Beranda blog Halaman 45

Serukan Penegakan Ekologi, Pemuda Hidayatullah Minta Negara Tegas Tangani Akar Masalah Banjir

0
Banjir bandang yang menghanyutkan tumpukukan kayu gelondongan di wilayah Padang, Sumatera Barat, menjadi sorotan publik hingga mancanegara (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Hidayatullah, Rasfiuddin Sabaruddin, mengeluarkan pernyataan terkait bencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada November 2025.

Dalam keterangan, ia meminta pemerintah membentuk satuan tugas khusus untuk mengusut secara komprehensif penyebab bencana tersebut, yang telah menimbulkan korban meninggal dalam jumlah besar dan kerusakan luas.

Rasfiuddin menegaskan bahwa penanganan bencana tidak boleh berhenti pada tahapan respons darurat semata, tetapi harus mencakup investigasi mendalam mengenai penyebab strukturalnya.

“Pemuda Hidayatullah meminta pemerintah menurunkan tim satgas khusus untuk mengusut tegas penyebab musibah banjir di Sumatera. Kita tidak boleh hanya sibuk pada penanganan akhir. Pertanyaan besarnya adalah apa sebenarnya yang menjadi penyebab luasnya dampak bencana yang terjadi sekarang ini,” kata Rasfiuddin dalam keterangannya, Selasa, 11 Jumadil Akhir 1447 (2/12/2025).

Ia menyampaikan bahwa pemetaan faktor penyebab harus dilakukan secara ilmiah dan multi-dimensi, mengingat beberapa indikasi di lapangan menunjukkan adanya kerusakan ekosistem yang serius. “Apakah ini murni bencana alam, atau memang dampak dari deforestasi hutan?” lanjutnya.

Rasfiuddin merujuk pada fenomena yang banyak disorot publik, termasuk beredarnya video gelondongan kayu berukuran besar yang hanyut terbawa arus banjir yang memberikan indikasi kuat adanya aktivitas pembalakan liar dalam skala signifikan.

Permintaan investigasi tersebut bukan tanpa alasan. Data terbaru menunjukkan bahwa hutan Sumatera terus mengalami penyusutan yang mengkhawatirkan. Laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat bahwa dalam rentang 2000–2023, Sumatera kehilangan lebih dari 7,5 juta hektare hutan, menjadikannya salah satu pulau dengan tingkat deforestasi tercepat di Indonesia.

Pada 2023 saja, hilangnya tutupan hutan alam di Sumatera mencapai lebih dari 37.000 hektare (Global Forest Watch, 2024). Deforestasi tersebut sebagian besar dipicu pembalakan liar, ekspansi perkebunan, dan pertambangan ilegal—semuanya memperburuk risiko banjir bandang, longsor, dan kerusakan ekosistem sungai.

Dari perspektif ekologi, kerusakan hutan menghilangkan fungsi-fungsi lingkungan yang sangat vital. Hutan tropis di Sumatera berfungsi sebagai penyangga air (water catchment), penstabil tanah, dan regulator iklim mikro. Ketika tutupan hutan hilang, limpasan permukaan meningkat secara cepat, sehingga intensitas banjir menjadi berlipat ganda meskipun curah hujan tidak ekstrem.

Pada saat bersamaan, sedimen tanah yang longsor menutup badan sungai, memperparah arus banjir dan memperluas area terdampak. Pemodelan hidrologi yang dilakukan konsorsium akademik pada 2023 juga menegaskan bahwa deforestasi sebesar 10 persen di daerah aliran sungai dapat meningkatkan risiko banjir hingga 30 persen.

Pemuda Hidayatullah menilai pembentukan satgas lintas kementerian menjadi urgensi nasional. Satgas tersebut dinilai perlu melibatkan unsur ahli kehutanan, hidrologi, geologi, serta aparat penegak hukum sehingga investigasi penyebab bencana dapat dilakukan menyeluruh dan adil.

Rasfiuddin menyampaikan bahwa pembalakan liar dan penambangan ilegal harus menjadi fokus pengusutan. “Maraknya penambangan ilegal dan aktivitas ilegal logging kemungkinan besar menjadi sumber kerusakan hutan secara masif. Hutan yang seharusnya menjadi rumah air tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa masyarakat berhak mengetahui akar persoalan sehingga kebijakan yang diambil pemerintah dapat mencegah berulangnya bencana serupa. Menurutnya, pemulihan ekologis tidak boleh hanya menjadi wacana, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk penegakan hukum, rehabilitasi daerah aliran sungai, dan pembatasan ekspansi industri ekstraktif yang merusak keseimbangan lingkungan.

Ia pun menyerukan agar seluruh pemangku kepentingan baik negara, dunia usaha, masyarakat sipil, dan komunitas lokal, bergerak bersama menjaga sisa hutan Sumatera sebagai warisan ekologis bangsa.

Rasfiuddin menegaskan bahwa krisis lingkungan di Sumatera adalah peringatan keras bahwa kerusakan ekologis tidak lagi bersifat lokal, tetapi berdampak nasional dan antargenerasi.

Posko Hangat Hidayatullah Sumbar Hadirkan Harapan di Tengah Lumpur Banjir Koto Tuo

0

PADANG (Hidayatullah.or.id) — Suasana pascabanjir di Koto Tuo, Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, masih menyisakan rasa dingin dan lumpur pekat yang menempel di setiap sudut permukiman. Warga yang sejak pagi membersihkan rumah tampak lelah, namun tetap mempertahankan harapan agar kondisi segera pulih.

Dalam situasi inilah, Posko Hangat yang dibangun Tim Siaga Kebencanaan Hidayatullah Sumatera Barat menjadi ruang jeda bagi warga dan relawan. Posko tersebut dikoordinasikan oleh gabungan unsur Laznas BMH, SAR Hidayatullah, Task Hidayatullah, dan PosDai yang memilih SMP Negeri 44 Padang sebagai titik layanan.

Kepala BMH Sumatera Barat, Prawira Dijaya Marpaung, yang memimpin tim siaga gabungan, menegaskan komitmen mereka dalam mendampingi masyarakat sejak hari pertama posko dibuka. Ia menyampaikan bahwa pelayanan posko akan terus berjalan selama warga dan relawan membutuhkannya.

“Posko ini hadir dengan misi sederhana namun vital: mengembalikan energi dan harapan,” ujarnya. Namun, ia juga menekankan bahwa upaya penanggulangan bencana membutuhkan gotong royong agar dapat berjalan berkelanjutan. Komitmen itu menjadi pijakan utama bagi seluruh relawan yang bertugas di lapangan.

Di tengah aktivitas pembersihan rumah dan jalan yang masih dipenuhi lumpur, Posko Hangat menjadi tempat yang membawa napas baru. Di posko itu tidak hanya tersedia makanan dan minuman hangat, tetapi juga ruang untuk merilekskan tubuh dan pikiran sementara sebelum kembali menghadapi situasi pascabanjir. Aroma kopi yang tersaji setiap waktu mengundang siapa saja yang kelelahan untuk berhenti sejenak.

Layanan posko tidak terbatas bagi warga yang kehilangan kemampuan memasak karena dapur mereka terendam lumpur. Relawan yang sepanjang hari bekerja membersihkan material banjir juga datang untuk beristirahat. Perbedaan peran seketika hilang ketika mereka berkumpul di bawah tenda sederhana, duduk bersama, dan saling menguatkan.

Salah seorang warga yang rumahnya terdampak menyebutkan bahwa posko ini sangat membantunya. “Kami belum bisa masak, rumah masih berantakan. Di sini bisa minum hangat dan makan,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Hingga 2 Desember, aktivitas di Posko Hangat tidak pernah berhenti. Data lapangan menunjukkan sejumlah layanan yang telah disalurkan kepada masyarakat. Sebanyak 200 porsi makanan siap saji dibagikan kepada warga dan relawan. Selain itu, 150 gelas kopi hangat disajikan sebagai pengusir dingin.

Posko juga menyediakan 50 mie seduh kemasan sebagai pangan cepat, serta 50 paket alat kebersihan untuk mendukung masyarakat membersihkan rumah mereka. Penyaluran air minum dan kebutuhan darurat lainnya terus dilakukan mengikuti permintaan dan kondisi lapangan.

Bagi relawan yang bertugas di berbagai sudut lokasi banjir, posko menjadi tempat singgah sebelum kembali melanjutkan pekerjaan. Mereka datang, meluruskan kaki, menyeduh kopi, dan mengisi ulang tenaga. Kehadiran posko memberi pengaruh langsung terhadap stamina para relawan, terutama ketika harus bekerja dalam kondisi cuaca yang tidak menentu dan medan yang berat.

Tim Siaga Kebencanaan Hidayatullah menegaskan bahwa keberlanjutan pelayanan posko bergantung pada kekuatan kolaborasi. Dalam keterangan yang disampaikan, Prawira menyebutkan bahwa gotong royong adalah bagian penting dari upaya pemulihan bencana di Koto Tuo.

Ia mengajak seluruh pihak agar turut mendukung layanan posko ini. Warga, lembaga pemerintah, CSR perusahaan, maupun individu yang ingin berpartisipasi disebut sebagai bagian dari rantai kebaikan yang sangat dinanti.

“Mari dukung terus Posko Hangat BMH. Salurkan kepedulian, hangatkan saudara kita,” tutupnya.

Mahasiswa STIS Hidayatullah Ikuti Pelatihan Bela Negara, Bentuk Baru Pengabdian Pemuda

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Program Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Kesadaran Bela Negara yang digelar Badan Kesbangpol Kota Balikpapan pada pertengahan November 2025 menghadirkan dinamika baru bagi para peserta yang berasal dari berbagai unsur masyarakat.

Di antara mereka, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah memaknai kegiatan ini sebagai ruang pembelajaran sosial sekaligus bagian dari kontribusi pemuda dalam menjaga stabilitas bangsa.

Pelatihan tersebut menjadi sarana pembentukan perspektif baru mengenai peran generasi muda dalam menghadapi tantangan kebangsaan yang terus berkembang.

Mahasiswa STIS Hidayatullah, Habib, yang mengikuti program ini, mengemukakan bahwa pelatihan tersebut memberikan pengalaman bermakna bagi dirinya dan rekan-rekannya.

“Alhamdulillah, semangat. Ini pengalaman baru yang bermanfaat buat kami sebagai mahasiswa sebagai generasi muda penerus perjuangan,” ujarnya.

Dia merasa senang sebab sebagai kalangan muda ia tidak hanya menjadi penerima informasi mengenai bela negara, tetapi turut berperan aktif dalam proses pembentukan karakter dan kesadaran berbangsa. Pengalaman yang diperoleh selama pelatihan memberikan kontribusi terhadap pemahaman mereka mengenai tanggung jawab sosial di lingkungan masing-masing.

Partisipasi mahasiswa STIS Hidayatullah sejalan dengan moto warga Kota Balikpapan, “Balikpapan Kujaga Kubangun dan Kubela”, yang menekankan nilai pengabdian terhadap daerah dan negara.

Keterlibatan tiga mahasiswa STIS Hidayatullah dalam program tersebut mencerminkan komitmen lembaga pendidikan untuk berkontribusi pada penguatan ketahanan sosial serta kesadaran bela negara di tingkat lokal.

Program ini juga menunjukkan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda menghadapi berbagai bentuk ancaman nontradisional.

Kegiatan yang diadakan selama sepekan ini berlangsung pada 14–20 November 2025, bertempat di Markas Komando Depo Pendidikan dan Kejuruan (Mako Dodikjur) Rindam VI Mulawarman, Manggar Baru, Balikpapan Timur.

Acara resmi dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Balikpapan, Sutadi, yang menegaskan bahwa ancaman terhadap negara saat ini tidak lagi berbentuk serangan fisik semata.

Ia menyampaikan bahwa ancaman modern meliputi disinformasi, radikalisme, polarisasi sosial, serta intoleransi yang dapat merusak persatuan bangsa. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa masyarakat adalah garda terdepan dalam menghadapi berbagai dinamika tersebut.

“Bela negara bisa dilakukan melalui banyak cara, seperti menjaga persatuan, mematuhi hukum, termasuk melawan segala bentuk ujaran kebencian dan intoleransi yang bisa memecah belah bangsa,” ungkap Sutadi.

Sutadi menekankan pemahaman bahwa bela negara tidak terbatas pada latihan fisik, melainkan mencakup ketahanan mental dan kemampuan menyaring informasi.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai bela negara harus hadir dalam tindakan nyata, bukan hanya sebatas teori. Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat menjadi contoh dan agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Materi pelatihan mencakup wawasan kebangsaan, nilai-nilai Pancasila, pembentukan karakter, ketahanan mental, kemampuan dasar bela negara, serta peran masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah.

Perubahan bentuk pelatihan yang tidak lagi terfokus pada baris-berbaris semata menunjukkan bahwa bela negara kini diposisikan sebagai gerakan sosial yang tumbuh dari kesadaran masyarakat.

Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperkuat peran mereka sebagai penggerak ketahanan sosial.

Melalui agenda ini, Habib dan rekannya dari STIS Hidayatullah serta peserta lainnya memperoleh kesempatan untuk memahami dinamika kebangsaan dari perspektif praktis. Pengalaman yang mereka dapatkan tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga memperkaya pemahaman mengenai bagaimana nilai bela negara dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Longsor Sipange Tapteng, Ketabahan dan Keselamatan yang Menembus Hening

0
Pesantren Darussa’adah Sipange Purba, Tukka, Tapanuli Tengah, yang terdampak banjir longsor

HUJAN tak berhenti turun sejak Selasa pagi, 25 November 2025. Langit tak memberi jeda sedikit pun, dan tetesan yang semula terdengar biasa berubah menjadi ancaman ketika air mulai meninggi, melewati batas yang semestinya.

Dari Sipange, kabar demi kabar mengalir melalui pesan keluarga. Awal yang masih bisa diikuti: hujan tak berhenti, air naik cepat, arus deras menghantam tanah coklat desa itu dengan kasar.

Dari arah atas, tanah-tanah menjulang mulai meluruh, jatuh tanpa ampun, menyapa kandang ternak dan asrama santri Pesantren Darussa’adah Sipange Purba, Tukka, Tapanuli Tengah (Tapteng).

Lalu, satu per satu, hal penting ikut tumbang. Listrik padam, internet goyah, dan akhirnya jaringan benar-benar lumpuh. Hening. Tidak ada kabar lanjutan.

Huft. Rasanya kacau balau. Pesan yang selalu ditunggu tiba-tiba berhenti. Umi Elly berada sendiri di rumah. Komunikasi terputus total. Sementara abah, yang sedang dalam perjalanan pulang dari Dumai, terjebak di jalur lintas yang juga tertutup tanah longsor. Situasi itu… sulit dibayangkan. Menyesakkan.

Namun justru dari mereka yang berada dalam keadaan paling genting, ketabahan itu muncul. Di tengah kondisi mencekam, mereka yang di Sipange tetap menyampaikan pesan menenangkan: “Semua akan baik-baik saja.”

Pesan singkat itu terasa seperti pegangan di tengah gelap, menghadirkan secercah ketenangan di saat informasi lain benar-benar berhenti.

Keputusan berat akhirnya diambil. Karena jalan dan jembatan rusak parah, perjalanan pulang harus ditempuh dengan kombinasi naik motor dan berjalan kaki.

Biasanya, perjalanan pulang memakan waktu tiga jam dengan motor. Kali ini, jalur yang mereka tempuh bukan lagi sekadar perjalanan pulang tetapi misi penyelamatan keluarga dan santri di Sipange, melewati rute yang berubah drastis akibat longsor.

Di setiap langkah, ada hikmah yang terhampar. Longsor yang menghancurkan bukan hanya menjadi kabar duka, tetapi tadabbur alam yang memaksa manusia menundukkan kepala: betapa rapuhnya kita di hadapan kuasa hujan dan bumi yang digerakkan oleh-Nya.

Hari berganti. Pesan-pesan WhatsApp yang terus dikirim sejak 25 November hanya bercentang satu, diam seperti menghilang.

Hingga akhirnya, pada 1 Desember 2025, tanda biru itu muncul. Kabar yang ditunggu-tunggu pecah menembus layar: mereka selamat. Lega tak terbendung.

Tim abah yang nekat berjalan kaki dari Padangsidempuan menuju Sibolga pun akhirnya tiba dengan selamat di Pondok Pesantren Agrowisata Sipange.

Warga dan para santri dinyatakan aman. Namun pemandangan di sana memukul hati: asrama dan kandang ternak porak poranda, luluh lantak disapa tanah longsor.

Di balik kerusakan yang tersisa, terselip rasa syukur—nyawa masih Allah selamatkan. Bumi bisa diperbaiki, bangunan bisa dibangun kembali. Tapi jiwa-jiwa yang selamat, itulah anugerah terbesar.

Bencana membawa duka, tetapi juga membuka ruang bagi kebersamaan, keberanian, dan keikhlasan untuk saling menguatkan. Sipange mungkin runtuh sebagian, namun semangat mereka tidak.

Tampak kawasan utama Pesantren Darussa’adah Sipange Purba, Tukka, Tapanuli Tengah, sebelum kejadian bencana/ Dok. Hidayatullah Sumut)

(Kiriman dari Ustadzah Siti Iffah, guru di Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang Kaltim yang rumah orangtuanya terdampak banjir longsor di Sipange, Tapanuli Tengah)

Gunung Tembak dan Nilai Hidup yang Menempa Ketua Umum Hidayatullah

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Kunjungan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah KH. Naspi Arsyad, Lc., ke Kampus Induk Gunung Tembak, Balikpapan, medio November 2025 lalu, menghadirkan ruang refleksi mengenai arah pendidikan dan peran nilai dalam pembentukan karakter santri.

Di tengah suasana pertemuan malam hari bersama para pegiat media sosial yang merupakan lulusan pesantren, ia menegaskan bahwa urusan pendidikan tidak cukup diukur dari pelayanan dan fasilitas semata, tetapi terletak pada nilai yang ditransformasikan para pendidik kepada santri.

“Ini harus jadi evaluasi pendidikan Hidayatullah sekarang dalam mendidik dan melahirkan generasi pelanjut perjuangan dakwah Islam,” ujarnya, menekankan pentingnya aspek nilai sebagai inti proses pendidikan.

Pertemuan yang berlangsung hangat di Kedai Rabiul, sebuah pusat kuliner tidak jauh dari kawasan pesantren Gunung Tembak, menjadi momen berbagi cerita tentang perjalanan masa muda sang ketua umum.

Meski memikul amanah baru memimpin organisasi pusat, KH. Naspi tetap menunjukkan kepribadian yang akrab dengan lingkungan pesantren, termasuk kebiasaannya bercengkerama, menyapa siapa saja, serta menyelipkan humor dalam percakapan. Malam itu, ia kembali mengisahkan perjalanan nyantrinya yang menjadi bagian penting pembentukan dirinya.

Dalam perbincangan tersebut, KH. Naspi menirukan cerita lama keluarga dan tetangga di kampungnya di Sulawesi Selatan. Ia mengenang bagaimana orang-orang sempat mempertanyakan keputusannya merantau jauh untuk belajar agama di Gunung Tembak.

“Jadi ada keluarga yang bertanya, eh kemae Naspi (kemana Naspi)?”

Oh, lampai pesantreng, di Balikpapang (Oh, dia pergi (mondok) di pesantren, di Balikpapan),” ucapnya menirukan sebuah dialog dengan logat Makassar, Sulawesi Selatan (14/11/2025).

Ia melanjutkan cerita tentang tetangga yang heran karena mendengar bahwa ia bukan hanya belajar agama, tetapi juga sering mencangkul, berkebun, hingga membantu bertukang saat pembangunan gedung-gedung pesantren.

Kisah itu menimbulkan keheranan tersendiri, mengingat keluarganya yang dikenal sebagai keluarga terpandang di kampung. Ayahnya, yang akrab disapa Dg. Lalang, dianggap memiliki kemampuan ekonomi yang cukup untuk menyekolahkan anak ke lembaga pendidikan ternama.

“Di kampung itu, asumsinya kalau bertani atau berkebun itu pekerjaan ekonomi menengah ke bawah biasanya,” ujarnya, menggambarkan perspektif yang berkembang di lingkungan kampungnya.

Karena itu, ketika kabar menyebar bahwa ia turut melakukan pekerjaan-pekerjaan tersebut, muncul pertanyaan besar dari tetangga mengenai apa sebenarnya yang dipelajari di pesantren Balikpapan.

Cerita tersebut justru memunculkan perhatian luas di kampungnya. Ia menjelaskan bahwa pengalaman mondoknya sempat menjadi bahan pembicaraan, bahkan “viral” dalam istilah masa kini.

Keputusan anak Dg. Lalang untuk menempuh pendidikan di pesantren ternyata mendorong beberapa kerabat, keluarga, dan tetangga untuk ikut menyekolahkan anak mereka ke pesantren Hidayatullah di Balikpapan. Naspi mengenang bagaimana sebagian orang tua kemudian menggunakan keteguhan dirinya sebagai contoh untuk memotivasi anak yang merasa tidak betah.

“Eh, kamu tidak malukah, anaknya Dg. Lalang saja bisa bertahan, masak kamu tidak bisa bersabar,” ucapnya sambil tersenyum mengenang kejadian itu.

Bagi Ketua Umum DPP Hidayatullah tersebut, perjalanan masa nyantri memberikan pelajaran mendalam tentang pentingnya keteladanan dan nilai. Dalam pertemuan itu, ia menegaskan kembali bahwa pendidikan di pesantren semestinya berorientasi pada pembentukan karakter dan pembiasaan, bukan semata pada fasilitas atau layanan.

Ia menyampaikan bahwa penguatan values menjadi bagian utama dalam mencetak generasi pelanjut perjuangan dakwah, terlebih di era ketika informasi cepat beredar dan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan sangat dipengaruhi kualitas keteladanan.

“Termasuk soal membangun kepercayaan publik dan peranan media sekarang,” ungkapnya menutup percakapan dengan para pegiat media sosial yang juga berprofesi sebagai guru dan dai.

Silaturrahim Akbar Nasional Jamaah Ngaos 2025 Teguhkan Semangat Dakwah dan Literasi Al-Qur’an

0
Tangkapan layar Youtube PosDai Yogyakarta

YOGYAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Persaudaraan Dai Indonesia (PosDai) kembali menggelar Silaturrahim Akbar Nasional Jamaah Ngaos (Ngaji Online Subuh) di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya (BBPPMPV), Jl. Kaliurang KM 12,5 Klidon, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu, 8 Jumadil Akhir 1447 (29/11/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Departemen Kepesantrenan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH. Muhammad Syakir Syafi’i, yang memberikan apresiasi terhadap upaya PosDai dalam menggerakkan pembelajaran Islam secara konsisten di kalangan masyarakat, terutama melalui media daring yang menjangkau lintas usia dan wilayah.

Ketua PosDai Yogyakarta, Ustadz Mansur Abu Gaza, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Silaturrahim Akbar ini merupakan kegiatan kedua yang diselenggarakan secara nasional.

Mansur menyebutkan, kegiatan kali ini diikuti oleh 430 jamaah dari berbagai daerah. Program Ngaos sudah berjalan selama lima tahun dan berharap dapat terus menghadirkan maslahat serta memberikan kontribusi yang luas bagi kemajuan dakwah Islamiyah di tanah air, khususnya di Yogyakarta.

Program Ngaos (Ngaji Online Subuh) yang dirintis oleh PosDai sejak lima tahun lalu kini telah berkembang menjadi gerakan literasi Al-Qur’an yang adaptif terhadap teknologi. Program ini mempertemukan jamaah dari berbagai kalangan untuk belajar dan memperdalam pemahaman Al-Qur’an secara daring, dengan semangat kebersamaan dan pembinaan ruhiyah yang berkelanjutan.

Silaturrahim Akbar Nasional kali ini menghadirkan beberapa narasumber utama, di antaranya Ustadz Muhammad Nur Islam, Ustadz Makruf, dan Ustadz Muhammad Haris. Acara dimulai sejak dini hari dengan rangkaian kegiatan antara lain tahajjud berjamaah, taushiyah pagi, senam kebersamaan, dan diakhiri dengan puncak acara yang menampilkan capaian hasil belajar para kafilah.

Puncak acara menjadi sorotan tersendiri karena memperlihatkan hasil pembelajaran dari para peserta Ngaos yang menampilkan bacaan tahsin dan tahfizh Al-Qur’an. Menariknya, sebagian besar peserta merupakan jamaah berusia lanjut, di atas 60 tahun, yang tetap menunjukkan semangat tinggi dalam menuntut ilmu dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, para peserta juga berbagi pengalaman tentang perjalanan mereka mengikuti program Ngaos secara daring. Banyak di antara mereka yang mengaku bahwa program ini menjadi wadah penting untuk menjaga kedisiplinan beribadah, memperkuat ikatan sosial antarjamaah, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di tengah kesibukan dunia.

Dengan terselenggaranya Silaturrahim Akbar Nasional ini, PosDai berharap gerakan Ngaos terus berkembang menjadi model pembelajaran Al-Qur’an berbasis komunitas yang inklusif, inspiratif, dan berorientasi pada pemberdayaan umat. Selain memperkuat ukhuwah Islamiyah, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperluas jejaring dakwah yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat di seluruh Indonesia.

Kepemimpinan Baru Hidayatullah Maluku Utara Siap Perkuat Kolaborasi dan Konsolidasi

0

SOFIFI (Hidayatullah.or.id) — Pergantian kepemimpinan dalam sebuah organisasi merupakan momentum strategis untuk memperkuat arah gerak dan efektivitas program. Hal ini pula yang mewarnai dinamika Hidayatullah Maluku Utara setelah Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menetapkan struktur kepemimpinan baru untuk periode 2025–2030. Dalam kerangka penguatan tata organisasi, komitmen kolaboratif dari jajaran pengurus menjadi landasan penting bagi konsolidasi program di seluruh wilayah.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) yang baru ditetapkan, Ust. Drs. Nasri Bukhari, M.Pd.I, menegaskan kesiapan untuk bekerja bersama seluruh elemen organisasi. Ia menyatakan siap berkolaborasi dengan seluruh struktur organisasi untuk memastikan program kerja dapat berjalan efektif.

Penetapan Ust. Nasri Bukhari sebagai Ketua DPW serta H. Riyadi Poniman, SHI sebagai Ketua Dewan Murabbi Wilayah (DMW) dilakukan secara resmi melalui Muswil yang digelar di Ternate pada Senin, 10 Jumadil Akhir 1447 (1/12/2025).

Pada kesempatan itu, pimpinan musyawarah membacakan Surat Keputusan DPP Hidayatullah sebelum keduanya dikukuhkan secara langsung oleh perwakilan DPP. Pengukuhan ini sekaligus menjadi penanda dimulainya masa kepemimpinan baru untuk lima tahun mendatang.

Acara Muswil berlangsung dengan melibatkan jajaran Dewan Murabbi, pengurus wilayah, serta delegasi dari seluruh daerah di Maluku Utara. Suasana musyawarah berjalan tertib dan penuh ukhuwah, menggambarkan kedewasaan organisasi dalam mengelola dinamika internal. Rangkaian sidang berjalan dinamis dan tetap menjunjung prinsip musyawarah sebagai landasan pengambilan keputusan organisasi.

Sebagai Ketua DMW, H. Riyadi Poniman, SHI menyampaikan arah kebijakan pembinaan kader sebagai salah satu fokus utama kepemimpinannya. Ia menegaskan pentingnya memperkuat manhaj tarbiyah sebagai basis pembentukan karakter dan kompetensi kader.

Riyadi juga menyampaikan perlunya peningkatan kualitas pembinaan secara menyeluruh agar seluruh struktur wilayah memiliki ketangguhan yang sama dalam mengelola dakwah dan kegiatan organisasi.

Sementara itu, Ust. Nasri Bukhari sebagai Ketua DPW memaparkan tiga fokus strategis kepengurusan ke depan, yaitu pengembangan lembaga pendidikan, peningkatan kapasitas dai, dan penguatan program ekonomi umat. Pengembangan lembaga pendidikan diposisikan sebagai pilar utama dalam mencetak generasi yang memiliki komitmen keislaman dan keindonesiaan.

Adapun peningkatan kapasitas dai diarahkan untuk memperluas jangkauan dakwah di wilayah kepulauan Maluku Utara yang memiliki karakter geografis beragam. Selain itu, program ekonomi umat diorientasikan untuk memperkuat kemandirian masyarakat dan organisasi melalui aktivitas produktif yang terarah.

Sementara itu Ketua DPP Hidayatullah Ust Drs Wahyu Rahman, MM., yang mendampingi Muswil Malut ini menekankan bahwa kolaborasi menjadi penting dalam konteks implementasi program kerja.

Dengan struktur wilayah yang luas, kata Wahyu, efektivitas koordinasi antarlembaga sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan program yang telah digariskan. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat konsolidasi internal dan memastikan keberlanjutan program dakwah, sosial, serta pendidikan di tingkat daerah.

Ia juga menyampaikan harapan semoga penetapan kepemimpinan baru ini semakin meneguhkan ikhtiar perluasan jangkauan dakwah di Maluku Utara.

“Dengan perpaduan antara penguatan pembinaan kader oleh DMW dan fokus program strategis oleh DPW, gerakan berkhidmat untuk umat ini diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.

Wahyu menambahkan, wilayah Maluku Utara yang memiliki tantangan geografis dan sosial tersendiri sehingga membutuhkan pendekatan dakwah serta pembinaan yang konsisten dan terkoordinasi.

“Sekaligus menjadi titik awal periode kepengurusan berjalan ini untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan kontribusi dalam pembangunan khususnya di bidang sumber daya insani di wilayah kepulauan ini,” tandasnya.

Tim Siaga Kebencanaan Hidayatullah Terobos Hambatan untuk Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir

0

MEDAN (Hidayatullah.or.id) — Upaya penanggulangan bencana tidak hanya bergantung pada kecepatan respons, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan kepedulian di tengah warga yang terdampak, demikian yang diupayakan Tim Siaga Kebencanaan Hidayatullah di Kampung Baru, Kota Medan.

Kehadiran para relawan dari SAR Hidayatullah, TASK Hidayatullah, dan Baitulmaal Hidayatullah (BMH) bukan hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga dukungan moral bagi warga yang sedang berjuang bangkit akibat banjir besar di bantaran Sungai Deli.

Salah satu tim relawan yang juga Kepala Perwakilan BMH Sumut, Muhammad Nuh, mengaku terharu melihat ketabahan dan sambutan masyarakat yang tetap ramah meski berada dalam situasi sulit.

Menurutnya, bantuan yang disalurkan diharapkan dapat sedikit meringankan beban para penyintas yang masih berupaya memulihkan kehidupan mereka pascabanjir.

Ia menambahkan harapan agar pemerintah setempat memberikan perhatian lebih terhadap renovasi rumah warga yang mengalami kerusakan paling parah agar dapat kembali ditempati secara layak.

Aksi penyaluran bantuan yang dilakukan pada Sabtu (29/11/2025), tersebut dimulai dengan perjalanan menuju Kampung Baru, salah satu titik paling terdampak banjir di kawasan bantaran Sungai Deli. Tim relawan menghadapi kendala sejak memasuki kawasan permukiman.

Akses lorong menuju lokasi sempat terhambat karena dipenuhi becak warga yang diparkir di tepi jalan sebagai bentuk penyelamatan alat mata pencaharian dari rendaman air. Meskipun demikian, relawan tetap melanjutkan perjalanan dan menyesuaikan metode distribusi bantuan.

Karena mobilisasi kendaraan menjadi terbatas, bantuan berupa nasi bungkus dan air mineral dialihkan menggunakan sepeda motor warga. Sebagian bantuan lainnya dipanggul langsung oleh relawan yang berjalan kaki menuju titik distribusi. Adaptasi ini memastikan bahwa bantuan tetap dapat menjangkau warga tanpa mengurangi kualitas layanan kemanusiaan yang diberikan.

Setibanya di lokasi, tim disambut oleh Ibu Puput, Pengurus Rumah Qur’an setempat. Sambutan hangat dari warga yang tengah diliputi aktivitas pembersihan lumpur dan penataan ulang perabotan rumah menandai tingginya tingkat penerimaan masyarakat terhadap bantuan. Senyum warga tetap tampak meskipun mereka sedang berada dalam situasi pascabencana yang belum sepenuhnya pulih.

Distribusi bantuan dilakukan melalui dua mekanisme. Sebagian warga datang ke sekitar Rumah Qur’an Uwo Puput untuk mengambil bantuan, sementara sebagian lainnya menerima bantuan melalui skema door-to-door, di mana relawan mengantarkan langsung ke rumah warga. Cara ini dinilai lebih efektif mengingat kondisi permukiman yang masih menyisakan lumpur dan genangan di beberapa titik.

Dalam kesempatan itu, Bu Puput menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan. Ia menuturkan bahwa selama beberapa hari terakhir, banyak warga tidak dapat bekerja akibat kondisi banjir dan kerusakan rumah yang ditimbulkan.

Selain itu, Bu Puput turut mengungkapkan pengalaman dramatis saat banjir menerjang. Ia menggambarkan bagaimana air naik begitu cepat hingga mencapai atap rumah. Arus deras menyebabkan Tim SAR kesulitan mendekat menggunakan perahu karet.

Dalam kondisi terdesak, ia dan keluarganya merakit batang kayu dan pohon pisang yang hanyut sebagai alat pelampung darurat. Dengan bergantung pada kabel telepon yang melintang di atas aliran banjir, mereka akhirnya berhasil menyelamatkan diri bersama beberapa tetangga.

Di Jogokariyan, Ketua DPP Hidayatullah Sampaikan Doa untuk Kesembuhan KH Jazir ASP

0

YOGYAKATA (Hidayatullah.or.id) — Suasana haru menyelimuti kediaman ulama yang juga Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta, KH Muhammad Jazir ASP, ketika Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, Lc., datang menjenguknya pada Ahad, 09 Jumadil Akhir 1447 (30/11/2025).

Kunjungan itu dilakukan bersama sejumlah pengurus Hidayatullah dari Yogyakarta, sekaligus menjadi kali pertama Naspi menginjakkan kaki di rumah tokoh masjid Jogokariyan tersebut.

Setibanya di kediaman Kiai Jazir, Naspi mendapati suasana penuh ketenangan. Meskipun kondisi kesehatan ulama tersebut belum sepenuhnya stabil, setiap kali mata beliau terbuka, nasihat-nasihat lembut dan kata-kata bijak tetap mengalir, seolah memperlihatkan bahwa cahaya dakwah tak pernah padam dari dirinya.

Dalam suasana yang penuh ketulusan itu, Naspi mengungkapkan bahwa pertemuannya dengan Kiai Jazir merupakan pengalaman pertama secara langsung. Ia tidak menutupi bahwa secara personal, dirinya belum pernah berinteraksi sebelumnya. Namun, nama besar Kiai Jazir telah lama hidup dalam rekam jejak para pecinta masjid dan pegiat Al-Qur’an.

“Bahkan saat menjenguk beliau di rumah asrinya di Jogokaryan, itulah pertemuan pertama kami secara langsung. Namun nama besarnya tidak luput dari benak kami. Yah, siapapun yang mengaku cinta masjid, pegiat al Qur’an, pasti mengenal beliau,” kata Naspi.

Ia melanjutkan bahwa keberangkatan dirinya dari Jakarta menuju Yogyakarta adalah panggilan hati. Jarak 600 kilometer ditempuhnya dengan semangat, terinspirasi oleh kecintaan Kiai Jazir kepada masjid dan Al-Qur’an—nilai yang juga menjadi teladan para pemimpin Hidayatullah.

“Sosok pecinta masjid dan al Qur’an yang membuat saya melalap jarak 600 kilo meter dengan semangat. Teringat akhlak Rais ‘Aam Hidayatullah yang sangat mencintai dua hal ini,” katanya.

Kunjungan tersebut tidak hanya membawa rasa hormat, tetapi juga doa yang dipanjatkan dengan penuh harap. Naspi menyampaikan bahwa kiprah Kiai Jazir dalam memakmurkan masjid dan menghidupkan dakwah Al-Qur’an sangat dibutuhkan bangsa Indonesia. Semangat beliau telah menjadi inspirasi bagi ribuan takmir masjid dari seluruh penjuru negeri.

“Doa kesembuhan mengalir lirih buat Kiai Jasir. Kita masih butuh semangat beliau dalam memakmurkan masjid dan mencerahkan Indonesia dengan al Qur’an. Kecintaan dan semangat yang menjadi pemantik nama Masjid Jogokaryan menjulang dan mendorong ribuan takmir masjid belajar darinya,” harapnya.

Di penghujung kunjungannya, Naspi memanjatkan doa khusus agar Allah SWT memberikan kesembuhan, kekuatan, dan perlindungan kepada Kiai Jazir. Bagi Naspi, warisan kecintaan terhadap masjid dan Al-Qur’an harus terus dijaga melalui generasi penerus.

“Semoga Allah segerakan kesembuhan beliau, menjaga kesehatannya dan mewariskan kepada kita semangat dan kecintaan terhadap masjid serta al Qur’an seperti beliau. Allahumma Amin yaa Rabbal ‘Alamin,” imbuhnya mendoakan.

Kunjungan ini menegaskan kembali pentingnya peran ulama dalam membangun spiritualitas umat serta wujud penghormatan terhadap seorang sosok yang telah menanamkan tonggak penting bagi gerakan memakmurkan masjid dan memperindah kehidupan masyarakat dengan cahaya Al-Qur’an.

BMH Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Bencana Banjir Longsor Sumatera Barat

0

PADANG (Hidayatullah.or.id) — Respon cepat terhadap bencana menjadi salah satu indikator penting kesiapsiagaan lembaga kemanusiaan dalam melindungi kelompok rentan. Pada momentum inilah distribusi bantuan berupaya memastikan perlindungan sosial menjangkau warga yang mengalami hambatan fisik maupun akses.

Prinsip tersebut menjadi dasar pelaksanaan penyaluran bantuan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Perwakilan Sumatera Barat, khususnya saat ini menghadapi bencana banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa wilayah di provinsi tersebut.

Kepala BMH Sumatera Barat, Prawira Dijaya, menegaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan dengan memprioritaskan para penyintas yang rentan, termasuk para lanjut usia yang kesulitan mengakses lokasi distribusi umum.

“Ini adalah bentuk kepedulian BMH untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang diuji. Semoga bantuan ini dapat menjadi penguat bagi mereka di tengah kondisi sulit,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu, 8 Jumadil Akhir 1447 (29/11/2025).

Merespons musibah banjir longsor yang menjangkau tiga provinsi yang terdampak Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, BMH Perwakilan Sumbar segera mengerahkan tim untuk menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan pokok kepada warga terdampak.

Bencana banjir dan longsor di sejumlah titik permukiman telah memaksa warga mengungsi ataupun bertahan di rumah dengan kondisi terbatas. Dalam situasi tersebut, BMH mengupayakan distribusi yang bersifat jemput bola agar penerima manfaat tidak terbebani oleh hambatan geografis maupun kondisi kesehatan.

Pelaksanaan distribusi dilakukan oleh tim BMH yang berkolaborasi dengan Search & Rescue (SAR) Hidayatullah. Tim gabungan bergerak menyambangi rumah-rumah warga, termasuk wilayah yang sulit dijangkau, serta posko pengungsian yang menjadi tempat berlindung sementara bagi sebagian penyintas.

Paket bantuan yang diberikan meliputi berbagai kebutuhan mendesak seperti selimut, popok bayi, obat-obatan, peralatan mandi, pakaian layak pakai, serta kebutuhan konsumsi lainnya. Pemenuhan kategori barang ini disesuaikan dengan kondisi umum penyintas pascabencana, di mana kebutuhan dasar seperti perlindungan dari hawa dingin, sanitasi, obat ringan, dan konsumsi menjadi sangat penting pada masa-masa awal pasca-evakuasi.

Selain distribusi barang kebutuhan pokok, BMH melalui jejaring relawannya juga melakukan pemantauan langsung di lapangan termasuk di Sumut dan Aceh. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan perkembangan kondisi warga serta mengidentifikasi kebutuhan lanjutan yang berpotensi muncul seiring durasi masa tanggap darurat.

Dalam pelaksanaan aksi kemanusiaan ini, BMH juga membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan mengajak para dermawan untuk mendukung keberlanjutan bantuan.