
BATU (Hidayatullah.or.id) — Direktur Baitut Tamwil Hidayatullah Jawa Timur, M Daud, menyampaikan bahwa Baitut Tamwil Hidayatullah Jawa Timur telah memberikan kontribusi kepada organisasi sebesar Rp 191 juta sepanjang tahun 2025. Kontribusi tersebut dilaporkan sebagai bagian dari pertanggungjawaban kinerja lembaga keuangan syariah tersebut dalam forum organisasi tingkat wilayah.
Hal itu disampaikan M Daud dalam agenda Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah Jawa Timur yang digelar di Kota Batu pada Jumat, 12 Syaban 1447 (31/1/2026).
Dalam laporan kinerjanya, M Daud menjelaskan bahwa hingga akhir tahun 2025 total aset Baitut Tamwil Hidayatullah Jawa Timur telah mencapai Rp 40 miliar.
Dengan capaian aset tersebut, BTH Jawa Timur mampu membagikan Sisa Hasil Usaha kepada para anggota sebesar Rp 990 juta. Pembagian SHU tersebut disampaikan sebagai bagian dari komitmen lembaga dalam memberikan manfaat langsung kepada anggota.
“Alhamdulillah, dengan aset yang ada, BTH sudah bisa berbagi SHU kepada anggota sebesar Rp 990 juta. Selain itu, kami juga berkontribusi kepada organisasi sebesar Rp 191 juta sepanjang tahun 2025,” ujar M Daud saat menyampaikan laporan di hadapan peserta Rakerwil.
Kontribusi sebesar Rp 191 juta yang disampaikan BTH Jawa Timur kemudian diserahkan secara simbolis kepada Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Timur, Amun Rowie. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda Rakerwil untuk mendukung perjuangan dan kemandirian organisasi secara berkelanjutan.
Ketua DPW Hidayatullah Jawa Timur, Amun Rowie, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja BTH Jawa Timur. Ia menilai BTH menunjukkan konsistensi pertumbuhan serta kebermanfaatan yang dirasakan baik oleh anggota maupun oleh organisasi. Apresiasi tersebut disampaikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi unit usaha dalam menopang aktivitas organisasi.
“Pesan saya, terus semangat dan tetap istiqamah. Semoga ke depan BTH bisa memberikan kontribusi yang lebih besar lagi, tidak hanya untuk organisasi dan perjuangan, tetapi juga dalam mensejahterakan anggota dan kader,” kata Amun Rowie, dinukil dari laman resmi Hidayatullahjamtim.com.
Amun Rowie juga menyampaikan harapannya agar capaian BTH Jawa Timur dapat menjadi contoh bagi unit-unit usaha lain di lingkungan Hidayatullah.
Ia berharap unit-unit usaha tersebut dapat terus tumbuh secara profesional, mandiri, dan berorientasi pada kemaslahatan umat, sejalan dengan nilai dan tujuan organisasi.
Amun mengapresiasi Laporan kinerja yang disampaikan BTH Jawa Timur yang menunjukkan keterpaduan antara pengelolaan usaha dan kontribusi organisasi. Pembagian SHU kepada anggota dan penyaluran kontribusi kepada organisasi menurutnya menjadi dua aspek yang saling melengkapi dalam penguatan ekonomi berbasis keumatan.
Rakerwil Hidayatullah Jawa Timur sendiri menjadi forum strategis untuk menyelaraskan arah gerak organisasi dan amal usaha. Melalui forum ini, unit-unit usaha seperti BTH diberikan ruang untuk menyampaikan capaian dan komitmen kontribusinya secara terbuka di hadapan struktur organisasi.






