
BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Rais ‘Aam Hidayatullah, KH Abdurrahman Muhammad, menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga semangat perjuangan dalam kehidupan umat Islam saat memberikan Taujih Shubuh bertema Spirit Momentum Syawal di Masjid Ar-Riyadh Ummulquraa Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Teritip, Balikpapan, Kalimantan Timur, Ahad, 2 Syawal 1447 (22 Maret 2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa kehidupan manusia pada hakikatnya bergantung pada pengampunan dan rahmat Allah SWT.
Dalam pemaparannya, Abdurrahman Muhammad menjelaskan bahwa keselamatan manusia tidak semata-mata ditentukan oleh amal yang dilakukan, melainkan oleh karunia Allah.
Namun, menurutnya, rahmat dan ampunan tersebut ditempuh melalui perjuangan yang sungguh-sungguh dalam menjalani kehidupan.
Ia menegaskan bahwa jalan perjuangan tersebut merupakan bagian dari upaya manusia mendekatkan diri kepada Allah.
“Hanya dua yang bisa menyelamatkan manusia, (yaitu) hanya kalau Allah mengampuni dosa dan hanya dengan rahmat-Nya. Dan, wasilahnya, hanya jihad saja,” ujarnya.
Lebih lanjut, Abdurrahman Muhammad menjelaskan bahwa konsep jihad tidak terbatas pada makna perjuangan dalam konteks tertentu, melainkan mencakup berbagai bentuk kesungguhan dalam menjalani kehidupan.
Ia mencontohkan bahwa keseriusan dalam ibadah, pencarian ilmu, maupun tanggung jawab pekerjaan merupakan bagian dari manifestasi jihad dalam kehidupan sehari-hari.
“Maka bersungguh-sungguh beribadah itu jihad. Bersungguh-sungguh mengambil ilmu itu jihad. Bersungguh-sungguh menyelasaikan pekerjaan itu jihad,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kesuksesan tidak mungkin dicapai tanpa adanya kesungguhan dan pengorbanan. Dalam pandangannya, setiap capaian yang diraih manusia selalu melalui proses perjuangan yang tidak ringan.
“Tidak ada kesuksesan tanpa ada jihad di dalamnya. Tidak ada!” ujarnya.
Pada bagian akhir tausiyahnya, Abdurrahman Muhammad mengajak seluruh warga Hidayatullah untuk terus menjaga semangat perjuangan dalam berbagai aspek kehidupan.
Ia menekankan pentingnya menghidupkan etos jihad sebagai dorongan spiritual dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
“Maka bagaimana warga (Hidayatullah) ini kita semua ini digerakkan terus untuk berjihad. Berjihad, berjihad, berjihad,” katanya.






