
DENPASAR (Hidayatullah.or.id) — Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Bali Tahun 2026 diselenggarakan pada Sabtu hingga Ahad, bertepatan dengan 5–6 Sya’ban 1447 Hijriah atau 24–25 Januari 2026 Masehi. Kegiatan ini bertempat di Kampus Madya Hidayatullah Denpasar dan diikuti oleh kurang lebih 60 peserta yang berasal dari berbagai unsur struktural dan mitra strategis organisasi.
Selain itu, peserta juga mencakup perwakilan Dewan Pengurus Pusat yang mengikuti secara daring melalui platform zoom, jajaran DPW dan DPD se-Bali, unsur Muslimat dan Muslimah Hidayatullah, Pemuda Hidayatullah, Mushida, pengurus Kampus Madya, serta perwakilan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Bali.
Dalam sambutannya, Ketua DPW Hidayatullah Bali, Didik Khoiruddin Zuhri, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas capaian struktural organisasi di wilayah Bali. Ia menegaskan bahwa seluruh kabupaten dan kota di Bali telah terisi oleh kepengurusan Dewan Pengurus Daerah secara penuh.
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan modal penting bagi penguatan peran Hidayatullah di tengah masyarakat, terutama apabila ditopang oleh sumber daya manusia yang memiliki daya juang yang kuat serta kapasitas keilmuan yang memadai.
“Dengan struktur yang telah lengkap, organisasi diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi umat melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat positif, terukur, dan berkelanjutan,” katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua DPW Hidayatullah Bali juga menekankan bahwa program dakwah dan tarbiyah menjadi arus utama sekaligus ujung tombak aktivitas organisasi di wilayah Bali. Program ini dijalankan secara terencana dan sistematis, antara lain melalui penugasan dai Hidayatullah yang secara rutin mengisi khutbah Jumat di masjid-masjid yang tersebar di seluruh Bali.
Didik menyebutkan tercatat hingga puluhan dai Hidayatullah telah dijadwalkan secara rapi untuk menjalankan tugas tersebut setiap pekan. Pola ini menunjukkan adanya upaya institusional untuk menjaga kesinambungan dakwah, sekaligus memastikan bahwa pesan keislaman disampaikan secara konsisten dan terstruktur kepada masyarakat.
Didik menambahkan, Rakerwil DPW Hidayatullah Bali Tahun 2026 ini menjadi forum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menegaskan prioritas dakwah dan tarbiyah, serta merumuskan tantangan strategis ke depan, khususnya dalam bidang ekonomi keummatan dan pembinaan umat Islam di wilayah minoritas.
“Semoga dari forum ini, tercipta keselarasan visi dan langkah antarunsur organisasi dalam menjalankan peran keumatan secara lebih efektif dan berkelanjutan,” tandasnya.
Kemandirian dan Keberdayaan Organisasi

Sementara itu, dalam sambutan yang disampaikan oleh jajaran Ketua MUI Provinsi Bali yang diwakili oleh KH. Drs. Nurkhamid, M.Ed, disampaikan penekanan pada pentingnya kemandirian dan keberdayaan organisasi dalam bidang ekonomi keummatan.
Menurut Kyai Nurkhamid, Hidayatullah perlu membangun dan mengembangkan basis ekonomi yang kuat agar mampu menopang keberlangsungan organisasi serta kesejahteraan para pengurus dan kader di dalamnya.
Ia mencontohkan pengalaman organisasi keislaman lain seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, yang lembaga-lembaga ekonominya telah berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Kyai Nurkhamid pun mengingatkan implikasi dari program pemandirian ini adalah perlunya strategi serius dan terencana dalam mengelola potensi ekonomi umat sebagai bagian integral dari penguatan organisasi.
Selain aspek ekonomi, perhatian terhadap kondisi sosial-keagamaan umat Islam di Bali juga menjadi sorotan penting. Dalam konteks umat Islam sebagai kelompok minoritas, disampaikan bahwa terdapat kelompok-kelompok masyarakat yang relatif jarang tersentuh pembinaan rohani, khususnya para mualaf.
Oleh karena itu, Hidayatullah didorong untuk lebih aktif dalam melakukan pembinaan, pendampingan, dan penguatan akidah bagi mereka. Upaya ini dipandang strategis untuk menumbuhkan kesadaran bahwa Islam merupakan jalan hidup yang lurus serta membawa nilai-nilai rahmatan lil alamin, baik bagi individu maupun kehidupan sosial secara lebih luas.






