AdvertisementAdvertisement

Hidayatullah Kenang Jejak Pengabdian Prof Amal Fathullah Zarkasyi untuk Negeri

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH. Naspi Arsyad, Lc., menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi dan mengenang berpulangnya sebagai kehilangan besar bagi dunia pendidikan Islam dan bangsa Indonesia.

Almarhum wafat di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu, 3 Januari 2026. Kepergian tokoh pendidikan tersebut meninggalkan jejak panjang pengabdian yang tidak terpisahkan dari Pondok Modern Darussalam Gontor.

Naspi Arsyad menyebut Amal Fathullah Zarkasyi sebagai figur yang telah mewakafkan hidupnya sepenuhnya untuk Islam dan kaum muslimin. Menurutnya, sosok guru kelahiran Ponorogo, 04 Nopember 1949 ini bukan hanya milik Gontor, tetapi bagian dari sejarah pendidikan Indonesia yang kontribusinya melampaui ruang dan zaman.

“Beliau bukan hanya memimpin Gontor sebagai lembaga pendidikan besar dan berpengaruh, tetapi mewakafkan seluruh hidupnya untuk membangun manusia dan peradaban melalui pendidikan. Itulah jalan hidup yang beliau pilih hingga akhir hayatnya,” ujar Naspi Arsyad.

Almarhum Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi dikenal sebagai salah satu pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, sebuah institusi pendidikan Islam yang memiliki pengaruh luas dalam sistem pendidikan nasional.

Gontor dikenal dengan model pendidikan terpadu yang memadukan penguasaan ilmu agama, bahasa, kepemimpinan, dan kedisiplinan, serta menekankan nilai keikhlasan, kemandirian, dan pengabdian. Dalam kepemimpinannya, Gontor terus memperkuat perannya sebagai pusat kaderisasi umat dan bangsa.

Naspi Arsyad menyampaikan bahwa kiprah Amal Fathullah Zarkasyi tidak dapat dilepaskan dari kontribusi nyata Gontor dalam melahirkan sumber daya manusia yang berperan di berbagai sektor kehidupan.

“Melalui Gontor yang beliau pimpin, lahir para pendidik, dai, ulama, hingga birokrat yang berkiprah memajukan kehidupan bangsa dan memberi kontribusi strategis bagi Indonesia,” kata Naspi.

Pondok Modern Darussalam Gontor telah melahirkan ribuan alumni yang tersebar di dalam dan luar negeri, berkiprah sebagai akademisi, pendakwah, pemimpin lembaga pendidikan, aparatur negara, dan tokoh masyarakat. Sistem wakaf yang menjadi fondasi kelembagaan Gontor menjadikan pondok ini berdiri independen dari kepentingan pribadi, sebuah prinsip yang terus dijaga oleh para pimpinannya, termasuk Amal Fathullah Zarkasyi.

Naspi menilai bahwa gagasan-gagasan almarhum memperkuat paradigma pendidikan berbasis karakter dan pengabdian. “Beliau selalu menekankan bahwa ilmu harus melahirkan tanggung jawab moral. Pendidikan bukan untuk kepentingan diri, tetapi untuk kemaslahatan umat dan bangsa,” ungkap Naspi Arsyad.

Menurut Naspi, pandangan guru besar di bidang Ilmu Aqidah di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor itu sejalan dengan tradisi Gontor yang memposisikan pendidikan sebagai amanah peradaban, bukan sekadar transmisi pengetahuan.

Naspi Arsyad juga menekankan bahwa keteladanan Amal Fathullah Zarkasyi terletak pada konsistensi antara pemikiran dan praktik. Kepemimpinannya di Gontor ditandai dengan kesederhanaan, disiplin, dan keteguhan menjaga nilai-nilai wakaf pondok yang mengantar lembaga ini menjadi pilar pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Wafatnya Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi di RS Moewardi Solo menutup satu fase penting dalam sejarah Gontor, namun warisan pemikiran dan sistem pendidikan yang dibangunnya tetap hidup. Naspi Arsyad menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan agar keteladanan hidupnya terus menginspirasi generasi penerus.

“Beliau telah menunaikan amanah hidupnya dengan sangat baik. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan spirit pengabdian itu, menjaga pendidikan sebagai jalan membangun umat dan bangsa,” tutup Naspi Arsyad.

Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Relawan Bersihkan Warung Warga untuk Percepat Pemulihan Ekonomi Aceh Tamiang

ACEH (Hidayatullah.or.id) -- Relawan kemanusiaan Tim Siaga Bencana Hidayatullah Aceh bersama Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menyasar kedai dan...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img