
ACEH (Hidayatullah.or.id) — Tragedi banjir bandang besar yang melanda sebagian wilayah Pulau Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), yang terjadi sekitar 26 November lalu, menyisakan dampak kehancuran dan trauma.
Sebagai bentuk respons kemanusiaan dan penegasan solidaritas, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, meninjau langsung lokasi terdampak di Desa Pantaicempa, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, Ahad, 23 Jumadil Akhir 1447 (14/12/2025).
Kunjungan yang dilakukan sekitar dua pekan lebih setelah bencana ini bertujuan melihat kondisi riil dan memastikan kinerja tim relawan.
Naspi didampingi oleh tim tanggap bencana gabungan yang telah turun sejak awal, yaitu Baitul Maal Hidayatullah (BMH), SAR Hidayatullah, dan PosDai yang telah beroperasi di garda terdepan sejak hari kedua pasca-bencana.
Naspi mendatangi Masjid Al-Hidayah, yang menjadi saksi bisu betapa ganasnya bencana ini.
Ia berdialog dengan Rusli, Kepala Takmir Masjid. Pak Rusli menceritakan kesaksian mencekam yang disebutnya sebagai bencana terparah yang ia alami sepanajang hidupnya.
“Batas air yang merendam masjid ini sampai di atas kubah, Pak, dan plafonnya ambruk,” ungkap Rusli.
Ia menyebutkan air naik begitu cepat, nyaris menyentuh puncak tiang listrik tertinggi. Ini memaksa ratusan warga lari menyelamatkan diri ke perbukitan di tengah malam yang gelap gulita.
“Malam itu mati lampu, hujan lebat, air naik, bayi nangis di sana sini, Pak. Orang menjerit sana, menjerit sini,” kenang Pak Rusli. Kerusakan total melanda harta benda, kebun sawit, pakaian, hingga seluruh karpet masjid dan perlengkapan ibadah.
“Kami cuma ambil baju-baju yang terdampar di pohon. Inilah kerja kami sebelum datang bapak-bapak ini,” ujarnya, menyoroti masa-masa sulit tanpa bantuan awal.
Melihat kondisi yang parah dan mendengar langsung cerita warga, Ustadz Naspi Arsyad menyampaikan apresiasi mendalam terhadap semangat kebersamaan di tengah kesulitan.
“Ini salah satu daerah yang terdampak cukup serius,” ujar Naspi.
Ia bersyukur bahwa tim SAR Hidayatullah dan BMH berada di garda terdepan penanganan bencana sejak hari kedua di Sumatera dan telah membawa bantuan logistik, makanan, dan perlengkapan di beberapa titik termasuk wilayah Sumut dan Sumbar.
Ustadz Naspi menekankan bahwa bantuan tersebut menjadi titik kegembiraan bagi warga. “Kita pun juga melihat satu semangat yang luar biasa dari warga di sini,” katanya.
Beliau menegaskan bahwa persaudaraan itu nyata, dibuktikan dengan kehadiran relawan dari berbagai daerah. “Persaudaraan itu nyata di tengah-tengah ummat Islam,” tegasnya.

Beliau berharap kehadiran Hidayatullah dirasakan ummat, tidak hanya untuk memulihkan luka fisik, tetapi juga untuk mendampingi keislaman dan keimanan saudara-saudara yang terdampak melalui dakwah Hidayatullah.
Menanggapi kebutuhan vital warga, Ustadz Naspi Arsyad menjanjikan komitmen lanjutan. Ia berjanji akan menyemarakkan kembali Masjid Al-Hidayah.
“Rumah Allah itu punya pemilik. Kalau kita bergembira dengan rumah-Nya Allah, Allah juga bergembira dengan kita.”
Ia menugaskan BMH untuk segera mengurus kebutuhan karpet dan perlengkapan masjid lainnya.
“Teman-teman BMH bukan hanya menyalurkan, tapi akan bersamai,” tutupnya, memastikan pendampingan jangka panjang.[]






