
SUMENEP (Hidayatullah.or.id) — Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar oleh Hidayatullah di sejumlah wilayah Jawa Timur menjadi ruang konsolidasi penting antara organisasi kemasyarakatan dan pemangku kepentingan daerah. Dua forum yang berlangsung pada Sabtu, 14 Rajab 1447 (3/1/2026), masing-masing di kawasan Madura dan Kabupaten Tuban, menegaskan arah penguatan dakwah, kemandirian organisasi, serta perluasan kerja kolaboratif untuk kemaslahatan masyarakat.
Di wilayah Madura, Musda DPD Hidayatullah Rayon Madura yang mencakup Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep dihadiri peserta dari unsur pengurus dan kader. Forum Musda adalah sarana evaluasi internal sekaligus perumusan langkah strategis menghadapi dinamika sosial yang terus berkembang.
Kehadiran Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, menandai keterlibatan pemerintah daerah dalam mendorong sinergi program keumatan dan pembangunan.
Dalam sambutannya, Imam Hasyim menyampaikan apresiasi atas kontribusi Hidayatullah yang dinilai konsisten berperan dalam penguatan masyarakat. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan dan siap mengawal inisiatif yang disusun secara terencana.
Menurutnya, dakwah dan pembangunan daerah dapat berjalan beriringan selama dibangun di atas komitmen bersama dan kepercayaan yang berkelanjutan.
Sementara itu, arahan organisasi disampaikan oleh Ketua DPW Hidayatullah Jawa Timur, Amun Rowie. Ia menegaskan bahwa tantangan dakwah pada masa kini semakin kompleks, sehingga menuntut peningkatan profesionalisme dan penataan internal yang lebih serius. Musda, menurutnya, harus menjadi titik tolak pergerakan organisasi agar program tidak berhenti pada wacana, melainkan terimplementasi secara terukur dan berkesinambungan.
Selain agenda persidangan, Musda Rayon Madura juga dirangkaikan dengan kegiatan sosial berupa penyaluran paket sembako kepada anak yatim. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai penegasan bahwa dakwah tidak hanya hadir dalam forum diskusi, tetapi juga terwujud dalam aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Jalannya musyawarah berlangsung tertib dan khidmat, dengan suasana kekeluargaan yang terjaga hingga akhir kegiatan.
Musda di Bumi Wali
Pada hari yang sama, Musda Hidayatullah Kabupaten Tuban diselenggarakan di Aula SD Integral Hidayatullah dengan peserta 50 orang yang berasal dari berbagai unsur struktur dan amal usaha. Forum ini mengusung tema peneguhan jati diri, kemandirian, dan kebermanfaatan, dengan penekanan pada semangat kolaborasi, inovasi, dan karya sebagai arah gerakan ke depan.
Sekreatris DPW Hidayatullah Jawa Timur, Muhammad Idris, dalam pemaparannya menekankan pentingnya kualitas kader sebagai fondasi masa depan organisasi. Ia menyampaikan bahwa jati diri organisasi berfungsi sebagai kompas yang menjaga arah dakwah agar tetap relevan di tengah tantangan globalisasi, disrupsi sosial, dan dinamika ideologis.
“Pegangan pada nilai-nilai dasar menjadi faktor utama agar gerakan tetap kokoh dan adaptif,” tegasnya.
Dari unsur legislatif daerah, Ketua DPRD Kabupaten Tuban, Sugiantoro, menyampaikan apresiasi terhadap kiprah Hidayatullah yang dinilai memiliki program nyata di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial. Ia memandang keberadaan organisasi kemasyarakatan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang inklusif.
Musda yang berlangsung di kota berjuluk Bumi Wali ini juga menjadi momentum penataan kepemimpinan organisasi. Lajianto terpilih sebagai Ketua DPD Hidayatullah Tuban. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa gerakan ke depan perlu dijalankan secara kolektif, kreatif, dan produktif, sejalan dengan semangat kolaborasi yang dikembangkan pemerintah daerah.
Rangkaian kegiatan Musda Tuban turut diwarnai kehadiran alumni santri yang datang dari berbagai daerah. Seperti halnya di Madura, kegiatan sosial berupa pembagian sembako kepada masyarakat sekitar juga menjadi bagian dari agenda, menegaskan orientasi kebermanfaatan sosial organisasi.
“Forum musyawarah ini sebagai instrumen strategis untuk memastikan keberlanjutan gerakan yang terarah, terukur, dan berdampak luas,” imbuh Idris menandaskan.






