AdvertisementAdvertisement

Dukungan Rumah hingga Air Bersih, Pemulihan Pascabencana Kampung Rel Berjalan Bertahap

Content Partner

ACEH (Hidayatullah.or.id) — Depot air minum yang dikelola dengan melibatkan Pengurus Musholla menjadi bagian penting dari upaya pemulihan pascabencana di Kampung Rel, Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

Selama masa pemulihan, fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia air minum layak konsumsi, tetapi juga menjadi pusat distribusi galon air bersih bagi warga terdampak melalui armada khusus yang dioperasikan secara terkoordinasi.

Inisiatif tersebut berjalan beriringan dengan penyerahan 18 unit rumah hasil rehabilitasi yang dilaksanakan oleh Laznas Baitulmaal Hidayatullah (BMH).

Rumah-rumah tersebut diserahkan kepada 18 kepala keluarga dalam sebuah rangkaian kegiatan tasyakuran dan doa bersama yang berlangsung pada Senin, 23 Rajab 1447 (12/1/2026). Acara ini dihadiri ratusan warga Kampung Rel serta sejumlah perwakilan BMH dan tokoh masyarakat.

Program rehabilitasi hunian ini merupakan bagian dari skema Recycle House digulirkan BMH yang dirancang untuk mempercepat pemulihan tempat tinggal warga pascabencana.

BMH menargetkan penyelesaian rehabilitasi 100 unit rumah sebelum memasuki bulan Ramadhan. Namun, rumah yang telah rampung secara teknis diserahkan lebih awal agar dapat segera ditempati kembali oleh warga yang selama ini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Direktur Program dan Pendayagunaan BMH, Syamsuddin, menyampaikan bahwa percepatan penyerahan rumah merupakan bagian dari strategi pemulihan berbasis kebutuhan riil warga.

“Kami berharap warga yang selama ini tinggal di pengungsian bisa segera kembali ke rumah masing-masing dan menjalani aktivitas secara lebih layak,” ujarnya dalam sambutan kegiatan tersebut.

Selain hunian, kebutuhan dasar lainnya juga menjadi perhatian utama. Dalam kesempatan yang sama, BMH menyerahkan satu unit mesin filterisasi air bersih yang difungsikan sebagai depot air minum bagi warga.

Pengelolaan depot ini dipercayakan kepada Pengurus Musholla setempat, yang sejak fase pemulihan awal telah aktif membantu warga dengan mendistribusikan galon air bersih menggunakan armada khusus ke rumah-rumah dan titik-titik hunian sementara.

Pelibatan pengurus Musholla dinilai penting karena mereka memiliki kedekatan sosial dengan warga dan memahami kondisi lapangan secara langsung. Skema ini memungkinkan distribusi air minum dilakukan secara lebih tertib dan merata, terutama bagi keluarga lansia dan warga dengan keterbatasan mobilitas.

Rangkaian kegiatan pemulihan juga dilengkapi dengan Lapak Bahagia, yakni layanan distribusi kebutuhan prioritas warga berupa paket sembako dan pakaian layak pakai. Bantuan ini disalurkan untuk mendukung keberlangsungan hidup warga yang masih dalam tahap penyesuaian pascabencana.

Syamsuddin menjelaskan bahwa pendekatan pemulihan yang dijalankan BMH tidak berdiri sendiri. “Alhamdulillah, program-program ini berjalan secara paralel dan kolaboratif dengan berbagai pihak, dengan tujuan mendorong transformasi sosial, ekonomi, dan spiritual masyarakat pascabencana,” katanya.

Apresiasi terhadap program tersebut disampaikan oleh Jamal, tokoh masyarakat Kampung Rel yang juga menjabat sebagai imam Musholla. Ia menyatakan bahwa sejak masa tanggap darurat hingga fase pemulihan, kehadiran BMH dirasakan konsisten. “Atas nama pribadi dan masyarakat Kampung Rel, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan,” ujarnya.

Menurut Jamal, program yang dijalankan dirancang dengan melibatkan partisipasi warga sehingga selaras dengan kebutuhan lapangan. “Kami melihat langsung bahwa setiap program direncanakan dengan baik, melibatkan masyarakat, dan terasa tepat sasaran,” tambahnya.

Suasana haru turut mewarnai kegiatan ketika salah satu penerima manfaat, pasangan lansia yang dikenal sebagai Kakek Nasib dan istrinya, menerima simbolis kunci rumah hasil rehabilitasi. Keduanya tampak tidak kuasa menahan air mata saat rumah yang telah lama ditinggalkan akhirnya dapat ditempati kembali.

“Alhamdulillah, akhirnya kami bisa kembali ke rumah sendiri dan tidak harus tinggal di tenda pengungsian lagi. Terima kasih kepada BMH dan semua orang baik yang telah membantu. Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang lebih besar,” ucap Kakek Nasib.

Kegiatan ini menandai satu fase penting dalam proses pemulihan Kampung Rel, di mana penyediaan hunian, akses air bersih, dan pemenuhan kebutuhan dasar dijalankan secara terpadu untuk mendukung keberlanjutan kehidupan warga terdampak.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Jejak Ayah dalam Jiwa Anak, Pelajaran Moral dari Kisah Nabi Yusuf

MARILAH kita mentadabburi pesan yang Allah Subhanahu wa Ta'ala sampaikan dalam Al Qur'an Surah Yusuf ayat 24, ketika Dia...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img