lalu.

Dia menjelaskan, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Hal itu terlihat dari dukungan dan apresiasi wali murid yang berbondong-bondong memasukkan anaknya ke MI Ar Riyadh yang dimana penguasaan baca Al Qur’an merupakan core programnya.

“Alhamdulillah, dua tahun kami TPQ Ar Riyadh Hidayatullah Bontang menggunakan buku Al Hidayah sebagai buku belajar membaca Al Qur’an, dua tahun berturut-turut pula berhasil meraih angurah predikat sebagai sebagai TPQ terbaik se Kota Bontang dalam meluluskan santri-santri,” kata Sukirno yang juga Koordinator Al Hidayatulah Bontang .

Dalam acara Wisuda Akbar ke XIII tahun 2018 Santri TKA – TPA – TQA se Kota Bontang, Ahad (8/04/2018), TQA Hidayatullah Bontang mendapatkan anugerah sebagai penyelenggara TPQ terbaik se-Kota Bontang dalam pendidikan dan meluluskan santri. Kegiatan ini merupakan gelaran rutin tahunan oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Bontang.

Sukirno mengaku bersyukur sebab metode Al Hidayatullah terus mengalami perkembangan. Penggunaannya bukan hanya di TPQ Ar Riyadh Hidayatullah, tetapi telah diterapkan di TK, MI, SMP, SMA, TPQ, Mushida, bahkan digunakan secara luas oleh masyarakat sekitar Bontang dan sekitarnya.

Ust Sukirno berharap pengunaan metode Al Hidayah akan terus dikembangkan pihaknya. Menurut dia, buku metode Al Hidayah ini harus juga diaplikasikan dan dikembangkan di kampus-kampus Hidayatullah lainnya seluruh Indonesia.

“Buku Al Hidayah ini milik lembaga kita dan bisa digunakan di tempat-tempat kita berada. Daripada kita gunakan metode orang lain, kita punya metode yang lebih maju dan aplikatif,” pungkas Sekretaris Yayasan Hidayatullah Bontang ini.

‎Perkembangan pengajaran Al Qur’an dewasa ini adalah sebuah ‎fenomena positif bagi perkembangan dakwah dan syiar di ‎tanah air. Pesantren ‎Hidayatullah Surabaya juga merasa tergugah untuk turut ‎berpartisipasi dalam kegiatan dakwah ini. ‎

Berdasarkan pengalaman mengajar bertahun-tahun ‎menggunakan berbagai metode. Pesantren Hidayatullah Surabaya menawarkan sebuah ‎metode yang kemudian diberi nama AL Hidayah. Ciri khas ‎metode ini dengan metode-metode yang lain adalah adanya ‎metode warna dan jumlah tahapan belajar yang lebih sedikit ‎‎(empat jilid).‎

Dari buku-buku yang telah ada, penyusun mengambil ‎banyak pelajaran untuk membuat metode yang lebih efektif ‎dan efisien menurut versi penyusun sendiri. (ybh/hio)

Berkunjung ke Hidayatullah Surabaya, Ustadz Abdul Somad Disambut Hadrah Santri

0

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) – Ratusan santri Hidayatullah Surabaya menyambut kedatangan KH Abdul Somad (UAS) yang berkunjung ke Pesantren Hidayatullah Surabaya dengan lantunkan sholawat badar diiringi hadrah Ahad pagi (08/04/2018).

Kunjungan pendakwah yang dicintai masyarakat Indonesia ke Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya dalam rangka silaturahmi, sebelum mengisi acara tabligh akbar di Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Selain disambut antusias ratusan santri, UAS juga disambut para Pembina dan pengasuh Ponpes Hidayatullah Surabaya.

“Ustad Abdul Somad adalah dai sejuta ummat, beliau adalah aset yang harus kita jaga. Semoga Allah selalu memberi beliau kekuatan dan kesehatan dalam menjalankan dakwahnya,” ujar Ust Abdurrahman, selaku pembina pondok tersebut.

Ustad Abdul Somad sendiri mengaku sudah lama mengenal Hidayatullah. Pada awalnya ia mengetahui Hidayatullah hanya dari majalah saja, Suara Hidayatullah.

“Ternyata majalah Hidayatullah hanyalah simpul dari gerakan dakwah dan tarbiyah Hidayatullah,” ceritanya.

Kunjungan Ustad Abdul Somad ke Ponpes Hidayatullah Surabaya itu masuk dalam agenda safari dakwahnya di Surabaya dan Sidoarjo sejak hari Sabtu hingga Ahad.*/Sirajuddin Muslim

Shohibul Anwar Narasumber Talkshow Parenting di Jayapura

0

JAYAPURA (Hidayatullah.or.id) – Ketua Departemen Dakwah dan Penyiaran DPP Hidayatullah, Ust Shohibul Anwar, hadir di Kota Jayapura, sebagai pembicara dalam acara Talkshow Parenting di Masjid Baiturrahman di Jl. Jenderal Ahmad Yani Kloofkamp Kota Jayapura Papua, baru baru ini.

Acara yang digelar Posdai Wilayah Papua bersama Laznas BMH Perwakilan Papua ini merupakan salah satu program berkelanjutan Posdai dalam rangka turut mendukung peran pemerintah mengokohkan ketahanan keluarga di kawasan itu.

Dalam paparannya, Ust Shohibul Anwar mengatakan bahwa dalam keluarga yang sangat menentukan adalah kesiapan seseorang untuk menjadi orangtua dengan menyiapkan ilmu.

“Kesiapan seseorang untuk menjadi orangtua adalah ketika dia sudah mempunyai ilmu untuk mendidik seorang anak,” terangnya.

Sementara itu pembicara lainnya, pakar psikolog asal Bandung Dra. Hj. Dhina Kadarsan, menegaskan bahwa dalam mendidik anak, interaksi dengan anak adalah yang utama.

“Cara paling ampuh menjadi sahabat bagi anak adalah, melibatkan diri sesuai kemampuan kita dengan melihat waktu dan kesempatan. Kenali waktu emas saat anak merasakan keistimewaan kehadiran ayah dan bunda. Interaksi intinya,” urainya.

Menurut Ketua Pos Dai Papua, Mus Mulyadi, kegiatan ini digelar sebagai edukasi atau dakwah kepada para keluarga di Jayapura agar semakin baik dalam membina rumah tangga, terutama bagaimana pendidikan anak yang tepat.

Sementara itu, Kepala Laznas BMH Perwakilan Papua, Syahri menjelaskan bahwa program sinergi untuk dakwah adalah bagian penting untuk mengedukasi masyarakat.

“Dakwah ke masyarakat memang beragam bentuknya dan seminar dengan tema The Power of Love untuk membangun kesadaran orang tua mendidik anak dengan tepat adalah bagian konsen BMH,” pungkasnya.*/Herim

Akrabnya Wakapolda Bersama Santri Hidayatullah Manokwari

0

MANOKWARI (Hidayatullah.or.id) – Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah (Biddokkes Polda) Provinsi Papua Barat menyelenggarakan bakti sosial pengobatan gratis kepada anak-anak santri di Yayasan Pondok Pesantren Hidayahtullah, Andai, Manokwari, Kamis (5/4/2018).

Tidak saja dihadiri oleh sejumlah personil Polda dan tim Biddokkes Polda Papua Barat yang dipimpin Kabid Dokes Polda Papua Barat, AKBP. dr. Sariman. Bakti sosial ini juga disaksikan langsung oleh Wakapolda Papua Barat, Kombes Pol Tatang.

Wakapolda begitu akrab menyapa dan berbincang dengan para santri dan pengurus pesantren. Pada kesempatan itu Wakapolda mengatakan tugas polisi tidak selalu hanya menggelar razia atau menjaga Kamtibmas wilayah, tetapi juga melakukan kegiatan-kegiatan sosial bersama masyarakat.

“Polda Papua Barat juga peduli terhadap kesehatan masyarakat. Itu kita lakukan hari ini dengan menggelar pengobatan gratis bagi Yayasan Pesantren Hidayatulah, Andai,” jelasnya kepada wartawan.

Wakapolda mengatakan kegiatan Biddokkes ini merupakan bentuk kecintaan Polda Papua Barat terhadap kesehatan masyarakat, terutama kepada anak-anak.

Menurut dia, kegiatan ini juga bertujuan untuk menanamkan sikap toleransi terhadap masyarakat dan menumbuh-kembangkan sikap tolong-menolong, dengan harapan kehidupan menjadi lebih berarti dan damai.

“Jadi kita (polisi) tak hanya melulu gelar razia terhadap pelanggaran huum. Kita juga bersilaturahmi, bekerja sama dan melakukan berbagai kegiatan sosial,” paparnya.

Dari pantauan, sekitar 100 anak dari Pesantren Hidayatullah, ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Pemeriksaan kesehatan pun berlangsung dalam suasana keakraban. (ybh/hio)

Rakornas Kampus Induk-Utama Hidayatullah di Medan

MEDAN (Hidayatullah.or.id) – Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Medan, Sumatera Utara, menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kampus Induk – Utama Hidayatullah yang dibuka oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq, MA hari ini, Jum’at (6/4/2018).

Rakornas yang mengangkat tema “Mewujudkan Kampus Induk-Utama sebagai Model Pelaksanaan Program Mainstream” akan berlangsung selama 2 hari (20-22 Rajab 1439 H/6-8 April 2018) yang diikuti oleh pengurus dari kampus Induk dan kampus Utama yaitu Balikpapan, Surabaya, Depok, Makassar, Samarinda, Timika, Batam, dan Medan.

Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq dalam sambutan dan pengarahannya membuka acara ini, mengatakan Rakor ini menjadi sarana silaturrahim, konsolidasi, koordinasi, sharing pemikiran dan pengalaman antar pembina dan pengurus untuk mempertajam visi, menguatkan tekad, menyatukan langkah dalam menjalankan Program Mainstream Tarbiyah dan Dakwah.

“Kampus Pesantren Hidayatullah berfungsi sebagai wadah pendidikan dan pengkaderan (tarbiyah), alat peraga dakwah, dan menjadi miniatur peradaban Islam,” kata beliau.

Ia melanjutkan, pendidikan Hidayatullah bertujuan melahirkan kader-kader yang berkualitas dari segi iman, ilmu dan amal melalui tarbiyah ruhiyah, tsaqafiyah, dan jasadiyah.

Beliau mengajak seluruh pengurus dan pendidik mencurahkan waktu, tenaga, fikiran dan potensi yang dimiliki demi melahirkan generasi masa depan yang lebih baik sebagaimana disebutkan dalam Surah Al Maidah ayat 54.

Sementara itu, Ketua Pembina Kampus Utama Hidayatullah Medan Ust. Drs. Hamim Thohari sebagai tuan rumah bersama seluruh pengurus, warga dan santri menyatakan merasa bangga dan bahagia dengan kehadiran para pendiri dan perintis, pembina dan pengurus kampus Induk dan kampus Utama.

Rangkaian pembukaan acara tersebut diisii juga dengan taujih iftitah oleh Pimpinan Umum KH Abdurrahman Muhamad. Di sela-sela acara Rakor diisi pula dengan taushiyah dari para pendiri dan perintis Hidayatullah yaitu Ust. H. Muhammad Hasyim HS, Ust. H. HA. Hasan Ibrahim, dan lain-lain. (ybh/hio)

Kasus Puisi Sukmawati Harus Menjadi Pelajaran Penting

Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah Suhardi Sukiman

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Kasus puisi “Ibu Indonesia” karya Sukmawati Soekarnoputri yang berbuntut panjang harus menjadi pelajaran penting bagi siapapun anak-anak bangsa.

Demikian dikatakan Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah Suhardi Sukiman. Hal ini disampaikan dia menyikapi beredarnya video pembacaan puisi Sukmawati Soekarnoputri yang dinilai sarat dengan muatan penistaan agama.

“Sebagai seorang tokoh, apalagi sebagai budayawati, mestinya beliau bisa lebih arif. Seandainya ibu Sukmawati memiliki wawasan utuh tentang Islam dan keindonesiaan, puisi tersebut takkan pernah ada,” kata Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah, Suhardi Sukiman, Rabu (4/4/2018).

Suhardi mengatakan, sebagai anak anak bangsa kita sudah pernah menghadapi kegaduhan luar biasa yang serupa bahkan belum lama, namun sayangnya kita terlalu cepat menjadi pelupa.

“Seharusnya kejadian sebelumnya menjadi pelajaran berharga bahwa menyinggung hal-hal sensitif apalagi menyangkut keyakinan orang beragama, rentan melahirkan ketersinggungan sebab itu menyangkut nilai-nilai prinsip yang dijamin oleh negara,” kata Suhardi.

Kendati telah menyangkal puisinya tak bermaksud SARA, namun Suhardi menilai puisi Sukmawati tersebut secara implisit terkesan mendesakralisasi syariat Islam yang diyakini oleh penganutnya sebagai sesuatu yang tak pantas untuk dibanding-bandingkan.

“Adzan dan cadar merupakan terminologi agama yang sangat sakral, sehingga tidak pantas didemoralisasi dan menempatkannya sebagai sesuatu hal yang profan,” kata Suhardi.

Namun demikian, Suhardi mengingatkan khalayak luas khususnya umat muslim untuk tetap menahan diri melakukan tindakan yang tidak perlu serta tetap menjadi teladan dalam toleransi dan loyalitas merawat persatuan NKRI.

“Di satu sisi kita tentu menyesalkan dugaan penistaan agama tersebut, namun di waktu yang sama kita tetap perlu menyikapi kasus ini dengan kepala dingin,” ujarnya.

Dia mendorong kasus tersebut segera tuntas dengan penegakan hukum yang seadil-adilnya. Imparsialitas hukum, tambah Suhardi, diharapkan semakin membangun kesadaran warga akan pentingnya merawat toleransi.

Lebih jauh menurut Suhardi, ada pelajaran yang bisa diambil dari kasus tersebut. Diantaranya, terang dia, dakwah tidak boleh berhenti sebab kenyataannya masih banyak dari umat Islam yang tak memahami syariat agamanya.

Karena itu, Suhardi mendorong segenap pemuda khususnya kader Syabab Hidayatullah untuk selalu belajar dan mendalami pengetahuan agama Islam agak tak sesat jalan.

Sejalan dengan itu, pemuda juga menurutnya tidak boleh mengabaikan kewajiban berdakwah kapan dan dimanapun. Sampaikan walaupun hanya satu ayat, ujarnya mengutip sabdi Nabi.

“Kita sebagai anak muda negeri ini harus menjadi pembelajar. Dan jihad seorang pembelajar adalah belajar dan terus belajar dengan sungguh-sungguh,” katanya.

“Manhaj Sistematika Wahyu menuntun kita untuk menjadi Manusia Bakti kepada Allah Ta’ala saja serta menjadi Manusia Aksi untuk kemaslahatan umat manusia. Itulah esensi gerakan Hidayatullah,” pungkas anak muda 4 anak ini.

Seperti diketahui, puisi ‘Ibu Indonesia’ karya Sukmawati Soekarnoputri menuai kontroversi. Puisi yang menyinggung mengenai azan, cadar dan syariat Islam itu dilaporkan sejumlah pihak ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama.

Atas desakan banyak pihak termasuk dari Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin dan Majelis Ulama Indonesia, Sukmawati Soekarnoputri akhirnya melontarkan pemohonan maaf kepada umat Islam.

“Dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf lahir dan batin, kepada umat Islam Indonesia,” ujar Sukmawati sambil menangis.

Hal itu disampaikan Sukmawati dalam konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).

Sukmawati menggelar konferensi pers dan menyatakan permintaan maaf. Dia mengaku tak memiliki kesengajaan menyakiti perasaan umat Islam.

Berikut isi dari puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ karya Sukmawati Soekarnoputri:

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah

Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu

Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat

Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok

Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta

Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu

Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.

(ybh/hio)

Rajut Ukhuwah untuk Sukses Dakwah di Maluku Utara

0

HALMAHERA TIMUR (Hidayatullah.or.id) – Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Provinsi Maluku Utara menggelar silaturrahim sekaligus upgrading dai bertajuk, “Halaqah Kubro: Merajut Ukhuwah Merapatkan Barisan Menuju Sukses Tarbiyah dan Dakwah” di Maba, Halmahera Timur, (31/03/2018).

Acara yang didukung oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) ini dihadiri oleh para dai pelosok-pedalaman se-Maluku Utara.

Panitia yang juga Kepala BMH Maluku Utara, Arif Ismail, mengatakan kegiatan ini selain silaturrahim juga sebagai bentuk konsolidasi, koordinasi dan evaluasi kinerja dakwah dai di sejumlah daerah. Juga untuk pembekalan Ramadhan agar para dai siap mengisi agenda Ramadhan dengan lebih baik.

Dalam kegiatan selama dua hari tersebut selain membicarakan hal-hal teknis dakwah, kiga ada pelatihan membaca dan mengkaji kitab dan belajar Al-Qur’an bersama serta penanaman konsep manhaj dakwah untuk persiapan sebagai murabbi dan mu’allim.

Kegiatan yang menempuh perjalanan ratusan kilometer ini pun diakhiri dengan rihlah usrah bersama di Pantai Batu Susun dengan agenda makan ikan bakar bersama.

“Semoga kegiatan ini meningkatkan ukhuwwah dan spirit kita dalam perjuangan ini utk terus merealisasikan program utama di dalam Ramadhan yakni tarbiyah dan dakwah,” pungkas Arif.*/Ilham