AdvertisementAdvertisement

Munas Hidayatullah Panggung Harapan Kaum Muda Menuju Indonesia Bermartabat

Content Partner

MUSYAWARAH Nasional (Munas) VI Hidayatullah merupakan forum tertinggi dalam organisasi yang menjadi titik kulminasi evaluasi, konsolidasi, dan penetapan kebijakan strategis yang menjadi arah gerak perjuangan tarbiyah dan dakwah ke depan.

Bagi kaum muda Hidayatullah, Munas merupakan momentum strategis untuk meneguhkan identitas, memperkuat peran, dan menyuarakan harapan demi terwujudnya peradaban Islam.

Dalam konteks Indonesia yang sedang menapaki jalan menuju visi Indonesia Emas 2045, kaum muda Hidayatullah memandang Munas tahun ini sebagai panggung penting untuk merumuskan kontribusi nyata mereka bersama Hidayatullah dalam membangun bangsa yang bermartabat, beradab, dan berdaya saing global .

Kaum muda Hidayatullah adalah generasi yang tumbuh dalam semangat tauhid, tarbiyah, dan dakwah. Mereka tidak hanya dibina untuk menjadi pribadi yang taat secara spiritual, tetapi juga dituntut untuk menjadi agen perubahan sosial yang berkarakter kuat dan berpikiran maju.

Dalam Munas tahun ini, harapan besar kaum muda adalah agar organisasi semakin meneguhkan identitas pemuda Hidayatullah sebagai pemuda progresif yang berkeadaban tinggi.

Progresif yang ditandai dengan kemampuan membaca zaman, beradaptasi dengan teknologi, dan berinovasi dalam berbagai bidang kehidupan.

Berkeadaban tinggi yang mengamalkan nilai-nilai Islam yang menjadi modal dasar dalam mendakwahkannya untuk diamalkan dalam semua dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Salah satu gagasan penting yang muncul dalam forum-forum pra-Munas diantaranya pada ajang Kuliah Peradaban adalah konsep perkaderan ekspansif.

Kaum muda berharap Munas dapat menetapkan sistem kaderisasi yang tidak hanya fokus pada penguatan internal, tetapi juga mampu menjangkau masyarakat luas melalui pendekatan yang inklusif dan kontekstual.

Harapan kaum muda dalam hal perkaderan antara lain, Pertama, adanya roadmap kaderisasi yang relevan dengan tantangan zaman, termasuk digitalisasi, globalisasi, dan krisis identitas generasi muda.

Kedua, pengembangan metode pembinaan yang sesuai dengan jenjang usia dan karakter generasi Z dan Alpha, tanpa menghilangkan ruh tarbiyah yang menjadi ciri khas Hidayatullah.

Ketiga, peningkatan kapasitas kader dalam bidang kepemimpinan, kewirausahaan, teknologi, dan komunikasi publik. Dengan sistem perkaderan yang tertata, kaum muda Hidayatullah dapat menjadi kekuatan strategis dalam membangun peradaban Islam yang dinamis dan solutif.

Visi Indonesia Emas 2045 adalah cita-cita besar bangsa yang hanya dapat diwujudkan dengan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda Hidayatullah. Kaum muda Hidayatullah ingin mengambil bagian dalam proses ini melalui kontribusi yang nyata dan terukur.

Harapan mereka dalam Munas tahun ini adalah agar organisasi mendorong sinergi lintas sektor, baik dengan organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, maupun komunitas sosial. Memperkuat peran pemuda dalam isu-isu strategis seperti pelestarian lingkungan, transformasi digital, dan pembangunan berkelanjutan.

Menumbuhkan semangat entrepreneurship dan inovasi sosial, agar pemuda Hidayatullah tidak hanya menjadi da’i, tetapi juga menjadi pelaku perubahan di bidang ekonomi dan sosial.

Organisasi mengakomodasi masuknya kaum muda dalam struktur Organisasi baik ditingkat pusat maupun daerah. Struktur Organisasi hendaknya dihadirkan untuk menjawab tantangan tarbiyah dan dakwah dengan merujuk kepada kajian yang rasional.

Munas Hidayatullah tahun ini adalah panggung harapan. Kaum muda datang bukan hanya untuk menyimak, tetapi untuk menyuarakan. Mereka ingin menjadi bagian dari sejarah dan mencetak sejarah, bukan sekadar penonton.

Dengan semangat tauhid, karakter beradab, dan visi progresif, kaum muda Hidayatullah siap melangkah bersama membangun peradaban Islam menuju Indonesia yang bermartabat, adil, dan berperadaban.

Imam Ibnu Kastir dalam tafsirnya menegaskan bahwa pemuda selalu menjadi garda depan dalam memperjuangkan kebenaran dan melawan kebatilan.

Semoga Munas ini menjadi titik tolak lahirnya kebijakan dan program yang berpihak pada penguatan peran pemuda, demi terwujudnya cita-cita besar umat dan bangsa.

*) Nursyamsa Hadis, penulis Ketua Bidang Dakwah dan Pelayanan Ummat Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Ketika Kebenaran Disampaikan Namun Tak Lagi Didengar

DALAM kehidupan sosial, ada satu ironi yang kerap berulang. Yaitu, ketika kebenaran disampaikan, namun justru ditolak, nasihat diucapkan, tetapi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img