AdvertisementAdvertisement

Kibaran Merah Putih Raksasa Warnai Perkemahan Nasional Sako Pramuka Hidayatullah

Content Partner

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Sejarah istimewa tercipta dalam Perkemahan Nasional Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Islam III Hidayatullah atau The 3rd National Islamic Scout Camp of Hidayatullah (ISCH III) yang berlangsung di bumi Kampus Induk Hidayatullah, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dalam momentum rangkaian Jambore Nasional (Jamnas) Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Hidayatullah itu, bendera Merah Putih berukuran seribu meter persegi terbentang megah di lapangan Aglasra, Gunung Tembak Teritip.

Bendera raksasa tersebut diarak oleh ratusan santri pramuka Hidayatullah tingkat Penggalang. Prosesi berlangsung khidmat dengan iringan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang dinyanyikan bersama-sama.

Para peserta Jamnas mengibarkan bendera tersebut di tengah lapangan dengan disaksikan tamu undangan serta sejumlah pejabat pemerintah yang hadir. Suasana semakin semarak ketika teriakan “Allahu Akbar, Merdekaa!” menggema dari para santri.

Anggota Majelis Pembina Nasional (Mabinas) Sako Pramuka Hidayatullah, Kak Supriyadi, menyampaikan bahwa ISCH III merupakan momentum penting bagi generasi muda.

“Silaturahim akbar yang kita lakukan, semua seperti main-main. Tapi orang dewasa mengerjakan tidak dengan main-main,” ujarnya pada Kamis, 21 Agustus 2025.

Mantan Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ini menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar perkemahan biasa, melainkan wujud nyata komitmen Hidayatullah kepada bangsa dan negara.

“Ini bukan hanya sekadar perkemahan. Tapi tahun 2045 pertaruhannya, merekalah yang akan memimpin bangsa Indonesia,” lanjutnya.

Lebih jauh, Kak Pri menjelaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan Hidayatullah, termasuk pendiri dan pembina, telah menyepakati falsafah dasar serta landasan bangsa sebagai jati diri yang tak bisa ditawar.

“Tinggal bagaimana bersungguh-sungguh menyiapkan generasi emas yang akan mengisi kemerdekaan dan melanjutkan pembangunan bangsa tercinta ini,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan sejarah penting yang telah ditorehkan sebelumnya oleh Satuan Tugas SAR Hidayatullah. Pada 21 Mei 2013, tim tersebut berhasil mengibarkan bendera Merah Putih berukuran seribu meter persegi di atas menara bambu setinggi 67 meter, yang dicatat sebagai rekor dunia “The Largest Flag Flown In A Flag Bamboo Pole”. Acara bersejarah itu turut dihadiri Gubernur Kalimantan Timur saat itu, Awang Faroek Ishak.

Menurut Kak Pri, pengibaran bendera raksasa di Jamnas kali ini melanjutkan tradisi kecintaan Hidayatullah terhadap Indonesia.

“Ini satu bentuk manifestasi, kibaran bendera atau berkibarnya bendera rekor dunia yang belum dapat digeser oleh siapapun dan akan kami pertahankan sebagai bentuk manifestasi kekuatan adik-adik menyongsong generasi emas Indonesia,” tegasnya.

Ia menambahkan, sejarah yang tercipta di Jamnas bukan hanya milik peserta, tetapi juga bagian dari perjalanan Sako Pramuka Hidayatullah.

“Belum ada pramuka di dunia yang mengalahkan. Rekor dunianya ada di Sako Pramuka Hidayatullah,” pungkasnya sebelum mengakhiri dengan pekikan takbir yang disambut serentak peserta perkemahan.

Momentum jambore nasional ini menjadi ajang silaturahmi dan pembinaan generasi muda yang berakar pada nilai kebangsaan, spiritualitas, dan semangat persatuan.

Reporter: Masykur Suyuthi
Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Sambut Ramadhan, Dana Umat Hadirkan Air Bersih untuk Santri dan Warga Cimanggu

BANDUNG BARAT (Hidayatullah.or.id) -- Menjelang Ramadhan 1447 H, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) rampungkan program pipanisasi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img