
BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Murabbi Wustha Nasional yang berlangsung di Pondok Pesantren Hidayatullah Pusat Balikpapan, 5–12 Agustus 2026, menegaskan kembali pentingnya halaqah sebagai ruang penerapan jati diri Hidayatullah.
Ketua Dewan Murabbi Pusat (DMP) Hidayatullah, Ustaz Dr. Tasyrif Amin, M.Pd., mengatakan diklat tersebut menghasilkan penyegaran dalam penerapan jati diri melalui halaqah yang kini semakin terstandar.
“Halaqah adalah ruang manifestasi Jati Diri Hidayatullah bagi segenap kader yang kini semakin terstandar dalam pelaksanaannya,” ujar Tasyrif dalam penutupan diklat di Aula Prasmanan Kampus Induk Hidayatullah, Gunung Tembak, Rabu (12/8/2026).
Ia menjelaskan, pembinaan halaqah Wustha berlangsung dengan pola yang berkesinambungan. Pekan pertama diarahkan pada kajian Jati Diri, pekan kedua memperkuat kesadaran tafaqquh fiddin, dan pekan ketiga kembali memperdalam Jati Diri.
Sementara pekan keempat memiliki pola berbeda. Para peserta tidak lagi berkutat dalam halaqah internal, tetapi diarahkan turun langsung ke tengah masyarakat untuk berdakwah.
“Pada pekan keempat semua halaqah Wustha harus turun ke umat,” tegasnya.

Menurut Tasyrif, pola tersebut mencerminkan filosofi bahwa kader dibentuk melalui pembinaan yang konsisten, kemudian hadir memberikan manfaat di tengah masyarakat.
“Filosofinya adalah kita umat terbaik dengan istiqamah berhalaqah. Kemudian terbaik itu keluar ke masyarakat melakukan dakwah halaqah (ukhrijat lin nas),” ujarnya.
Melalui Diklat Murabbi Wustha Nasional, penerapan halaqah diharapkan semakin terarah, terstandar, dan mampu melahirkan kader yang tidak hanya kuat dalam pembinaan internal, tetapi juga aktif menjalankan dakwah di tengah umat.






