AdvertisementAdvertisement

Refleksi ‘Filosofi Ikan’ dari Amun Rowi Kuatkan Arah Rakernas BTH 2026 di Jawa Timur

Content Partner

MALANG (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Timur, Drs. Amun Rowi, M.Pd, menghadiri Rapat Kerja Nasional Baitut Tamwil Hidayatullah (Rakernas BTH) 2026 dan menyampaikan sambutan dengan sebuah refleksi yang ia sebut sebagai “filosofi ikan”.

Refleksi tersebut disampaikan sebagai pengantar pemikiran dalam menghadapi dinamika kelembagaan dan tantangan ekonomi umat di Indonesia yang terus bergerak seiring perubahan zaman.

“Ikan yang sehat adalah ikan yang berenang melawan arus. Ketika ikan hanya mengikuti arus, itu menandakan ia lemah dan tidak memiliki daya juang,” ujar Amun Rowi dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa hukum alam tersebut dapat menjadi cermin bagi perjalanan lembaga, termasuk institusi ekonomi umat, agar tidak terjebak pada kenyamanan semu yang justru melemahkan daya tahan organisasi.

Rakernas BTH 2026 digelar pada 23-24 Jumadil Akhir 1447 (14–16/12/2025) di Kampus Madya Ar-Rohmah Putri, Malang, Jawa Timur. Kegiatan nasional ini diikuti peserta perwakilan pimpinan Baitut Tamwil Hidayatullah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Mengusung tema “Penguatan Tata Kelola dan Profesionalisme BTH untuk Akselerasi Pertumbuhan Nasional”, Rakernas ini diarahkan untuk memperkuat sistem kelembagaan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menajamkan peran BTH sebagai lembaga keuangan umat yang adaptif dan berdaya saing.

Bagi Amun, Jawa Timur yang kembali dipercaya menjadi tuan rumah agenda strategis Hidayatullah, menegaskan peran daerah ini sebagai salah satu poros penguatan gerakan dakwah dan ekonomi umat.

Tema yang diangkat menurutnya merefleksilkan kesadaran akan pentingnya profesionalisme dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung agenda kemandirian ekonomi nasional.

Dalam lanjutan refleksinya, Amun Rowi mencontohkan ikan salmon sebagai simbol ketangguhan dan konsistensi. “Salmon selalu berenang melawan arus untuk menjaga keberlangsungan hidup dan wilayahnya. Karena itu, ia dikenal sebagai ikan dengan nilai gizi tinggi dan manfaat yang besar,” tuturnya.

Dia memberikan dorongan moral bagi pengelola BTH agar berani menghadapi tekanan dan perubahan, tanpa kehilangan prinsip dasar pengabdian kepada umat dan bangsa.

Pertumbuhan Terukur dan Berkelanjutan

Rakernas BTH 2026 secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Ekonomi Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Drs. Wahyu Rahman. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya konsolidasi nasional BTH agar memiliki standar tata kelola yang seragam, sistem kerja yang profesional, serta arah pertumbuhan yang terukur dan berkelanjutan.

Menurut Wahyu, penguatan kelembagaan menjadi kunci agar BTH mampu berkontribusi lebih luas dalam pembangunan ekonomi berbasis keumatan.

Pemilihan Jawa Timur sebagai lokasi Rakernas dinilai strategis mengingat besarnya potensi ekonomi umat di wilayah ini serta kuatnya jaringan kelembagaan Hidayatullah. Kampus Madya Ar-Rohmah Putri Malang dipandang representatif dalam mendukung suasana produktif dan kondusif bagi perumusan kebijakan nasional.

Melalui Rakernas ini, Baitut Tamwil Hidayatullah diharapkan dia semakin kokoh sebagai lembaga keuangan umat yang amanah, profesional, dan relevan dengan konteks keindonesiaan, sekaligus mampu mendorong kemandirian ekonomi jamaah dan masyarakat luas secara berkelanjutan.

Reporter: Muhammad Idris
Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Mahasiswa STIQ Ash-Shiddiq Diterjunkan ke Masyarakat untuk Syiar dan Pengabdian Ramadhan

MEDAN (Hidayatullah.or.id) -- Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ash-Shiddiq Medan, Muhammad Mahmud, S.Th.I., M.Pd., menegaskan bahwa program Safari...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img