
Semarang (hidayatullah.or.id)— Ketua Umum DPP Hidayatullah, K.H. Naspi Arsyad, Lc., mengajak umat Islam memperkuat komitmen menjalankan ajaran Islam secara berjamaah sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan umat dan peradaban Islam. Menurutnya, Islam tidak hanya mengajarkan kesalehan individual, tetapi juga menuntut kesungguhan dalam membangun kehidupan bersama yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Hal tersebut disampaikan Kiai Naspi dalam kegiatan Ngaji Bareng Kiai Ketum yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Burhan, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh DPD Hidayatullah Semarang ini diikuti pengurus, ustaz dan ustazah, kader, serta para santri.
Dalam tausiyahnya, Kiai Naspi menekankan bahwa komitmen seorang Muslim terhadap Rasulullah Muhammad SAW tidak cukup diwujudkan melalui pengakuan secara lisan, tetapi harus tercermin dalam sikap, ketaatan, dan kesungguhan mengikuti tuntunan serta perjuangan beliau.
Ia menjelaskan, komitmen tersebut memiliki dua dimensi utama. Pertama, dimensi vertikal, yaitu ketaatan kepada Allah SWT dengan meneladani Rasulullah SAW dalam menjalankan ibadah dan melaksanakan seluruh perintah-Nya.
Kedua, dimensi horizontal, yakni meneladani perjuangan Rasulullah SAW dalam membangun kehidupan umat, memperkuat persaudaraan, serta meletakkan fondasi peradaban Islam melalui gerakan yang terorganisasi dan berlandaskan kepemimpinan.
“Salah satu penyakit teologis yang melanda sebagian umat Islam hari ini adalah hilangnya rasa berkewajiban untuk berislam dan berjuang secara berjamaah. Padahal, Rasulullah SAW pertama kali membangun dan menegakkan peradaban Islam dengan komando dan kepemimpinan dalam bingkai berjamaah,” tegas Kiai Naspi.
Kiai Naspi mengatakan bahwa kesadaran untuk hidup secara berjamaah perlu terus diperkuat agar kehidupan umat Islam tidak berjalan secara terpisah-pisah. Kebersamaan, kepemimpinan, dan kesamaan orientasi perjuangan menjadi unsur penting dalam mewujudkan cita-cita Islam yang membawa kemaslahatan bagi umat manusia.
Membangun Komitmen dan Orientasi Perjuangan
Lebih lanjut, Kiai Naspi Arsyad menguraikan tiga tingkatan komitmen dalam berhidayatullah, yaitu struktural, infrastruktur, dan suprastruktur.

Ia mendorong agar setiap individu dan elemen organisasi tidak berhenti pada pelaksanaan tugas formal maupun penyediaan sarana pendukung. Lebih dari itu, diperlukan pemahaman mendalam mengenai visi dan tujuan yang mendasari setiap aktivitas perjuangan.
Pada tingkatan suprastruktur, setiap kegiatan tidak sekadar dipandang sebagai rutinitas atau kewajiban organisasi, tetapi menjadi bagian dari upaya mewujudkan cita-cita yang lebih besar, yakni membangun peradaban Islam.
Orientasi tersebut, menurutnya, penting untuk memastikan bahwa berbagai aktivitas dan program memiliki arah yang jelas serta memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan umat dan masyarakat.
Dalam konteks pendidikan pesantren, Kiai Naspi juga mengingatkan pentingnya membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi akademik.
Pendidikan Harus Menanamkan Visi Peradaban
Menurutnya, pendidikan perlu mengembangkan kurikulum yang mampu menanamkan visi perjuangan, kesadaran tanggung jawab, dan pemahaman mengenai peran generasi muda dalam melanjutkan risalah Islam.
Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menghasilkan generasi yang memiliki pengetahuan dan pemahaman keagamaan, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki integritas, kepedulian terhadap persoalan umat, serta kesiapan mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat.
Para pendidik, lanjutnya, memiliki tanggung jawab untuk menghubungkan proses pembelajaran dengan tujuan yang lebih luas, sehingga para santri memahami bahwa ilmu yang dipelajari harus diwujudkan dalam pengabdian dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Melalui kegiatan Ngaji Bareng Kiai Ketum ini, para peserta diajak memperdalam pemahaman keislaman sekaligus memperkuat kesadaran tentang pentingnya kebersamaan, kepemimpinan, dan kesinambungan perjuangan dalam membangun peradaban.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh jajaran pengurus Dewan Pengurus (DPW) Hidayatullah dan anggota Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Jawa Tengah.






