AdvertisementAdvertisement

Sumur Bor Air Bersih dan Jalan Terang untuk Kesehatan Masyarakat di Pesantren

Content Partner

BANTEN (Hidayatullah.or.id) — Akses terhadap air bersih, terutama melalui sumur bor, memiliki dampak langsung yang signifikan terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan juga merupakan aspek fundamental dalam mencapai kualitas hidup yang baik dan produktif.

Seperti yang diketahui bersama, kualitas air yang buruk sangat terkait dengan berbagai penyakit, seperti diare, infeksi kulit, dan gangguan pencernaan lainnya.

PBB telah menjadikan akses air bersih sebagai salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dengan fokus pada SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi) serta SDG 3 (Kesehatan yang Baik). Dalam hal ini, tersedianya akses air bersih tidak hanya berarti kesehatan fisik tetapi juga merupakan fondasi bagi kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.

Kadiv Program dan Pemberdayaan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH), Roni Hayani, mengatakan dengan sumur bor Pondok Pesantren An-Nidzam yang menyediakan air bersih, risiko penyakit menular yang disebabkan oleh air tercemar dapat dikurangi secara signifikan, sehingga kualitas hidup dan produktivitas masyarakat meningkat secara keseluruhan.

“Inilah yang mendorong BMH terus menghadirkan sumur bor untuk generasi bangsa, termasuk para santri, agar mereka bisa hidup sehat, ibadah dengan baik, dan belajar dengan lancar,” jelas Kadiv Roni Hayani, seperti dalam keterangan diterima media ini, Rabu, 27 Rabiul Akhir 1446 (28/10/2024).

Sebelum hadirnya sumur bor, Pondok Pesantren An-Nidzam bergantung pada aliran sungai irigasi untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Dahulu, sungai ini menjadi sumber berkah karena airnya yang jernih dan segar, namun kini kondisi sungai berubah akibat pencemaran limbah dan sampah.

Di musim kemarau, keadaan semakin sulit karena aliran sungai sering kali mengering, membuat santri dan warga sekitar sangat membutuhkan sumber air yang bersih dan layak.

Saat sumur bor yang baru selesai dibangun, Edy Humaedi, pengurus pesantren, mengungkapkan rasa syukur yang dalam.

“Alhamdulillah, sumur bor ini benar-benar membawa berkah, membantu memenuhi kebutuhan air bersih untuk para santri,” ujarnya. Baginya dan para pengurus lainnya, sumur bor ini adalah jawaban atas doa-doa panjang mereka akan kebutuhan air yang layak.

Rasa terima kasih pun dilayangkan kepada para donatur Laznas BMH Banten yang telah mendukung program ini. “Semoga Allah membalas kebaikan para donatur dengan pahala yang berlimpah, dilapangkan rezekinya, dan selalu diberi kesehatan,” doa Edy yang diaminkan penuh khidmat oleh santri-santri yang turut merasakan kebahagiaan akan hadirnya sumur bor ini.

Abdul Basith Amin, seorang santri berusia 14 tahun, mengungkapkan kegembiraannya. “Saya dan teman-teman sangat senang sekarang bisa berwudhu dengan mudah, tak perlu lagi ke sungai yang kadang airnya kotor, atau bahkan kering,” ujarnya dengan mata berbinar.

Bagi Abdul dan para santri lainnya, sumur bor ini bukan hanya sumber air, tetapi juga simbol kenyamanan yang memudahkan kegiatan ibadah dan aktivitas sehari-hari mereka.

Kini, setiap tetes air yang mengalir dari sumur bor menjadi simbol harapan dan dukungan yang akan terus mengalir, menjaga kesehatan dan semangat belajar 263 penerima manfaat, termasuk 22 santri putra, 32 santri putri, serta 84 kepala keluarga di sekitar pesantren.*/Herim

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Praktisi Kesehatan Luruskan Mindset Konsumsi Manis di Bulan Ramadhan

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) -- Bulan Ramadhan adalah momen refleksi spiritual sekaligus kesempatan untuk meningkatkan kesehatan fisik. Sayangnya, kebiasaan berbuka puasa...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img