
MENTAWAI (Hidayatullah.or.id) — Upaya penguatan peran dakwah dan kontribusi sosial Hidayatullah di daerah terus dilakukan melalui konsolidasi organisasi yang terarah. Demikianlah diantara mufakat dari penyelenggaraan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sumatera Barat yang mengangkat tema Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi di Pondok Pesantren Hidayatullah Kepulauan Mentawai dibuka pada Selasa, 8 Syaban 1447 (27/1/2026).
Konsolidasi tersebut dibersamai oleh unsur Dewan Pengurus Pusat sebagai pendamping, diikuti jajaran DPW Hidayatullah Sumatera Barat, serta Dewan Pengurus Daerah Hidayatullah dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Kehadiran lintas struktur ini upaya menyeluruh dalam memperkuat soliditas organisasi, sekaligus memastikan kesinambungan gerak dakwah, pendidikan, dan sosial berjalan dalam satu kerangka yang sama.
Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Nanang Noerpatria, dalam arahannya mengingatkan bahwa forum musyawarah menjadi bagian dari ikhtiar Hidayatullah sebagai bagian dari kaum muslimin (jama’atun minal Muslimin)Â dalam menjaga identitas keislaman sekaligus berkontribusi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kegiatan ini salah satu ikhtiar bagi kita untuk berperan aktif dalam pembangunan masyarakat hingga wilayah terluar,” katanya.
Nanang yang menyampaikan sambutan melalui Zoom Meeting menegaskan bahwa penguatan jati diri organisasi merupakan prasyarat utama dalam proses transformasi.
Menurutnya, identitas kelembagaan yang kokoh akan menjadi fondasi bagi terwujudnya organisasi yang mandiri dan memiliki pengaruh luas dalam melayani umat. Arahan tersebut menempatkan nilai-nilai keislaman sebagai dasar penggerak perubahan organisasi.
Dia kembali menekankan bahwa forum intelektual semacam ini hendaknya menjadi ruang pertemuan strategis untuk menyatukan visi, struktur, dan langkah dakwah termasuk di wilayah Sumatera Barat yang merupakan kawasan kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
Tiga Pilar Ranah Pengabdian
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPW Hidayatullah Sumatera Barat, Nurdin Ismail, melaporkan bahwa bahwa fokus kerja Hidayatullah di Ranah Minang ke depan diarahkan pada tiga sektor utama, yakni dakwah, pendidikan, dan sosial, yang selama ini menjadi pilar pengabdian HIdayatullah kepada umat dan bangsa.
Menurut Nurdin Ismail, Rakerwil menjadi momentum strategis untuk menyusun program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah pelosok dan kepulauan. Ia menyampaikan harapan agar keberadaan Hidayatullah di Sumatera Barat semakin dirasakan manfaatnya melalui program-program yang berkelanjutan.
“Peningkatan kualitas dakwah dan pendidikan menjadi perhatian utama dalam perencanaan program kita di Sumbar. Upaya ini dilakukan diantaranya dengan memperkuat kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam,” katanya. .
Selain itu, peningkatan kontribusi sosial juga menjadi target, khususnya pada sektor kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi, yang ia pandang sebagai instrumen penting dalam mendorong kemandirian lembaga dan masyarakat.
Dalam rangka memperluas jangkauan dakwah dan sosial, Nurdin Ismail menekankan pentingnya kerja sama dengan berbagai pihak. Kolaborasi dengan pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan unsur masyarakat lainnya dinilai perlu untuk memastikan program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata.
“Interaksi dan kolaborasi dengan berbagai elemen umat ini tentu menjadi langkah strategi agar peran kita semakin terasa dalam kehidupan sosial kebangsaan,” katanya.
Nurdin juga menegaskan pentingnya penguatan penguatan sumber daya manusia. Ia menyampaikan bahwa peningkatan kualitas kader di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial merupakan kunci penguatan kinerja organisasi. Dia berharap, pengembangan SDM tersebut diharapkan mendukung terwujudnya organisasi yang mandiri dan mampu menjalankan amanah umat secara berkelanjutan.






