AdvertisementAdvertisement

Wahyu Rahman Dorong Penguatan Jati Diri untuk Optimalisasi Kebermanfaatan di Tengah Umat

Content Partner

KOTAWARINGIN BARAT (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Drs. Wahyu Rahman, M.E., menegaskan bahwa penguatan jati diri organisasi merupakan prasyarat utama agar pengaruh Hidayatullah semakin kuat dan dirasakan oleh masyarakat. Menurutnya, jati diri yang hidup dalam diri setiap kader akan menentukan kualitas dakwah, pendidikan, serta kebermanfaatan program kerja yang dijalankan di tengah umat.

“Jika jati diri hidup dalam jiwa kader, maka program dakwah dan pendidikan akan semakin berkualitas. Hidayatullah makin terasa perannya di tengah umat. Ini yang disebut pengaruh. Maka kader harus paham betul jati diri ini,” kata Wahyu Rahman dalam penyampaiannya.

Pesan itu disampaikan Wahyu dalam forum Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Kalimantan Tengah bertempat di Kampus Madya Pondok Pesantren Hidayatullah Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat pada Sabtu hingga Ahad, 19-20 Sya’ban 1447 (7–8/2/2025). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus wilayah, unsur pengurus daerah, serta kader dari berbagai wilayah di Kalimantan Tengah.

Ketua Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah yang membidangi ekonomi ini menjelaskan bahwa kondisi kaderisasi di Kalimantan Tengah memiliki tantangan tersendiri.

Berdasarkan pengamatannya, lebih dari 90 persen kader di wilayah tersebut merupakan generasi muda yang tidak pernah bertemu secara langsung dengan pendiri Hidayatullah, KH Abdullah Said rahimahullah, maupun murid-murid generasi awalnya. Situasi tersebut, menurutnya, menjadikan penguatan pemahaman jati diri organisasi sebagai kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

Wahyu Rahman menyampaikan bahwa jati diri tidak hanya dipahami sebagai konsep historis, tetapi harus terinternalisasi dalam sikap, pola pikir, dan cara kerja kader dalam menjalankan amanah organisasi. Dengan pemahaman tersebut, program-program Hidayatullah dapat dijalankan secara konsisten sesuai nilai dan orientasi perjuangan yang telah dirintis sejak awal.

Dalam kesempatan tausyiah subuh pada rangkaian kegiatan yang sama, Wahyu Rahman juga mengingatkan pentingnya peningkatan keimanan dalam menjalankan program kerja organisasi. Ia menegaskan bahwa keimanan menjadi landasan utama agar setiap amal dan kerja yang dilakukan memiliki nilai di hadapan Allah. Penegasan tersebut disampaikan dalam konteks pelaksanaan amanah organisasi yang menuntut kesungguhan dan keikhlasan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya sikap optimistis dalam menetapkan target program kerja. Menurutnya, target yang dirumuskan dengan optimisme akan mendorong etos kerja yang lebih kuat dan terarah. “Jangan ada kemalasan dalam eksekusi program kerja,” tegasnya, menekankan pentingnya disiplin dan kesungguhan dalam pelaksanaan setiap rencana yang telah ditetapkan.

Kegiatan ini mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Hidayatullah Kalimantan Tengah Mandiri dan Berpengaruh.” Tema tersebut dirumuskan sebagai kerangka bersama untuk menjaga identitas, nilai, dan orientasi perjuangan organisasi, sekaligus mendorong transformasi kelembagaan agar mampu beradaptasi dengan dinamika sosial, keumatan, dan kebangsaan.

Ia meningatkan bahwa forum tahunan wilayah ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melakukan evaluasi kinerja, penyelarasan visi, serta perumusan langkah-langkah organisasi ke depan sebagai bagian dari upaya membangun organisasi yang mandiri dan memiliki pengaruh nyata di tengah masyarakat Kalimantan Tengah.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Safari Dakwah Ramadhan Hidayatullah Kaltara Perkuat Layanan Keagamaan Hingga ke Malaysia

TAWAU (Hidayatullah.or.id) -- Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Kalimantan Utara memperluas silaturrahim dan syiar Islam hingga ke luar negeri melalui...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img