AdvertisementAdvertisement

KHUTBAH JUMAT Mensyukuri Kemerdekaan dengan Menyiapkan Jejak Terbaik

Content Partner

KHUTBAH PERTAMA

الحَمْدُ للهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُمَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Ma’aasyiral Muslimiin Rahimakumullaah…

Mengawali khutbah Jumat ini, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, dengan sebenar-benarnya takwa; menjalankan seluruh perintah-Nya baik yang wajib ataupun yang sunnah dan menjauhi segala larangan-Nya baik yang haram ataupun yang makruh. Dan ketahuilah bahwa manfaat takwa pasti akan kembali kepada kita.

Alhamdulillah… Marilah kita bersyukur kepada Allah atas semua karunia-Nya yang tak terhingga, di antaranya kita semua yang ada di ruangan ini, di masjid ini dijadikan sebagai hamba ciptaan-Nya yang kemudian diberikan Al-Quran (innii ‘abdullaahi aataniyal kitab) dan Al-Quran inilah yang menjadi panduan kita, bagaimana menjalani dan mengarungi luasnya samudra kehidupan di segala lini, sehingga kita menjadi hamba yang selalu berada dalam shiraathal mustaqiim; lorong yang lurus penuh keselamatan, lorong yang penuh keimanan dan lorong yang penuh kecintaan. Bahkan kecintaan yang paripurna pun mesti melekat dan kita rawat dalam diri kita, karena kita telah beriman kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya;

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ

(Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah, QS. Al-Baqarah;165). Terbukti hari ini, pada kesempatan ini kita bersama-sama melaksanakan sholat Jumat dengan meninggalkan berbagai aktivitas kita. Sebagai wujud amat sangat cinta kita kepada Allah SWT.

Wahai para ayah, para suami, para pemuda, para pelajar, dan kaum muslimin yang dirahmati Allah, tentu kita berharap “amat sangat cinta kepada Allah” ini tidak hanya saat sholat Jumat pekanan kita tampakkan, akan tetapi juga kita tampakkan pada ibadah harian saat sholat lima waktu, mari kita tekadkan sholat berjamaah di masjid, kita makmurkan masjid dengan ibadah, taklim, dan amal sholih lainnya, serta kita tampakkan pula pada saat di luar masjid bahwa kita “amat sangat cinta kepada Allah”, di rumah, di kantor, di keramaian, di kesunyian, di mana pun kita berada marilah kita tampakkan sebagai wujud ketakwaan, ketaatan dan pengejawantahan rasa syukur kita kepada Allah SWT.

Ma’aasyiral Muslimiin Rahimakumullaah…

Alhamdulillah hari ini, kita hidup menempati bumi Indonesia yang merdeka. Nikmat kemerdekaan adalah salah satu anugerah dari Allah SWT yang wajib kita syukuri. Kemerdekaan ini tidak datang cuma-cuma, melainkan dibayar mahal dengan pengorbanan darah, harta, dan jiwa para pejuang serta para ulama pendahulu kita.

Mensyukuri kemerdekaan bukan sekadar memperingatinya dengan seremonial tahunan pada setiap 17 Agustus, tapi juga bagaimana kita mengisi ruang merdeka ini dengan karya-karya nyata. Jika generasi terdahulu mewariskan kemerdekaan fisik dan moral, maka tugas kita hari ini di antaranya adalah menyiapkan jejak, warisan, atau legasi karya terbaik bagi generasi mendatang.

Menyiapkan legasi karya terbaik tidak harus selalu dimulai dari hal-hal yang besar, bisa juga berupa hal sederhana namun berguna. Legasi yang kuat lahir dari konsistensi di berbagai lini kehidupan, ia menjadi karya yang terus mengalirkan kebaikan dan pahala walaupun kita sudah tiada.

Ma’aasyiral Muslimiin Rahimakumullaah…

Setidaknya ada 3 jejak kebaikan, warisan atau legacy yang harus kita tinggalkan:

1. Karya Bermanfaat

Allah SWT berfirman dalam QS. Yasiin: 12.

إِنَّا نُحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas (jejak) yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).”

Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak hanya mencatat amal yang kita lakukan saat hidup (maa qaddamuu), tetapi juga dampak/jejak (aatsaar) dari perbuatan tersebut yang terus mengalir setelah kita wafat, seperti ilmu yang bermanfaat, harta yang diabadikan untuk kemaslahatan atau disumbangkan, kebijakan, karya, atau peninggalan sosial.

Marilah kita memastikan diri, agar ada jejak kebaikan yang kita tinggalkan, menginspirasi dan dilanjutkan oleh generasi setelah kita. Karena Allah SWT mencatat dan mengabadikan jejak itu, bahkan walaupun kita sudah tiada, pahala itu terus mengalir lewat jejak kebaikan (aatsaar) kita. Dan jangan sampai jejak buruk yang kita tinggalkan. Na’uudzubillaah min dzaalik.

2. Reputasi dan Nama Baik

Allah SWT berfirman dalam QS. Ash-Shu’ara: 84

وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ

“Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik (sebutan yang baik/legacy) bagi orang-orang yang datang kemudian.”

Ayat ini adalah doa Nabi Ibrahim AS yang Allah SWT abadikan di dalam Alquran. Beliau memohon agar ditinggalkan reputasi yang baik, kenangan yang menginspirasi, dan teladan positif bagi generasi setelahnya. Tentu kita ingin memiliki reputasi yang baik tidak hanya di sisi Allah sang Khaliq karena ketakwaan kita, tetapi juga ingin memiliki reputasi yang baik di sisi sesama makhluq karena akhlaq kita.

3. Generasi Penerus yang Kuat

Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisaa’: 9.

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”

Ayat ini menjelaskan bahwa Legacy bukan sekadar materi, melainkan kepastian bahwa kita tidak meninggalkan anak cucu atau generasi penerus dalam keadaan lemah, baik secara iman, spiritual, intelektual, mental, maupun finansial.

Di sinilah peran kita para hadiriin; para ayah, para suami, para pemuda, dan para pelajar agar betul-betul amanah menjalani hidup dan kehidupan ini, bertanggung jawab, kerja keras, bermunajat dan berjihad sungguh-sungguh untuk menyiapkan generasi dan keturunan yang tangguh, bertanggung jawab, pemberani, mandiri, menjadi pejuang, menjadi generasi penakluk dan menjadi pelaku-pelaku peradaban Islam kapanpun dan di manapun.

Ma’aasyiral Muslimiin Rahimakumullaah…

Mari kita jadikan momentum kemerdekaan ini untuk bermuhasabah: Jika suatu hari nanti nama kita tinggal kenangan, peninggalan apa yang membuat keluarga, kerabat, tetangga, sahabat, bangsa dan umat ini bersyukur pernah memiliki kita?

Semoga Allah SWT membimbing kita menjadi hamba-hamba-Nya yang tahu cara bersyukur, serta mampukan kita meninggalkan jejak kebaikan/legacy yang akan terus mengalirkan pahala hingga hari kiamat dan menyelamatkan kita.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

الحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، إِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ، وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ

…………………………………………………………………………………………………………………..

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. وَأَقِيْمُوْا الصَّلَاةَ!

(Untuk mengunduh naskah ini ke format PDF, klik icon “print” pada share button di bawah lalu pilih simpan file PDF)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

HiGive dan Lapas Permisan Nusakambangan Dorong Warga Binaan Bangkit dan Berubah

NUSAKAMBANGAN (hidayatullah.or.id) — Mengusung semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Permisan Nusakambangan menggelar kegiatan coaching inspiratif...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img