
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, mengajak Hidayatullah untuk menjalin sinergi dalam pembinaan warga binaan pemasyarakatan. Ajakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat program pembinaan, baik pada aspek spiritual, keterampilan, maupun bentuk pembinaan lainnya yang relevan dengan kebutuhan warga binaan di lingkungan Lapas Cipinang.
Ajakan tersebut disampaikan Wachid Wibowo saat melakukan kunjungan silaturahmi bersama jajaran ke Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah pada Rabu, 10 Sya’ban 1447 (29/1/2025). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang telah dilakukan sebelumnya sekaligus menjadi forum pembahasan peluang kerja sama pembinaan warga binaan pemasyarakatan.
Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dengan fokus pada penguatan kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan.
Dalam pertemuan tersebut, Wachid Wibowo menjelaskan kondisi aktual Lapas Cipinang yang menampung warga binaan dengan status inkrah atau berkekuatan hukum tetap. Ia menyampaikan bahwa jumlah penghuni Lapas Cipinang saat ini mencapai 2.049 orang, sementara kapasitas ideal lembaga tersebut hanya 880 orang.
Dari total penghuni, sekitar 1.800 orang beragama Islam, sekitar 180 orang beragama Kristen, dan selebihnya beragama Katolik. Data tersebut disampaikan untuk memberikan gambaran kebutuhan pembinaan yang proporsional sesuai dengan kondisi lapas.
Wachid Wibowo juga memaparkan bahwa pola pembinaan di Lapas Cipinang terbagi ke dalam dua kategori utama, yakni pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian atau keterampilan. Pembinaan kepribadian mencakup aspek mental dan spiritual, sementara pembinaan kemandirian diarahkan pada pengembangan keterampilan warga binaan. Namun, ia mengungkapkan adanya keterbatasan sumber daya manusia yang menjadi tantangan dalam pelaksanaan pembinaan tersebut.
Dari sekitar 270 petugas yang bertugas di Lapas Cipinang, Wachid Wibowo menjelaskan bahwa sebagian besar ditempatkan pada fungsi pengamanan. Untuk kebutuhan pembinaan, Lapas Cipinang saat ini hanya memiliki satu orang psikolog dan belum memiliki tenaga pembina yang berlatar belakang pendidikan sarjana agama. Kondisi ini mendorong pihak lapas untuk memaksimalkan potensi internal warga binaan dalam pelaksanaan pembinaan spiritual.
“Untuk pembinaan spiritual, kami memaksimalkan potensi warga binaan yang memiliki kemampuan di bidang keagamaan,” ujar Wachid Wibowo.
Dalam forum silaturahmi tersebut, Wachid Wibowo secara terbuka menyampaikan undangan kerja sama kepada Hidayatullah. Ia menegaskan bahwa Lapas Cipinang membuka ruang sinergi dengan lembaga keagamaan dan organisasi kemasyarakatan untuk memperkuat pembinaan warga binaan.
“Kami membuka sinergi dengan lembaga keagamaan dan organisasi kemasyarakatan. Silakan Hidayatullah untuk bersama-sama melakukan pembinaan, baik spiritual, keterampilan, maupun bentuk pembinaan lainnya,” tegasnya.
Selain menyampaikan ajakan kerja sama, Wachid Wibowo juga mengungkapkan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh jajaran DPP Hidayatullah dalam kunjungan tersebut. Ia menyampaikan harapan agar silaturahmi yang terjalin dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. “Saya ucapkan terima kasih atas penyambutannya yang luar biasa. Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan dan ridha dari Allah SWT,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Departemen Sosial Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Imron Faizin, menyampaikan bahwa Hidayatullah selama ini telah memiliki pengalaman kerja sama pembinaan dengan berbagai lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di sejumlah daerah di Indonesia. Ia menyatakan bahwa pengalaman tersebut menjadi modal dalam membangun sinergi yang lebih luas.
“Kami sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah lapas dan rutan. Semoga sinergi ini dapat berlanjut dan semakin kuat ke depannya, khususnya dengan Lapas Cipinang,” ujar Imron.
Turut hadir pada kesempatan itu Ketua DPP Hidayaullah Bidang Pelayanan Umat Drs. Shohibul Anwar, MH.I., dan Wakil Sekretaris Jenderal III Muhammad Isnaeni. Tampak pula Abdul Hadi MA Damanik dan Dadang Kusmayadi dari Yayasan Wakaf Al Qur’an Suara Hidayatullah.
Pertemuan ini menandai langkah awal penguatan komunikasi antara Lapas Cipinang dan Hidayatullah dalam konteks pembinaan warga binaan, dengan fokus pada kolaborasi yang terstruktur dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan lapas dan program pembinaan yang ada.






