Beranda blog Halaman 89

Jambore Nasional ISCH III, Maluku Utara Ukir Sejarah dengan Enam Kemenangan

0

NASIONAL.NEWS – Kontingen Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Hidayatullah asal Maluku Utara berhasil mencatat prestasi gemilang dalam perhelatan Jambore Nasional Islamic Scout Camp of Hidayatullah (ISCH) III yang berlangsung pada 21–25 Agustus 2025 lalu di Bumi Perkemahan Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan.

Ajang bergengsi lima tahunan ini diikuti oleh lebih dari dua ribuan anggota pramuka dari berbagai daerah di Indonesia. Dari kompetisi tersebut, kontingen Maluku Utara mampu membawa pulang enam piala kemenangan dari berbagai kategori lomba. Capaian ini menempatkan Maluku Utara sebagai salah satu kontingen yang menonjol dalam gelaran tahun ini.

Adapun prestasi yang diraih meliputi Juara 1 lomba Sandi Morse tingkat nasional, Juara 3 Semaphore Dance nasional, Juara 1 Regu Terbersih dan Disiplin, Juara 2 Tapak Kemah tingkat Penggalang, Juara 3 Tapak Kemah tingkat Siaga, serta Juara 1 Regu Religius.

Ketua Kontingen Maluku Utara, Kak Ahmad Nashirul Haq atau Kak Irul, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas keberhasilan tersebut.

“Alhamdulillah, ini buah dari kerja keras semua pihak—anak-anak, para pembina, orang tua, dan dukungan dari pemerintah daerah,” ujar Kak Irul.

Kak Irul menegaskan bahwa kemenangan ini diharapkan mampu mendorong semangat generasi muda Maluku Utara untuk terus berprestasi.

Lebih lanjut, Kak Irul menambahkan bahwa kemenangan ini memiliki makna lebih dari sekadar kompetisi.

“Ini bukan hanya tentang prestasi, tapi tentang membangun karakter generasi muda yang tangguh, bertanggung jawab, dan cinta dakwah,” katanya.

Apresiasi juga datang dari Ketua DPW Hidayatullah Maluku Utara, Nur Kholis, yang sebelumnya turut melepas keberangkatan kontingen. Ia menilai pencapaian ini sebagai cerminan dari dedikasi yang kuat dalam proses pembinaan.

“Enam piala yang berhasil dibawa pulang adalah bukti bahwa anak-anak kita mampu bersaing secara nasional dan menunjukkan karakter Islami yang tangguh, kreatif, dan berakhlak mulia,” tutur Nur Kholis.

Menurutnya, prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama Maluku Utara, tetapi juga memberikan motivasi bagi seluruh unit pendidikan Hidayatullah di daerah tersebut untuk terus memperkuat gerakan kepanduan.

“Semoga ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk memperluas kontribusi dalam mencetak generasi emas Indonesia 2045,” imbuhnya.

ISCH III sendiri merupakan ajang nasional yang diselenggarakan rutin setiap lima tahun oleh Satuan Komunitas Pramuka Hidayatullah. Kegiatan ini tidak hanya menampilkan kompetisi, tetapi juga bertujuan membina mental, spiritual, dan kebangsaan para peserta dalam semangat ukhuwah islamiyah dan nasionalisme.

Dengan keberhasilan ini, kontingen Maluku Utara menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang mampu berkontribusi signifikan dalam pembinaan generasi muda melalui gerakan pramuka Islami.

Gubernur Pramono Terima Audiensi Panitia Munas VI Hidayatullah di Jakarta

0
Foto: Abu Ibrahim Langgu/ Hidayatullah.or.id

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menerima kunjungan silaturrahim sekaligus audiensi Panitia Musyawarah Nasional (Munas) VI Hidayatullah di Kantor Gubernur, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 8 Rabiul Awal 1447 (1/9/2025).

Pertemuan ini berlangsung dalam suasana formal yang diwarnai diskusi mengenai peran dakwah, pendidikan, dan pembangunan kota.

Rombongan panitia Munas terdiri dari jajaran Steering Committee, yaitu Abu A’la Abdullah, Nursyamsa Hadis, dan Wahyu Rahman, serta Organizing Committee yang diwakili Marwan Mujahidin, Paryadi Abdul Ghofar, Muhammad Isnaini, dan Adam Sukiman.

Mereka menyampaikan agenda organisasi kepada Gubernur, termasuk laporan persiapan Munas VI Hidayatullah yang dijadwalkan berlangsung pada 20–23 Oktober 2025 di Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Nursyamsa Hadis menyampaikan terima kasih atas kesediaan Gubernur meluangkan waktu di tengah kesibukan dan dinamika kota.

Ia menegaskan bahwa Hidayatullah akan menggelar Munas VI sebagai ajang konsolidasi dakwah nasional. “Kita doakan semoga Jakarta semakin maju sebagai kota global yang berperadaban,” ujar Nursyamsa.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Pramono yang terus berupaya mendorong kesejahteraan, membuka akses ekonomi secara merata, membangun kota berkelanjutan, serta memperkuat konektivitas antar sektor.

Nursyamsa menyampaikan harapan agar Gubernur dapat hadir dan memberikan sambutan pada Munas mendatang. Kehadiran tersebut diharapkan menjadi penguatan moral bagi para dai Hidayatullah yang selama ini aktif menggerakkan dakwah di seluruh Indonesia.

Foto: Abu Ibrahim Langgu/ Hidayatullah.or.id

Gubernur Pramono Anung dalam tanggapannya menyambut baik audiensi ini dan menyatakan kesediaannya memenuhi undangan panitia. Ia juga menegaskan penghargaan terhadap kontribusi Hidayatullah dalam kehidupan masyarakat serta kiprah para dai yang sejuk.

Menurutnya, organisasi ini memiliki ciri khas yang kuat melalui pengembangan pondok pesantren dan rumah Qur’an.

“Hidayatullah merupakan salah satu organisasi dakwah yang menyampaikan pesan-pesan dakwah dengan penuh keteduhan. Kita berharap Hidayatullah bisa semakin kuat dan berkembang dengan gerakan dakwah berbasis pondok pesantren dan rumah Qur’an,” ujar Pramono.

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Isnaini selaku Ketua DPW Hidayatullah DKI Jakarta memaparkan perkembangan Rumah Qur’an di wilayah ibu kota. Ia menyebutkan jumlahnya kini telah mencapai 158 titik.

“Keberadaan Rumah Qur’an ini sangat diterima oleh masyarakat karena setiap muslim membutuhkan,” kata Isnaini.

Ia berharap, pertemuan ini semakin mengeratkan sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat dalam memperkuat pendidikan keagamaan sekaligus menjalin harmoni sosial.

Pertemuan Nasional Tokoh Agama dan Presiden Teguhkan Persatuan Bangsa

0
Foto: Dok. BPMI Setpres/Muchlis Jr

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh lintas agama, pimpinan partai politik, serikat buruh, serta perwakilan organisasi pemuda lintas iman dalam agenda silaturahmi di Istana Negara, Jakarta, Senin, 8 Rabiul Awal 1447 (1/9/2025).

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan, dengan pembahasan menyangkut berbagai isu nasional yang tengah menjadi sorotan publik.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Ust. Dr. H. Nashirul Haq, didampingi Sekretaris Jenderal Candra Kurnianto, turut hadir dalam forum tersebut. Kehadiran mereka mempertegas peran ormas keagamaan dalam memberikan kontribusi pemikiran untuk menjaga keutuhan bangsa.

Dalam diskusi yang terbuka, para tokoh menyampaikan aspirasi masyarakat. Beberapa isu strategis yang dibahas antara lain persoalan pajak yang dirasakan memberatkan rakyat, praktik korupsi, perilaku pejabat publik, hingga kenaikan tunjangan DPR. Seluruh isu tersebut dipandang sebagai tantangan serius yang memerlukan tanggapan bersama demi kepentingan bangsa.

Usai pertemuan, para pimpinan ormas keagamaan memberikan keterangan pers bersama terkait hasil pembicaraan dengan Presiden. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, mewakili jajaran tokoh agama, menegaskan bahwa forum tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk menjaga kerukunan nasional.

“Kami semua bersepakat bahwa semua harus bersatu secara utuh untuk berjuang bersama, mengatasi tantangan bersama, dan terus-menerus memohon pertolongan Tuhan semoga segala ikhtiar yang dilakukan bangsa ini mendapatkan perlindungan dan kekuatan,” ujar Gus Yahya.

Ia menambahkan bahwa para tokoh agama memiliki tanggung jawab moral untuk senantiasa mengingatkan Presiden dan seluruh perangkat pemerintahan agar tetap teguh dalam menjalankan cita-cita nasional sebagaimana termaktub dalam konstitusi dan nilai luhur bangsa.

Foto: Dok. BPMI Setpres/Muchlis Jr
Foto: Dok. BPMI Setpres/Muchlis Jr

Gus Yahya juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginginkan pertemuan semacam ini dapat digelar secara rutin.

Hal itu dinilai penting sebagai wadah untuk mempertemukan aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat konsolidasi antara pemerintah dan elemen masyarakat sipil.

Pertemuan di Istana Negara ini bukanlah yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya, pada Sabtu, 30 Agustus 2025, sejumlah pimpinan organisasi masyarakat Islam telah bertatap muka langsung dengan Kepala Negara di kediaman Presiden di Hambalang, Jawa Barat.

Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang intensif antara pemerintah dengan tokoh-tokoh keagamaan, sekaligus menegaskan pentingnya dialog dalam menjaga stabilitas sosial politik.

Pertemuan nasional tersebut memperlihatkan komitmen bersama antara pemerintah dan elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan bangsa di tengah dinamika sosial dan politik yang berkembang.

Mengaji Bersama dari Rumah, Program Ngaos PosDai Terus Berjalan

0

YOGYAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Program “Yuk Ngaos Mudah Belajar Membaca Al-Qur’an Metode Ummi” yang digagas PosDai Yogyakarta terus berjalan secara konsisten melalui siaran langsung.

Kegiatan ini diadakan via Zoom Meeting dan secara rutin disiarkan di kanal YouTube @PosDaiYogyakarta, yang kini telah memiliki 17 ribu subscriber. Hingga saat ini, program telah memasuki kajian Surah Ghafir Ayat 75 beserta terjemahan bahasa Indonesia.

Program ini diasuh oleh Ustadz Mansur Abu Gaza, yang juga menjabat sebagai Ketua PosDai Yogyakarta. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu wadah dakwah utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam pembelajaran membaca serta menghafal Al-Qur’an.

Pelaksanaan program dilakukan setiap subuh dan dikenal dengan sebutan Ngaos atau Ngaji Online Subuh. Siaran dipancarkan langsung dari Gedung Dakwah PosDai, yang beralamat di Jalan Lempongsari, Gang Sepat, No. 14, Tegalmojo, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.

“Ngaos adalah salah satu program utama PosDai Yogyakarta dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait dengan kebutuhan pembelajaran membaca dan menghafal Al-Qur’an,” jelas pihak penyelenggara dalam keterangannya dikutip dari laman Posdai.or.id

Selain praktik membaca, kegiatan ini juga diperkuat dengan motivasi keagamaan. Salah satunya melalui penyampaian hadis mengenai keutamaan membaca Al-Qur’an dari riwayat Abdullah Ibnu Mas‘ud. Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa setiap huruf yang dibaca akan mendapatkan ganjaran kebaikan yang berlipat ganda.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abdullah Ibnu Mas‘ud:

“Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf,” (HR. At-Tirmidzi).

Hadis ini menjadi pengingat penting dalam program Ngaos bahwa pembelajaran Al-Qur’an bukan hanya aktivitas membaca, tetapi juga ibadah yang mendatangkan pahala.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan ini atau bergabung dalam program-program dakwah lainnya, PosDai Yogyakarta membuka pendaftaran dan layanan informasi melalui nomor WhatsApp 0857 8674 8675.

Dengan konsistensi penyelenggaraan serta dukungan teknologi digital, program ini diharapkan dapat terus memberi manfaat luas bagi masyarakat dalam memahami dan mengamalkan Al-Qur’an.

Silaturahim Hidayatullah dengan Jusuf Kalla Bahas Isu Umat dan Kebangsaan

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12, H. Muhammad Jusuf Kalla, menerima silaturahim sekaligus audiensi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah bersama Panitia Musyawarah Nasional (Munas) VI Hidayatullah di kediaman pribadinya di Jakarta, beberapa waktu lalu. Pertemuan ini menjadi ajang dialog mengenai isu-isu penting terkait keumatan, kebangsaan, dan keindonesiaan.

Dalam pertemuan tersebut hadir jajaran teras Hidayatullah, antara lain Ketua Dewan Pertimbangan H. Hamim Thohari, M.Si., serta Anggota Dewan Pertimbangan Dr. Ir. H. Abdul Azis Qahhar, M.Si.

Dari Dewan Pengurus Pusat, tampak Ketua Umum Dr. H. Nashirul Haq, MA., Sekretaris Jenderal Candra Kurnianto, Ketua Bidang Dakwah dan Pelayanan Ummat Nursyamsa Hadis, Ketua Bidang Perekonomian Wahyu Rahman, serta Ketua Panitia Munas VI Hidayatullah, Marwan Mujahidin.

Ketua Panitia Munas VI, Marwan Mujahidin, menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut berlangsung diskusi yang membahas berbagai agenda strategis organisasi. Ia menuturkan bahwa Jusuf Kalla memberikan sejumlah pesan penting yang dianggap sangat berarti bagi Hidayatullah.

“Beliau memberikan apresiasi kepada Hidayatullah sebagai salah satu organisasi massa Islam terbesar di Indonesia,” ujar Marwan dalam keterangannya, Selasa, 9 Rabi’ul Awal 1447 (2/9/2025).

Pertemuan silaturahim ini tidak hanya menjadi wadah komunikasi, tetapi juga memperkuat ikatan antara Hidayatullah dan tokoh bangsa.

Dialog yang berlangsung menegaskan pentingnya sinergi organisasi Islam dengan kepemimpinan nasional dalam menghadapi tantangan masyarakat Indonesia ke depan.

Lebih lanjut, Jusuf Kalla juga menyampaikan pandangannya mengenai langkah-langkah penguatan organisasi.

“Beliau memberikan saran untuk penguatan secara kualitas atas apa yang sudah dilakukan Hidayatullah melalui program-programnya,” ungkap Marwan.

Selain itu, Jusuf Kalla menyatakan dukungannya terhadap berbagai program yang telah dirancang oleh Hidayatullah. “Beliau mendukung program-program yang diusung Hidayatullah. Keempat, beliau bersedia hadir untuk menutup acara Munas,” kata Marwan.

Munas VI Hidayatullah sendiri direncanakan menjadi forum penting untuk merumuskan arah gerakan dakwah, sosial, dan pendidikan organisasi di masa depan.

Bagi Hidayatullah, kehadiran tokoh nasional dan guru bangsa seperti Jusuf Kalla dalam forum tersebut diharapkan dapat memberikan semangat dan arahan strategis bagi penguatan kiprah Hidayatullah dalam membangun umat dan bangsa.

LSH Hidayatullah Segera Gelar Ujikom dan Sertifikasi Juru Sembelih Halal, Daftar di Sini

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Sembelih Halal (LSH) Hidayatullah kembali membuka program Pelatihan Juru Sembelih Halal, Uji Kompetensi (Ujikom), dan Sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk tahun 2025. Program ini memasuki Batch ke-5 dan dijadwalkan berlangsung pada 8–10 September 2025.

Kegiatan akan dilaksanakan di Gedung Dakwah Hidayatullah, Jl. Cipinang Cempedak 1 No.14, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, dengan akses lokasi yang dapat dituju melalui tautan peta digital. Program ini diharapkan menjadi sarana peningkatan kapasitas para calon juru sembelih halal agar memenuhi standar kehalalan sesuai regulasi nasional.

Sekretaris LSH Hidayatullah, Fahrur Rozi, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Batch #5 ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan.

“Pelatihan ini kami selenggarakan untuk memastikan kompetensi juru sembelih halal sesuai standar nasional. Melalui sertifikasi BNSP, para peserta diharapkan memiliki legitimasi profesional dalam bidang penyembelihan halal,” ujarnya.

Adapun persyaratan pendaftaran yang ditetapkan bagi peserta meliputi kesiapan mengikuti pelatihan secara luring, serta melakukan pembayaran kontribusi pelatihan melalui rekening resmi LSH Hidayatullah di Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nomor rekening 4441100057. Setelah itu, peserta wajib melakukan konfirmasi pendaftaran melalui kontak resmi panitia.

Lebih lanjut, Fahrur Rozi menambahkan bahwa pihaknya ingin memastikan kualitas penyembelihan halal terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk yang sesuai syariat.

“Kami ingin membangun SDM yang tidak hanya terampil, tetapi juga memahami prinsip kehalalan secara mendalam. Karena itu, sertifikasi ini sangat penting sebagai bentuk tanggung jawab profesional,” jelasnya.

Dengan penyelenggaraan pelatihan ini, LSH Hidayatullah berupaya memperkuat ekosistem halal nasional, khususnya dalam memastikan rantai pasok pangan halal didukung oleh tenaga profesional bersertifikat. Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi lembaga dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait penguatan sektor halal di Indonesia.

Pendaftaran dibuka untuk umum dan dapat segera dilakukan mengingat keterbatasan kuota peserta. Informasi lebih lanjut terkait teknis pelatihan dan sertifikasi dapat diperoleh melalui kontak resmi panitia.

Pemuda Hidayatullah Ajak Seluruh Elemen Bangsa Menjaga Persatuan dan Keadilan

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah mengeluarkan pernyataan sikap terkait dinamika kebangsaan yang tengah dihadapi Indonesia. Dalam sikap resminya, Pemuda Hidayatullah menyoroti krisis keadaban, ketidakadilan, serta lemahnya penegakan hukum, dan menegaskan pentingnya keberpihakan kepada rakyat demi menjaga persatuan serta menyiapkan masa depan Indonesia yang lebih baik.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah, Rasfiuddin Sabaruddin, menekankan bahwa bangsa ini membutuhkan keadilan, keberpihakan kepada rakyat, dan keteladanan dari seluruh aparat serta pemangku kebijakan.

“Kami meyakini bahwa bangsa ini membutuhkan keadilan, keberpihakan kepada rakyat, serta keteladanan dari seluruh aparat dan pemangku kebijakan demi menjaga persatuan serta menyiapkan masa depan Indonesia yang lebih baik,” katanya dalam keterangannya diterima media ini, Senin, 8 Rabiul Awal 1447 (1/9/2025).

Pemuda Hidayatullah, tegasnya, menempatkan dirinya sebagai bagian dari elemen bangsa yang konsisten menjaga nilai moral dan tanggung jawab kebangsaan. Mereka berharap agar seluruh komponen bangsa tetap bersatu menghadapi tantangan zaman dan berkontribusi aktif dalam membangun Indonesia yang adil, damai, dan bermartabat.

Dalam pernyataannya, Pemuda Hidayatullah menyerukan agar pemerintah—termasuk Presiden, Wakil Presiden, DPR RI, DPD RI, MPR RI, lembaga yudikatif, kementerian/lembaga pemerintah, aparat penegak hukum, serta seluruh pemegang kebijakan—menjaga amanah konstitusi dan menjalankan tugas dengan konsisten.

Mereka diminta untuk menunjukkan sikap adil, berakhlak mulia, serta menjaga komunikasi yang baik dengan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.

Selain pemerintah, Pemuda Hidayatullah juga menekankan pentingnya peran aparat penegak hukum dalam menjaga profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas.

Pihaknya menekankan bahwa aparat hukum harus selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam tugas pelayanan. Kepercayaan publik, menurut pernyataan tersebut, hanya bisa diraih dengan sikap berkhidmat kepada rakyat.

Aparat dituntut menjadikan tegaknya hukum dan terjaganya kehormatan institusi sebagai modal utama dalam mengemban amanah.

Poin ketiga dari pernyataan sikap ini ditujukan kepada seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda. Pemuda Hidayatullah mengajak kaum muda untuk menjaga persatuan dengan menumbuhkan semangat kolaborasi dalam membangun negeri.

“Tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan yang dapat merusak tatanan sosial dan mengorbankan kepentingan bangsa yang lebih besar,” tegasnya.

Rasfiuddin menjelaskan bahwa sikap ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral Pemuda Hidayatullah terhadap bangsa. Ia menegaskan pentingnya menjaga keutuhan bangsa dan menegakkan keadilan sebagai pondasi membangun peradaban yang lebih beradab menuju Indonesia Emas 2045.

“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan kekuatan kepada kita semua untuk menjaga keutuhan bangsa, menegakkan keadilan, dan membangun peradaban yang beradab menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya dalam penutup pernyataan sikap tersebut.

Kuliah Perdana Sekolah Dai Bogor Tekankan Pengabdian di Jalan Dakwah

0

BOGOR (Hidayatullah.or.id) — Sekolah Dai Hidayatullah Ciomas Bogor resmi membuka perkuliahan perdana pada Senin, 8 Rabiul Awal 1447 (1/9/2025). Kuliah perdana ini sekaligus menandai mulai digulirkannya kembali program kuliah dai ini untuk angkatan ke-XI Tahun 2025/2026.

Acara tersebut menghadirkan pemaparan materi dari Ketua Bidang Dakwah & Pelayanan Ummat Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Drs. Nursyamsa Hadis, yang mengungkap tujuan hidup sejati dan menegaskan pentingnya meneguhkan niat pengabdian dalam jalan dakwah.

Dalam kuliah perdana tersebut, Nursyamsa Hadis mengingatkan bahwa perjalanan manusia telah digariskan Allah sejak penciptaan hingga kembali kepada-Nya, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 28.

“Kehidupan di dunia hanyalah sementara, sementara kehidupan sejati adalah di akhirat. Karena itu, seorang da’i harus menyadari tugasnya sebagai pengingat umat akan tujuan akhir ini,” ujarnya.

Nursyamsa juga menegaskan bahwa penciptaan alam semesta bukanlah tanpa tujuan. Ayat-ayat Al-Qur’an menegaskan fungsi manusia sebagai hamba sekaligus khalifah.

“Tujuan utama manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah. Selain itu, manusia juga ditugaskan menjadi khalifah di muka bumi dengan amanah untuk menjaga dan mengelola sesuai petunjuk-Nya,” tambahnya.

Nursyamsa mengutip firman Allah dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 56 yang menegaskan ibadah sebagai tujuan utama, serta Surah Al-An’am ayat 165 yang menempatkan manusia sebagai penguasa bumi dengan tanggung jawab moral.

“Seorang da’i tidak hanya sekadar menyampaikan dakwah, melainkan juga memberi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai yang disampaikan,” katanya.

Dalam pemaparannya, ia juga menyoroti janji Allah bagi mereka yang menyeru kepada kebaikan. Ia menegaskan itu seraya menukil arahan Rasulullah SAW dalam sabdanya diriwayatkan Imam Muslim bahwa barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya. Menurutnya, inilah motivasi utama yang harus menguatkan langkah para da’i.

Lebih jauh, Nursyamsa mengingatkan agar generasi baru da’i memahami urgensi menghubungkan kehidupan dunia dengan tujuan akhirat.

“Agama hadir sebagai petunjuk agar manusia tidak terlena dengan kesementaraan dunia, melainkan selalu menatap akhirat sebagai tujuan utama,” ujarnya menegaskan.

Kuliah perdana ini ditutup dengan doa bersama, sekaligus penguatan komitmen seluruh peserta untuk meniti jalan dakwah dengan penuh kesungguhan.

“Semoga Allah meneguhkan niat baik sahabat semua untuk menjadi pewaris para nabi, penyeru kebaikan, dan penyeru kepada tauhid,” tutur Nursyamsa Hadis menutup kuliah.

Kepala Sekolah Dai Hidayatullah Ciomas, Ust. H. Saepudin Abdullah, Lc, menyampaikan apresiasi atas antusiasme para peserta dalam mengikuti kuliah perdana. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal penting dalam mencetak kader dai yang siap mengabdikan diri.

“Sekolah Dai adalah wahana pengkaderan yang menyiapkan generasi dengan visi dakwah dan pengabdian. Kami berharap seluruh peserta dapat meneguhkan komitmen untuk menjadi dai yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Sarjana STAIL Surabaya Angkatan XXIV Siap Berkhidmat untuk Bangsa dan Umat

0

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) — Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al Hakim (STAIL) Surabaya kembali menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana Strata Satu (S1) Angkatan ke-XXIV sekaligus prosesi Penugasan Kader Da’i.

Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 6 Rabi’ul Awal 1447 (30/8/2025) bertempat di Kampus The Leader University STAIL, Kejawan Putih Tambak VI/1, Surabaya, Jawa Timur.

Tradisi yang mengiringi wisuda STAIL berbeda dengan umumnya perguruan tinggi. Selain pengukuhan kelulusan, prosesi penugasan kader da’i menjadi agenda utama.

Para lulusan yang telah menempuh pendidikan selama empat tahun disiapkan untuk diterjunkan ke berbagai daerah di Indonesia. Mereka akan mengemban misi dakwah sekaligus pengabdian sosial di masyarakat.

Ketua Panitia, Syahri Sauma, M.Kom.I, menegaskan bahwa prosesi wisuda bukan sekadar perayaan akademik, melainkan momentum komitmen dakwah.

“Wisuda ini menandai lahirnya sarjana muslim yang berilmu, berakhlak, dan siap mengemban amanah sebagai kader da’i di berbagai lini kehidupan,” ungkap Syahri dalam keterangannya.

Acara diikuti 82 wisudawan dari empat program studi, yaitu Komunikasi dan Penyiaran Islam, Ekonomi Syariah, Manajemen Pendidikan Islam, serta Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Wisuda ini juga dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Prof. Dr. Nur Syam, M.Si, penasehat ahli Menteri Agama RI.

Selain penugasan kader da’i, acara juga menjadi ajang penghargaan bagi delapan mahasiswa terbaik yang berasal dari program unggulan Markazul Qur’an wal Lughoh.

Program ini telah berjalan selama lima tahun dengan tujuan melahirkan generasi muslim yang memahami al-Qur’an secara mendalam dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan berbangsa.

Ketua STAIL Surabaya, Muh. Idris, M.Pd., menekankan pentingnya peran lulusan dalam menjawab tantangan umat dan bangsa.

“STAIL berkomitmen terus melahirkan kader intelektual muslim yang memiliki integritas, kompetensi, serta militansi dakwah yang kuat,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya wisuda dan penugasan kader da’i angkatan ke-XXIV ini, Idris menambahkan, STAIL Surabaya menegaskan kembali perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga kader dakwah yang diharapkan memberi kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

Di tengah suasana penuh haru, para mahasiswa menyampaikan refleksi pribadi. Salah satunya adalah Muhammad Fadil, lulusan yang turut mengikuti wisuda. Ia mengungkapkan kebahagiaan sekaligus rasa cemas menjelang penugasan.

“Tentu saya bahagia bisa sampai di titik ini setelah perjalanan empat tahun. Namun juga deg-degan karena belum tahu akan ditugaskan di mana. Tapi InsyaAllah dimanapun saya siap,” katanya.

Perjusami Hidayatullah Kupang Bentuk Santri Pemimpin Umat di Masa Depan

0
Foto: Syaiful Liarian/ Dok. Kupang Online

KUPANG (Hidayatullah.or.id) — Perkemahan Jum’at, Sabtu, dan Minggu (Perjusami) digelar Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bersama Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Hidayatullah NTT sebagai upaya mempersiapkan generasi Islam yang kuat secara fisik, intelektual, spiritual, dan emosional. Kegiatan ini melibatkan santri kelas VII hingga XII MTs dan MA Hidayatullah Kupang.

Agenda Perjusami dimulai sejak dini hari pukul 02.30 dengan pelaksanaan salat lail berjamaah. Kegiatan kemudian berlanjut pada pagi hari dengan senam bersama serta penyampaian materi di ruang kegiatan.

Perkemahan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada para santri dalam membangun kedisiplinan, kepemimpinan, dan kebersamaan.

Ketua panitia, Miftahul Faris Jailani, menegaskan bahwa tujuan utama Perjusami adalah membentuk jiwa kepemimpinan di kalangan santri.

“Kaderisasi merupakan sesuatu yang sifatnya mutlak di Hidayatullah, apalagi organisasi ini adalah milik umat, bukan milik individu atau golongan. Sehingga kelak siapapun bisa memimpin, yang terpenting tetap pada aturan organisasi. Perjusami ini merupakan amanah dari organisasi, sebab adik-adik adalah pewaris perjuangan yang mulia ini,” kata Miftahul dalam keterangannya, Ahad, 7 Rabi’ul Awal 1447 (31/8/2025)..

Dalam sambutan pembukaan, Ketua Yayasan Amanah Pondok Pesantren Hidayatullah Kupang, Hafsi Al-Ghadri, S.Sos., M.Pd., menekankan pentingnya kepemimpinan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia. Ia merujuk pada Al-Qur’an bahwa setiap manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin.

Dia menegaskan, Perjusami di Kupang ini menjadi bagian dari strategi pendidikan kader Hidayatullah yang menekankan pembinaan menyeluruh, tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, spiritualitas, dan keterampilan kepemimpinan.

“Menjadi pemimpin itu merupakan konsekuensi kita diciptakan, sebab dalam Al-Qur’an dan sabda Nabi kita sudah menyebutkan bahwa setiap kita diciptakan untuk menjadi pemimpin,” katanya.

Maka kegiatan Perjusami ini, terang Hafsi, merupakan ikhtiar kita untuk menyambut apa yang Allah sebutkan dalam Al-Qur’an itu. “Sehingga kelak kita menjadi pemimpin-pemimpin hebat yang siap memimpin umat nantinya,” tuturnya.

Hafsi juga berpesan agar para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat.

Ia berharap pelaksanaan perkemahan ini dapat memberi bekal kepemimpinan sekaligus memperkuat kepribadian santri di masa depan. Setelah serangkaian agenda berjalan, kegiatan resmi ditutup dengan doa bersama.