Beranda blog Halaman 114

Kader Hidayatullah Didorong Siap Lanjutkan Estafeta Perjuangan Islam

0

BANDUNG (Hidayatullah.or.id) — Anggota Dewan Murabbi Pusat (DMP) Hidayatullah, Ust. Drs. Mohammad Nur Fuad, MA, memberi pesan tegas kepada kader-kader Hidayatullah untuk mempersiapkan diri melanjutkan estafeta perjuangan Islam.

Pesan tersebut disampaikan dalam acara Safari Dakwah bertema “Menjadi Manusia Paling Bahagia Bersama Al-Qur’an” yang berlangsung di aula Yayasan Hayatan Thayyibah Pesantren Hidayatullah Bandung, Jawa Barat, Selasa, 14 Rajab 1446 (14/1/2025).

“Sebagai seorang kader Hidayatullah harus siap melanjutkan estafeta perjuangan,” ujar Nur Fuad. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental dan spiritual dalam menerima berbagai amanah.

Dengan semangat, ia bertanya kepada para hadirin, “Ketika ada penugasan ke manapun, harus siap. Bapak-bapak, ibu-ibu, dan yang muda-muda ini, siap tidak?” Seruannya disambut dengan antusiasme para aktivis yang hadir.

Dalam acara yang dihadiri oleh kader Hidayatullah Bandung dan sekitarnya, Nur Fuad memaparkan peran strategis setiap individu dalam struktur lembaga Hidayatullah.

Ia menegaskan bahwa setiap kader perlu memahami tugas masing-masing di berbagai tingkatan struktur, mulai dari Musyawarah Majelis Syura (MMS), Dewan Pertimbangan (DP), Majelis Penasihat (MP), Dewan Mudzakarah (DM), Dewan Murabbi Pusat (DMP), hingga Dewan Pengurus Pusat (DPP) sampai jajaran hierarki setelahnya.

Nur Fuad menjelaskan bahwa Hidayatullah saat ini berada di fase kedua, yang ia sebut sebagai “tahun krisis”. Di fase ini, peran para kader senior pelanjut yang ia istilahkan dengan “tabiin” sangat vital untuk mengawal dan melanjutkan misi serta visi perjuangan Hidayatullah.

“Tugas para senior adalah melakukan transformasi manhaj sistematika wahyu, kultural, nilai sistematika wahyu, dan jatidiri. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan safari dakwah, seperti dialog yang konstruktif,” jelas Nur Fuad, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, Jawa Timur, pada 2011-2015.

Sebagai salah satu penyusun buku Qalami Mudah Menulis Al-Qur’an One Day One Ayat, ia menekankan pentingnya dakwah yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai Qur’ani.

Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup

Tidak hanya berbicara tentang perjuangan organisasi, Nur Fuad juga mengajak para kader untuk merenungkan nikmat besar yang telah Allah SWT berikan. Salah satu nikmat terbesar itu adalah kehadiran Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia.

Menurutnya, memahami Al-Qur’an tidak cukup sebatas membaca, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Ada sembilan dimensi Al-Qur’an yang perlu diketahui dan diterapkan,” ungkap Nur Fuad. Dimensi-dimensi tersebut meliputi: Mengimani, Menyimak, Menirukan/melafadzkan, Menulis, Memahami, Mengamalkan, Mengajarkan, Mengulang-ulang, dan Memperbaiki kesalahan/mentasihkan.

Ia menegaskan bahwa penguasaan sembilan dimensi ini merupakan jalan menuju kebahagiaan sejati yang hanya bisa diraih melalui kedekatan dengan Al-Qur’an dan mengamalkannya.*/Dadang Kusmayadi

Tuan Rumah Rakerwil Sultra, Wakil Bupati Konut Dukung Komitmen Gerakan Hidayatullah

0

KONAWE UTARA (Hidayatullah.or.id) – Daerahnya ketempatan menjadi tuan rumah helatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-V Hidayatullah Sulawesi Tenggara (Sultra), Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abu Haera., S.Sos., M.Si., secara tegas menyatakan dukungannya terhadap gerakan dakwah dan tarbiyah yang menjadi arus utama Hidayatullah.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bupati Abu Haera saat membuka Rapat Kerja Wilayah ke-V Hidayatullah Sulawesi Tenggara, berlangsung selama dua hari di Hotel Ohio Konawe Utara yang dibuka pada Sabtu, 11 Rajab 1446 (11/1/2025).

Rakerwil ini merupakan agenda terakhir dalam periode kepengurusan 2020-2025. Dengan mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri, Organisasi, dan Wawasan Menuju Terwujudnya Standardisasi, Sentralisasi, dan Integrasi Sistemik”, kegiatan tersebut dihadiri oleh 18 DPD, Pengurus Wilayah Pemuda dan Muslimat Hidayatullah, serta berbagai badan amal dan usaha tingkat wilayah.

Dalam sambutannya, Abu Haera menyampaikan rasa bangga dan semangatnya untuk mendukung Hidayatullah. Ia bahkan menawarkan wakaf berupa empat hektar tanah untuk dimanfaatkan oleh Hidayatullah sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi umat.

“Saya siap mewakafkan empat hektar tanah jika Hidayatullah siap mengelolanya untuk pemberdayaan ekonomi,” ungkap Abu Haera, menegaskan komitmennya terhadap penguatan gerakan dakwah.

Ia juga menambahkan bahwa Konawe Utara, sebagai kabupaten baru yang berusia 18 tahun, memiliki banyak potensi untuk menarik perhatian, termasuk dalam bidang dakwah.

Hidayatullah sebagai Mitra Pemerintah

Abu Haera, yang terpilih untuk periode kedua sebagai wakil bupati dengan bupati yang berbeda, mengakui bahwa Hidayatullah adalah mitra kerja sama yang solid bagi pemerintah. Hidayatullah selama ini mudah diajak kerja sama, baik dalam program pemerintah maupun kegiatan sosial,” tambahnya.

Abu Haera juga mengapresiasi langkah-langkah strategis yang dirumuskan dalam Rakerwil ini. Menurutnya, kontribusi Hidayatullah akan memberikan dampak signifikan, tidak hanya bagi Konawe Utara, tetapi juga masyarakat Sultra secara luas.

“Dengan kebersamaan dan kerja keras, saya optimis gerakan Hidayatullah akan semakin maju dan memberikan manfaat nyata bagi umat,” tutup Abu Haera.

Dukungan Abu Haera ini sejalan dengan visi Rakerwil untuk menguatkan jati diri organisasi, khususnya melalui konsolidasi yang berorientasi pada peningkatan wawasan dan kedekatan kepada Allah. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Abdul Ghofar Hadi, yang mewakili Ketua Umum DPP Hidayatullah dalam sambutannya.

“Konsolidasi diri dimulai dari membaca, menumbuhkan idealisme, dan membangun kedekatan kepada Allah. Dengan cara inilah kita dapat mencapai integrasi sistemik yang diharapkan,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal I Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah ini.

Selain membuka Rakerwil, kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi program Baitul Maal Hidayatullah (BMH) perwakilan Sulawesi Tenggara.

Program ini meliputi dakwah, pendidikan, pembangunan masjid, dan penyantunan dai. BMH melaporkan pendayagunaan dana yang telah berhasil menjangkau masyarakat di berbagai pelosok Sulawesi Tenggara.

Di hari kedua, peserta Rakerwil mengikuti sosialisasi persiapan “Run Madhan”, sebuah program fisik dan materi untuk menyambut bulan Ramadan.

Dengan target 15 peserta secara nasional, kegiatan ini dilaunching langsung oleh Wakil Bupati, yang juga ikut serta dalam sesi lari dan jalan sehat bersama peserta lainnya.

Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Tenggara, Ahmad Sahroni, menyampaikan Rakerwil ke-V ini juga menjadi momentum untuk mendiskusikan peluang sekaligus tantangan yang dihadapi oleh wilayah dalam bidang pendidikan, dakwah, ekonomi, sosial, dan kesehatan.

Sebagai wilayah dengan mayoritas penduduk muslim, potensi kontribusi Hidayatullah di Sulawesi Tenggara dinilai sangat besar.

“Banyak sekali peluang untuk berkontribusi, terutama dalam mengembangkan pendidikan, dakwah, dan ekonomi berbasis umat. Namun, tantangan-tantangan juga harus diatasi dengan sinergi yang kuat antara seluruh elemen organisasi,” ujarnya.

Salah satu rekomendasi penting dari Rakerwil ini adalah mendukung penuh pelaksanaan Musyawarah Nasional Hidayatullah ke-VI, yang akan berlangsung pada Oktober 2025. Para peserta Rakerwil sepakat untuk memberikan legacy terbaik bagi generasi penerus, sebagai bagian dari misi besar Hidayatullah.*/Adam Sukiman

Rakor BKPTQ Hidayatullah Rumuskan Standardisasi dalam Pembinaan Tilawatil Qur’an

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah diwarnai antusiasme dalam pembukaan Rapat Koordinasi Badan Koordinasi Pembinaan Tilawatil Qur’an (BKPTQ) Hidayatullah, Jakarta, pada Kamis, 16 Rajab 1446 (16/1/2025).

Mengusung tema “Standardisasi, Sentralisasi, dan Integrasi Sistemik dalam Pembinaan Tilawatil Qur’an”, Rakor ini menjadi momen penting bagi pengurus harian BKPTQ untuk merumuskan langkah strategis dalam pengembangan program pembinaan dan pembelajaran Al-Qur’an.

Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Sekretaris Jenderal I Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Dr. Abdul Ghofar Hadi, M.Pd.I, mendorong BKPTQ Hidayatullah untuk terus berinovasi dalam melahirkan terobosan pembelajaran tilawah Al-Qur’an yang senafas dengan kebutuhan zaman.

“Buat pilot project dari tiap program BKPTQ agar bisa jadi rujukan,” kata Dr. Abdul Ghofar Hadi. Menurutnya, upaya ini penting untuk menciptakan pola pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan dapat menjadi role model. Langkah inovatif ini diyakini akan memperkuat posisi BKPTQ sebagai pionir dalam pembinaan tilawatil Qur’an yang terstandar dan terintegrasi.

Lebih lanjut, Ghofar menekankan pentingnya membangun mindset umat termasuk di kalangan jamaah Hidayatullah tentang esensi pembelajaran Al-Qur’an.

“Lakukan edukasi kepada seluruh jamaah Hidayatullah tentang BKPTQ dalam rangka menumbuhkan mindset pentingnya meningkatkan kemampuan membaca dan menyelami Qur’an menjadi lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, edukasi tersebut tidak hanya berbentuk ceramah atau pelatihan teknis, tetapi juga harus menyentuh aspek spiritual dan emosional.

Dengan pendekatan yang integral, lanjut Ghofar, BKPTQ diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an tetapi juga mendalami maknanya dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Ghofar juga mendorong BKPTQ untuk mengembangkan langkah-langkah kreatif dalam memberikan pemahaman menarik tentang program-program mereka. “Buat langkah kreatif untuk memberi pemahaman menarik tentang BKPTQ,” imbuhnya.

Menurut Ghofar, ide-ide inovatif seperti penggunaan media digital, konten interaktif, dan pendekatan komunitas diyakini mampu menarik minat generasi muda sekaligus memperluas jangkauan dakwah.

Ghofar menegaskan kembali pentingnya komitmen dan sinergi semua pihak dalam menyukseskan misi BKPTQ. “Kita semua punya peran penting dalam memastikan bahwa program BKPTQ bukan hanya berjalan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi jamaah dan umat secara keseluruhan,” tutupnya penuh harap.

Ketua Koordinator Nasional Grand MBA yang juga menjadi peserta rakor, Ust. Muhdi Muhammad, menambahkan bahwa acara ini merupakan salah satu bentuk kegiatan serap ilmu indoor yang rutin digalakkan oleh BKPTQ.

“Agenda ini merupakan salah satu kegiatan serap ilmu indoor yang kerap digalakkan oleh BKPTQ dalam menyiapkan sarana pengembangan dan pembinaan bakat dan skill kader dan umat dalam meningkatkan kemampuan penyerapan dalam keilmuan Al-Qur’an dan aplikasinya,” jelasnya.

Dia menjelaskan, tema besar yang diusung sebagaimana disebut diawal menggarisbawahi visi besar BKPTQ untuk menciptakan sistem pembinaan yang terstruktur, terstandardisasi, dan merata di seluruh Indonesia.

Dengan standardisasi, terang Muhdi, diharapkan semua program memiliki kualitas yang sama, sementara sentralisasi bertujuan memastikan keberlangsungan program sesuai arahan pusat. “Adapun integrasi sistemik menjadikan pembinaan Al-Qur’an selaras dengan kebutuhan masyarakat modern,” katanya.

Muhdi menambahkan, salah satu langkah konkret yang direncanakan adalah pengembangan modul pembelajaran terstandar yang dapat diakses oleh seluruh cabang Hidayatullah. Selain itu, akan ada pelatihan intensif bagi para pengajar Al-Qur’an untuk memastikan mereka mampu menerapkan metode yang telah disepakati. (ybh/hio)

Hidayatullah Tekankan Pentingnya Sinergi Wujudkan Indonesia Berdaulat dan Berkeadilan

0

BANYUASIN (Hidayatullah.or.id) – Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas amal shaleh secara kolektif, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-V di Kampus Madya Pondok Pesantren Hidayatullah Banyuasin, Sumsel, yang dibuka pada Rabu, 15 Rajab 1446 (15/01/2025).

Acara ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ir. Candra Kurnianto, yang menegaskan pentingnya sinergi dan peran organisasi dalam mendukung visi dan misi pemerintah Indonesia untuk mewujudkan negara yang berdaulat, mandiri, berkeadilan, serta berkelanjutan.

Dalam arahan pendampinganya, Candra Kurnianto menegaskan bahwa perjuangan dan amal shaleh adalah inti dari apa yang dilakukan oleh Hidayatullah.

“Keimananlah yang menuntut kita terus berjuang, melakukan amal shaleh, dan melahirkan karya di berbagai bidang demi meraih kebahagiaan di dunia ini dan keselamatan di akhirat kelak,” ujar Candra.

Rapat Kerja Wilayah V ini bertujuan untuk memperkuat struktur dan kapasitas organisasi Hidayatullah dalam menghadapi tantangan tahun 2025. Dia menyampaikan Rakerwil dilakukan sebagai wahana konsolidasi, koordinasi, sosialisasi, dan evaluasi serta merumuskan program-program yang akan dikerjakan dalam tahun 2025 nanti.

“Semua ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas amal shaleh secara kolektif dengan sistem kinerja yang dapat diukur,” kata Candra lebih lanjut.

Menurutnya, evaluasi dan perencanaan program ini bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, tetapi sebuah upaya serius untuk memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan oleh Hidayatullah dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan bangsa.

Selain itu, pencapaian yang diraih diharapkan dapat diukur melalui sistem kinerja yang jelas dan terarah, yang mencakup setiap sektor yang menjadi fokus kegiatan organisasi ini.

Candra juga menekankan pentingnya menjaga niat dan keyakinan dalam setiap karya yang dilakukan oleh anggota Hidayatullah. “Kita juga harus meyakini bahwa segala bentuk karya yang dihasilkan, kinerja yang dicapai, serta prestasi yang diraih semuanya akan dinilai dan diberi ganjaran oleh Allah SWT, bahkan disaksikan oleh Rasulullah saw dan orang-orang beriman kelak di akhirat,” tuturnya.

Profesionalisme dan Nilai Profetik dalam Keuangan Organisasi

Salah satu aspek penting yang diangkat oleh Candra adalah implementasi nilai-nilai profetik dan profesionalisme dalam sistem gerakan organisasi. Menurutnya, hal ini merupakan tantangan besar yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam tahun 2025.

“Hal penting yang perlu mendapatkan perhatian secara serius pada tahun 2025, salah satunya adalah implementasi nilai-nilai profetik dan profesionalisme dalam sistem keuangan organisasi, amal usaha, dan badan usaha,” ungkapnya.

Pentingnya profesionalisme dan penerapan nilai nilai profetik dalam setiap aspek gerakan ini bukan hanya untuk menjaga keberlanjutan organisasi, tetapi juga untuk memastikan bahwa semua kegiatan usaha yang dilakukan dapat memberi manfaat yang luas bagi masyarakat tanpa melanggar prinsip-prinsip moral dan etika yang telah ditetapkan.

Candra juga menekankan bahwa visi, misi, dan berbagai program yang dijalankan oleh Hidayatullah tidak dapat terwujud tanpa adanya sinergi dan kolaborasi yang kuat dengan pemerintah dan masyarakat.

“Kami menyadari bahwa visi, misi dan berbagai program Hidayatullah hanya dapat diwujudkan dengan sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat,” tegas Candra.

Menurutnya, kerjasama antara organisasi ini dengan berbagai pihak adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang signifikan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, Hidayatullah berkomitmen untuk mendukung berbagai kebijakan pemerintah dalam rangka mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Dalam rangka itu, Hidayatullah juga menyatakan dukungannya terhadap visi dan misi pemerintah Indonesia, khususnya dalam mewujudkan negara yang berdaulat, mandiri, berkeadilan, serta berkelanjutan.

“Oleh karena itu, Hidayatullah mendukung visi misi pemerintah mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, berkeadilan, pembangunan berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan rakyat dan pemeliharaan lingkungan hidup,” ujar Candra.

Rakerwil dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Pengurus Wilayah, unsur Dewan Murobbi Wilayah (DMW), unsur Dewan Pengurus Daerah (DPD), unsur Organisasi Pendukung (Pengurus Wilayah Pemuda dan Pengurus Wilayah Muslimat), unsur amal usaha tingkat wilayah, dan badan usaha tingat wilayah.

Selain itu, tampak pula hadir dalam pembukaan Rakerwil ini anggota Komisi VIII DPR RI, H. Askweni, yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan ini serta Anggota Dewan Murabbi Pusat KH. Naspi Arsyad, MA.

Ketua DPW Hidayatullah Sumsel, Lukman Hakim, menyampaikan bahwa Rakerwil ini merupakan momen yang sangat penting untuk mengevaluasi program kerja yang sudah dijalankan. Menurutnya, evaluasi dan perbaikan adalah langkah penting agar setiap program yang ada dapat berjalan dengan lebih baik lagi ke depannya.*/Kosim

Siaran Pers: Menyambut Kesepakatan Gencatan Senjata Antara Mujahidin Hamas dan Penjajah Zionis Israel

0
ILUSTRASI: Ikon pejuang pembebasan Baitul Maqdis Palestina dari cengkraman penjajah, Yahya Sinwar, yang melakukan perlawanan hingga detik detik akhir kematiannya (Foto: Google)

“Pada tahun 2004 Ariel Sharon mengira, membunuh Syaikh Ahmad Yasin dan dr. Abdul Aziz Rantisi akan menghabisi Intifadhah Al-Aqsha. Setahun kemudian, Februari 2005, Zionis Israel dipaksa memenuhi tuntutan Mujahidin Hamas di meja perundingan Sharm El-Sheikh, Mesir.

Dua puluh tahun sesudahnya, pada tahun 2024, Benyamin Netanyahu mengira, membunuh Ismail Haniyah dan Yahya Sinwar akan menghabisi Taufan Al-Aqsha. Belum sampai setahun kemudian, Januari 2025, Zionis Israel dipaksa memenuhi semua tuntutan Mujahidin di meja perundingan Doha, Qatar.

Semalam, 16 Rajab 1446, akhir malam 15 Januari 2025, Allah taqdirkan tuntasnya kesepakatan gencatan senjata pada hari ke-466 Jihad Taufan Al-Aqsha, antara Penjajah Zionis Israel dan Para Mujahidin Perlawanan Islam (Hamas).

Mulai Ahad 19 Januari 2025, Zionis Israel harus berhenti menyerang Gaza. Sekitar 100 tawanan yang ada di tangan Mujahidin akan ditukar dengan kebebasan lebih dari 2000 orang tawanan Palestina termasuk para Ulama dan Qiyadah Mujahidin, sebagaimana janji Para Pemimpin Hamas. Termasuk di dalamnya 250 tawanan yang vonisnya penjara seumur hidup, juga akan bebas. Dalam waktu seminggu setelahnya, seluruh warga Gaza akan kembali ke tempat tinggalnya masing-masing tanpa kecuali.

Tiada kemenangan tanpa pengorbanan. Pengorbanan dan kesabaran terbesar adalah milik para Mujahidin, Ibu-ibu, Ayah-ayah, anak-anak, Kakek-kakek, Nenek-nenek, dan Para Syuhada. Merekalah Pemenang-pemenang utama.

Seluruh warga Gaza adalah barisan gunung-gunung karang yang berdiri gagah seperti raksasa-raksasa membentengi umat Islam sedunia di hadapan penjajah kerdil Zionis Israel, Amerika Serikat, dan Eropa.
Pertolongan Allah dan kemenangan itu dekat. Berilah kabar gembira kepada orang-orang beriman.

Ayo lanjutkan menguatkan garis depan pertahanan umat, Gaza. Ulurkan tangan kita membantu keluarga-keluarga kita membangun lebih kuat gunung-gunung karang benteng kita itu. Sampai Masjidil Aqsha dan Baitul Maqdis merdeka.”

Jakarta, 16 Rajab 1446

Departemen Hubungan Antarbangsa Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah

Seminar Rakerwil Hidayatullah Papua Tengah Soroti Tantangan Dakwah di Era Society 5.0

0

TIMIKA (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Papua Tengah menyelenggarakan pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Timika, pada Senin, 13 Rajab 1446 (13/1/2025).

Acara ini diawali dengan seminar kebangsaan bertema “Dakwah Wasathiyah Membina Umat dengan Pendekatan Ahlus Sunnah Wal Jamaah di Era Society 5.0.” Seminar ini menjadi penegasan komitmen Hidayatullah untuk menghadirkan dakwah yang relevan dan berkesinambungan di tengah perubahan zaman.

Acara tersebut dihadiri Ketua Departemen Rekrutmen dan Pembinaan Anggota DPP Hidayatullah Iwan Abdullah, Ketua Dewan Murobbi Wilayah Hasanuddin Ali, Ketua DPW Hidayatullah Papua Tengah Haeranzi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika Muhammad Amin AR, Anggota DPRD Kabupaten Mimika, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika Ignatius Robertus Adii, serta para ulama, tokoh masyarakat, dan pimpinan organisasi Islam.

Ketua DPW Hidayatullah Papua Tengah, Haeranzi, dalam pidato pembukaan Rakerwil menyampaikan bahwa agenda ini bertujuan untuk menyatukan langkah dalam konsolidasi, koordinasi, sosialisasi, dan evaluasi program kerja tahun 2025.

“Kita ingin meningkatkan kualitas dan kuantitas amal saleh secara kolektif dengan sistem kerja yang terukur,” ungkap Haeranzi.

Haeranzi juga mengucapkan terima kasih kepada DPD Hidayatullah Timika, yang dipimpin Abdul Syakir, atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam menjadi tuan rumah acara tersebut.

Haeranzi berharap Rakerwil Hidayatullah Papua Tengah ini mampu menghasilkan program-program strategis yang aplikatif dan berkelanjutan.

“Dengan kebersamaan dan semangat kolektif, kita yakin bisa memberikan kontribusi terbaik untuk umat di Papua Tengah,” katanya.

Dia menambahkan, acara ini tidak hanya menjadi momentum silaturrahim dan konsolidasi organisasi, tetapi juga wadah untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan semangat dakwah di era modern.

“Dengan pendekatan dakwah wasathiyah sebagaimana tema seminar, Hidayatullah Papua Tengah siap menjawab tantangan zaman dan membawa perubahan positif bagi masyarakat,” tandasnya.

Dalam arahannya, Iwan Abdullah menyampaikan pentingnya memanfaatkan momentum Rakerwil untuk menggalakkan silaturahim dan pembinaan umat.

“Silaturahim adalah pintu utama dalam membangun dakwah dan menguatkan ukhuwah,” tegasnya. Ia juga menekankan perlunya standarisasi halaqah untuk meningkatkan kualitas iman, ilmu, dan amal.

Iwan menambahkan, “Generasi muda, khususnya mahasiswa, profesional, dan cendekiawan, harus lebih diberdayakan untuk aktif dalam gerakan tarbiyah dan dakwah Hidayatullah. Mereka adalah ujung tombak keberlanjutan dakwah di masa depan.”

Pembukaan Rakerwil dilakukan dengan pembacaan basmalah secara bersama-sama oleh para tokoh dan tamu undangan. Tradisi lokal juga dihadirkan melalui pemukulan Tifa, alat musik tradisional Papua, sebagai simbolisasi dimulainya agenda besar ini.

Selain itu, terdapat momen pemberian cendera mata berupa kain batik Papua dan buku “50 Tahun Hidayatullah Mengabdi” kepada para tokoh dan donatur sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi.

KH. Muhammad Amin AR, Ketua MUI Kabupaten Mimika, menyampaikan bahwa kolaborasi yang kuat antarorganisasi Islam akan memperkuat dakwah di wilayah Papua Tengah. “Dengan dakwah wasathiyah yang inklusif, kita bisa membina umat secara menyeluruh di era digital ini,” ujarnya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan seminar yang menghadirkan pembicara-pembicara kompeten. Di antaranya adalah KH. Dr. Tasyrif Amin, M.Pd.I, Ketua Pembina Kampus Utama Pesantren Hidayatullah Timika, yang mengulas tentang peran dakwah dalam era Society 5.0.

“Era Society 5.0 menuntut kita untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan teknologi modern. Dakwah harus bisa menjangkau generasi digital tanpa kehilangan esensinya,” jelas Ustad Tasyrif Amin.

Tasyrif juga menyoroti pentingnya adaptasi pendekatan dakwah berbasis Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

Sementara itu, Iwan Abdullah dalam paparannya menekankan perlunya sinergi antara dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. “Ini adalah tugas bersama kita untuk melahirkan generasi yang cerdas secara spiritual dan intelektual,” tegasnya.

KH. Muhammad Amin AR juga menambahkan bahwa masyarakat membutuhkan dakwah yang relevan dengan tantangan zaman. “Era Society 5.0 adalah peluang emas bagi umat Islam untuk memimpin perubahan menuju kebaikan,” katanya.*/Nur Lailatul Jannah

[KHUTBAH JUM’AT] Tidak Beriman di Tepian dan 3 Kiat dalam Memupuk Keimanan

0

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَناَ أَنْ نُصْلِحَ مَعِيْشَتَنَا لِنَيْلِ الرِّضَا وَالسَّعَادَةِ، وَنَقُوْمَ بِالْوَاجِبَاتِ فِيْ عِبَادَتِهِ وَتَقْوَاهْ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ مَنْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمّا بَعْدُ

فَيَا عِبَادَ الله، اُوْصِيْنِي نَفْسِي بِتَقْوَى الله، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْم، أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ, بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. يَا أَيُّهَا الّذين آمنوا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Zat Yang Maha Esa dan Maha Kuasa. Dialah yang menciptakan langit dan bumi, mengatur segala urusan, dan menetapkan setiap takdir. Tiada sesuatu pun yang terjadi di alam semesta ini kecuali atas kehendak-Nya.

Dialah yang melimpahkan nikmat-nikmat-Nya tanpa batas, meskipun kita sering lalai untuk mensyukurinya. Kepada-Nya kita memohon pertolongan, dan hanya kepada-Nya pula kita berserah diri.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ, pembawa risalah kebenaran yang mengeluarkan umat manusia dari kegelapan menuju cahaya.

Beliaulah suri teladan agung dalam akhlak dan ibadah, yang mengajarkan kita makna sejati dari keimanan dan ketakwaan. Semoga shalawat itu juga terlimpah kepada keluarga beliau, para sahabat yang mulia, serta seluruh pengikutnya yang istiqamah hingga akhir zaman.

Hadirin rahimakumullah, dalam kehidupan ini, iman kepada Allah dan Islam sebagai agama yang haq adalah modal utama yang tidak ternilai. Ia adalah pelita dalam kegelapan, pemandu di tengah kesesatan, serta bekal paling berharga dalam menghadapi kematian yang pasti akan datang.

Marilah kita renungkan bersama betapa pentingnya menjaga iman sebagai pedoman hidup, sebab tanpanya, jiwa akan gersang, dan perjalanan hidup kehilangan arah.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah

Setiap hari Jum’at, kita diingatkan dengan wasiat takwa, sebuah pesan abadi yang menjadi rukun khutbah, namun lebih dari itu, ia adalah inti dari hidup beriman. Takwa bukan sekadar kata; ia adalah sebaik-baik bekal untuk kehidupan di dunia dan di akhirat.

Tanpa takwa, kehidupan akan kehilangan arah, ibarat perahu yang terombang-ambing tanpa kompas. Iman adalah fondasinya. Ia bagaikan udara yang tidak bisa tergantikan; tanpa iman, jiwa manusia tercekik, kehilangan hidupnya yang sejati.

Iman adalah keyakinan yang menghujam ke dalam, kepercayaan yang kokoh kepada Allah, kepada Nabi-Nya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada para Rasul, kepada hari akhir, dan kepada qadha serta qadar-Nya.

Iman menuntut totalitas. Ia memanggil kita untuk bersungguh-sungguh, tidak setengah hati, tidak pula ragu. Iman adalah keseriusan, usaha tanpa henti untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Hadirin Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Allah memberikan informasi yang berisi sindiran dan peringatan kepada orang-orang yang beriman tapi tidak ikhlas, hanya beriman sekedarnya di “pinggiran”.

Mereka beribadah kepada Allah jika mendapatkan apa yang diinginkannya. Sebaliknya, bila keinginannya tidak tercapai, ia pun menuding Islam sebagai penyebab dari kegagalannya. Hal itu tercantum dalam al-Qur’an surat al Hajj ayat 11:

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَعْبُدُ ٱللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُۥ خَيْرٌ ٱطْمَأَنَّ بِهِۦ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ ٱنقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِۦ خَسِرَ ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْخُسْرَانُ ٱلْمُبِينُ

”Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi (tidak dengan penuh keyakinan), jika ia memperoleh kebajikan tetaplah ia dalam keadaan itu (keimanan) dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana berbaliklah ia ke belakang (menjadi kafir lagi). Rugilah ia di dunia dan di akhirat, yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS Al-Hajj [22]:11).

Mari kita renungkan asbabun nuzul firman Allah dalam Surah Al-Hajj ayat 11 sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Ibnu Abbas ini, yang turun untuk memperingatkan manusia tentang keimanan yang rapuh, keimanan yang terombang-ambing oleh nikmat dan musibah.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dan Al-Bukhari, dahulu ada orang yang masuk Islam dengan harapan duniawi. Ketika ia diberi anak laki-laki dan hartanya bertambah, ia memuji agamanya. Tetapi, ketika ia diuji, ia berbalik mencela agama itu.

Begitu pula, mengenai kisah seorang Yahudi yang masuk Islam, tetapi ketika ia kehilangan penglihatannya, hartanya habis, dan anaknya meninggal, ia menyalahkan Islam atas musibah yang menimpanya. Demikian Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Athiyyah dari Ibnu Mas’ud.

Betapa sering manusia mengukur agama dengan timbangan duniawi! Mereka memuji Allah ketika diberikan nikmat, tetapi berbalik menyalahkan takdir ketika ujian datang.

Padahal, bukankah Allah telah menegaskan bahwa dunia adalah ladang ujian? Keimanan bukanlah transaksi untuk mengharap dunia, melainkan keyakinan yang kokoh pada ketetapan-Nya, baik dalam suka maupun duka.

Tidakkah kita malu kepada Allah? Nikmat yang kita terima begitu melimpah, tetapi sedikit saja ujian, kita berkeluh kesah.

Maka, jadilah hamba yang sabar, yang selalu bersyukur dalam nikmat dan berserah diri dalam musibah. Karena hanya mereka yang teguh, yang akan memperoleh kemenangan hakiki di akhirat kelak.

Hadirin Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Al-Qurtubi dan Ibn Al-Katsir menyampaikan bahwa yang dimaksud dari Surah Al-Hajj ayat 11 ini adalah orang-orang munafik. Merekalah orang-orang yang sangat merugi di dunia dan di akhirat.

Kerugian yang dimaksud orang yang beriman di pinggiran pada surat al Hajj ayat 11 adalah kerugian bagi orang-orang yang jika dia ditimpa oleh suatu bencana, berupa peristiwa yang tidak baik, atau lenyapnya sesuatu yang dicintai. Mereka “berbaliklah dia ke belakang,” maksudnya dia murtad (keluar) dari agamanya.

Jika murtad maka “Rugilah ia di dunia dan akhirat.” Tentang kerugian di dunia, maka usahanya gagal. Tidak ada yang berhasil ia rengkuh melainkan bagian yang telah ditetapkan baginya.

Adapun mengenai kerugian akhirat, maka sangat jelas. Ia terhalangi dari surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Dan dia dipastikan masuk neraka. Maka itulah kerugian yang nyata dan jelas.

Hadirin Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Mengambil pelajaran dari Surah Al-Hajj ayat 11 ini bahwa dalam beriman tidak bisa hanya sekedarnya, setengah-setengah, asal-asalan atau ikut-ikutan. Posisi orang seperti itu ibarat di pinggiran atau tepian.

Artinya, iman yang belum teguh karena kurang yakin atau masih ada keraguan dalam beriman, pancaran imannya belum masuk di relung hati yang paling dalam. Mudah terombang-ambing dan bimbang saat menghadapi godaan dan tantangan dalam perjalanan imannya.

Di sinilah pentingnya selalu memupuk keimanan kepada Allah yang diawali ilmu dan dijaga dengan terus belajar atau memperdalam ilmu. Pertama, melalui membaca buku-buku, mengikuti majelis-majelis taklim, aktif di forum-forum diskusi yang membahas keimanan dan keislaman.

Perintah Allah yang pertama dalam al-Qur’an adalah iqra! “bacalah” sebagai pondasi dalam keimanan. Kunci dari memahami Islam dan beriman dengan baik adalah membaca atau terus belajar, upgrade pengetahuan.

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan” (Q.S. Al’alaq [96]: 1)

Kedua, memiliki guru, murabbi, atau musyrif yang membimbing keimanannya. Lingkungan saat ini cukup sistematis yang menjadikan iman tidak tumbuh dengan baik.

Belum lagi sistem kehidupan, sistem pendidikan, sistem ekonomi dan budaya kurang mendukung pertumbuhan iman. Maka, penting adanya seorang guru atau murabbi yang menguatkan proses dan menempa iman secara intens.

Selama ini belum ada yang membina, mengurus, memantau, mengevaluasi dengan penuh tanggung jawab untuk pertumbuhan keimanan kita.

Ketiga, berteman dengan lingkungan pergaulan yang baik. Selama ini, banyak orang terjebak dalam pergaulan yang menggerus keimanannya. Terkadang teman-teman komunitasnya membuat lalai dari ibadah.

Istilah anak-anak sekarang memilih circel yang mendukung untuk menguatkan keimanan. Rasulullah dalam hadist telah memberikan nasehat terkait pertemanan dalam keimanan.

Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Allah memberikan gambaran yang sangat jelas tentang pertemanan sangat berpengaruh hingga kehidupan di akherat. Allah berfirman:

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً

“Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata: “Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an sesudah Al Qur’an itu datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia” (Al Furqan:27-29)

Di ayat ini, Allah menggambarkan seseorang yang telah menjadikan orang-orang yang jelek sebagai teman-temannya di dunia sehingga di akhirat menyebabkan penyesalan yang sudah tidak berguna lagi.

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah

Iman adalah barang yang mahal, tidak mudah untuk menjaga dan menumbuhkannya karena jaminannya surga. Maka tidak bisa hanya beriman di pinggiran tapi harus serius, kaffah, sungguh-sungguh dalam beriman.

Caranya, adalah dengan senantiasa memperdalam keilmuan, memiliki guru atau murabbi yang membimbing dan mencari lingkungan yang mendukung pertumbuhan iman kita.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى اِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ

Do’a Penutup

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً. اللّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ . وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبّ الْعَالَمِيْنَ

!!!عِبَادَاللهِ

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Final HiFest di Kampus Ar Rohmah IIBS Uji Kemampuan Santri di Bidang Diniyah, Bahasa dan Sains

0

MALANG (Hidayatullah.or.id) — Kampus Ar Rohmah International Islamic Boarding School (IIBS) Malang, Jawa Timur, menjadi saksi kemeriahan final HiFest se-Jawa pada Sabtu, 11 Rajab 1446 (11/1/2025).

Setelah melalui babak penyisihan yang digelar secara daring pada Oktober 2024, ajang kompetisi ini berhasil menghadirkan momen penuh semangat dan kompetisi sehat bagi ribuan santri dari berbagai lembaga pendidikan Hidayatullah.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan (Depdik) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur bekerja sama dengan Depdik DPW Hidayatullah Jawa Tengah, Jawa Tengah Bagian Selatan, dan Jawa Barat ini menjadi ajang bergengsi bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan mereka di berbagai bidang akademik.

Dengan total peserta babak final sebanyak 2.829 santri, HiFest musim ini menjadi yang terbesar. Para peserta terdiri dari 1.300 siswa jenjang SD, 889 siswa jenjang SMP, dan 640 siswa jenjang SMA, yang berlomba dalam bidang Matematika, IPA, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Pendidikan Agama Islam (PAI).

Dalam sambutannya, Ketua Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah Jawa Timur, Adi Purwanto, menyampaikan tujuan utama HiFest adalah untuk mengukur kemampuan santri Hidayatullah di bidang diniyah, bahasa, dan sains.

Selain itu, terang Purwanto, acara ini juga menjadi ajang untuk mengevaluasi kualitas pembelajaran di lembaga pendidikan jaringan Pendidikan Integral Berbasis Tauhid (PIBT).

“Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan akademik, tetapi juga membentuk dan melatih mental santri sejak dini. Sikap disiplin, percaya diri, kerja keras, tidak mudah putus asa, kompetitif, jujur, dan bertanggung jawab adalah nilai-nilai yang ingin kita tanamkan,” ujar Adi.

Dengan rencana ekspansi ke wilayah Bali dan Nusa Tenggara pada tahun depan, HiFest diharapkan mampu menjadi barometer kualitas pendidikan santri di Indonesia Timur.

“Ini bukan sekadar lomba, tetapi momentum untuk mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan berkarakter,” tutur Adi.

Dia menambahkan, HiFest telah menjadi simbol kesungguhan Hidayatullah dalam membina santri berbakat menuju visi pendidikan integral yang mencerdaskan dan membentuk karakter. “Sampai jumpa di HiFest berikutnya,” tandas Adi.

Kompetisi Ketat di Setiap Jenjang

Kemeriahan final HiFest terasa sejak pagi hari, dengan kehadiran para peserta dan keluarga yang memberikan dukungan penuh.

Sorak-sorai dan semangat kompetitif terlihat di setiap sudut kampus Ar Rohmah IIBS Malang. Tak hanya meraih prestasi, kompetisi ini juga menjadi ajang silaturahmi antar-lembaga pendidikan Hidayatullah.

Pada babak final ini, sebanyak 48 medali emas, 72 medali perak, dan 120 medali perunggu diperebutkan. Persaingan sengit terlihat di semua jenjang.

SD Integral Luqman Al Hakim Surabaya berhasil keluar sebagai juara umum untuk jenjang SD setelah memperoleh 31 emas, 25 perak, dan 20 perunggu.

Berikutnya, ada SMP Ar Rohmah Boarding School Malang menjadi yang terbaik di jenjang SMP dengan koleksi 12 emas, 9 perak, dan 15 perunggu. Sementara SMA Integral Luqman Al Hakim Surabaya yang meraih 15 emas, 11 perak, dan 12 perunggu menjadi juara umum jenjang SMA.

Ketua panitia, Akhwan Khumaidi, ungkapkan kebanggaannya atas kesuksesan acara ini. Ia menegaskan, HiFest tahun ini mencatatkan sejarah baru dengan mencakup wilayah se-Jawa, dan tahun depan akan diperluas hingga Bali dan Nusa Tenggara, bila memungkinkan se-Indonesia.

“Harapan kami, kompetisi ini melahirkan generasi emas yang tidak hanya berdaya saing global tetapi juga memiliki karakter unggul. Santri Hidayatullah harus menjadi teladan dalam ilmu pengetahuan dan akhlak,” imbuh Akhwan. (red/hio)

Khitan Berkah Gratis untuk Santri Yatim Dhuafa di Nunukan Kaltara

0

NUNUKAN (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) menggelar khitan berkah gratis untuk santri yatim dhuafa di Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu, 11 Rajab 1446 (11/1/2025).

Acara berlangsung di aula gedung SD Nur Islam Pesantren Hindayatullah Nunukan, Selisun, Nunukan Selatan. Kegiatan ini dihadiri oleh anak-anak yang penuh haru dan sukacita.

“Alhamdulillah hari ini di Nunukan BMH menggelar khitan gratis yang diperuntukkan bagi anak-anak santri yatim dan dhuafa,” ujar Safriadi, Kepala ULZ BMH Nunukan.

Kata-katanya mengandung rasa syukur dan kebanggaan atas terselenggaranya acara tersebut.

Imam Tabrani, orangtua dari Hafidz, turut menyampaikan rasa terima kasih.

“Alhamdulillah terima kasih banyak kepada Laznas BMH yang telah menyelenggarakan kegiatan khitan berkah gratis, ini sangat membantu sekali bagi kami dan yang lainnya,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Acara khitan ini berjalan lancar dan penuh hikmah. Anak-anak santri terlihat antusias menjalani prosesi khitan dengan tenang dan senyum ceria. Para donatur BMH, Puskesmas Nunukan, Wildan Collection, dan Pendidikan Integral Hidayatullah Nunukan turut berperan penting dalam kesuksesan acara ini.

Keberhasilan acara ini tak lepas dari dukungan para donatur yang tulus. Bantuan mereka memberikan harapan baru bagi keluarga santri yatim dhuafa. Khitan berkah ini bukan hanya ritual, tetapi juga simbol kasih sayang dan perhatian terhadap masa depan anak-anak.

Khitan berkah memiliki makna mendalam bagi masyarakat. Bagi anak-anak, ini adalah langkah penting dalam kehidupan mereka.

Bagi keluarga, khitan berkah membawa kebahagiaan dan rasa lega. Program ini mencerminkan kepedulian BMH terhadap kebahagiaan sesama yang membutuhkan, terutama anak yatim dan janda.

Dengan hadirnya program ini, BMH menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Kepedulian ini memperkuat ikatan sosial dan menciptakan lingkungan yang penuh kasih.

“BMH terus berupaya memberikan berkah dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan, menjadikan dunia lebih harmonis dan penuh harapan,” sambung Safriadi.

Melalui khitan berkah ini, BMH mengajak semua pihak untuk terus berbagi dan peduli. Kebahagiaan anak yatim dan janda adalah prioritas utama, mencerminkan nilai kemanusiaan yang luhur.

“Dengan langkah nyata ini, BMH membawa perubahan positif bagi komunitas Nunukan. Kebahagiaan dan kesejahteraan mereka adalah cermin dari keberhasilan program pemberdayaan sosial BMH,” tutup Safriadi penuh syukur.*/Herim

Pelatihan Customer Relation Management BMH Sulsel untuk Layanan yang Lebih Baik

0

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Sulawesi Selatan menggelar sosialisasi dan pelatihan Customer Relation Management (CRM) pada Selasa, 14 Rajab 1446 (14/1/2025).

Kegiatan ini menunjukkan komitmen Laznas BMH dalam mengembangkan layanan berbasis data. Tujuannya adalah meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana zakat.

Acara ini diikuti oleh seluruh jaringan Laznas BMH se-Sulawesi Selatan. “Pada tahun 2024, sistem CRM diterapkan di kantor Perwakilan, Luwu Timur, dan Parepare,” ujar Rizki Dacosta, Kepala Divisi Marketing Laznas BMH Sulawesi Selatan.

“Tahun ini, kami terapkan di seluruh jaringan, termasuk gerai Maros, Luwu Utara, Bone, Bulukumba, dan mitra Zakat Al Bayan. Ini bentuk komitmen kami terhadap transparansi,” lanjut Dacosta.

Sosialisasi dan pelatihan ini memperkuat kemampuan semua stakeholder. Menurut Dacosta, hal ini meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana dari muzakki. Dengan sistem CRM, pengelolaan donasi menjadi lebih terstruktur dan data lebih akurat.

Dalam sambutannya, Kadir, Ketua Perwakilan Laznas BMH Sulsel, menyampaikan pentingnya digitalisasi layanan.

“Sistem yang kami sosialisasikan adalah langkah menuju digitalisasi layanan. Penerapannya wajib bagi seluruh jaringan untuk meningkatkan kualitas layanan,” ujarnya.

Implementasi CRM diharapkan meningkatkan pelayanan kepada para muzakki. Laznas BMH ingin memaksimalkan manfaat dana zakat, infak, dan sedekah yang diamanahkan. CRM adalah bagian dari penguatan sistem dan digitalisasi setelah Human Resources Management (HRM) dan Management Relationship Management (MRM).

Dengan CRM, Laznas BMH dapat memberikan layanan terbaik kepada para muzakki. Data yang akurat membantu dalam pengelolaan dana yang lebih efisien dan transparan. Program ini mencerminkan dedikasi Laznas BMH dalam membangun kepercayaan dan meningkatkan kualitas layanan.

Laznas BMH Sulawesi Selatan terang Kadir terus berinovasi untuk memberikan layanan yang lebih baik. Sosialisasi dan pelatihan CRM ini adalah langkah penting menuju layanan yang lebih profesional dan terpercaya. Melalui program ini, Laznas BMH berharap dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan para donatur.

“Dengan sistem CRM, Laznas BMH semakin siap memenuhi kebutuhan muzakki. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas utama dalam pengelolaan dana. Program ini mendukung visi Laznas BMH untuk menjadi lembaga zakat yang terpercaya dan berdaya saing tinggi,” imbuh Kadir.

Kadir mengajak mendukung Laznas BMH dalam upaya meningkatkan layanan zakat. Dengan dukungan semua pihak, Laznas BMH dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci keberhasilan pengelolaan dana zakat yang berdampak positif.*/Herim