
NUSAKAMBANGAN (hidayatullah.or.id) — Mengusung semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Permisan Nusakambangan menggelar kegiatan coaching inspiratif bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Rabu (19/08/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari program “Nusakambangan Menyapa Indonesia” ini mengusung tema “81 Tahun Indonesia Merdeka: Menyalakan Harapan, Menguatkan Perubahan.”
Direktur HiGIVE, Imron Faizin, S.E, mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk membuka ruang perubahan dan menegaskan bahwa semangat kemerdekaan juga milik mereka yang sedang menjalani masa pembinaan. Sebanyak 30 warga binaan berkesempatan mengikuti sesi yang dikemas secara interaktif, reflektif, dan penuh motivasi tersebut.
“Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke 81, kegiatan coaching inspiratif bertujuan meningkatkan kecintaan WBP kepada bangsa dan tanah air, sekaligus memberikan pembekalan kepada para binaan baru agar mereka dalam menjalani masa tahanan penuh optimesme dan harapan.” ungkap Imron
Selain itu, lanjut Imron yang juga Ketua Departemen Sosial DPP Hidayatullah, kegiatan ini juga sebagai wadah dalam menggali potensi bagi para binaan lapas yang akan menyelesaikan masa tahanan agar mereka memiliki gambaran kegiatan positif yang akan dilakukan setelah masa tahanan selesai.
Kegiatan ini menghadirkan dua coach profesional berpengalaman lebih dari 20 tahun di dunia konseling korporasi dan instansi pemerintah, Eko Budiyanto dan Rahwan. Melalui pendekatan yang hangat, para peserta diajak mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, serta melepaskan bayang-bayang masa lalu untuk menata masa depan.
“Coaching bersama warga binaan di Lapas Permisan ini bukan sekadar sesi berbagi. Ini adalah kesempatan mengajak mereka melihat potensi diri dan menyadari bahwa setiap orang selalu memiliki kesempatan untuk berubah. Harapan saya, ini menjadi titik awal bagi mereka untuk bangkit dan siap menjadi pribadi yang bermanfaat saat bebas nanti,” ujar Eko Budiyanto.

Dampak positif dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh para peserta. Ahmad, salah satu WBP peserta coaching, mengungkapkan rasa optimisnya setelah mengikuti sesi tersebut.
“Selama ini saya banyak memikirkan kesalahan masa lalu. Namun hari ini saya diajak melihat bahwa saya masih punya kesempatan untuk memperbaiki kehidupan. Pesan yang paling saya ingat adalah bahwa masa lalu tidak menentukan masa depan. Saya ingin pulang sebagai pribadi yang lebih baik untuk keluarga,” tutur Ahmad.
Hal senada disampaikan oleh Rudi, WBP lainnya. “Sesi hari ini membuka pikiran saya bahwa masih banyak potensi diri yang bisa dikembangkan. Materi disampaikan secara sederhana dan menyentuh, membuat kami lebih percaya diri menatap masa depan,” ungkapnya.
Melalui program “Nusakambangan Menyapa Indonesia”, HiGIVE dan Lapas Permisan menegaskan pesan utama bahwa di balik tembok pembinaan, harapan akan selalu ada. Kemerdekaan sejati adalah menghadirkan kesempatan untuk berubah dan memberi ruang bagi setiap insan untuk kembali berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.






