JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ust. Dr. H. Nashirul Haq, menyampaikan pernyataan resmi menanggapi dinamika kebangsaan yang tengah bergejolak akibat aksi unjuk rasa rakyat. Gelombang demonstrasi yang terjadi belakangan ini telah menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material yang tidak sedikit.
Dalam pernyataannya, Nashirul Haq mengajak masyarakat, khususnya warga Hidayatullah, untuk senantiasa menjaga persatuan bangsa di tengah situasi yang penuh tantangan.
“Kami mengajak masyarakat dan warga Hidayatullah secara khusus agar senantiasa menjaga keutuhan bangsa, memelihara ketertiban dan keamanan,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Ahad, 7 Rabi’ul Awal 1447 (31/8/2025).
Ia menegaskan bahwa konstitusi negara menjamin kebebasan setiap warga untuk menyampaikan pendapat, aspirasi, hingga kritik terhadap pemerintah. Namun, kebebasan tersebut harus diwujudkan dengan cara yang bertanggung jawab.
“Konstitusi menjamin hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat, aspirasi hingga kritikan kepada pemerintah. Namun dengan cara yang baik, tidak mengganggu ketertiban, tidak anarkis dan tidak menggunakan kekerasan,” tegasnya.
Nashirul juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah agar lebih terbuka dalam mendengarkan suara rakyat. Menurutnya, langkah pengamanan dalam menghadapi demonstrasi tidak boleh dilakukan secara berlebihan.
“Berharap pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat, menghindari tindakan berlebihan dalam melakukan pengamanan demonstrasi dan unjuk rasa,” katanya.
Selain menyoroti persoalan demonstrasi, ia menekankan bahwa kesenjangan ekonomi yang semakin melebar berpotensi menjadi sumber ketidakstabilan sosial.
Oleh sebab itu, Nashirul menyerukan agar pejabat publik dan para wakil rakyat menampilkan gaya hidup yang sederhana dan wajar.
“Kesenjangan ekonomi dapat memicu ketidakstabilan. Oleh karena itu para pejabat pemerintah dan wakil rakyat hendaknya menampakkan gaya hidup yang wajar, tidak berlebihan dan bermewah-mewah. Apalagi dalam kondisi masyarakat sedang mengalami kesulitan hidup,” ungkapnya.
Lebih jauh, Nashirul menegaskan pentingnya mewujudkan keadilan dalam berbagai aspek kehidupan. “Keadilan hukum, sosial dan ekonomi harus diwujudkan agar rakyat hidup tenteram dan sejahtera,” pungkasnya.
Dalam pada itu, Hidayatullah mendorong penyelesaian masalah bangsa dengan jalan yang damai, adil, dan bermartabat, di tengah situasi sosial yang sedang bergejolak.
MATARAM (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) kembali memperlihatkan kiprahnya sebagai jembatan kebaikan dengan meresmikan sumur bor ke-44 di Masjid Baiturrahim, Lingkungan Suradadi Barat, Mataram.
Program ini tidak hanya memberikan akses air bersih bagi jamaah, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) nomor 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak.
Masjid Baiturrahim sebelumnya menghadapi keterbatasan pasokan air yang mengganggu kelancaran ibadah. Dengan sumur bor ini, masalah tersebut kini teratasi berkat dukungan donatur BMH.
Kepala Perwakilan BMH NTB, Nur Kholis, menegaskan bahwa program ini merupakan solusi jangka panjang.
“Beberapa kali air di masjid tidak mengalir sehingga jamaah tidak bisa bersuci dan juga melakukan wudu,” jelasnya dalam keterangannya, Ahad, 7 Rabi’ul Awal 1447 (31/8/2025).
Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa ketersediaan air bersih adalah fondasi penting bagi kehidupan spiritual dan sosial masyarakat.
Pengurus Masjid Baiturrahim menyampaikan rasa syukur atas inisiatif ini.
“Alhamdulillah kami sangat berbangga dan berbahagia atas sumbangsih donatur BMH. Ini akan sangat besar manfaatnya untuk jamaah dan masjid Baiturrahim,” ungkapnya. Sebagai bentuk apresiasi, doa dan zikir khusus dipanjatkan bagi para donatur.
Inisiatif ini membuktikan bahwa lembaga amil zakat seperti BMH tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga menghadirkan solusi permanen atas masalah mendasar masyarakat.
Sumur bor ini menjadi simbol amal jariyah, di mana manfaatnya terus dirasakan dan pahalanya mengalir tiada henti.
Melalui sinergi donatur, BMH, dan masyarakat, krisis air dapat diatasi di tingkat lokal sekaligus mendukung agenda global pembangunan berkelanjutan.
BOGOR (Hidayatullah.or.id) — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima 16 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di kediamannya, Hambalang, Jawa Barat, Sabtu, 6 Rabi’ul Awal 1447 (30/8/2025).
Pertemuan ini digelar dalam rangka merespons dinamika kebangsaan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, ditandai dengan aksi demonstrasi yang bergejolak di sejumlah daerah hingga menimbulkan korban.
Agenda tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dari berbagai ormas Islam. Hadir Ketua Umum Hidayatullah, Nashirul Haq Marling, didampingi Sekretaris Jenderal Candra Kurnianto. Dari Nahdlatul Ulama, tampak Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni serta Sekretaris Jenderal Saifullah Yusuf. Dari Muhammadiyah, hadir Ketua Lembaga Kesejahteraan Keluarga Sosial (LKKS) PP Muhammadiyah Fajar Riza Ul Haq serta Sekretaris Jenderal Abdul Mu’ti.
Selain itu, hadir pula Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum Dewan Dakwah Adian Husaini, Ketua Umum AQL Bachtiar Nasir, Ketua Umum Mathalul Anwar Embay Mulya Syarief, Ketua Umum Al-Irsyad Al-Islamiyah Faisol Nasar Madi, Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva, Ketua Umum PP Persatuan Islam Jeje Zainuddin, Ketua Umum Al Wasliyah Masyhuril Khamis, Ketua Umum Wahdah Islamiyah Muhammad Zaitun Rasmin, Ketua Umum PUI Raizal Arifin, Ketua Umum PERTI Syarfi Hutauruk, serta Ketua Umum Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) Nasrullah.
Dari jajaran sekretaris jenderal turut hadir Babay Sujawandi (Mathalul Anwar), Ferry Juliantono (Syarikat Islam), Haris Muslim (Persatuan Islam), Kana Kurniawan (PUI), Khairan M. Arif (IKADI), Muhammad Halim Bakhabazy (Al-Irsyad Al-Islamiyah), Syaibani Mujiono (Wahdah Islamiyah), Undrizon (PERTI), Asep Efendi (KBPII), Avid Solihin (Dewan Dakwah), serta Agus Wicaksono dari DPP Al Ittihadiyan.
Dalam keterangan saat konferensi pers, Yahya Cholil Staquf, menyampaikan apresiasi atas forum dialog yang berlangsung. “Alhamdulillah, sore ini rombongan 16 organisasi kemasyarakatan Islam diterima oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto di Hambalang,” ujarnya.
Menurut Yahya, pertemuan tersebut dihadiri para ketua umum, sekjen, serta sejumlah menteri kabinet. Ia menuturkan bahwa dialog yang dilakukan menyentuh secara langsung persoalan bangsa di tengah situasi yang menegangkan.
“Kami berdialog dari hati ke hati, memahami secara umum tapi lengkap permasalahan bangsa yang dihadapi khususnya hari-hari ini. Dan, kami bersepakat untuk bersama-sama, bahu membahu, berupaya untuk mengatasi keadaan untuk mengajak kepada masyarakat supaya lebih tenang,” ungkapnya.
Yahya juga menegaskan bahwa ormas Islam siap mendukung langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas.
“Insya Allah bersama-sama presiden Prabowo Subianto di bawah pemerintahan beliau dan juga dengan dukungan dari para pemimpin umat, Insya Allah bersama-sama kita bisa mengatasi tantangan apapun yang kita hadapi,” tambahnya.
Ia menyebutkan, tindak lanjut akan segera digelar di Istana Negara. “Setelah ini, Insya Allah, akan kami lanjutkan pertemuan lanjutan yang insya Allah akan dilaksanakan di Istana Negara bersama dengan bapak presiden dengan ormas-ormas Islam. Dan mudah-mudahan di sana nanti akan ada sesuatu yang bisa dinyatakan sebagai tekad bersama, kesepakatan bersama,” jelas Yahya.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haidar Nashir, menyoroti pentingnya peran ormas Islam dalam menenangkan masyarakat di tengah gejolak hari hari ini.
“Kami selama tiga jam tadi dengan berdialog dan kami juga memberikan masukan dan pandangan. Pak presiden begitu terbuka dan kami punya pandangan yang sama bahwa kita kekuatan ormas Islam, sebagai kekuatan yang punya sejarah yang panjang di republik ini,” katanya.
Haidar menekankan bahwa dinamika demokrasi harus dijalankan dengan tanggung jawab.
“Kami memahami demokrasi dan aspirasi tetapi hendaknya dan kami yakin seluruh rakyat Indonesia dapat memanfaatkan demokrasi itu dengan penuh pertanggungjawaban, keadaban, dan mewaspadai tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang membawa pada kekerasan dan perbuatan-perbuatan yang meruntuhkan keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia,” tegasnya.
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Gabungan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten menggelar Daurah Marhalah Wustho. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Cipinang Jatinegara, Jakarta Timur, sejak Jumat hingga Ahad, 28–31 Agustus 2025.
Acara pembukaan menghadirkan sambutan dari etua Ketua Departemen Perkaderan DPP Hidayatullah Ust. Dr. Muhammad Shaleh Utsman, S.S., M.I.Kom., dan Ust. Dr. Abdul Ghofar Hadi, selaku Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, serta dua perwakilan peserta.
Dalam sambutannya, Abdul Ghofar menegaskan pentingnya menjaga jati diri Hidayatullah sebagai proses transformasi dalam rangka membangun peradaban Islam dan sekaligus menjadi perekat persatuan bangsa.
“Jati diri Hidayatullah adalah fondasi perjuangan yang harus terus dijaga dan ditransformasikan menjadi energi dakwah, pendidikan, sosial, dalam semangat persaudaraan dan persatuan” ujarnya.
Ghofa menekankan, pelatihan ini merupakan tahapan lanjutan kaderisasi yang ditujukan untuk membekali alumni Marhalah Ula menjadi aktivis, pengurus, sekaligus murabbi yang tangguh. Program ini digelar oleh Departemen Perkaderan Pimpinan Pusat Hidayatullah bekerja sama dengan DPW Hidayatullah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Kegiatan diikuti maksimal 50 peserta terpilih dari tiga wilayah dengan sejumlah persyaratan, antara lain telah lulus Marhalah Ula, menguasai hafalan dasar, serta memperoleh rekomendasi dari pimpinan wilayah masing-masing.
Materi yang disampaikan meliputi Khittah dan Visi Hidayatullah, Ushul Al-Ilm, Ahlussunnah Wal Jamaah, manajemen halaqah, serta penguatan dakwah wasathiyah.
Para instruktur yang memberikan materi dalam kegiatan ini antara lain KH. Dr. Nashirul Haq, Lc., MA., KH. Hamim Thohari, KH. Dr. Tasyrif Amin, KH. Akib Junaid Qahar, MA., dan KH. Dr. Sholeh Usman.
Selain materi inti, peserta juga mengikuti pembinaan ruhiyah melalui shalat lail, muhasabah, dzikir, dan taushiyah, serta pembinaan jasadiyah melalui olahraga dan kerja bakti.
Panitia menargetkan para peserta tidak hanya memahami materi secara utuh, tetapi juga siap mengimplementasikannya dalam halaqah wustho, penugasan organisasi, serta kegiatan ta’lim diniyah. Melalui program ini, Hidayatullah meneguhkan perannya sebagai gerakan kaderisasi berkesinambungan.
Transformasi jatidiri yang ditekankan dalam dauroh ini diharapkan mampu melahirkan kader penggerak yang siap mengemban amanah dakwah. Dengan demikian, langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menuju terwujudnya peradaban Islam yang adil, makmur, dan berakhlak mulia.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keterangannya di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Jumat, 29 Agustus 2025. (Foto: Dok. BPMI Setpres)
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyerukan ketenangan dan kewaspadaan masyarakat di tengah situasi nasional yang tengah bergejolak.
Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden pada Jumat (29/8/2025), ia menegaskan bahwa pemerintah akan menindaklanjuti seluruh keluhan rakyat dan berupaya memberikan yang terbaik bagi bangsa.
“Dalam situasi seperti ini, saya mengimbau masyarakat untuk tenang, untuk percaya ke pemerintah yang saya pimpin. Pemerintah yang saya pimpin akan berbuat yang terbaik untuk rakyat. Semua keluhan-keluhan masyarakat akan kami catat dan akan kami tindak lanjuti. Saya juga mengimbau kepada seluruh bangsa Indonesia untuk selalu waspada. Ada unsur-unsur yang selalu ingin huru-hara, yang ingin chaos. Saya sampaikan kepada seluruh rakyat bahwa hal tersebut tidak menguntungkan rakyat, tidak menguntungkan masyarakat, tidak menguntungkan bangsa kita,” ujar Presiden.
Pernyataan itu merespons perkembangan demonstrasi yang terjadi pada Kamis (28/8/2025), yang menurut Presiden telah mengarah pada tindakan anarkis.
Salah satu insiden yang menimbulkan keprihatinan mendalam adalah meninggalnya seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan setelah ditabrak petugas.
“Atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, saya mengucapkan turut berduka cita dan menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya, dan akan memberi perhatian khusus kepada baik orang tuanya, dan adik-adik, dan kakak-kakaknya,” kata Presiden.
Prabowo menyatakan kekecewaannya terhadap tindakan aparat yang dinilai berlebihan. Ia menegaskan telah memerintahkan investigasi menyeluruh terkait peristiwa tersebut.
“Saya telah memerintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas dan transparan, serta petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab. Seandainya ditemukan bahwa mereka berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku, akan kita ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Waspada Terprovokasi
Lebih lanjut, Presiden mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin menciptakan kerusuhan. Menurutnya, upaya merusak stabilitas hanya akan merugikan bangsa.
“Bangsa kita sedang berbenah diri, sedang mengumpulkan semua tenaga, semua kekuatan, semua kekayaan untuk kita bangkit membangun negara yang kuat, negara yang sejahtera, negara yang berhasil mengatasi kemiskinan dan kelaparan,” ucapnya.
Ia menekankan pentingnya persatuan nasional untuk mewujudkan kemandirian dan kemajuan Indonesia.
“Kita akan menjadi bangsa yang maju, kita akan jadi bangsa yang mandiri, yang berdiri di atas kaki sendiri. Kita akan menjadi negara industri yang tidak kalah dengan negara-negara lain,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Presiden menegaskan bahwa penyampaian aspirasi tetap diperbolehkan selama dilakukan secara sah dan tertib. “Aspirasi yang sah, silakan untuk disampaikan. Kita akan perbaiki semua yang perlu diperbaiki,” tutupnya.
Pernyataan Presiden tersebut menegaskan sikap pemerintah untuk menjaga ketertiban, melindungi rakyat, serta memastikan proses hukum berjalan transparan dalam menangani insiden yang terjadi.
Pernyataan Presiden Prabowo
Berikut pernyataan Presiden Prabowo Subianto, yang dikutip dari kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden pada Jumat (29/8/2025) menanggapi terkait demonstrasi yang terjadi pada Kamis, (28/8/2025):
Saya telah mengikuti perkembangan beberapa hari ini, terutama peristiwa tadi malam, di mana ada demonstrasi yang mengarah kepada tindakan-tindakan anarkis.
Juga ada peristiwa di mana petugas menabrak satu orang pengemudi ojol yang mengakibatkan pengemudi ojol tersebut almarhum Affan Kurniawan tadi malam meninggal dunia.
Saya, atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, mengucapkan turut berduka cita dan menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya.
Saya sangat prihatin dan sangat sedih terjadi peristiwa ini. Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya, dan akan memberi perhatian khusus kepada baik orang tuanya, dan adik-adik, dan kakak-kakaknya.
Saudara-saudara sekalian,
Sekali lagi, saya terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang berlebihan.
Saya telah memerintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas dan transparan, serta petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab.
Seandainya ditemukan bahwa mereka berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku, akan kita ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku.
Dalam situasi seperti ini, saya mengimbau masyarakat untuk tenang, untuk percaya ke pemerintah yang saya pimpin.
Pemerintah yang saya pimpin akan berbuat yang terbaik untuk rakyat. Semua keluhan-keluhan masyarakat akan kami catat dan akan kami tindak lanjuti.
Saya juga mengimbau kepada seluruh bangsa Indonesia untuk selalu waspada. Ada unsur-unsur yang selalu inginhuru-hara, yang ingin chaos.
Saya sampaikan kepada seluruh rakyat bahwa hal tersebut tidak menguntungkan rakyat, tidak menguntungkan masyarakat, tidak menguntungkan bangsa kita.
Bangsa kita sedang berbenah diri. Bangsa kita sedang mengumpulkan semua tenaga, semua kekuatan, semua kekayaan untuk kita bangkit membangun negara yang kuat, negara yang sejahtera, negara yang berhasil mengatasi kemiskinan dan kelaparan.
Kita akan menjadi bangsa yang maju, kita akan jadi bangsa yang mandiri, yang berdiri di atas kaki sendiri. Kita akan menjadi negara industri yang tidak kalah dengan negara-negara lain.
Untuk itu, kita harus waspada, kita harus tenang, dan kita tidak boleh mengizinkan kelompok-kelompok yang ingin membuat huru-hara dan kerusuhan.
Aspirasi yang sah, silakan untuk disampaikan. Kita akan perbaiki semua yang perlu diperbaiki.
SURABAYA (Hidayatullah.or.id) — Sekolah Dai Hidayatullah bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Luqman Al-Hakim melaksanakan Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana Strata Satu (S1) Angkatan ke-XXIV bagi para alumni di Kampus The Leader University STAIL, Kejawan Putih Tambak VI/1, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 6 Rabi’ul Awal 1447 (30/8/2025).
Program ini merupakan bagian dari kerjasama antara Sekolah Dai Hidayatullah dengan STAI Lukman Al Hakim yang telah terjalin sejak beberapa tahun terakhir.
Acara ini menandai capaian penting para mahasiswa yang telah menempuh pendidikan formal sekaligus melewati proses pembinaan intensif, berdakwah di masyarakat, dan menyebarkan ilmu di berbagai daerah.
Para wisudawan yang meraih gelar Sarjana Sosial (S.Sos) ini terdiri dari sembilan nama, yaitu: M. Ali Mukmin Damanik, S.Sos; Ruslan Tanjung, S.Sos; Marfi Gunawan, S.Sos; Abdul Muin, S.Sos; Huslan Hidayat, S.Sos; Hizaeri Haeri Nukman, S.Sos; Risman Y. Halid, S.Sos; Almi Tajri, S.Sos; serta Muhammad Hafif Hanafi, S.Sos.
Kepala Sekolah Dai Hidayatullah, Ust. H. Saepudin Abdullah, Lc, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan para alumni.
“Selain sebagai bentuk pencapaian akademik, wisuda ini juga bukti komitmen mereka dalam berdakwah dan mengabdi kepada umat. Kami di Sekolah Dai berharap mereka kembali ke masyarakat dengan semangat baru untuk menyebarkan kebaikan,” ujarnya dalam keterangannya.
Sejak berdiri pada 2015, Sekolah Dai Hidayatullah telah mencetak ratusan kader yang tersebar di berbagai daerah di Nusantara.
Dengan program pendidikan satu tahun berasrama yang padat dan sistematis, sekolah ini membekali para santri dengan ilmu agama, keterampilan berdakwah, kepemimpinan, serta komunikasi.
Sekolah Dai Hidayatullah Bogor saat ini juga membuka penerimaan mahasiswa baru angkatan ke-11 tahun ajaran 2025/2026.
Program ini memberikan berbagai keunggulan, di antaranya beasiswa penuh bagi santri terpilih, dosen berpengalaman dari LIPIA, Universitas di Mesir, dan kampus ternama lainnya, kurikulum integratif yang menggabungkan ilmu syar’i dengan keterampilan praktis, serta lingkungan Islami yang mendukung pembentukan akhlak dan disiplin.
Selain itu, para santri berkesempatan memperoleh dua ijazah sekaligus, yakni dari Sekolah Dai Hidayatullah dan STAI Luqman Al-Hakim Surabaya, dengan peluang melanjutkan ke jenjang S1.
Fasilitas kampus meliputi gedung perkuliahan representatif, asrama mahasiswa, sarana ibadah, olahraga, serta lingkungan belajar yang kondusif.
Pendaftaran dapat dilakukan secara online dengan melengkapi persyaratan administrasi, di antaranya fotokopi ijazah SMA/sederajat, identitas diri, kemampuan membaca Al-Qur’an, serta kesediaan untuk mengikuti pembinaan intensif. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui WA Mobile phone 0812 8348 2527 atau via website sekolahdai.org.
MATARAM (Hidayatullah.or.id) — Jajaran pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan silaturrahim dan audiensi dengan Gubernur NTB, DR. H. Lalu Muhammad Iqbal, di Kantor Gubernur NTB Jalan Pejanggik No.12, Kota Mataram, Kamis, 4 Rabi’ul Awal 1447 (28/9/2025).
Pertemuan ini dihadiri sejumlah pimpinan lembaga Hidayatullah NTB, di antaranya Ketua DPW Hidayatullah NTB Muslihuddin Mustaqim, Ketua Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatullah NTB Sibawaih, Ketua Lembaga Sembelih Halal (LSH) Hidayatullah NTB Kholid Zuhri, serta Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Produk Halal (LP3H) Hidayatullah NTB Zainal Amilin.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur NTB menyampaikan apresiasinya atas kiprah Hidayatullah dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, kontribusi lembaga keagamaan dan sosial seperti Hidayatullah memiliki peran penting dalam menyukseskan visi pembangunan NTB.
“Kami menyambut baik inisiatif dan kontribusi Hidayatullah yang sejalan dengan visi NTB Makmur Mendunia. Kehadiran lembaga seperti LPH, LSH, dan LP3H sangat relevan untuk memperkuat ekosistem halal di NTB,” ujar Lalu Muhammad Iqbal.
Audiensi tersebut menghasilkan sejumlah poin penting. Diantaranya, Gubernur NTB menyatakan kesediaannya untuk hadir pada kegiatan Hidayatullah Halal Festival yang akan digelar pada 27–28 September 2025.
Gubernur juga menegaskan dukungannya terhadap kiprah Hidayatullah yang dianggap konsisten membantu mewujudkan visi pembangunan daerah melalui program-program keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut, jajaran Hidayatullah NTB menyampaikan berbagai program yang telah dijalankan maupun yang direncanakan. Program tersebut mencakup peran aktif lembaga di bidang pemeriksaan halal, pengembangan produk halal, hingga tata kelola penyembelihan halal.
Ketua DPW Hidayatullah NTB, Muslihuddin Mustaqim, menegaskan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan.
“Kami hadir untuk ikut andil dalam mewujudkan NTB Makmur Mendunia melalui program-program yang kami jalankan, seperti LPH (Lembaga Pemeriksa Halal), LSH (Lembaga Sembelih Halal), dan LP3H. Semua ini adalah bentuk kontribusi nyata kami dalam bidang sertifikasi dan layanan halal,” ungkap Muslihuddin.
Pertemuan tersebut menurutna menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi NTB dan Hidayatullah.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta ekosistem halal yang lebih kuat dan mendukung positioning NTB sebagai pusat industri halal yang berdaya saing global.
“Penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga sosial-keagamaan seperti Hidayatullah perlu selalu dijalin dalam menguatkan pembangunan berbasis nilai-nilai keislaman, sekaligus mendukung visi NTB Makmur Mendunia,” tandas Mustaqim dalam keterangannya.
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Sebuah kabar membanggakan datang dari dunia filantropi Islam. Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan bergengsi dalam acara BAZNAS Award 2025.
Penghargaan ini diberikan untuk kategori “LAZ Nasional Pengumpulan ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) Terbaik”. Bertempat di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Kamis, 4 Rabi’ul Awal 1447 (28/5/2025), acara BAZNAS Award 2025 menjadi panggung bagi para pegiat zakat dari seluruh Indonesia.
Kehadiran Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menambah khidmat acara yang mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Mendukung Asta Cita”.
Penghargaan yang diterima langsung oleh Direktur Utama BMH, Supendi, ini terasa sangat istimewa. Raihan ini bukan sekadar pengakuan, melainkan sebuah bukti nyata atas dedikasi dan ketulusan BMH dalam mengelola amanah umat. Dalam pekan yang sama, BMH juga baru saja meluncurkan logo baru.
Hal ini menjadi simbol penyegaran semangat dan komitmen yang lebih utuh untuk terus memberdayakan umat melalui zakat, infak, dan sedekah.
“Penghargaan ini tak hanya milik BMH, namun juga milik donatur, mustahik, mitra, dai dan stake holder yang terus mendukung program kebaikan kami. Semoga ke depannya BMH dapat lebih giat dan bekerja keras untuk meluaskan manfaat bagi maslahat umat,” ujar Supendi.
Ia menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi pendorong bagi seluruh tim untuk terus berbenah dan berkiprah secara tulus.
Penghargaan BAZNAS Award 2025 menjadi momentum bagi BMH untuk mempererat kolaborasi kebaikan.
Dengan semangat baru dan komitmen yang lebih kuat, BMH bertekad untuk terus menjadi jembatan kebaikan bagi umat, berkontribusi nyata dalam menghapuskan kemiskinan, dan membawa senyum bagi mereka yang membutuhkan.
MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan melaksanakan audiensi dengan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Hj. Fatmawati Rusdi, SE., MM, di Kantor Gubernur Sulsel, beberapa waktu lalu.
Pertemuan itu menjadi ajang pembahasan peluang sinergi antara Hidayatullah dan Pemerintah Provinsi Sulsel dalam berbagai bidang, mulai dari dakwah, pendidikan, sosial, hingga kesehatan.
Rombongan DPW Hidayatullah Sulsel dipimpin langsung oleh Ketua, Ustadz Drs. Nasri Bohari, M.Pd. Turut mendampingi sejumlah pengurus, di antaranya Ustadz Kadir, S.E., M.M. selaku Bendahara; Ustadz Imran Djufrie, S.Pd.I., M.Pd. sebagai Kepala Departemen Ekonomi, Aset, dan HAL; serta Ustadz Reskyaman S.W., S.Pd., M.M. selaku Kepala Departemen Dakwah. Hadir pula perwakilan pengurus DPD Hidayatullah Makassar, Baso Zulfikar, S.H.I., M.M.
Dalam kesempatan itu, Ustadz Nasri Bohari menegaskan komitmen Hidayatullah untuk terus berperan aktif dalam pembangunan masyarakat di Sulawesi Selatan. Fokus program yang digagas meliputi dakwah, pendidikan berbasis nilai Islami, pemberdayaan sosial, serta layanan kesehatan.
“Kami berharap program-program Hidayatullah di Sulawesi Selatan dapat berjalan beriringan dengan visi pembangunan Pemprov. Dengan kolaborasi, insyaAllah manfaatnya bisa lebih luas dirasakan masyarakat,” ungkap Ustadz Nasri dalam pertemuan tersebut.
Wakil Gubernur Sulsel, Hj. Fatmawati Rusdi, memberikan sambutan positif atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran Hidayatullah dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas masyarakat, khususnya melalui bidang dakwah dan pendidikan.
“Kami sangat mengapresiasi kiprah Hidayatullah di Sulsel. Pemerintah daerah tentu terbuka untuk bersinergi selama sejalan dengan regulasi dan mendukung peningkatan kualitas SDM masyarakat Sulawesi Selatan,” ujar Fatmawati.
Audiensi ini juga turut dihadiri pejabat dari Pemerintah Provinsi Sulsel, antara lain Kepala Biro Kesra, Kepala Kesbangpol, serta sejumlah staf terkait. Kehadiran mereka bertujuan untuk menyerap langsung informasi mengenai program dan aktivitas yang dijalankan Hidayatullah di wilayah tersebut.
Menjelang akhir pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 25 Shafar 1447 (19/8/2025) itu, DPW Hidayatullah Sulsel menyampaikan informasi mengenai rencana Musyawarah Nasional (Munas) ke-6 Hidayatullah yang akan digelar di Jakarta pada Oktober 2025.
Mereka menyampaikan harapan agar Pemerintah Provinsi Sulsel dapat memberikan dukungan moral terhadap penyelenggaraan agenda nasional tersebut.
Pertemuan ini menyepakati untuk memantapkan sinergi organisasi masyarakat dan pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi dalam pelayanan umat dan pembangunan masyarakat. Dengan sinergi yang terjalin, diharapkan kontribusi nyata dapat terus berkembang demi kemajuan Sulawesi Selatan.
CILACAP (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kembangkuning Nusakambangan, Pulau Nusa Kambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menggelar program bertajuk “Edukasi dan Penyuluhan Hukum” bekerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah Pusat dan HiGive, pada Sabtu, 29 Shafar 1447 (23/8/2025).
Kegiatan ini diikuti lebih dari 50 warga binaan pemasyarakatan (WBP), sebagian di antaranya menjalani hukuman berat, termasuk hukuman seumur hidup hingga hukuman mati.
Acara menghadirkan pemateri utama, Direktur LBH Hidayatullah Pusat, Dudung Amadung Abdullah, yang didamping advokat Fahrul Ramadhan.
Dalam paparannya, Dudung menekankan pentingnya pemahaman hukum tidak hanya untuk menghadapi proses peradilan, tetapi juga sebagai bekal memperbaiki pola pikir dan membangun kesadaran akan hak serta kewajiban di dalam lembaga pemasyarakatan.
“Dalam hidup ini pasti ada ujian. Namun, kita harus tetap bersabar dan bersyukur. Boleh jadi apa yang dialami saat ini adalah yang terbaik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala” tutur Dudung.
Ia juga menambahkan pesan agar warga binaan memanfaatkan waktu yang tersedia untuk hal-hal positif.
Kepala Lapas Kembangkuning, Winarso, memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, penyuluhan hukum tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memiliki nilai rehabilitatif.
“Respons para napi sangat luar biasa. Mereka merasa didengarkan, diberi ruang untuk bertanya, dan mendapatkan jawaban yang jelas mengenai persoalan hukum yang mereka hadapi,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Seksi Binadik Lapas Kembangkuning, Hendra, menegaskan manfaat program ini.
“Kegiatan ini sangat membantu kami dalam proses pembinaan. Warga binaan tidak hanya mendapatkan pengetahuan hukum, tetapi juga motivasi untuk memperbaiki diri,” ungkapnya.
Antusiasme warga binaan tampak dari keterlibatan mereka selama sesi berlangsung. Salah satu peserta menyampaikan, “Selama ini banyak hal tentang hukum yang tidak kami pahami. Dengan adanya penyuluhan ini, kami jadi lebih mengerti dan merasa diperhatikan.”
Peserta lain menambahkan, “Meski kami menjalani hukuman berat, kegiatan seperti ini membuat kami merasa tidak ditinggalkan.”
Dudung kembali menekankan bahwa esensi dari penyuluhan hukum bukan sekadar pemahaman pasal atau aturan.
“Saya melihat semangat luar biasa dari warga binaan. Penyuluhan hukum bukan hanya soal pasal dan aturan, tetapi juga membuka kesadaran bahwa setiap manusia masih punya kesempatan untuk berbenah,” ujarnya.
Kegiatan ini diinisiasi oleh HiGive sebagai bagian dari komitmen sosial dalam menghadirkan program kemanusiaan yang berdampak langsung.
Direktur HiGive, Imron Faizin, menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut. “Sehingga meski berada di balik jeruji, mereka tetap mendapatkan akses pengetahuan dan keadilan hukum,” ujarnya.
HiGive, sebagai yayasan sosial, dikenal dengan program-program pelatihan dan pendampingan yang berorientasi pada pemberdayaan penerima manfaat. Salah satu fokusnya adalah mendampingi narapidana agar memiliki peluang membangun kembali kehidupannya.
Terselenggaranya kegiatan ini juga tidak lepas dari dukungan beberapa mitra, antara lain firma Kantor Hukum DRDR, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), serta Majelis Taklim Telkomsel Taqwa (MTT).
Dengan kolaborasi berbagai pihak, program penyuluhan hukum di Lapas Kembangkuning diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan bagi warga binaan.