
KARANGANYAR (Hidayatullah.or.id) — Bendahara Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Suwito Abdul Fattah, S.Pd., S.E., M.M., mendorong agar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah Bagian Selatan (Bagsel) memberikan perhatian lebih pada pengembangan sektor ekonomi organisasi. Dalam kesempatan yang sama, ia menyebut wilayah tersebut dikenal memiliki atmosfer kaderisasi yang kuat.
“Saya senang sekali hadir di sini. Karena DIY–Jateng Bagian Selatan, terutama Jogja dan Solo, dikenal sebagai dua daerah Hidayatullah yang memiliki atmosfer kaderisasi yang kuat,” ujar Suwito Abdul Fattah saat membuka Rapat Kerja Wilayah.
Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah DIY–Jateng Bagian Selatan mengusung tema Konsolidasi Jatidiri dan Transformasi Organisasi sebagai forum perencanaan dan penguatan arah kebijakan organisasi di tingkat wilayah ini diselenggarakan selama dua hari, 8-9 Syaban 1447 (27–28/1/2026).
Kegiatan tersebut bertempat di Kampus I Ma’had Aly Menara Al-Qur’an, Hidayatullah Karanganyar. Rakerwil secara resmi dibuka oleh Suwito Abdul Fattah. Peserta berasal dari berbagai unsur organisasi, meliputi pengurus Dewan Pengurus Wilayah, Dewan Pengurus Daerah, organisasi pendukung, serta unit amal dan badan usaha yang berada di bawah koordinasi wilayah DIY–Jateng Bagian Selatan.
Suwito Abdul Fattah menyampaikan bahwa penguatan ekonomi organisasi perlu menjadi perhatian ke depan. Ia menyampaikan harapan agar pengembangan ekonomi dapat berjalan seiring dengan penguatan kaderisasi yang telah dikenal di wilayah tersebut.
“Ke depan semoga Hidayatullah DIY–Jateng Bagian Selatan lebih memberikan perhatian juga kepada ekspansi ekonomi, agar kemandirian organisasi tercapai dan pengaruh positifnya semakin luas,” kata Suwito Abdul Fattah.
Suwito sebagai perwakilan dari DPP Hidayatulla sebagai pendamping forum menyampaikan harapan Rapat Kerja Wilayah ini menjadi ruang konsolidasi bagi seluruh unsur organisasi di wilayah DIY–Jateng Bagian Selatan.
Melalui Rakerwil, imbuhnya, terbangun keselarasan antara pengurus wilayah, daerah, dan unit-unit pendukung dalam menjalankan program organisasi. Pembahasan diarahkan pada penyusunan langkah-langkah kerja yang terkoordinasi dan berkesinambungan sesuai dengan tema yang diusung.
Dalam forum tersebut, para peserta membahas berbagai aspek penguatan organisasi, termasuk konsolidasi jati diri, transformasi kelembagaan, serta penyesuaian program kerja dengan dinamika yang berkembang.
Merespon Tantangan Masa Kini dan Masa Depan

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah DIY–Jateng Bagian Selatan, Abdullah Munir, S.Ag., dalam laporannya menyinggung tantangan yang dihadapi organisasi pada masa kini dan masa mendatang. “Semoga organisatoris dan kader Hidayatullah DIY–Jateng Bagian Selatan bersiap,” ujar Abdullah Munir dalam sambutannya.
Abdullah menyampaikan bahwa Rapat Kerja Wilayah merupakan forum penting untuk merespons tantangan tersebut. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan Rakerwil dapat dimanfaatkan secara optimal dalam menyusun perencanaan organisasi. Menurutnya, perumusan program yang strategis dan efektif diperlukan agar arah gerak organisasi dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan yang dihadapi.
Ia juga menyampaikan harapan agar Rakerwil dapat menghasilkan program-program kerja yang terukur dan relevan dengan target jangka menengah organisasi. “Oleh karena itu, Rakerwil ini hendaknya digunakan sebaik-baiknya untuk menyusun berbagai program yang strategis dan efektif,” ujar Abdullah Munir.
Ia menambahkan bahwa perencanaan tersebut diharapkan dapat mengantarkan organisasi pada capaian kemandirian dan pengaruh yang lebih kuat serta semakin menghadirkan maslahat lebih luas bagi umat dan kehidupan bangsa pada tahun 2030.
Sebagai informasi tambahan, profil organisasi serta aktivitas Hidayatullah DIY–Jateng Bagian Selatan dapat diakses melalui laman resmi dpwhidayatullahdiyjatengbagsel.org. Situs tersebut memuat informasi mengenai struktur organisasi, kegiatan, serta program yang dijalankan di wilayah DIY–Jateng Bagian Selatan.






