PASURUAN (Hidayatullah.or.id) — Menutup tahun 2021, Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) DPP Hidayatullah menggelar acara Diklat Calon Kepala Sekolah/Madrasah. Acara berlangsung di Ma’had Tahfizh Darul Hijrah Salam, Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur (2-5/12/2021).
Diklat yang bertajuk “To Be Prophetic Leader” ini diikuti oleh 44 peserta dari berbagai daerah. Mereka tersebar dari ujung timur Jayapura, Papua, Palangkaraya, Konawe, hingga Bangka Belitung, di bagian barat Indonesia.
Dalam sambutan, Ketua Departemen Dikdasmen DPP, Ustadz Nanang Noer Patria menegaskan bahwa diklat diadakan tidak bermaksud sekadar menambah wawasan saja. Tapi memang untuk menyiapkan peserta secara langsung untuk menjadi kepala sekolah/madrasah.
“Diklat ini dirancang untuk to be (menjadi) sosok pemimpin. Mengubah sikap mental dan karakter menjadi pemimpin adil serta amanah. Jadi bukan sekadar how to (bagaimana) menambah wawasan sebagai pemimpin atau kepala sekolah saja,” ujar Ustadz yang baru saja meluncurkan buku terbaru, Rekonstruksi Sekolah.
Diklat Calon Kepala Sekolah/Madrasah ini adalah sesi kedua dari tiga gelombang yang ada. Pertama, diklat secara online yang diikuti oleh 100 lebih peserta. Kedua, diklat secara offline bagi peserta yang dinyatakan lulus dari sesi pertama.
“Jadi setelah penutupan ini, peserta diklat masih punya kewajiban. Sesi ketiga berupa magang di sekolah atau madrasah di daerah,” terang Ustadz Adi Purwanto, Ketua Panitia Diklat.
Untuk magang nanti, setiap peserta diminta membuat laporan secara tertulis terhadap hasil penelitian dan kinerja yang dilakukan. Selanjutnya itu semua akan dievaluasi oleh panitia. “Jadi sertifikat kelulusannya nanti setelah magang, bukan di acara penutupan ini,” lanjut Ustadz Adi tersenyum.
Acara diadakan selama empat hari penuh dengan berbagai materi, mulai dari materi di kelas, diskusi kelompok, hingga permainan (games) di lapangan.
Tampak hadir di acara penutupan, Ustadz Ihya Ulumuddin (Direktur Ma’had Tahfizh Darul Hijrah Salam), Ustadz Abdillah (Mudir Darul Hijrah Salam Pandaan, Pasuruan), Ustadz Amrozi, serta seluruh instruktur dan tim nasional Dikdasmen yang dikomandani oleh Ustadz Nanang Noer Patria selaku Ketua Dept. Dikdasmen DPP Hidayatullah*/Masykur Suyuthi
KAIMANA (Hidayatullah.or.id) – Komandan Distrik Militer (Dandim) Tentara Nasional Indonesia (TNI) 1804/Kaimana Letkol Inf Chairi Suhanda yang diwakili Pasiter Kodim 1804/Kaimana, Kapten Inf Setiyono menyalurkan bantuan kepada anak-anak santri Pondok Pesantren Hidayatullah di Kampung Coa, Distrik Kaimana, Kabupaten Kaimana, Ahad, 1 Jumadil Awal 1443 (5/12/2021).
Pasiter Kodim 1804/Kaimana, Kapten Inf Setiyono mengatakan kegiatan ini merupakan upaya dari Dandim selaku aparat kewilayahan terhadap kondisi di wilayah binaannya.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kepada anak-anak calon penerus bangsa yang memerlukan perhatian dari semua pihak,” ujar Kapten Inf Setiyono.
Kapten Inf Setiyono menjelaskan, kegiatan yang bertujuan untuk menjaga silaturahmi dengan masyarakat ini dilakukan bersama anggota Kodim lainnya.
Pada kesempatan ini kedatangan Dandim yang di wakili oleh pasiter Kodim 1804/Kaimana disambut oleh pengurus yayasan dan anak-anak Pondok Pesantren Hidayatullah Kaimana. Bantuan yang diberikan oleh Dandim berupa makanan dan sembako untuk dipergunakan sehari-hari.
“Bantuan yang kami berikan tidak banyak namun kami berharap bantuan tersebut bisa berguna dan membantu operasional yayasan kedepannya,” ujar Pasiter Kodim 1804/Kaimana, Kapten Inf Setiyono.
Pasiter Kodim 1804/Kaimana, Kapten Inf Setiyono menambahkan, usai kegiatan ini, silaturahmi dengan yayasan akan terus berjalan dimana anggota Kodim akan terus berkomunikasi dengan yayasan.
“Dan kami berharap besar melalui perhatian kecil kami ini akan tumbuh generasi penerus besar yang bisa berguna bagi bangsa dan negara,” tutup Kapten Inf Setiyono.
Dalam kesempatan ini Pasiter sekaligus menyampaikan perintah dari komando atas tentang werving/rekrutmen anggota TNI yang diprioritas dari kalangan pesantren yang sudah memenuhi syarat syarat seleksi penerima anggota TNI. (msc/hio)
BANTEN (Hidayatullah.or.id) — Simpul sinergi DPW Hidayatullah Banten, BMH, dan Komunitas Tunarungu Bante berikhtiar hadirkan Rumah Qur’an (RQ) Tunarungu.
Peluncuran RQ Tunarungu ini dilakukan di masjid agung Banen, yakni Masjid Raya Al-Bantani, Sabtu, 29 Rabiul Akhir 1443 (4/12/2021).
“Mohon doanya, ini merupakan ikhtiar dakwah dari sahabat kita tunarungu, semoga dengan mereka kita senantiasa semakin semangat lagi,” kata Ketua DPW Hidayatullah Banten, Ust Ahmad Maghfur Agus Gunawan.
Maghfur mengklaim, Rumah Qur’an (RQ) Tunarungu yang diluncurkannya ini merupakan yang pertama di Indonesia.
Ia pun merasa takjub, sebab dari hadirin tunarungu yang menghadiri peluncuran Rumah Qur’an ini ternyata banyak sudah hafal Al Qur’an 30 juz.
“Yang lebih luar biasa lagi ternyata ada diantara mereka yang menghafal Al Quran. Subhanallah, luar biasa, kita doakan sahabat kita tunarungu mudah mudahan semakin semangat, semakin baik juga, dan semakin paham dengan agama Islam,” katanya.
Sementara itu, Kepala BMH Perwakilan Banten, Bati Andalo, mengatakan upaya memberikan layanan dakwah dan pendidikan, utamanya di bidang Alquran mendorong BMH juga berikan perhatian kepada disabilitas, dalam hal ini adalah tunarungu.
“Alhamdulillah, melalui momentum tabligh akbar yang digelar di masjid agung Banen, yakni Masjid Raya Al-Bantani, BMH launching Rumah Qur’an Tunarungu,” kata Bati.
Sejumlah 95 tunarungu hadir mengikuti kegiatan ini. Mereka didampingi oleh keluarga masing-masing.
“Senang sekali, akhirnya saudara saya yang tunarungu bisa juga belajar Alquran,” terang seorang pendamping tunarungu, Novi.
Harapan dari dibukanya Rumah Qur’an Tunarungu jadikan mereka yang terbatas juga dapat memahami dan menikmati keindahan Alquran.*/Herim
LUMAJANG (Hidayatullah.or.id) – Dampak dari erupsi Gunung Semeru, Sabtu (04/12/2021), akibatkan kerusakan di berbagai titik, diantaranya Jembatan Perak, penghubung Lumajang-Malang, ambruk.
Jembatan putus akibat besarnya erupsi dan semburan awan panas guguran Gunung Semeru. Arus lalu lintas pun dilaporkan lumpuh total.
Sementara itu, Tim SAR Hidayatullah bersama BMH saat ini telah bergerak ke arah menuju lokasi terjadinya erupsi Gunung Semeru.
“Saat ini belum terhubung dengan kawan (di) Lumajang. Malam ini bergerak dari Solo 5 personil. Dari SAR dan BMH Jatim segera merapat TKP,” ujar Kadiv Operasi SAR Hidayatullah Murdianto kepada Hidayatullah.com, Sabtu malam sekitar pukul 18.33 WIB.
Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan sebuah jembatan ambruk. Seseorang dalam video melaporkan Jembatan Perak putus.
Dilaporkan warga Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jembatan Perak di Dusun Sumber Puring, ambrol diterjang banjir lahar dari Gunung Semeru. Jembatan penghubung Kecamatan Pasirian, Lumajang ke Kecamatan Dampit, Malang, itu tak dapat dilewati.
Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi. Gunung api tersebut mengeluarkan asap pekat berwarna abu-abu berukuran besar.
Gunung Semeru yang berketinggian 3.676 meter itu mengakibatkan hujan abu di sekitar Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Sabtu (04/12/2021).
Erupsi Gunung Semeru itu mengakibatkan dua kecamatan di Kabupaten Lumajang, gelap gulita. Video dan foto-foto peristiwa tersebut menyebar luas di media sosial.
Badan Nasional Penangguangan Bencana (BNPB) mencatat Semeru memiliki catatan panjang sejarah erupsi yang terekam pada 1818. Catatan letusan yang terekam pada 1818 hingga 1913 tidak banyak informasi yang terdokumentasikan. Kemudian pada 1941-1942 terekam aktivitas vulkanik dengan durasi panjang.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mencatat aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada 1990, 1992, 1994, 2002, 2004, 2005, 2007 dan 2008.
Pada tahun 2008, tercatat beberapa kali erupsi, yaitu pada rentang 15 Mei hingga 22 Mei 2008. Teramati pada 22 Mei 2008, empat kali guguran awan panas yang mengarah ke wilayah Besuk Kobokan dengan jarak luncur 2.500 meter.
JAKARTA – (Hidayatullah.or.id) — Perampungan pembangunan kompleks penginapan Wisma Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah terus dilakukan secara massif bahkan hingga lembur. Wisma ini nantinya menjadi tempat beristirahat peserta selama gelaran Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2022 yang akan digelar selama 3 hari atau tepatnya pada tanggal 9 hingga 11 Desember 2021.
Wakil Sekretaris Jenderal II DPP Hidayatullah, Iwan Ruswanda, mengatakan perampungan proyek pembangunan sudah memasuki tahap finishing yang melibatkan banyak pekerja, termasuk didatangkan dari kampus Hidayatullah lainnya di Depok dan Jakarta.
“Sudah finishing. Tinggal beberapa persen lagi. Insya Allah siap menyambut dan menerima peserta dari berbagai daerah seluruh Indonesia,” katanya dalam obrolan dengan media ini, Jum’at, 28 Rabiul Akhir 1443 (3/12/2021).
Iwan menyebutkan, daya tampung Wisma Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah berkapasitas maksimum 300 peserta. Dan, untuk gelaran Rakernas kali ini, panitia mempersiapkan space 150 orang yang tetap menyesuaikan dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat untuk protokol pencegahan pandemi.
“Wisma Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah kita siapkan secara maksimal untuk melayani tamu peserta untuk sukses Rakernas kali ini,” katanya.
Salah satu tenaga konstruksi dan iluminasi utusan Kampus Hidayatullah Depok, Ali Mashuri, yang ditemui di lokasi proyek mengaku sudah lebih 2 pekan terlibat dalam pengerjaan proyek pembangunan.
“Nginap di sini. Belum pulang,” kata Ali seraya tersenyum yang saat ditemui sedang mengerjakan bagian interior didampingi rekannya, Rahmat.
Ia mengaku antusias dan siap mengerahkan waktu dan tenaga untuk mensukseskan gelaran Rakernas Hidayatullah kali ini. “Mohon doanya semoga pengerjaan lancar,” katanya mengimbuhkan.
Rakernas akan dihadiri oleh seluruh pengurus harian DPP Hidayatullah, unsur inti DPW Hidayatullah se Indonesia, unsur inti pengurus harian Kampus Induk dan Kampus Utama, pengurus inti organisasi pendukung Muslimat Hidayatullah dan Pemuda Hidayatullah, serta dihadiri amal dan badan usaha Hidayatullah tingkat pusat.
Adapun tema Rakernas 2021 ini adalah Konsolidasi Idiil Organisasi dan Wawasan Menuju Standarisasi, Sentralisasi, dan Integrasi Sistemik.
Di akhir tahun 2021 ini, perkumpulan ormas Hidayatullah menggelar serangkaian pertemuan tingkat nasional yang terbilang cukup padat. Pada tanggal 23 November lalu, telah dilakukan acara Rapat Pleno yang juga digelar di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah.
Lalu selanjutnya, pada tanggal 24 hingga 25 November digelar Sidang Pleno yang dihadiri semua unsur pengurus harian Dewan Pengurus Pusat (DPP), semua unsur pengurus Dewan Mudzakarah (DM), Dewan Murabbi Pusat (DMP), dan Majelis Penasehat (MP).
Kemudian, secara intensif selama 2 hari yakni pada tanggal 7 hingga 8 Desember akan dilangsungkan Musyawarah Majelis Syura (MMS) yang akan dihadiri oleh Pemimpin Umum, seluruh anggota Majelis Penasehat, seluruh anggota Dewan Pertimbangan, seluruh anggota Dewan Mudzakarah, seluruh anggota Dewan Murabbi Pusat, dan seluruh pengurus harian DPP Hidayatullah. (ybh/hio)
MALANG (Hidayatullah.or.id) — Sedikitnya 280 pelajar SMA Ar Rohmah Pondok Pesantren Hidayatullah, Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang mengikuti pembekalan wawasan kebangsaan bekerjasama dengan Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) Jawa Timur, Rabu, 26 Rabiul Akhir 1443 (1/12/2021).
Ketua DPD Hipakad Jawa Timur, Priyo Effendi, berkeinginan melalui kegiatan ini bisa menjadi pegangan para generasi masa depan yang maju dan unggul serta berkarakter, yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan mencintai NKRI.
“Kalian juga harus memiliki kekuatan integritas kepribadian yang pancasilais, mental yang kokoh, ulet, tegar, dan pantang menyerah, untuk berjuang demi kemajuan bangsa dan negara yang sangat kita cintai bersama,” katanya.
Terlebih, terang Priyo, kualitas generasi muda Indonesia ke depan tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan, keterampilan dan kompetitif semata.
Namun juga, imbuh dia, harus diimbangi dengan kualitas mental ideologi Pancasila yang kuat, berakhlak mulia, cinta Tanah Air, berwawasan kebangsaan, berjiwa nasionalisme dan patriotisme, serta memiliki semangat bela negara yang tinggi sebagai hal mendasar yang harus dibangun dan dipersiapkan sejak dini.
“Penguatan kesadaran bela negara ini harus dimulai sejak usia dini sehingga anak-anak dan generasi muda yang belum terpengaruh akan semakin dikuatkan agar tidak mudah di pengaruhi oleh Ideologi radikal,” imbuh dia.
Menurut Priyo, kesadaran bela negara ini merupakan bagian integral dan tidak terpisahkan dari gambar besar strategi pertahanan negara. Oleh karena itu, Priyo berharap kepada dunia pendidikan di Indonesia tidak hanya mencetak intelektual muda yang cerdas.
Pendidikan di Indonesia juga harus mencetak para pemimpin bangsa di masa depan yang memiliki sifat kenegarawanan yaitu yang memiliki kecintaan kepada tanah air, rela berkorban bagi bangsa dan negara, setia kepada Pancasila dan cita-cita negara.
“Sehingga akan terwujud kader-kader pemimpin yang selalu berada di depan dalam memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongannya,” tegasnya.
Dia menjelaskan, ilmu pengetahuan memang faktor penting menjadikan generasi bangsa yang cerdas. Namun, kecerdasan tersebut tidak akan berarti apa-apa, jika tidak diperkaya dengan karakter dan wawasan kebangsaan yang kuat.
“Ini kegiatan Hipakad di Ar Rahmah yang pertama kalinya. Tidak hanya wawasan kebangsaan kita juga berikan bekal agar mereka menjauhi narkoba,” paparnya.
Kepala Sekolah SMA Ar Rohmah, Fahmi Ahmad mengaku sangat mengapresiasi kegiatan ini yang dikemas dalam Facultative Day. Apalagi mendatang mereka merupakan calon pemimpin, untuk itu dirinya ingin menyiapkan sebaik mungkin.
“Kegiatan ini sebagai upaya cinta tanah air, pembekalan sejak dini harus terus dipupuk sehingga nanti mereka menjadi generasi yang siap,” harapnya.
Menurutnya kegiatan ini rutin dilakukan oleh pihaknya seperti dengan Danramil dan sebagainya.
“Namun dalam pembekalan yang disertai dengan outbound baru pertama kalinya,” tukasnya. (asi/j/bhc)
SERIBU satu cara memang bisa kita rancang untuk memastikan mulusnya semua rencana dan program yang kita buat. Bila perlu, kita bisa menyiapkan Rencana A, B, dan C.
Jika yang pertama gagal, kita bisa segera berpindah kepada yang lainnya. Akan tetapi, karena dunia ini tidak berjalan mengikuti selera dan keinginan kita, pada kenyataannya tidak setiap yang kita harapkan bisa terwujud.
Bagaimana pun, dunia ini punya Tuan dan Penguasa Maha Perkasa yang mengendalikan seluruh gerak-geriknya, dan hanya kepada-Nya ia tunduk.
Inilah makna firman Allah dalam QS. Fusshilat: 11,
“Kemudian Dia (Allah) menuju kepada penciptaan langit, dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: ‘Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan suka rela atau terpaksa.’ Keduanya menjawab: ‘Kami datang dengan suka rela.’”
Sebenarnyalah, segenap keinginan kita baru bisa terealisir bila selaras dengan apa yang dikehendaki Allah. Sebagai contoh, mari kita ambil kasus “pawang hujan”.
Banyak orang sering bertanya-tanya ketika mengetahui para dukun yang “bisa” menolak hujan dan memindahkannya ke tempat lain. Alhasil, dukun itu pun dikagumi dan dipuja-puji.
Sayangnya, mereka lupa bahwa tidak semua pawang dan dukun selalu berhasil dalam usahanya tersebut. Bahkan, kisah-kisah kegagalan mereka terlalu banyak untuk dideretkan.
Sebenarnya, jika kita renungkan baik-baik, keberhasilan para pawang itu tidak ada bedanya dengan tebakan nasib yang dilontarkan oleh para peramal. Adakalanya tepat, walau lebih banyak yang meleset.
Nasib baik atau kesialan yang dialami seseorang pada dasarnya tidak ada hubungannya samasekali dengan ramalan tersebut. Entah diramalkan atau tidak, apa yang dikehendaki oleh Allah terhadap seseorang tetaplah harus terjadi. Tidak akan ada yang bisa menghindari, memanipulasi, membatalkan, atau merekayasanya.
Jika hujan memang sudah ditetapkan oleh Allah untuk tidak turun, maka adanya “upaya” atau tidak dari pawang sebetulnya sama saja. Sebaliknya, jika hujan sudah ditetapkan mengguyur suatu kawasan, maka sejuta “usaha” para pawang tidak akan ada artinya.
Dalam kedua kasus ini, pawang hanya mengambil keuntungan dari apa yang sesungguhnya di luar kuasa dan usahanya. Ketika hujan bergeser atau tidak jadi turun berdasar takdir Allah, ia menepuk dada secara dusta dan mengklaim bahwa semua itu adalah hasil kesaktiannya.
Akan tetapi, jika hujan gagal diusir dan tetap tercurah dari langit, dengan mudahnya ia mencari-cari alasan dan menyalahkan orang lain, misalnya: menuduh “mahar” yang kurang atau sesaji yang tidak lengkap.
Mari kita amati lebih dekat! Bukankah hujan bisa saja turun atau tidak setiap hari, di sepanjang tahun dan di belahan bumi mana pun, tanpa peran para pawang untuk mengatur-aturnya? Sungguh semua itu berada di bawah kuasa Allah sepenuhnya.
Bahkan, Allah sendiri telah menentukan seberapa banyak jumlah air hujan yang turun di setiap jengkal permukaan bumi, sebagaimana firman-Nya:
“Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran (tertentu); lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa pula untuk menghilangkannya.” (QS. al-Mu’minun: 18).
Bagi orang yang mengerti Ilmu Alam, ia pasti menyadari bahwa terjadinya hujan bukanlah proses sepele. Ia merupakan “kerjasama” antar berbagai hukum alam yang amat-sangat kompleks. Di dalamnya ada faktor angin, matahari, lautan, suhu dan kelembaban udara, letak geografis, kemiringan sumbu bola bumi, dan masih banyak lagi.
Siapakah yang merancang dan sanggup mengendalikan semua ini? Adakah manusia berperan sedikit saja di dalamnya?
Oleh karenanya, Allah menyatakan bahwa turunnya hujan merupakan satu diantara lima kunci perkara gaib yang hanya dipegang-Nya sendiri (QS. Luqman: 34).
Hakikat semisal ini sangat dimengerti oleh generasi Salafus Sholih, bahwa segala sesuatu hanya mungkin terjadi bila Allah mengizinkannya.
Alkisah, terjadi perselisihan diantara Mutharrif bin ‘Abdillah (Tabi’in Senior, w. 95 H) dengan seseorang di masjid kampungnya.
Orang itu mengucapkan kata-kata yang buruk dan tidak disukai oleh Mutharrif, sehingga beliau pun berkata, “Jika engkau dusta, semoga Allah mematikanmu!”
Seketika matilah orang itu di tempatnya. Keluarga orang itu tidak terima dan mengadukannya kepada Ziyad Ibnu Abihi (gubernur Kufah, Basrah, dan seluruh Iraq di masanya).
Ziyad bertanya, “Apakah dia menyentuhnya atau memukulnya?” Mereka menjawab, “Tidak.” Maka, Ziyad pun berkata, “(Kalau begitu), ini hanyalah doa orang shalih yang kebetulan sesuai dengan takdir.” Dan, tidak ada sanksi apa pun yang dijatuhkan kepada Mutharrif. (Riwayat Ibnu ‘Asakir dalam Tarikh Dimasyqa).
Maka dari itu, kita diajarkan untuk bereaksi secara tepat dalam menghadapi pasang-surut kehidupan; semuanya, besar maupun kecil. Tetap optimis, tidak menyalahkan siapa-siapa, dan kembali bangkit setiap kali dihantam persoalan. Sebab, semua ini tidak pernah lepas dari pengaturan dan rencana Allah, sedangkan semua perbuatan-Nya pasti adil dan bermakna.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Bersemangatlah atas apa yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah. Jika engkau tertimpa sesuatu maka jangan katakan: ‘seandainya saja aku lakukan pasti jadinya begini dan begitu’. Akan tetapi, katakan: ‘Allah telah menakdirkannya, dan apa saja yang Dia kehendaki pasti Dia lakukan.’ Sebab, (perkataan) ‘seandainya’ itu membuka perbuatan setan.” (Riwayat Muslim, dari Abu Hurairah. Dipotong dari teks lengkapnya). Wallahu a’lam.
SEMARANG (Hidayatullah.or.id) — Para kader Hidayatullah Jawa Tengah kembali dikumpulkan dalam sebuah event pelatihan organisasi. Kali ini Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Tengah bekerja sama dengan Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan Daurah Marhalah Wustha.
Pada pembukaan acara, Ust Akhmad Ali Subur sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Tengah menekankan pentingnya proses pembekalan bagi para da’i.
“Upgrading ini adalah proses menyambung jembatan penghubung antara zaman kenabian, sekarang hingga akhir zaman. Proses pengkaderan melanjutkan risalah kenabian harus terus terjaga dan direkayasa,” jelas beliau.
Dia menjelaskan, daurah ini adalah sebuah training yang dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman bagi para kader marhalah ula guna meningkatkan kapasitasnya dalam berhidmat untuk umat, agama, bangsa dan negara.
Dengan dilaksanakannya daurah ini diharapkan para kader akan semakin terantarkan menjadi da’i dan da’iyah yang memahami betul kondisi ummat saat ini, sekaligus menjadi problem solver berbagai permasalahan yang dialami umat dan bangsa tercinta.
Dalam acara daurah ini hadir instruktur-instruktur dari Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Dewan Murabbi Pusat Hidayatullah, serta Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah.
Lebih lanjut, Ust. Sunoto Ahmad selaku Ketua Dewan Murobbi Wilayah Jawa Tengah juga menyoroti akan pentingnya pembekalan kepada kader-kader pelanjut.
“Program daurah ini bagian rekayasa organisasi agar para dai-daiyah bisa semakin mengenal pola gerakan dakwah dewasa ini,” kata Sunoto.
Menurutnya, perkembangan lembaga dakwah di daerah akan semakin melejit jika para dai-daiyahnya selaku penggerak dakwah sudah memahami pentingnya untuk menyadarkan umat, hingga akhirnya umat dengan sukarela kembali memahami ajaran Islam ini dengan penuh keyakinan.
Daurah ini dibuka secara resmi oleh Ketua Departemen Pengkaderan Hidayatullah Pusat, Ust. Muhammad Sholeh Usman.
Dalam sambutannya, beliau menekannya akan pentingnya memahami manhaj dakwah sebagai bagian dari urgensi dakwah sehingga diterima umat dengan baik.
“Manhaj Nabawi ini adalah konsep Maha Benar, sehingga mampu melahirkan manusia-manusia ‘ajaib,'” imbuh Sholeh.
Menurut Sholeh, hingga saat ini para dai-daiyah semakin dibutuhkan untuk mengawal aqidah umat, ditengah hiruk pikuknya beragam informasi yang datang bagai air bah karena perkembangan zaman digital saat ini.
Acara ini berlangsung selama 4 hari, yakni dari tanggal 1-4 Desember 2021 di Gedung SLB Negeri Semarang. Diikuti setidaknya 60 peserta dari seluruh Jawa Tengah baik putra maupun putri.
Sebanyak 61 peserta daurah yang terdiri 36 orang dai dan 25 daiyah akan diupgrade pengetahuan dakwahnya untuk merespon berbagai perubahan masyarakat di era serba instan ini.*/Yusran Yauma, Eviq
BATAM (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pendidikan Kota Batam (DPKB) memberikan penghargaan kepada Ketua Badan Pembina Kampus Utama Hidayatullah Batam, Ustadz Jamaluddin Nur, sebagai tokoh pengelola Pendidikan Agama Islam terbaik di Kota Batam, Senin malam, 24 Rabiul Akhir 1443 (29/11/2021).
DPKB ini memberikan penghargaan sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh yang dianggap telah memberikan dedikasi, sumbangsih, dan upaya dalam memajukan dan memperhatikan pendidikan di Kota Batam.
Pada malam puncak penganugerahan, DPKB Award Tahun 2021 diserahkan langsung oleh Walikota Batam, H. Muhammad Rudi, yang digelar di Golden View Hotel, Bengkong, Batam,
Hadir juga pada malam tersebut Wakil Gubernur Kepri Hj. Marlin Agustina , Ketua DPRD Batam Nuryanto, Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam Sudirman Diant, dan Tokoh Pendidikan se-Kota Batam.
Ketua DPKB Sudirman Dianto menyampaikan bahwa DPKB Award 2021 ini merupakan acara yang telah berjalan di tahun keempat dimana DPKB Memberikan apresiasi kepada tokoh yang memajukan pendidikan di Kota Batam.
“Acara ini sudah berjalan tahun keempat, sebagai apresiasi kepada tokoh yang berjasa memajukan pendidikan di Kota Batam,” imbuhnya.
Sudirman juga menyebutkan berbagai Kategori yaitu; kategori khusus yaitu Wakil Gubernur, Walikota, kategori kepala Sekolah, penyelenggara pendidikan, kategori komite sekolah, dan lainnya yang terkait dengan unsur pendidikan.
Pada malam itu, ada 15 tokoh penerima penghargaan, diantaranya dianugerahkan Kepada Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Batam, Ustadz Jamaluddin Nur, untuk Kategori Tokoh Pengelola Pendidikan Agama Islam Terbaik Kota Batam Tahun 2021.
“Jadi, kami di kepengurusan DPKB ini berusaha menjadikan pendidikan ini sesuai tema yang ada, yaitu: “Bahagia sekolahnya, bahagia gurunya, bahagia muridnya, bahagia orangtuanya, bahagia semuanya,” pungkas Sudirman seraya mengutip tema acara.
Walikota Batam, HM Rudi turut mengucapkan selamat kepada para tokoh atas segala sumbangsihnya dalam membangun kota Batam.
“Kemajuan pendidikan sangat mempengaruhi kemajuan kota Batam. Begitu juga dengan pendidikan formal dan nonformal merupakan perpaduan yang harus disatukan,” terang Rudi.
Ini penting, lanjutnya, agar mempercepat kemajuan Batam. Jika semua bergerak, bersatu, maka akan cepat kemajuan ini.
“Kepada bapak ibu pengelola pendidikan, kami harap fokus, sehingga kemampuan anak didik kita akan meningkat,” imbuhnya lagi.
Selanjutnya, Rudi juga menyampaikan hubungan antara Pemerintah Kota Batam dengan Dewan Pendidikan yang saat ini telah terjalin dengan baik. Khususnya dalan hal bertukar pikiran untuk memajukan pendidikan di Batam.
“Apa yang keliru hari ini harus kembali kita luruskan, tapi kita semua harus sepakat dan saling mendukung. Sebab, untuk mengubah Kota Batam harus bersama-sama, antara pemerintah dan masyarakat. Termasuk peran dari Dewan Pendidikan,” tutupnya. (Humas Hidayatullah Batam)
MANOKWARI (Hidayatullah.or.id) — Gelaran Leadership Training Center (LTC) Pemuda Hidayatullah di Manokwari dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, Ahad, 23 Rabiul Akhir 1443 (28/11/2021)
Acara pembukaan LTC berlangsung di Aula Ponpes Hidayatullah Manokwari, Jl. Trikora Arfai II Kelurahan Anday Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari Papua Barat.
Dalam sambutannya membuka acara ini, Wakil Gubenur Papua Barat mengatakan menyambut positif gelaran LTC di Manokwari itu.
Wagub yang juga Ketua Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Papua Barat Periode 2018-2023 ini mengatakan kegiatan LTC merupakan wadah strategis untuk menyiapkan pemimpin bangsa di masa mendatang.
“Program LTC ini sangat strategis dan saya sangat mendukung. Karena untuk kepemimpinan masa depan, kaum muda harus dilatih dari sekarang,” kata Wagub.
Dalam kesempatan itu, Wagub juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemuda Hidayatullah yang telah turut membangun kawasan itu melalui program pembinaan kepemudaan yang sinergis.
Wagub Lakotani juga menyambut Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah Imam Nawawi yang berkesempatan pula menghadiri LTC perdana Pemuda Hidayatullah Papua Barat ini.
“Sudah berapa kali, Ketua Umum Pemuda Hidayatullah ini ke Manokwari. Biasa sekali ke Manokwari akan datang lagi itu,” ucapnya disambut tawa hadirin.
Wagub mengajak Pemuda Hidayatullah Papua Barat untuk tampil mengambil peran dalam membentuk generasi Islam, terkhusus di Papua Barat.
“Saya berharap para peserta LTC Pemuda Hidayatullah Papua Barat ini menyerap dengan baik materi yang diberikan & mengaplikasikannya dalam membangun pemuda kedepan,” katanya.
Dia menambahkan, pemuda itu identik dengan istilah “tabrak dulu baru koreksi”. Artinya, jelasnya melanjutkan, pekerjaan-pekerjaan itu laksanakan dulu, kerjakan saja, karena dari proses itulah pada hakikatnya pemuda itu belajar.
Sementara itu, Imam Nawawi dalam sambutannya pun menyampaikan terimakasih kepada pemerintah khususnya Provinsi Papua Barat yang telah memberi perhatian kepada pengembangan kualitas dan kapastitas pemuda.
Kata dia, LTC merupakan satu program yang disediakan oleh Pemuda Hidayatullah sebagai sarana kaum muda meningkatkan kapasitas diri dalam hal kepemimpinan dan kiprah, sehingga bisa lebih progresif dan beradab di dalam kehidupan ini.
“Ketika kaum muda sadar akan tanggungjawab kepemimpinan maka insha Allah mereka akan terus melakukan upaya peningkatan kapasitas dan progresivitas diri disertai penguatan adab di dalam diri. Di sini LTC Pemuda Hidayatullah ini hadir untuk negeri,” jelas Imam.
Lebih lanjut, Ketum Imam menyebutkan, LTC di Manokwari ini adalah yang pamungkas di Indonesia setelah digelar mulai dari Aceh, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga kini di Manokwari.
“Jadi ini adalah program penutup Pemuda Hidayatullah di tahun 2021,” terang Imam.
Imam Nawawi menambahkan, kedepannya sangat optimis Pemuda Hidayatullah Papua Barat akan eksis dan semakin berkembang karena ada etos kerja yang tinggi serta didukung penuh oleh pemerintah daerah.
Mewakili tuan rumah dan keluarga besar Hidayatullah Papua Barat, Ketua DPW Hidayatullah Papua Barat Ust Hasdar Ambal, menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya LTC Pemuda Hidayatullah perdana ini yang sempat berganti lokasi dari kota satu ke kota lainnya.
“Hikmah besar dibalik berpindahmya tempat acara. Walau jadwal sejak awal acara dilaksanakan di Kabupaten Sorong, namun bergeser ke Kabupaten Manokwari. Hikmahnya bisa dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Papua Barat,” katanya.
Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua MUI Papua Barat KH Ahmad Nausrau.
Hadir dalam pembukaan LTC tersebut, jajaran pengurus PW Pemuda Hidayatullah Papua Barat, pengurus DPW Hidayatullah Papua Barat, Dewan Murabbi Wilayah Papua Barat Ust Hasanuddin Aly beserta jajaran, Ketua Baznas Papua Barat, Anggota DPRD Kabupaten Manokwari dan beragam unsur pemerintahan lainnya, perwakilan OKP, undangan, perwakilan badan dan amal usaha Hidayatullah serta masyarakat umum.*/Miftahuddin