
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah melakukan audiensi dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) Republik Indonesia, Selasa (29/09/2026), di Kantor Kemenko Polkam, Jalan Medan Merdeka Jakarta Pusat.
Rombongan DPP Hidayatullah diterima oleh Asisten Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa, Bapak Cecep Suprianta. Audiensi tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus pembahasan sejumlah isu strategis terkait kehidupan kebangsaan, khususnya peran dai moderat, stabilitas sosial-politik, dan sinergi organisasi kemasyarakatan dengan aparat keamanan.
Mewakili DPP Hidayatullah, Wakil Sekretaris Jenderal Muhammad Isnaini memperkenalkan Hidayatullah sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang dakwah dan tarbiyah. Ia menyampaikan bahwa Hidayatullah saat ini telah memiliki kepengurusan yang tersebar di 37 provinsi, mulai dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW), Dewan Pengurus Daerah (DPD), hingga Dewan Pengurus Cabang (DPC).
Selain struktur kepengurusan, Hidayatullah juga memiliki organisasi pendukung (orpen), yakni Pemuda Hidayatullah, Muslimat Hidayatullah, dan Gerakan Mahasiswa Hidayatullah.
Isnaini menegaskan bahwa keberadaan jaringan tersebut menjadi modal sosial yang dapat terus dikembangkan untuk memperkuat kontribusi Hidayatullah dalam kehidupan masyarakat dan kebangsaan.
Peran Dai Moderat dalam Pencegahan Radikalisme
Dalam audiensi, Hidayatullah menyampaikan pentingnya penguatan peran dai dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, sejuk, dan konstruktif.
Dai tidak hanya berperan menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat, memperkuat persaudaraan, serta mencegah berkembangnya paham yang dapat mengganggu kehidupan bersama.

Hidayatullah memandang penguatan kapasitas dai perlu terus dilakukan agar dakwah mampu menjawab dinamika masyarakat sekaligus menghadirkan Islam yang menebarkan kemaslahatan.
Dalam konteks tersebut, Hidayatullah menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan pemerintah dalam isu Islam dan kebangsaan, toleransi beragama, serta penguatan nilai-nilai Pancasila dalam rangka menjaga keutuhan NKRI.
Penguatan Stabilitas Sosial-Politik di Daerah Rawan Konflik
Pembahasan juga diarahkan pada pentingnya menjaga stabilitas sosial-politik, khususnya di wilayah yang memiliki kerentanan terhadap konflik.
Organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan dai memiliki peran penting dalam membangun komunikasi sosial serta memperkuat ketahanan masyarakat dari berbagai potensi konflik.
Hidayatullah memiliki jaringan dakwah dan pendidikan di berbagai daerah yang dapat menjadi bagian dari kekuatan masyarakat dalam menjaga suasana sosial yang kondusif.
Pendekatan dakwah dan tarbiyah, menurut Hidayatullah, dapat menjadi salah satu instrumen untuk membangun kesadaran masyarakat, memperkuat ukhuwah, dan mendorong penyelesaian persoalan secara damai.
Sinergi Ormas dan Aparat Keamanan di Wilayah Perbatasan
Selain isu stabilitas sosial-politik, audiensi juga membahas pentingnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan aparat keamanan, terutama dalam memperkuat kehidupan sosial masyarakat di wilayah perbatasan.
Keberadaan organisasi masyarakat di daerah dapat menjadi mitra strategis dalam membangun komunikasi dengan masyarakat, memperkuat ketahanan sosial, serta mendukung terciptanya kehidupan yang aman dan harmonis.
Hidayatullah menyatakan kesiapan untuk membangun komunikasi dan sinergi sesuai dengan peran dan kapasitas organisasi dalam mendukung agenda kebangsaan tersebut.
Kemenko Polkam Apresiasi Kiprah Hidayatullah
Menko Polkam yang diwakili oleh Asisten Deputi Kemenko Polkam Bapak Cecep Suprianta merespons baik kunjungan DPP Hidayatullah dan mengapresiasi berbagai kegiatan yang selama ini telah dijalankan Hidayatullah.
Cecep mendorong Hidayatullah untuk terus melanjutkan program-program positif yang telah berjalan sehingga keberadaan dakwah semakin dirasakan manfaatnya oleh umat dan bangsa.

“Terus lanjutkan program yang baik sehingga keberadaan dakwah Hidayatullah semakin terasa di tangan umat dan bangsa,” pesan Cecep.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi dan menghindari perselisihan maupun perpecahan.
“Hindari perselisihan, perpecahan karena dalam sebuah organisasi sangat rentan perpecahan,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang solid dan mampu menjaga kesinambungan gerakan di tengah dinamika masyarakat.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara Hidayatullah dan Kemenko Polkam dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, menjaga stabilitas sosial-politik, serta memperkuat persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam audiensi tersebut turut hadir Imron Faizin, Ketua Departemen Sosial DPP Hidayatullah, Adam Sukiman, Sekretaris Jenderal PP Pemuda Hidayatullah. Suhardi, S.Th.I., M.Pd, Ketua DPW Hidayatullah DKI Jakarta bersama jajaran pengurus. Kehadiran Pemuda Hidayatullah memperkuat ruang kontribusi generasi muda dalam agenda kebangsaan.






